2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 38909

Mabes Polri Pastikan Pimpinan KPK Lainnya Peluang jadi Tersangka

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri memastikan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi lainnya berpeluang untuk menjadi tersangka. Namun demikian, baru Bambang Widjojanto saja yang saat ini menyandang status tersangka.
“Kalau penyidik proses pidana suatu perkara ada terlapor, dari pelajari kasus dilaporkan ada unsur pidana maka siap untuk diproses hukum, penyidik akan menetapkan sebagai tersangka. Itu ketentuan KUHAPnya,” kata Kabag Penum Kombes Pol Rikwanto di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Selasa (3/2).
Rikwanto mengatakan, peluang untuk pimpinan KPK lain menjadi tersangka juga tentu harus disertai alat bukti. Namun, hingga kini Rikwanto menyatakan belum ada upaya penetapan tersangka lain dan penangkapan terhadap pimpinan KPK lainnya.
“Memang demikian mekanisme. Apabila ditemukan bukti kuat sebagai tersangka, akan dilakukan pemanggilan dan penangkapan sebagai tersangka. Baru BW sebagai tersangka yang lain belum. Saat ini belum dijadwalkan,” kata dia.
Rikwanto menambahkan, hingga saat ini sudah banyak saksi yang diperiksa terkait kasus yang menjerat Bambang Widjojanto. 
“Saksi berkembang, ada saksi berkaitan yang lain. Sampai sekarang cukup banyak, cukup banyak. Saya tidak tahu detail apakah bisa jadi tersangka apa tidak. Kita tidak boleh campuri proses penyidikan. Apakah pemeriksaan hari ini menguatkan atau tidak,” pungkas Rikwanto.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Elit Partai Golkar Diharap Segera Bersatu

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan bahwa kalangan elit partai Golkar masih melakukan pertimbangan, terkait konflik internal partai Golkar.
Kubu Agung Laksono diminta untuk bisa menerima hasil gugatan pengadilan dan kembali bersatu.
“Yang sulitnya di elit ini. Mereka semua masih mempertimbangkan,” kata Nurul, Selasa (3/2).
Dia menambahkan, dalam jangka waktu dua bulan kedepan akan terlihat kemungkinan bersatunya dua kubu. Jika sudah bersatu, maka akan membicarakan soal kepengurusan Golkar.

Artikel ini ditulis oleh:

Ada Mafia Minyak Mentah Dibalik Pemenang Tender Socar dan Vitol ISC-Pertamina

Jakarta, Aktual.co — Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina mengungkapkan bahwa proses tender pengadaan minyak mentah yang dilakukan oleh Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina sudah dilaksanakan. Tender tersebut menghasilkan dua pemenang yakni Socar dengan minyak mentah Azeri sebesar 2 juta barel dan Vitol dengan minyak mentah Nigeria sebesar 2 juta barel. Namun ISC-Pertamina dinilai tidak transparan dalam melakukan tender minyak mentah yang berpotensi merugikan keuangan negara.

“Ada mafia migas baru dalam sistim tender ‘crude oil’ lewat ISC-Pertamina dengan sistim tender yang tidak transparan kepada publik,” ujar Wakil Ketua Umum FSP BUMN Bersatu, Tri Widodo dalam keterangan yang diterima Aktual, di Jakarta Selasa (3/2).

ISC-Pertamina yang akhirnya menetapkan dua perusahaan trader crude oil yaitu Vitol yang bermarkas di Geneva dan terdaftar di negara Belanda, Socar yang bermarkas di Swiss dengan memasok Azeri Crude tidak ada bedanya dengan Petral. Kedua Perusahaan trader ini juga beroperasi di Singapore.

“Vitol dan Socar tidak mempunyai ladang minyak mereka hanya menjadi trader dari perusahaan perusahaan yang mempunyai ladang minyak yang berada di Rusia , Middle East ,Afrika Tengah dan Azerbaijans,” jelasnya.

Menurutnya, Vitol dan Socar jelas tidak memberikan keuntungan bagi Pertamina. Dengan membeli langsung dari Vitol dan Socar, setiap hari Pertamina harus menyiapkan dana sebesar USD100 juta tunai yang harus disediakan oleh 3 Bank BUMN yaitu Bank Mandiri, BNI dan BRI . Sementara ketiga Bank BUMN hanya sanggup menyediakan Dolar perhari sebesar USD20 juta karena ketiga bank BUMN tersebut juga harus melayani corporasi lainnya.

“Berbeda dengan Petral, Pertamina tidak harus menyediakan mata uang USD karena Petral punya fasiltas pengunaan LC dari bank-bank di luar negeri,” ungkapnya.

Keanehan juga terjadi melihat cara ISC-Pertamina membeli Crude Oil, kenapa harus lewat trader seperti Vitol Dan Socar, kenapa tidak langsung saja B to B dengan perusahaan yang mempunyai ladang minyak sendiri.

“ISC-Pertamina tidak perlu mengeluarkan fee untuk trader jika pengadaan langsung B to B, harganya pun akan jauh lebih murah,” pungkasnya.

Pihaknya menuntut trading Crude oil melalui ISC-Pertamina harus ditinjau kembali, termasuk peran KPK untuk memeriksa tender yang memutuskan Socar dan Vitol sebagai pemenang, sistem dan mekanismenya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bertemu dengan Obama, Tiongkok Beri Peringatan Keras ke AS

Jakarta, Aktual.co — Republik Rakyat China (Tiongkok) memberi peringatan keras kepada Amerika Serikat, bahwa Tiongkok menetang setiap pertemuan antara pemimpin negara dengan Dalai Lama.

Sikap ini diambil, menyusul rencana Presiden AS, Barack Obama, yang akan bertemu dengan tokoh spiritual Tibet tersebut.

“Kami sangat menentang negara manapun mencampuri urusan dalam negeri China atas nama isu-isu mengenai Tibet,” ujar juru bicara Kementrian Luar Negeri Tiongkok,  Hong Lei, demikian dilansir dari Xinhuanet,, Senin (2/2)

Presiden ‘Negeri Paman Sam’, Obama dan Dalai Lama dijadwalkan, akan bertemu pada 5 Februari dalam sebuah acara.

Hong mengatakan, isu mengenai Tibet menyangkut kepentingan inti Tiongkok dan sentimen nasional.

“Kami mendesak Amerika Serikat untuk tetap komitmen pada isu-isu mengenai Tibet, dan benar menyelesaikan masalah yang terkait dengan kepentingan keseluruhan hubungan China-AS dalam pikiran,” kata dia. (Laporan: Nebby Mahbubirrahman).

Artikel ini ditulis oleh:

Polres Bandung Tunggu Waktu Tangkap Penembak Satpam Hotel Metro

Jakarta, Aktual.co — Satuan Reserse Kriminal Polres Bandung menemukan ciri-ciri pelaku penembakan Solih, 35 tahun, yang merupakan satpan Hotel Metro Bandung.
“Kasus masih dalam penyelidikan. Tapi penyidik dari Satreskrim sudah ada titik terang,” kata Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Angesta Romano Yoyol, di Mapolrestabes Bandung, Selasa (3/2).
Yoyol berharap tim yang bergerak bisa segera menangkap pelaku yang diduga berjumlah enam orang tersebut. Mereka diduga merupakan komplotan spesialis pencurian kendaraan bermotor.
“Tinggal tunggu waktu saja. Mohon doanya juga dari seluruh masyarakat.”
Solih saat ini masih dalam perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Perut Solih diterjang timah panas dari jarak satu meter. Usai menembak korban, seluruh pelaku melarikan diri menggunakan tiga sepeda motor ke arah Jalan Soekarno Hatta Bandung.
Solih ambruk setelah didor pelaku pencurian kendaraan bermotor saat menyelamatkan motor tamu di halaman hotel pada Jumat (30/1) lalu.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Luhut Bantah Lingkungan Istana Ingin Jauhkan Jokowi dari PDIP

Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf Kepresidenan Luhut panjaitan membantah jika lingkunag Istana ingin memisahkan Jokowi dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Menurutnya, tidak ada keinginan pihak Istana menjadikan Jokowi jauh dengan partai pendukungnya tersebut.
“Ngga ada itu,” kata Luhut, Selasa (3/2).
Sebelumnya, Mensesneg Pratikno juga membantah kabar tersebut, dan selama ini semua bergantung dari Jokowi selaku presiden terkait berbagai agenda yang dilaksanakan.
Diketahui, anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu menuduh lingkaran Istana sengaja ingin menjauhkan Jokowi dari partai pengusungnya yaitu PDIP, namun tak disebutkan siapa pihak Istana yang melakukan hal itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain