14 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38881

Dekan FISIP Unas Tewas, Korban Tabrak Lari di Depok

Jakarta, Aktual.co —Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nasional (Unas) Dedi Irawan tewas ditabrak sebuah mobil saat sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Kejayaan Depok Timur, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (5/2).
Kanit Laka Lantas Polres Kota Depok Iptu Budiono mengatakan kejadian tabrak lari itu terjadi sekitar pukul 05.00Wib.
“Korban mengalami luka parah di bagian kepala, kemungkinan tergilas mobil. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit PMI Bogor,” ujar dia, Kamis (5/2).
Saat kejadian, korban sedang mengendarai sepeda motor Honda Vario B 6166 EHV di Jalan Kejayaan. Mobil yang menabrak korban hingga tewas tersebut langsung melarikan diri.  Belum diketahui jenis mobil yang menabrak korban. 
Kasus tersebut saat ini ditangani Laka Lantas Polres Depok untuk ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penyidikan. Korban Dedi Irawan beralamat di Jalan Baladewa 1 Rt 02/20 No.273 Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

Menteri Yosanna: “Pimpinan KPK Sandang Status Tersangka Maka Harus Dinonaktifkan”

Jakarta, Aktual.co — Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yosanna Laoly menyebut, jika pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sudah menyandang status tersangka, maka harus dinonaktifkan.
“Secara hukum mereka seharusnya dinonaktifkan,” kata Yasonna di Kantor Wapres, Kamis (5/2).
Mantan politikus asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan itu menyebut, penonaktifan itu mengacu pada Undang-undang.
“Ketentutan hukumnya begitu menurut UU KPK. Karena masalahnya masih begini. Kalau benar AS diperiksa, ini membuat KPK tidak efektif,” kata dia.
Dia menilai, jika pimpinan KPK sudah menyandang status sebagai tersangka, maka hal tersebut tak akan evektif untuk membuat keputusan. “Kalau sudah tersangka tidak efektif lagi membuat keputusan, aktivitas KPK menghalang,” tambahnya.
Tak hanya Bambang Widjojanto (BW) yang sudah jadi tersangka di Mabes Polri. Pimpinan KPK yang lain, yakni Adnan Pandu Praja dan Abraham Samad juga sudah masuk penyidikan kasusnya. Polri sudah membuat Sprindik. Hanya Zulkarnain saja yang belum dibuatkan Sprindik oleh Polri.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polres Temanggung Ringkus Tiga Pengedar Sabu

Jakarta, Aktual.co — Polres Temanggung, Jawa Tengah, meringkus tiga pemuda yang terlibat jual beli sabu-sabu di wilayah Parakan, Temanggung.
Kasubbag Humas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, ketiga pelaku tersebut yakni Edy Winarno, 32 tahun, Hartari, 36 tahun dan Catur Tegar Prakoso, 21 tahun.
Menurut dia, semula petugas menangkap Edy dan Hartari di pertigaan Jubug, Desa Wanutengah yang diduga sedang bertransaksi narkoba. Hasil pengembangan kasus tersebut juga ditangkap Catur yang berperan sebagai perantara.
Dia mengatakan dari penangkapan tersebut berhasil diamankan satu bungkus rokok di dalamnya terdapat satu bungkus plastik berisi serbuk kristal warna putih diduga sabu-sabu.
“Kemudian dari dua telepon seluler yang disita satu di antaranya terdapat pesan singkat terkait transaksi narkoba,” kata dia.
Selain itu, petugas juga menyita satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hitam dengan nomor polisi H 3154 KA.
Dia menuturkan para tersangka dijerat Pasal 112 ayat 1 subsider Pasal 114 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda paling banyak Rp8 miliar.
Tersangka Hartari mengaku mendapatkan sabu-sabu dari Edi melalui perantara Catur. Dia membeli satu paket dengan harga Rp700 ribu. 
Sedangkan Edi mengaku mendapat barang haram itu dari seseorang yang tidak dikenalnya melalui SMS dengan modus barang diletakkan di suatu tempat yang sudah disepakati.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Garuda Indonesia Pinta Kemenhub Gencar Sosialisasi Tutup Penjualan Tiket di Bandara

Jakarta, Aktual.co —  Maskapai penerbangan nasional, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan sosialisasi kebijakan pemerintah terkait dengan penutupan loket penjualan tiket pesawat pada waktu dekat, supaya mereka bisa mempersiapkan segala sesuatunya.

“Idealnya sosialisasi yang direalisasi Kemenhub bisa lebih gencar sehingga pihak maskapai dapat langsung menindaklanjutinya sekaligus memberitahukan kepada calon penumpang. Namun, apa pun keputusan pemerintah terutama melalui Kemenhub, kami pasti siap menjalankannya,” ujar Vice President Garuda Indonesia Domestic Area 3 Ari Suryanta yang dihubungi di Surabaya, Kamis (5/2).

Menurut dia, saat ini maskapai penerbangan itu memang sudah mengetahui bahwa Kemenhub mengeluarkan Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan Nomer HK 209/I/16PHB.2014 tanggal 31 Desember 2014 tentang Peningkatan Pelayanan Publik di bandar udara seluruh Indonesia.

“Dalam surat edaran itu disebutkan ada peningkatan standar pelayanan kepada pengguna jasa,” ujarnya.

Bahkan, kata dia, ada beberapa perubahan secara khusus yang tercantum di dalam surat edaran tersebut, salah satunya meniadakan ruang penjualan tiket pesawat di area bandara.

“Untuk menyiasati hal itu, kami sudah mengoptimalkan penjualan di sejumlah gerai tiket yang berada di Surabaya,” katanya.

Selain itu, katanya, perusahaan tersebut memanfaatkan sistem penjualan tiket pesawat secara dalam jaringan. Di loket penjualan tiket pesawat di Bandara Internasional Juanda akan dipasang papan pengumuman bahwa tidak lagi melayani penjualan tiket.

“Kami harap seluruh calon penumpang dapat memahami hal tersebut. Apalagi, kami hanya mematuhi kebijakan pemerintah pascadikeluarkannya surat edaran Menhub itu,” katanya.

Di tempat berbeda, General Manager PT Angkasa Pura (AP) I Bandara Internasional Juanda Surabaya Trikora Harjo menyatakan kesiapan melaksanakan instruksi sesuai dengan SE Menhub Nomor HK 209/I/16PHB.2014 tangal 31 Desember 2014.

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Otoritas Bandar Udara Wilayah III sebagai regulator.

“Saat ini kami masih mempersiapkan segala hal yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah itu,” katanya.

Ia mengatakan saat ini, di Bandara Internasional Juanda ada dua terminal. Di Terminal 1 ada delapan maskapai penerbangan yang membuka loket penjualan tiket pesawat, seperti Lion Air, Wing Air, Trigada, Batik, Sriwijaya Air, Kalstar, Citilink, dan Garuda Indonesia.

“Lalu di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda ada tiga maskapai penerbangan yang membuka loket penjualan tiket, antara lain Lion Air, Garuda Indonesia, dan AirAsia,” katanya.

Pada surat edaran itu, kata dia, juga tertulis larangan pengoperasian taksi yang tidak terdaftar di bandara dan ada pula larangan merokok di area “airside”.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Dirjen Pemasyarakatan Kemenkumham Minta Labora Kembali ke Lapas Sorong

Jakarta, Aktual.co — Selain dilindungi sejumlah kelompok elemen masyarakat, terpidana kasus rekening gendut anggota Polres Raja Ampat, Labora Sitorus ternyata juga dilindungi oleh oknum aparat. 
Hal ini menjadi salah satu faktor yang menyulitkan petugas untuk menangkap dan mengembalikan Labora ke LP Sorong.
Untuk menghindari benturan antara petugas dengan oknum aparat yang diduga bersenjata, pihak Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM bersama aparatur hukum yang lainnya mencoba upaya persuasif dengan meminta Labora kembali ke Lembaga Pemasyarakatan (LP) Sorong. 
Petugas pun menjelaskan kepada Labora bahwa surat bebas yang dia klaim sebagai alasannya untuk bertahan di luar LP adalah surat tidak sah.
“Dia bertahan, tidak mau kembali ke LP dengan alasan telah mendapatkan surat bebas tersebut. Nah kita jelaskan bahwa surat tersebut aspal (asli tapi palsu),” ujar Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Handoyo Sudrajat saat dihubungi, Kamis (5/2). 
Dia melanjutkan, upaya persuasif ini diharapkan dapat mengembalikan Labora tanpa harus ada benturan di lapangan. Menurut Handoyo, upaya persuasif ini akan dilakukan sampai batas waktu yang dianggap cukup. 
Nantinya, jika upaya persuasif ini tidak membuahkan hasil, maka petugas akan melakukan penjemputan paksa terhadap Labora. “Kita upayakan persuasif dulu. Kita berharap dia kembali. Tapi kalau tidak ditanggapi juga, maka akan kita lakukan penjemputan paksa,” ungkap dia.
Sayangnya Handoyo mengaku belum mengetahui kapan rencana jemput paksa itu akan direalisasikan. Menurutnya hal tersebut tergantung bagaimana tim di lapangan menentukan kapan waktu yang tepat. 
“Itu nanti teman-teman di lapangan yang akan menentukan kapan waktu yang tepat untuk penjemputan paksa,” katanya lagi.
Diungkapkan Handoyo, karena Labora juga dilindungi oknum aparat, maka pihaknya menggandeng seluruh aparatur hukum yang ada. Menurut dia, selain berkoordinasi dengan kejaksaan dan Polda setempat, pihaknya juga berkoordinasi dengan Badan Intelejen Nasional (BIN) di daerah. 
“Selain itu kita juga berkoordinasi dengan unsur TNI. Kita berkomunikasi dengan Danrem setempat,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jakarta Diperkirakan Hujan Ringan dan Sedang, Bendungan Katulampa Aman

Jakarta, Aktual.co —Cuaca berawan diperkirakan akan terjadi di sebagian besar wilayah Jabodetabek pagi ini. Sedangkan siangnya sebagian besar diperkirakan akan diguyur hujan sedang. Malam, hujan ringan diperkirakan turun di sebagian besar wilayah.
Dari pantauan Aktual.co di situs Badan Meterologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis (5/2), di pagi hari, cuaca berawan terjadi di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Depok, Tangerang, Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Sedangkan hujan sedang turun di Kepulauan Seribu dan hujan ringan di Jakarta Utara.
Siang hari, hujan sedang diperkirakan turun di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Barat, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bogor. Sedangkan hujan ringan diperkirakan turun di Jakarta Timur.
Malam hari, hujan ringan turun di sebagian besar wilayah Jabodetabek. Di Bogor, Bekasi, Tangerang, Depok, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu. Sedangkan cuaca berawan di Jakarta Timur.
Untuk ketinggian air, dilansir dari situs BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) kondisi di berbagai titik pintu air pagi pukul 08.00Wib, dilaporkan dalam keadaan normal.
Di Bendung Katulampa, ketinggian air turun menjadi 30 cm atau masuk kategori aman. Begitu juga di pos Depok dilaporkan stabil di ketinggian 125 cm. Pintu Air Manggarai juga dilaporkan stabil aman dengan ketinggian 650cm. Pos Pesanggrahan dilaporkan aman dengan ketinggian 70 cm.
Hanya di Pasar Ikan tinggi air dilaporkan naik menjadi Siaga III dengan ketinggian air tercatat 193 cm. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain