1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38981

Kesabaran yang Menakjubkan

Jakarta, Aktual.co —  Ada yang bilang, jika ada 1000 alasan bagi kita untuk menangis, maka kita pasti memiliki 1001 alasan untuk tersenyum.

Artinya, seberat apapun musibah dan masalah yang menimpa kita, sebenarnya itu tidak sebanding dengan nikmat dan karunia yang Allah limpahkan kepada kita. Jangan pernah kita mengeluh hanya karena diuji dengan berbagai ujian yang bertubi-tubi, karena sejatinya ada yang lebih menderita daripada kita, dan ternyata ia bisa bersabar.

 Salah satu buktinya adalah Abu Qilabah; ia diuji dengan buntungnya kedua tangan dan kedua kaki, pendengaran serta penglihatannya juga lemah. Tidak ada satu anggota tubuh pun yang berfungsi selain lisannya, tetapi ia mampu bersabar dengan sabar yang indah, bahkan malah bersyukur karena masih dikaruniai lisan yang senantiasa berdzikir. Ini mengingatkan kita dengan Nabi Ayyub. Iya, Abu Qilabah ialah Ayyub-nya umat ini.

Siapakah Abu Qilabah?
Abu Qilabah, namanya adalah Abdullah bin Zaid Al-Jarmi. Seorang ahli ibadah dan ahli zuhudnya penduduk Bashrah. Beliau banyak meriwayatkan hadits dari Anas bin Malik; salah satu dari tujuh shahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Beliau adalah orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, serta menjadi sahabat terdekat Ibnu Abbas Radhiyallahu anhum. Ibnu Hibban memasukkan nama beliau di dalam bukunya, Ats-Tsiqqât (5/3-5).

Di dalam buku ini pula, Ibnu Hibban meriwayatkan sebuah kisah menakjubkan, yaitu tentang kesabaran Abu Qilabah di dalam menghadapi berbagai musibah yang menimpanya. Berikut ini kisah yang disebutkan oleh Ibnu Hibban:
Abdullah bin Muhammad berkata, “Suatu hari, aku pergi ke tepi pantai dengan dalam rangka menjaga wilayah perbatasan. Waktu itu, kami berjaga-jaga di perkemahan di Mesir. Setibanya di ujung pantai, ternyata aku tiba di Bathihah.

Di Bathihah ini ada sebuah kemah yang dihuni oleh seorang lelaki yang sudah buntung kedua tangan dan kedua kakinya. Sementara pendengaran dan penglihatannya juga lemah. Tidak ada satu anggota tubuhpun yang berfungsi selain lisannya.
Dengan lisannya itu, ia senantiasa berdoa, “Allâhumma auzi’nî an ahmadaka hamdan ukâfî’u bihi syukra ni’matikal latî an’amta bihâ ‘alayya wafadhdhaltanî ‘alâ katsîrin mimman khalaqta tafdhîlâ…., ya Allah, berikanlah aku kemampuan untuk senantiasa memuji-Mu; pujian yang membuatku mampu memenuhi rasa syukur terhadap nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan Engkau melebihkan aku  atas segenap makhluk-Mu.”

Abdullah bin Muhammad berkata, “Demi Allah, aku akan mendatangi orang ini, dan aku akan bertanya kepadanya bagaimana ia bisa mengucapkan perkataan ini; apakah ia faham dan tahu dengan apa yang diucapkannya itu?, ataukah ucapannya itu merupakan ilham yang diberikan kepadanya?

Aku lantas mendatangi lelaki itu. Aku mengucapkan salam kepadanya, dan aku katakan kepadanya, “Aku mendengar engkau berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah aku kemampuan untuk senantiasa memuji-Mu; pujian yang membuatku mampu memenuhi rasa syukur terhadap nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku, dan Engkau melebihkan aku  atas segenap makhluk-Mu.’ maka nikmat apakah yang telah Allah anugerahkan kepadamu sehingga engkau memuji Allah atas nikmat tersebut?, dan kelebihan apakah yang telah Allah karuniakan kepadamu hingga engkau menysukurinya??”

Lelaki itu menjawab, “Tidakkah engkau melihat apa yang telah Allah perbuat terhadapku? Demi Allah, sekiranya Allah mengirim halilintar dari langit lalu membakarku, memerintahkan gegunungan lalu menghancurkanku, dan memerintahkan lelautan untuk menenggelamkanku, serta memerintahkan bumi untuk menelanku, maka itu hanya akan menambah rasa syukurku kepada Allah atas nikmat lisan yang diberikan kepadaku ini.

Tapi, wahai hamba Allah, engkau telah datang kepadaku, maka aku butuh bantuanmu. Engkau telah melihat sendiri bagaimana kondisi tubuhku. Aku tidak mampu untuk menolong atau menciderai diriku sendiri, aku tidak bisa berbuat apa-apa.

Sebelumnya, aku ditemani oleh anakku yang selalu datang pada waktu-waktu shalat, lalu ia mewudhukanku. Jika lapar, ia menyuapiku. Jika haus, ia memberiku minum. Tapi, sudah tiga hari ini, aku kehilangan dirinya. Kalau engkau berkenan, maka carilah dia. Semoga Allah merahmatimu.”

Aku pun berkata, “Demi Allah, tidak ada perjalanan yang berpahala agung di sisi Allah selain perjalanan demi membantu sesama seperti engkau.”

Maka, akupun pergi mencari anaknya yang telah beberapa hari hilang. Belum jauh berjalan, tiba-tiba aku berada di antara timbunan pasir. Ternyata aku menemukan seorang anak yang sudah diterkam dan dimakan oleh binatang buas. Aku pun mengucapkan, ‘Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn.’ Aku bergumam dalam hati, “Apa yang harus aku katakan kepada lelaki tua renta itu?”

Ketika hendak menghadap lelaki tua itu, tiba-tiba terlintas dalam benakku kisah Nabi Ayyub Shallallâhu alaihi wa sallam. Setelah aku bertemu dengannya, aku mengucapkan salam. Ia pun membalas salamku, dan berkata, “Bukankah engkau sahabatku tadi?”
“Ya.” Jawabku.
Dia bertanya, “Apakah engkau sudah melakukan untuk memenuhi hajatku?”
Aku balik bertanya, “Manakah yang lebih mulia di sisi Allah; Anda ataukah Nabi Ayyub?”
“Tentu lebih mulia Nabi Ayyub.”
“Apakah engkau tahu apa yang Allah lakukan terhadap dirinya. Bukankah dia telah diuji dengan harta, keluarga dan anak-anaknya?”
“Benar.”
“Bagaimana dia menghadapi kenyataan itu?”
“Beliau melalui itu semua dengan bersabar, bersyukur dan mengucapkan pujian.”
“Tetapi, bukankah kerabat dan orang-orang tercintanya tidak rela dengan itu semua?”
“Ya.”
“Bagaimana Allah mendapati beliau?”
“Allah mendapati beliau bisa melalui itu semua dengan bersabar, bersyukur dan mengucapkan pujian.”
“Tapi, bukankah ia menjadi bahan ejekan bagi orang-orang yang berjalan, apakah engkau tahu?”
“Ya”
“Bagaimana beliau mensikapi semua ini?”
“Dia menghadapi itu semua dengan penuh kesabaran, senantiasa bersyukur dan bertahmid. Sekarang, persingkatlah pembicaraanmu! Semoga Allah merahmatimu.”
Aku berkata, “Wahai kawan, anakmu, yang aku cari telah aku temukan di antara timbunan pasir. Ia diterkam dan dimakan binatang buas. Semoga Allah memberimu pahala yang besar dan melimpahkan kesabaran.”

Lelaki yang ditimpa musibah itu mengucapkan, “Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dzat yang tidak menciptakan dari garis keturunanku seorang hamba pun yang bermaksiat kepada-Nya sehingga ia disiksa dalam api neraka.” Kemudian dia mengucapkan, “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’un.”  Ia menangis tersedu-sedu, kemudian menghembuskan nafasnya yang terakhir.

Seketika itu, akupun mengucapkan, “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’un.” Betapa besar musibah yang menimpaku.
Mayat lelaki itu, kalau aku tinggalkan pastilah dimakan binatang buas. Tetapi kalau aku urus, aku tidak bisa berbuat banyak. Lalu aku kafani dia dengan sorbanku. Aku duduk di sisi kepalanya sembari menangis.

Tiba-tiba saja ada empat orang lelaki masuk ke kemah tanpa permisi. Mereka bertanya, “Wahai hamba Allah, apa yang terjadi denganmu? Bagaimana kabarmu?” kemudian aku menceritakan kepada mereka tentang diriku dan lelaki ini. Mereka bertanya, “Bolehkah kami melihat wajahnya, siapa tahu kami kenal?”

Aku membuka wajahnya, keempat orang itu memperhatikan dengan seksama, kemudian menciumi mata dan tangannya. Lalu berkata, “Benar, selama ini matanya tidak pernah dipergunakan untuk melihat hal-hal yang haram. Telah sekian lama anggota tubuhnya hanya digunakan untuk bersujud tatkala orang-orang tertidur pulas.”

Aku pun bertanya, “Sebenarnya, siapakah orang ini?”
Mereka menjawab, “Abu Qilabah Al-Jarmi, teman dekat Ibnu Abbas. Orang ini sangat mencintai Allah dan Rasul-Nya Shallallahu alaihi wasallam.”

Kemudian kami memandikan jenazahnya, mengkafani dengan pakaian yang ada, kami menyalatkan dan menguburkannya. Setelah selesai, orang-orang itu pulang begitu juga saya pulang ke markas.

Menjelang malam, aku rebahkan tubuhku untuk tidur. Tiba-tiba aku bermimpi seperti seseorang yang tidur lalu mimpi berada di salah satu taman surga dikelilingi oleh dua bidadari diantara para bidadari surga. Mereka menyenandungkan, “Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Ar-Ra’d: 24).
Aku bertanya, “Bukankah kamu ini temanku?”
Dia menjawab, “Ya.”
Aku bertanya lagi, “Darimana kamu mendapatkan kedudukan dan semua ini?”
Dia menjawab, “Inna lillâhi darajâtin lâ tunâlu illâ bish shabri ‘indal balâ’i wasy syukri ‘indar rakhâ’i ma’a khasyyatillâhi ‘azza wajalla fis sirri wal-‘alâniyah…., sesungguhnya Allah menyediakan derajat-derajat kemuliaan yang tinggi, yang tidak dapat dicapai kecuali melalui kesabaran ketika ditimpa musibah, dan bersyukur ketika dalam kenikmatan, yang disertai dengan rasa takut kepada Allah Azza wa Jalla, baik dalam keadaan sepi maupun ramai.”

Demikianlah, Allah benar-benar memberikan balasan yang sempurna untuk orang-orang yang bersabar dan bersyukur.

Oleh: Pranowo  (pranowo2006@yahoo.co.id)

Artikel ini ditulis oleh:

Puluhan Pelari Asing Ternama Siap Meriahkan ‘Bosowa Half Marathon’

Jakarta, Aktual.co — Puluhan pelari asing siap memeriahkan ajang lomba lari bertajuk ‘Bosowa Half Marathon’ di Makassar, Sulawesi Selatan, 1 Maret 2015 Seksi Media dan Publikasi Bosowa Marathon, Amir Pallawa Rukka di Makassar, Minggu (15/2).
 
Ia mengatakan puluhan pelari itu diantaranya Geoffrey Birgen, Jackline Nzivo, Dennis Isika, Alex Melly, Carolyne Mitei dan Mburu John Muiriri yang berasal dari Kenya.

“Selain itu adapula Marlieke Janssen (Belanda), Miriam Altmann (Jerman), Mark Hoving dan Kathy Hoving dari Amerika Serikat,” katanya.

Seluruh pelari asing tersebut memiliki pengalaman dan prestasi disejumlah kejuaraan lari seperti halnya Marlieke dari Belanda yang pernah tampil di OCON Sport CityRun 10Km, BII Maybank Bali Marathon Bromo Half Marathon.

Sementara itu, Miriam Altmann (Jerman) juga pernah sebagai juara di Bali Highway Half Marathon, Angkor Wat Half Marathon, Bromo Marathon dan BII Maybank Bali Maathon

Sedangkan, Mark Hoving (Amerika Serikat) pernah berprestasi di The LaSall Bank Chicago Marathon Springfield Marathon serta rekannya Kathy Hoving (Amerika Serikat) Springfield Marathon di kelas putri.

Pihak Event Organizer Bandara Sport, Andreas Kansil, menyatakan kejuaraan ini akan ketat karena menggunakan pencatat waktu teknologi chiptag yang akan dipasang pada sepatu peserta lomba.

Peralatan teknologi ini sudah diterapkan pada berbagai kejuaraan besar seperti Boston Marathon 2012, Rotterdam Marathon 2013 serta Jakarta Maraton.

“Pin pencatat waktu ini juga berfungsi menghindari kecurangan dari peserta. Sementara peserta sendiri juga akan terbantu karena bisa melihat catatan waktunya dalam perlombaan,” katanya.

Direktur Bosowa Foundation sekaligus Panitia Half Marathon 2015, Melinda Aksa, mengatakan pihaknya menargetkan sebanyak 4.200 peserta bisa mengikuti kejuaraan yang merupakan rangkaian peringatan HUT Bosowa ke-42.

Sementara untuk hadiah, pihaknya menyiapkan total hadiah sebesar Rp 402 juta bagi para pemenang. Hadiah ini dipersiapkan bagi seluruh pememang pada enam kategori yakni 21 K terbuka (berlaku untuk warga negara asing dan WNI), 21 K tertutup (khusus WNI), 21K Master (untuk peserta berusia 40 tahun keatas).

Selain itu kategori 10 K terbuka (berlaku untuk WNI), 10 K pelajar (untuk pelari berusia 16 tahun ke bawah), serta 5K untuk seluruh warga negara Indonesia.

“Khusus bagi pemenang pada kategori WNI, akan kita ambil hingga posisi enam. Sedangkan untuk kategori 21 K terbuka yang diikuti peserta asing hanya sampai peringkat tiga,” jelasnya.

Selain menyiapkan hadiah uang tunai, kata dia, para peserta lomba juga akan mendapatkan kaos eksklusif, tas, dan medali. Namun khusus untuk pemberian medali baru bisa dilakukan jika peserta memang berhasil sampai pada garis finis.

“Untuk medali tentu kita akan siapkan sesuai dengan jumlah peserta. Ini juga sesuai dengan tema lomba yakni “Semua Pasti menang”,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Imlek, Penumpang Kapal Laut di Pangkalbalam Sepi

Jakarta, Aktual.co — Menjelang perayaan Imlek calon penumpang kapal laut di Pelabuhan Pangkalbalam, Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel) masih sepi karena masyarakat lebih memilih menggunakan jasa angkutan udara.

“Saat ini jumlah penumpang kapal laut tujuan Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta hanya berkisar 60 orang,” kata petugas tiket kapal roro rute Pelabuhan Pangkalbalam – Pelabuhan Tanjung Priok, Dedi di Pangkalpinang, Minggu (15/2).

Demikian juga sebaliknya, jumlah penumpang kapal laut dari Pelabuhan Tanjung Priok ke Pelabuhan Pangkalbalam hanya kisaran 50 orang saja.

“Saat ini muatan kapal didominasi truk bermuatan berbagai kebutuhan masyarakat,” katanya.

Perayaan Imlek tahun ini, kata dia, tidak mempengaruhi peningkatan jumlah penumpang di terminal pelabuhan penumpang Pangkalbalam.

“Saat ini, masyarakat yang akan merayakan Imlek lebih menggunakan angkutan udara, karena mereka menilai lebih cepat dan praktis,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, kata dia, pihaknya telah menyiagakan kapal jenis ro-ro seperti Srikandi, Sahabat, Selvia, Tristar, Munic dan BJL berkapasitas 500 hingga 600 penumpang.

“Pada awal tahun ini, calon penumpang kapal laut cukup mengalami penurunan yang cukup drastis. Namun demikian, pihaknya terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada calon penumpang,” ujarnya.

Menurut dia, calon penumpang akan mengalami peningkat menjelang perayaan hari besar Islam, terutama menjelang Idul Fitri.

“Saat ini, keberangkatan kapal penumpang masih normal dan belum ada penundaan keberangkatan akibat cuaca buruk,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Lusa, Liga Arab akan Bahas Krisis Yaman

Jakarta, Aktual.co — Liga Arab mengatakan pihaknya akan menggelar pertemuan luar biasa, Rabu (18/2), untuk membahas situasi di Yaman, negara tempat para milisi Houthi Syiah telah menggulingkan presiden dukungan Barat, Abedrabbo Mansour Hadi.

Yaman, yang selama ini merupakan sekutu Amerika Serikat, telah mengarah menuju kekacauan sejak kelompok Houthi menduduki ibu kota negara, Sanaa, pada September lalu dan kemudian menggulingkan pemerintah serta membubarkan parlemen pada 6 Februari.

Keputusan untuk mengadakan pertemuan khusus para menteri luar negeri Arab itu muncul di saat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa sedang mempersiapkan diri untuk membahas sebuah resolusi pada Minggu (15/2), yang mendesak para milisi untuk menarik diri atau mereka akan menghadapi akibat-akibat yang akan ditimbulkan.

“Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk meninjau perkembangan berbahaya baru-baru ini menyangkut situasi di Yaman,” kata wakil ketua Liga Arab, Ahmed bin Helli, kepada para wartawan, Minggu, di kantor pusat organisasi tersebut di Kairo.

Ketika ditanya bagaimana sikap Arab terhadap krisis di Yaman, ia mengatakan, “Untuk menyatakan posisi Arab, itu tergantung pada para menteri luar negeri setelah mereka mempelajari semua aspek krisis tersebut.” Liga Arab sebelumnya menuding kelompok Houthi telah melakukan “kudeta” ketika mereka menggulingkan pemerintahan Hadi.

Dalam upaya untuk membentuk kewenangan di seluruh Yaman sejak mereka turun dari benteng-benteng mereka di gunung pada September, milisi-milisi Houthi telah berupaya untuk melumpuhkan para oposisi. Houthi dituding melakukan penahanan dan penyiksaan terhadap lawan-lawan mereka.

Kelompok itu telah menolak untuk menarik para petempur kendati PBB mendesak mereka agar “menunjukkan niat baik dalam perundingan-perundingan yang diperantarai oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa”, yang dipimpin oleh utusan khusus Jamal Benomar.

PBB juga sudah mendesak agar Hadi dibebaskan, demikian pula dengan Perdana Menteri Khalid Bahah serta pejabat-pejabat lainnya maupun para pegiat yang dikenai tahanan rumah ataupun dijebloskan ke penjara..

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Alasan Mengapa Profesi Perawat Lansia Belum Diminati di Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal Asosiasi Senior Living Indonesia (ASLI) Mart Peters Simanjuntak mengatakan profesi perawat lansia belum begitu diminati.

“Masih belum diminati, karena profesi ini masih baru di Tanah Air,” ujar Peters di Jakarta, Minggu.

Perawat lansia atau “caregiver” bertugas melayani, memberi perhatian dan kasih sayang pada klien yang ditanganinya. Tak hanya bagi lansia, tenaga perawat tersebut juga dibutuhkan pasien ketika dirawat di rumah.

“Kami giat menyediakan tenaga-tenaga “caregiver”, kami beri pelatihan selama dua bulan dan nanti akan diadakan pelatihan selama tiga tahun,” ujar dia.

Tenaga perawat lansia dibutuhkan oleh para lansia, agar tetap bisa independen, namun harus tetap ada yang mengawasi. Para lansia tidak tepat jika ditempatkan di panti jompo.

“Panti jompo itu pilihan terakhir. Para lansia atau orang tua ingin dimengerti dan dihargai, pilihan tepat adalah bersama anaknya,” kata Peters.

Dengan tinggal bersama keluarga, kata dia, maka para lansia tidak akan merasa dibuang dan tetap mendapatkan perhatian.

“Ke depan, kami ingin menyadarkan pemerintah bahwa harus ada tanggung jawab kepada lansia. Para lansia bekerja sejak muda hingga pensiun. Mereka punya andil kepada negara lewat pajak yang mereka bayarkan,” ucap dia.

Program yang diinginkan dari pemerintah untuk lansia seperti senam jantung bersama, tenaga relawan bagi lansia yang dilindungi pemerintah, dan juga pengobatan.

“Kalau sekarang belum ada, program khusus bagi lansia.” ujar dia.

Sementara itu, pakar kesehatan, Dr Sonia Wibisono, mengatakan orang tua tidak tepat ditempatkan di panti jompo. Tenaga perawat lansia diperlukan, agar lansia tetap merasa diperhatikan ketika anak-anak mereka di luar rumah.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiongkok Tolak Perpanjangan Batas Waktu Perundingan Nuklir Iran

Jakarta, Aktual.co — Tiongkok menolak perpanjangan batas waktu pembicaraan program nuklir Iran untuk mencapai kesepakatan dengan negara Barat, kata Menteri Luar Negeri Tiongkok, Wang Yi di Teheran, Minggu (15/2).

“Batas waktu dialog sudah diperpanjang dua kali. Kami harap mereka tidak melakukan untuk yang ketiga kali,” kata Wang dalam jumpa pers bersama Menlu Iran Mohammad Javan Zarif.

Wang menilai dialog Iran dengan negara P5+1 (Amerika Serikat, Rusia, Tiongkok, Inggris dan Jerman) adalah kesempatan bersejarah untuk menyelesaikan sengketa lama nuklir Teheran.

“Perundingan mengalami kemajuan, namun menjadi lebih sulit dan rumit ketika mendekati kesimpulan akhir,” kata Wang.

Menlu Zarif juga menyatakan bahwa kesempatan tersebut tidak boleh disia-siakan agar kesepakatan tercapai dan menyatakan Iran siap memperlihatkan sikap luwes dalam berdialog dengan negara P5+1.

Sebelumnya, dua batas waktu untuk mencapai kesepakatan permanen atas program nuklir Iran telah terlewati sejak persetujuan sementara tercapai pada November 2013.

Perunding terus berusaha mencapai kesepakatan politik pada 31 Maret, dimana selanjutnya pada 30 Juni 2015 persetujuan teknis dan pembahasan yang lebih luas akan dilakukan.

Ganjalan dalam dialog sebelumnya adalah ketidaksepahaman tentang kelanjutan program nuklir Iran dan kapan sanksi atas Tehran akan dicabut.

Negara Barat kerap menuding Tehran mengembangkan program senjata nuklir, tuduhan yang selalu ditolak oleh Iran.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain