Tak Kerjakan PR, Siswa Ini Dihukum terus Ambruk
Jakarta, Aktual.co — Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri I Palasah Kabupaten Majalengka Lintang, 13 tahun, meregang nyawa setelah mendapatkan hukuman dari gurunya yakni W, gara-gara tidak mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR).
Peristiwa itu terjadi Kamis (5/2) kemarin sekitar pukul 08.00 WIB. Korban diharuskan menjalani hukuman berlari mengelilingi lapangan basket setelah dihukum oleh gurunya. Tapi sanksi itu bukan hanya terjadi kepada Lintang, melainkan ke beberapa peserta didik yang tengah mendapatkan hukuman sama.
Ganjaran hukuman lari itu diberikan W, 10 keliling untuk murid wanita. Adapun pria 15 keliling lapangan. “Pada saat disuruh lari 10 keliling, tapi ketika menjalani hukuman dua keliling badan korban ambruk,” kata Kapolres Majalengka AKBP Suyudi Ario Seto, Jumat (6/2).
Dia mengatakan, korban yang ambruk seketika langsung tidak sadarkan diri. Akhirnya Lintang dilarikan ke Puskesmas terdekat sekolah. “Nyawanya masih ada (ketika diangkat),” kata dia.
Dia mengatakan, di Puskesmas Waringin, tim medis langsung melakukan pertolongan untuk segera menyadarkan korban. Namun upaya itu tidak berbuah hasil.
Kondisinya pun kian melemah hingga akhirnya, nyawa gadis itu tak dapat tertolong. “Tidak dapat tertolong. Sebenarnya si anak ini memang kondisinya lemah,” kata dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu
















