2 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38957

SBY Memohon Agar Para Elit dan Pemimpin Bangsa Diberi Pencerahan batin

Jakarta, Aktual.co — Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengucap rasa malu terhadap sang pencipta karena banyaknya kisah dan drama yang berkaitan dengan nafsu untuk meraih kekuasaan.
“Ya Allah, kami malu mengatakan, di balik prahara ini, ternyata banyak kisah & drama yg berkaitan dgn nafsu utk meraih kekuasaan,” kata SBY dalam akun twitter resmi @SBYudhoyono, Senin (16/2).
SBY menyebut, tak semua cerita dibalik layar  itu diketahui dan meminta pertolongan sang pencipta setelah diberikan pelajaran.
“Ya Allah, beri pencerahan batin & kekuatan akal sehat kpd para elite & pemimpin bangsa, agar dpt mengambil pilihan yg tepat & bijak,”
“Dgn kekuasanMu pula ya Allah, semoga kemelut politik ini segera berakhir. Masih banyak tugas negara & pemimpin utk rakyat Indonesia,” ujarnya.
Kicauan SBY di twitter beberapa saat setelah hakim di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan mengabulkan permohonan Komjen Pol Budi Gunawan.

Artikel ini ditulis oleh:

Cegah Perdagangan Manusia, GP Ansor Gelar Lomba Baca Puisi bagi Pelajar

Jakarta, Aktual.co — Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor, Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, menggelar lomba membaca puisi dalam upaya mendorong partisipasi generasi muda ikut mengampanyekan migrasi aman dan mencegah perdagangan manusia.

“Lomba terbuka bagi pelajar SMA sederajat di Provinsi Lampung dan Sumatera Selatan. Hadiah yang diperebutkan berupa tropi, piagam, uang pembinaan sejumlah Rp600 ribu. Tiga pemenang lomba masing-masing akan mendapatkan door prize senilai Rp250 ribu, yakni motivasi sidik jari dari Motivator, Observer, Service, Totally atau disingkat De MOST,” ujar Direktur Program Ansor Digdaya (Mendidik Generasi Memberdayakan Masyarakat) Kabupaten Waykanan Heri Amanudin di Blambanganumpu, Senin (16/2).

Guna menyukseskan lomba tersebut, PC GP Ansor Waykanan menggandeng Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) STKIP Nurul Huda Sukaraja Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan.

Menurut Heri, lomba yang terselenggara atas kerja sama dengan “International Organization for Migration” (IOM) Indonesia dan “Justice Peace Integrity of Creation” (JPIC) FSGM tersebut akan dilangsungkan, Senin, 2 Maret 2015, pukul 08.00 WIB hingga selesai di kantor bersama Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), dan PC GP Ansor Waykanan.

“Kami berharap Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan Gino Vanollie membuka lomba tersebut,” ujar dia.

Materi puisi yang dilombakan tersebut sama dengan lomba baca puisi online migrasi aman GP Ansor Waykanan, yakni puisi-puisi yang mengisahkan lika-liku hingga penderitaan buruh migran sebagai peringatan perlu perlindungan bagi calon tenaga kerja Indonesia (TKI) baik dari sisi internal (calon pekerja) atau sisi eksternal (pemerintah).

Puisi-puisi yang ditetapkan panitia untuk dibaca peserta adalah “Soli Gadis Sumba” karya Rieke Diah Pitaloka, “Balada TKI” karya Heru Sutadi, “Elegi Nirmala Bonet” karya Mega Vristian, dan “Intan Terpendam” karya Dinda Astri seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Lampung, semuanya bisa dicari di google.

Salah satu dewan juri lomba tersebut Minarno atau Nano Adipura, Ketua Komunitas Ranggon Sastra 2010-2012, Ketua Hima Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Indraprasta Jakarta 2011-2012, penggiat Teater Sarung Jakarta Timur dan Komunitas Planet Senen tahun 2010 serta penggagas sastra masuk sekolah (SMS) di tahun 2012.

“Dewan juri ada tiga, kami memilih dewan juri yang berkompeten dan independen,” kata Heri lagi.

Terkait motivasi sidik jari, pelajar SMKN 1 Blambanganumpu, Waykanan, Hartapia mengaku beruntung bisa mengikuti Program De Most.

Menurut Hartapia, motivasi sidik jari membuat dia berani mengambil keputusan karena mengerti apa yang harus dilakukannya setelah mengetahui bakat, minat, dan potensi yang dimilikinya.

“Kami bekerjasama dengan De Most untuk mencegah supaya orang tidak salah jalan, mengingat sebagian besar sarjana menurut data Bappenas tahun 2009 banyak yang menganggur akibat salah memilih jurusan saat kuliah atau tidak sesuai bakat, minat, dan potensi dimilikinya,” kata Heri menambahkan.

Heri melanjutkan, salah satu door prizenya adalah motivasi sidik jari yang akurat dan ilmiah dari De Most. Door prize ini diharapkan membawa manfaat bagi pemenang lomba, seperti mengetahui dominasi kecerdasan yang dimiliki melalui konsep “Multiple Intelligence”, gaya belajar, kuadran pekerjaan dan karakter/personaliti yang ada di dalam dirinya sehingga bisa mengetahui keunggulan dan kelemahan diri.

“Kontribusi peserta untuk mengikuti lomba tersebut Rp25.000, digunakan untuk konsumsi, mengingat dalam sejumlah perlombaan puisi sebelumnya banyak peserta yang menyarankan adanya biaya pendaftaran dengan konsumsi disediakan panitia,” kata Heri menjelaskan.

Dewan juri akan menilai pembacaan puisi berdasarkan interprestasi, vokal, gerak dan penjiwaan.

Informasi lebih lanjut dan pendaftaran bisa menghubungi 085609555768 atau @GPANSORWK1, demikian Heri Amanudin.

Artikel ini ditulis oleh:

Terkait PLN, Direktur EWI: Syaratnya Harus Ketat, Hindari Kepentingan Pihak Tertentu

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah melalui Kementerian ESDM telah menerbitkan dua aturan baru yang berupa Keputusan Menteri (Kepmen) dan Peraturan Menteri (Permen) berkaitan dengan percepatan pelaksanaan proyek pembangunan pembangkit listrik 35 ribu megawatt. Dalam dua beleid tersebut tertuang bahwa PLN diberikan keleluasaan dan tidak perlu meminta restu kepada Pemerintah dalam menetapkan harga yang dijual oleh pembangkit listrik swasta atau yang dikenal dengan Independent Power Producer (IPP).

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Energy Watch Indonesia (EWI) Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa semangat yang terkandung dalam Kepmen itu sebenarnya baik dan harus didukung demi upaya percepatan pemenuhunan kebutuhan listrik dalam negeri yang perkembangannya sangat besar, mencapai 5000 MW setiap tahun. “Akan tetapi semangat dalam Kepmen itu harusnya tidak sampai hanya di Kepmen,” ujar Ferdinand saat dihubungi Aktual.co di Jakarta, Senin (16/2).

Ia menjelaskan, artinya bahwa keputusan strategis seperti ini seharusnya juga berlanjut dan diatur dalam Keputusan Presiden (Kepres). “Jangan sampai Kepmen berbenturan dan tidak sejalan dengan Kepres yang mengatur pengadaan barang jasa”.

“Jangan sampai sebuah aturan yg lebih rendah menabrak aturan yg lebih tinggi,” imbuh dia.

Syaratnya Harus Ketat, Hindari Kepentingan Pihak Tertentu
Ia melanjutkan, syarat dan kondisi atas penunjukan langsung itu pun harus dilakukan dengan ketat dan tidak mengada-ada atau asal dibuat. “Apalagi jika Kepmen itu dibuat hanya untuk melindungi dan mengakomodir kepentingan kelompok tertentu. Jangan karena alasan tidak ada perusahaan yg tidak kualified dalam sebuah tender dijadikan alasan untuk menunjuk pihak-pihak yang melekat pada kekuasaan,” jelasnya.

Selain itu, sambung dia, terutama sebagaimana kita tahu bahwa Wapres Jusuf Kalla juga memiliki bisnis dibidang listrik. “Jangan sampai jadi menguntungkan perusahaan yang terafiliasi pada kekuasaan, ini tidak boleh,” tegasnya.

“Saya menyarankan agar dalam kondisi ini segera dibuat Kepres atau merevisi Kepres tentang pengadaan barang jasa dengan memuat aturan yang jelas transparan dan jelas syarat dan kondisinya,” tandasnya.

Perlu diketahui juga, dalam Kepmen dan Permen tersebut juga memudahkan PLN dalam melakukan penunjukan langsung jika ternyata proses tender yang dilakukan tidak bisa menghasilkan pemenang yang qualified untuk menggarap megaproyek listrik ini. Keleluasaan penunjukan langsung juga termasuk pada proses pengadaan barang bagi pembangkit listrik. Kedua aturan yang dimaksud adalah, pertama Kepmen Nomor 74K/21/MEM/2015 tentang pengesahan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik PLN Tahun 2015-2024. Serta Permen ESDM Nomor 3 Tahun 2015 tentanf prosedur pembelian tenaga listrik dari PLTU Mulut Tambang, PLTU Batu bara, PLTG, PTLMG, PLTA oleh PLN melalui penunjukan langsung.

Artikel ini ditulis oleh:

Lewat Jejaring Sosial, Pria Muda Menikahi Nenek Berusia 67 Tahun

Jakarta, Aktual.co — Tak hanya terjadi di Indonesia, fenomena menikah seorang pria usianya yang lebih muda dari wanita yang usinya lebih tua juga terjadi di luar negeri.

Seperti yang dialami oleh nenek berusia 67 tahun bernama Joan Lloyd. Pasalnya, di usia lanjutnya tersebut ia dinikahi oleh seorang pria muda bernama Phil Absolom yang berusia 29 tahun.

Kisah pertemuan mereka juga seperti tren percintaan anak remaja, yaitu berawal dari jejaring sosial. Sama-sama memiliki ketertarikan asmara, keduanya sepakat menjalin hubungan dan membina bahtera rumah tangga.

Sang suami, Absolom mengatakan, meski memiliki kulit keriput, Joan masih terlihat seksi. Apalagi istrinya tersebut melakukan suntik silicon di bagian payudara sehingga masih terlihat menarik.

Sebelum menikah, mereka pacaran selama setahun. Setelah itu, Phil melamarnya saat liburan romantis di Kepulauan Canary, Spanyol.

Sekedar informasi, Joan berstatus janda yang menggelar pesta pernikahan yang meriah. Bahkan, lebih semarak dari pesta pernikahan sebelumnya dengan suami terdahulu. Terlebih kedua keluarga besar masing-masing mendukung penuh hubungan suami-istri yang beda usia 38 tahun itu.

Untuk urusan ranjang, Joan mengaku masih mampu meladeni Phil. Phil sendiri menyanjung tubuh seksi istrinya, terlebih di bagian dadanya.

“Dia memiliki tubuh yang seksi dan terlihat lebih muda dari usia aslinya. Seperti Ibuku bilang, ‘umur hanyalah deretan angka’,” ujarnya seperti dikutip dari DailyMail, Senin (16/2).

Artikel ini ditulis oleh:

Sekolah Islam Diserang di AS

Jakarta, Aktual.co —Sebuah sekolah Islam di West Warwick, Rhode Island, Amerika Serikat mendapat serangan Islamophobia. Dewan Hubungan Islam di Amerika (CAIR) menuntut pemerintah segera melakukan penyelidikan atas insiden tersebut.

Organisasi advokasi Muslim terbesar di AS tersebut , Ahad (15/2) mendesak para pejabat dan penegak hukum untuk menyikapi penyerangan itu dengan serius. Mereka berharap para pelaku dijatuhi hukuman berat. Seseorang tak dikenal menyusup masuk ke Sekolah Islam Rhode Island akhir pekan kemarin. Pelaku mencoret-coret gedung sekolah dengan coretan rasis dan anti-Islam.

Menurut kepala polisi West Warwick Donald Archibald, kerusakan yang terjadi sangat di luar batas normal. Pelaku membuat tulisan-tulisan yang sangat “tidak masuk akal, penuh kebencian”, katanya. “Meningkatnya retorika kebencian anti-Islam dan serangan bermotivasi bias terhadap Muslim Amerika dan institusi-institusinya harus ditangani (serius) oleh para pemimpin bangsa ini,” kata Direktur Komunikasi CAIR, Ibrahim Hooper.

BPS: Infrastruktur Indonesia Belum Memadai

Jakarta, Aktual.co —   Infrastruktur menjadi salah satu indikator kemajuan perekonomian suatu wilayah  Infrastruktur seperti pendidikan, kesehatan, pasar dan bangunan, listrik, serta jalan yang baik menandakan perekonomian yang juga baik.

Berdasarkan hasil Potensi Desa (Podes) 2014 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS), dari 6.957 kecamatan di Indonesia terdapat 117 kecamatan yang belum memiliki Puskesmas. Kecamatan tersebut tersebar di sembilan provinsi, yakni Aceh, Simatera Selatan, Banten, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.

“Tersedianya pelayanan kesehatan dasar merupakan hak masyarakat yang menjadi pelayanan publik pemerintah. Apalagi tahun ini akan ada dana desa, semoga bisa tersebar dan dimanfaatkan dengan baik,” ujar Kepala BPS, Suryamin di kantor BPS Jakarta, Senin (16/2).

Lebih lanjut dikatakan dia, selain Puskesmas, adanya pasar di suatu wilayah juga menjadi indikator kemajuan ekonomi. Podes 2014 mencatat sebanyak 15.340 (18,66 persen) desa/kelurahan di 5.579 kecamatan telah memiliki pasar dengan bangunan permanen dan semi permanen.

“Namun masih terdapat 1.495 (21,13 persen) kecamatan di Indonesia yang tidak memiliki pasar dengan bangunan,” jelasnya.

Selain itu, untuk infrastruktur listrik, Podes 2014 mencatat 69.531 (84.60 persen) desa/kelurahan bisa menggunakan PLN. Namun, di Indonesia hanya terdapat empat provinsi yang setiap keluarga telah menggunakan PLN, seperti DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, dan Bali.

“Sedangkan sisanya itu ada yang menggunakan listrik non-PLN, atau bahkan ada yang tidak mendapat aliran listrik.”

Sementara untuk jalan, hasil Podes 2014 menunjukkan masih ada 12.636 (15,73 persen) desa/kelurahan di Indonesia yang lalu-lintasnya bergantung pada kondisi jalan dan musim.

“Baru ada 67.701 (84,27 persen) desa/kelurahan yang jalannya sudah bisa dilalui kendaraan bermotor roda empat atau lebih,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain