6 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38901

Budi Gunawan Batal Jadi kapolri, Berpotensi Timbulkan Masalah Politik

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyebutkan bahwa kisruh calon Kapolri menyimpan beberapa potensi masalah politik.
“Pertama, misalnya suka tak suka putusan praperadilan mencoret status tersangka BG (Budi Gunawan). Kalau status tersangka dicoret brarti Pak BG bebas,” kata Arsul, di Jakarta, Rabu (18/2).
Bila kemudian presiden tak jadi melantik BG, maka harus dijelaskan ke DPR, mengapa tak jadi dilantik dan mengajukan nama baru calon kapolri, dalam hal ini Komjen Badrodin Haiti.
“Jadi itu pasti menimbulkan masalah,” ujarnya.
Presiden Jokowi harus menjelaskan secara yuridis maupun sosiologis terkait batalnya pencalonan Budi Gunawan selaku Kapolri. Jokowi diharap memberikan keterangan, baik secara langsung maupun melalui menterinya.
“Realitas politik yang ada, baik KMP dan KIH di DPR, meilhat setelah putusan praperadilan berarti secara hukum sudah selesai.” 

Artikel ini ditulis oleh:

900 Personel Gabungan Disiagakan Untuk Perayaan Imlek di Bogor

Jakarta, Aktual.co — 900 personel gabungan yang terdiri dari Polri, TNI dan Satpol PP disiagakan di beberapa titik untuk mengamankan jalannya perayaan Tahun Baru Imlek 2566 di Bogor. 
Hal tersebut disampaikan oleh Kabagops Polres Bogor Kota, Kompol Sahroni kepada wartawan, Rabu (18/2).
“Gabungan personel tersebut berasal dari 500 personil polisi dan 400 personil TNI dan Sat Pol PP,” ujarnya.
“Untuk di kawasan vihara akan dijaga 50 anggota, sementara lainnya akan ditempatkan di pusat keramaian,” tambahnya.
Dikatakan Sahroni untuk pengamanan lain juga dilakukan seperti di wilayah Pecinan Suryakancana, Sukasari, dan Batutulis. 
Sementara menurut Kasatlantas Polres Bogor, AKP Bramastyo Priaji bahwa Polres Bogor Kota juga akan melakukan rekayasa lalu lintas untuk menghindari kepadatan kendaraan di ruas-ruas jalan utama. 
“Diperkirakan kepadatan kendaraan akan meningkat hingga Kamis besok,” katanya.
Sementara di wilayah Kabupaten Bogor, keramaian diperkirakan akan terjadi di kawasan Puncak. Ada sekira 150 personel yang akan disiagakan untuk mengamankan jalur Puncak.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Fuad Bawazier: Presiden Jokowi membuat Situasi Negara Panas

Jakarta, Aktual.co — Dalam menangani konflik KPK-Polri, Presiden Jokowi harus segera menentukan sikap dengan membuat keputusan yang jelas, tegas, tidak normatif atau bersayap lagi.
Demikian disampaikan politisi senior Fuad Bawazier dalam pesan pendeknya yang diterima redaksi, Rabu (18/2). 
“Keadaan yang memanas dan semakin tidak menentu sekarang ini tidak terlepas dari leletnya Presiden membuat keputusan,” ungkapnya. 
Kata dia, “pembiaran” ini telah membuat ketegangan dimasyarakat elit, antar rakyat bawah maupun pasar, dan sorotan luar negeri. 
“Wibawa pemerintah RI khususnya Presiden Jokowi juga melorot,” sergahnya.
Sambung Fuad, yang harus disadari Jkw adalah bhw penundaan keputusan urusan Kapolri-KPK ini tidak memudahkan situasi tapi justru menyulitkan dan merugikan semua pihak. 
“Ongkos sosial politiknya terlalu mahal dan kini justru banyak yang menilai atau meragukan kemampuan Jokowi sebagai Presiden RI,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kualitas Udara Jakarta Utara Terburuk

Jakarta, Aktual.co —Jakarta Utara ditetapkan sebagai kota dengan tingkat polusi udara terburuk, dari 14 kota metropolitan di Indonesia. 
Deputi II MenLH Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup, MR Karliansyah MSI mengatakan hasil itu didapat dari evaluasi tingkat polusi udara 2014 yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
“Berdasarkan kategori kota metropolitan dengan nilai langit biru, Jakarta Utara memiliki nilai Evaluasi Kualitas Udara Perkotaan terendah dibanding 14 kota metropolitan lain,” ujar dia, di Kementerian KLH dan Kehutanan, Jakarta Timur, Rabu (16/2).
Dengan salah satu parameternya adalah tingginya jumlah kendaraan berat dan kemacetan lainnya. Kata dia, evaluasi kualitas udara perkotaan dibagi tiga kategori. Yaitu Uji Emisi, Uji Kinerja Lalu Lintas, dan Kualitas Udara. 
Rendahnya kualitas udara di Jakarta Utara dalam evaluasi tersebut, menurutnya terjadi akibat ketidaksiapan Pemkot sendiri. Karena sebelum dilakukan evaluasi, pihaknya sudah menyurati Wali Kota Jakut. “Tetapi tidak direspon, kami pun tidak bisa melakukan penundaan,” ujar dia.
Pernyataan Karliansyah ikut ditambahi oleh Kabid Transportasi dan Darat, Muhammad Zakaria. 
Kata dia, dari hasil dari evaluasi kualitas udara perkotaaan udara, Pemkot Jakut memang tidak menyiapkan kategori dan test tersebut. Dengan begitu, hasil test benar-benar hanya diambil dari kuesioner yang diberikan.
“Capaian 95persen test yang dilakukan tidak dijalankan oleh mereka,” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Belum Mau Keluarkan Rekomendasi, ISL Dipastikan Mundur

Jakarta, Aktual.co — Kompetisi Indonesia Super League (ISL), dipastikan tidak sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Pasalnya, Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, belum bisa mengeluarkan rekomendasi.

Padahal, PT Liga Indonesia (PT LI), selaku operator kompetisi di Indonesia, telah menetapkan jadwal pertandingan ISL pada 20 Februari mendatang.

Dijelaskan politisi partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, belum dikeluarkannya rekomendasi itu karena klub peserta ISL belum memenuhi persyaratan yang berstandar FIFA.

“Rekomendasi ISL belum bisa diberikan. Alasannya, ISL belum memenuhi standar FIFA, AFC, dan SKN,” ujar Imam di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (18/2).

Dengan demikian, Menpora memberikan tenggat waktu hingga dua minggu kedepan, terhitung per hari ini kepada klub peserta ISL untuk melengkapi persyaratan yang dimintakan sesuai dengan standar FIFA.

“Apabila sudah memenuhi (data/persyaratan), rekomendasi itu akan diberikan,” kata menpora.

Menpora mengancam kepada PT LI dan juga klub ISL, jika mereka tidak mengindahkan persyaratan yang dimintakan tersebut.

“Kalau tidak, BOPI (Badan Olahraga Profesional Indonesia) akan mengambil langkah selanjutnya,” sebutnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sacchi Dikecam Pejabat Italia karena Komentarnya

Jakarta, Aktual.co — Seorang anggota senior pemerintahan Italia, mengutuk klaim Arrigo Sacchi bahwa ada terlalu banyak pemain berkulit hitam di sepak bola usia muda Italia sebagai “kesalahan fatal.”

“Italia 30 tahun silam bukanlah Italia pada hari ini,” kata Graziano Delrio, Sekretaris Negara untuk Perdana Menteri Matteo Renzi yang juga bertanggung jawab untuk olahraga di dewan menteri-menteri Italia, dikutip dari AFP, Rabu (18/2).

“Faktanya pada hari ini terdapat pemain-pemain muda yang merupakan warga Italia dan mendapat hak yang diberikan di mana mereka lahir dan tumbuh di Italia, bahkan jika orang tua mereka memiliki akar dari luar negeri,” kata Delrio dalam pernyataannya.

“Mereka merupakan bagian dari generasi muda yang pergi ke sekolah-sekolah kami, yang memainkan sepak bola dan cabang-cabang olahraga kami.” “Dan tema warna kulit tentu saja bukan tempat di mana kita semestinya berusaha memulai untuk merevitalisasi sistem pemain muda kami.”

Sacchi, yang merupakan mantan pelatih timnas Italia dan AC Milan, mendapat kecaman dari seluruh dunia untuk komentar-komentarnya yang menyebutkan “terlalu banyak (pemain berkulit) hitam” yang bermain di liga-liga U-20 Italia, dan bahwa negara itu “sekarang tidak memiliki martabat atau kebanggaan.”

Sacchi menegaskan bahwa komentar-komentarnya telah dibawa keluar konteks dan bahwa dirinya bukan merupakan seorang rasis.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain