3 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38894

Permen Sektor Kehutanan Memusuhi Pengusaha

Jakarta, Aktual.co — Sektor kehutanan selama ini dirasa kurang mendapat perhatian dari pemerintah, seperti kelapa sawit (biomassa) dan akasia (kertas). Bahkan dalam Nawacita yang selama ini gencar diusungkan Presiden Joko Widodo, pengembangan industri kehutanan atau investasi berbasis hutan sama sekali tidak dijelaskan di dalamnya.

“Dengan Nawacita dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RJMN) menunjukkan bahwa tidak ada support dari pemerintah untuk hal itu (industri kehutanan),” ujar Pengamat Kebijakan Publik UI, Nurul Achyar dalam Dialog Investasi Nasional di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Selasa (3/1).

Lebih lanjut dikatakan dia, di luar negeri justru melihat sumber daya hutan sebagai full value, contohnya seperti kayu. Menurutnya, Indonesia belum bisa mengembangkan kayu secara maksimal.  Kayu selama ini dianggap hanya bisa menjadi produk mebel dan bangunan.

“Padahal jangan hanya dilihat dari hasil kayunya, tapi bisa dikembangkan ke produk-produk lain seperti berries, jamur, soil protection, biodiversity, dan sektor jasa lainnya,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, Rusli Tan mengatakan peraturan pemerintah selama ini seolah memusuhi pengusaha industri, khususnya pada sektor kehutanan.

“Peraturan Menteri sangat mengerikan, seolah memusuhi pengusaha,” kata dia.

Padahal, lanjutnya, jika sektor kehutanan dapat dikembangkan secara maksimal, akan menghasilkan investasi yang besar. “Banyak invoice yang ternyata uangnya tidak masuk ke devisa negara, tapi masuk ke konsultan-konsultan tertentu.”

Dia juga mengatakan target Kementerian Perdagangan (Kemendag) untuk meningkatkan ekspor menjadi 300 persen dinilai sangat berlebihan, terlebih lagi pada industri kehutanan.

“Dalam hal ini industri kertas, ini merupakan momok yang luar biasa karena satu per satu mati. Ketika sektor swasta yang bisa diekspor diperas habis-habisan, terutama oleh Dirjen Pajak,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DKI Terapkan Sistem Baru Penilaian PNS

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan menerapkan sistem baru untuk menilai kinerja Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI sebelum memperoleh Tunjangan Kinerja Daerah (TKD) dinamis secara penuh.

“Jadi, kinerja mereka (PNS) juga akan dinilai dari laporan masyarakat, laporan anak buah serta laporan dari atasannya masing-masing,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Selasa (3/2).

Selanjutnya, menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, para pejabat tersebut juga diminta untuk mengisi lembar kinerja harian. Apabila tidak diisi, sambung dia, maka pejabat itu tidak akan menerima TKD dinamis secara penuh.

“Sebetulnya, dengan diterapkannya TKD dinamis itu, maka seluruh PNS DKI diharapkan dapat selalu bekerja secara maksimal dalam melayani masyarakat. Sehingga, tunjangan penuh pun juga bisa diraih,” ujar Ahok.

Lebih lanjut, dia menganggap pemberian TKD dinamis tersebut bukan suatu bentuk pemborosan karena TKD dinamis sebelumnya merupakan anggaran honorarium kegiatan teknis dan proyek yang dialihkan.

“Karena honorarium itu sudah dihilangkan dan dialihkan menjadi TKD dinamis, maka total pengeluaran apabila seluruh pegawai mencapai kinerja maksimal hanya 24 persen dari total APBD DKI. Dengan kata lain, TKD dinamis lebih hemat dibandingkan honorarium,” tutur Ahok.

Seperti diketahui, mulai tahun ini pendapatan PNS DKI akan mengalami peningkatan. Bagi PNS setingkat lurah akan memperoleh gaji sebesar Rp33.000.000 per bulan, camat Rp44.000.000, walikota Rp75.000.000, kepala biro Rp70.000.000 dan kepala dinas Rp75.000.000. Sedangkan, PNS bagian pelayanan akan menerima gaji sebesar Rp9.000.000.

Besaran gaji seluruh PNS DKI itu sudah termasuk dengan gaji pokok, tunjangan jabatan, TKD statis (kehadiran pegawai), TKD dinamis (tunjangan kinerja) dan tunjangan transportasi bagi para pejabat struktural seperti lurah atau kepala dinas.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

PT KCJ: Tiket Gelang Miliki Fitur Teknologi “Contactless”

Jakarta, Aktual.co — PT KAI Commuter Jabodetabek dan Perusahaan Jepang Sony FeliCa mengembangkan tiket elektronik berbentuk gelang untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang.

Direktur Utama PT KCJ Tri Handoyo dalam konferensi pers di Satsiun Juanda, Jakarta mengatakan melalui kerja sama tersebut maka perangkat tiket elektronuk KCJ akan dapat membaca jenis chip tipe F yang dibuat oleh Sony FeliCa.

“Perkembangan ini melengkapi kemampuan perangkat ‘electronic ticketing’ PT KCJ yang sebelumnya telah mampu membaca jenis kartu dengan chip tipe A dan B,” katanya, Selasa (3/2).

Tri menjelaskan Sony FeliCa memiliki fitur teknologi “contactless” yang dapat diaplikasikan dengan berbagai bentuk, sehingga ke depannya proses “tap in and tap out” (tempel) di gerbang elektronik KRL Jabodetabek tidak hanya menggunakan kartu.

Dia mengatakan harga tiket gelang tersebut sama dengan harga tiket, yakni sekitar Rp50.000 termasuk saldo Rp30.000.

Untuk tes pasar, KCJ akan mengeluarkan tiket gelang tersebut sebanyak 200 buah, untuk kartu akan dijual 800 buah, dan selanjutnya akan dijual 1.000-2.000 buah.

Sementara, selama Februari penumpang bisa gratis menggunakan tiket gelang tersebut dalam rangka promo.

Selain itu, Tri mengatakan Chip Tipe F tersebut dapat diintegrasikan ke telepon seluler, selain bentuk gelang yang akan diproduksi.

“Teknologi ini tentunya semakin memudahkan akses para pengguna KRL Jabodebatek yang kini jumlahnya sudah mencapai rata-rata 700.000 per harinya,” katanya.

Saat ini, lanjut dia, perusahaan telekomunikasi seluler yang tertarik dengan kerja sama tersebut, yakni PT Indosat.

Arif mengatakan rencananya chip yang memuat untuk telepon seluler dan tiket elektronik tersebut akan diluncurkan Semester II 2015.

“Sistem tersebut serupa dengan Hong Kong MTR dalam hal kemampuan mengakomodasi berbagai ‘platform’ dalam satu sistem. Selain itu, sistem kami juga dapat menerapkan mobile NFC e-wallet sebagai tiket dan alat pembayaran,” katanya.

Namun, dia mengatakan, tiket tersebut belum bisa terintegrasi dengan Transjakarta Busway karena moda darat tersebut masih menggunakan platform kartu dari bank.

Dalam kesempatan yang sama, Senior General Manager FeliCa Business Division Kazuyuki Sakamoto mengatakan kerja sama tersebut merupakan salah satu ekspansi bisnisnya yang menyasar sektor transportasi terutama ritel.

Selain itu, menurut dia, Indonesia sebagai negara berkembang merupakan pasar yang tepat untuk memperluas ekspansi secara global dan berharap bisa berkelanjutan.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan PT KCJ, sebagai salah satu transportasi publik di Indonesia, Kami yakin dapat memberikan kontribusi postif dalam meningkatkan pelayanan dan operasinya,” katanya.

Pengembangan teknologi pada perangkat e-ticketing menjadi sangat penting untuk mendukung target 1,2 juta penumpang per hari pada 2019.

Hingga akhir 2014, KCJ telah membeli 664 unit KRL untuk melayani jumlah pengguna yang terus bertambah, sementara setiap harinya, PT KCJ mengoperasikan 757 perjalanan KRL.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Freeport Dibahas dalam Pertemuan DPR dengan Empat Menko

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPR RI, Setya Novanto mengaku bahwa ada sejumlah permasalahan yang dibahas dalam pertemuan antara pimpinan dewan dengan empat menteri koordinator kabinet kerja.
Pada pertemuan itu disampaikan juga persoalan tentang permasalahan terkait dengan perpanjangan izin PT Freeport Indonesia oleh pemerintah.
“Banyak (yang dibahas dalam pertemuan itu). Yang pertama soal Freeport, soal freeport pertama itu tentu menyalahi aturan UU dan tentu masalah Freeport kita sudah minta kepada menteri ESDM melalui presiden supaya ini betul-betul dilihat dan dikaji kembali,” kata Setya, di Komplek Parlemen, Senayan, Selasa (3/2).
Menurutnya,  masih ada permasalah ikhwal pemberian izin oleh pemerintah terhadap pembangunan Smelter Freeport yang akan dilaksanakan di Gersik, Jawa Timur, bukan di Papua.
“Kedua soal smelter ini juga harus dilaksanakan, dan kita juga sudah menyampaikan kepada pihak-pihak bahwa nanti komisi VII bisa membuat Panja. Karena evaluasi masalah Freeport ini yang penting adalah kontribusi Freeport kepada pemerintah. Dan saya rasa perlu dievaluasi benar,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Warga Tolak Enggano Pengganti Nusakambangan

Jakarta, Aktual.co — Masyarakat adat yang berdiam di Pulau Enggano Kabupaten Bengkulu Utara menolak rencana Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (HAM) mendirikan lembaga pemasyarakatan di pulau itu, menggantikan fungsi Pulau Nusakambangan.
“Jangankan untuk membangun lembaga pemasyarakatan, tanah untuk masyarakat yang tinggal di Pulau Enggano saja lahannya terbatas,” kata Kepala Suku Kaitora Pulau Enggano, Raffli Zen Kaitora di Bengkulu, Selasa (3/2).
Ia mengatakan Pulau Enggano secara ekosistem tidak mampu menampung manusia dalam jumlah yang banyak karena keterbatasan sumber daya alam, salah satunya air bersih.
Karena itu, sejumlah kawasan konservasi yang masih ada di Pulau Enggano, pulau berpenghuni lebih dari 3.000 jiwa itu harus dilestarikan.
“Jangan jadikan Enggano sebagai pembuangan orang-rang jahat,” tambah dia.
Ia mengharapkan pemerintah mengembakan wilayah Enggano di tiga sektor yakni industri perikanan, wisata bahari dan ekonomi kreatif.
Selain itu, rencana Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu untuk mengusulkan pembangunan lembaga pemasyarakatan di pulau berjarak 106 mil laut dari Kota Bengkulu itu juga belum dikomunikasikan ke warga setempat.
Usulan pembangunan lembaga pemasyarakatan di Pulau Enggano datang dari Bupati Bengkulu Utara Imron Rosyadi dan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Bengkulu Utara.
Kemudian usul tersebut oleh Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Provinsi Bengkulu Dewa Putu Gede disampaikan secara tertulis ke Kementerian Hukum dan HAM, termasuk tentang ketersediaan lahan minimal lima hektare di Pulau Enggano untuk membangun lembaga pemasyarakatan.
“Suratnya sudah dikirim, kami masih menunggu kedatangan Dirjen Kemasyarakatan untuk meninjau lokasi,” katanya.
Pulau Enggano adalah pulau terluar Indonesia yang terletak di samudra Hindia dan berbatasan dengan negara India. Luas wilayah Pulau Enggano mencapai 40 kilometer persegi yang terdiri dari enam desa yaitu Desa Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kaana, dan Kahyapu Biqwanto.

Artikel ini ditulis oleh:

KMP Dukung Budi Gunawan, Puan Maharani Bersyukur

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani bersyukur ketika adanya pemberian dukungan koalisi merah putih (KMP) yang bersepakat mengusung Komjen pol Budi Gunawan sebagai kapolri. 
Pasalnya, Budi Gunawan merupakan calon tunggal yang diajukan oleh Presiden Jokowi. Hal itu ditandai dengan mulusnya proses fit and proper tes yang dilakukan oleh komisi III DPR RI.
“Alhamdullillahirobbilalamin. Dari awal proses politik yang ada di DPR semua fraksi sepakat, hanya satu Demokrat tidak hadir di paripurna dan PAN dengan catatan, tapi yang lain kan proses politik di komisi 3 berjalan dengan baik,” ucap Puan usai melakukan rapat konsultasi dengan DPR RI, di Nusantara IV MPR RI, Senayan, Selasa (3/2).
Puan tak banyak berkomentar terkait adanya desakan dari Keyum PDIP Megawati untuk segera melantik Budi Gunawan menjadi Kapolri. “Itu tanya PDI Perjuangan,” jawab dia singkat.
Dia menambahkan, Pertemuan antara Jokowi dengan Prabowo Subianto beberapa hari lalu dinilai sebagai kesepakatan bersama dalam mendukung program pemerintah.
“Dan sama-sama membangun negara ini untuk kesejahteraan rakyat. Itu yang saya tangkap dari bincang secara kekeluargaan, baik bertemu dengan pak Ical, pak Prabowo, pak Anis Matta dan lain-lainya yang ada disana. Jadi kita semua sepakat mendukung program pemerintah untuk rakyat.”

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain