1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 38983

Sejarah Budaya Seks Jawa: Centhini Lebih Dahsyat dari Kamasutra

Jakarta, Aktual.co — Seks dalam peradaban dan kebudayaan Jawa tentu bukanlah semata-mata terbatas pada makna jenis atau alat kelamin, melainkan segala hal yang berkaitan dengan masalah seks, baik itu masalah seksual atau pun kehidupan seks masyarakat Jawa yang sudah menjadi adat istiadat dan sudah membudaya.

“Setiap kebudayaan dan peradaban itu memiliki bentuk, corak dan sukma yang berbeda. Seksnya akan tetap sama, tetapi kemasannya kan berbeda dengan kebudayaan,” urai Jaya Suparna, kepada Aktual.co, dalam acara diskusinya ‘Seks Dalam Peradaban dan Kebudayaan Jawa’, di Jakarta.

Diskusi tersebut juga banyak menceritakan sejarah budaya seks Jawa dan sejarah lainnya. Bukti sejarah tentang gambaran kehidupan seks dalam peradaban dan kebudayaan Jawa, sudah ada semenjak abad IX, sebagaimana terpahat dalam relief Candi Borodur di Jawa Tengah. Candi Borobudur memiliki 1460 panel relief dan 504 stupa.

Dari panel relief sebanyak itu, ada 160 panel yang sengaja ditimbun tanah karena reliefnya dianggap vulgar dan cabul. Panel-panel itu terletak di bagian paling bawah, yang disebut “Kamadhatu”, yang sekaligus dijadikan sebagai pondasi candi. Panel relief ini yang tersembunyi ini menggambarkan adegan Surta Karmawibhangga atau hukum sebab-akibat kehidupan, yakni gambaran perbuatan yang mengikuti hawa nafsu seperti bergosip, membunuh, menyiksa dan memperkosa. Juga ada adegan seks dalam berbagai posisi.

Dalam seks, cara memuaskan pasangan wanita dan tanda-tanda tatkala mancapai klimaks hubungan seks, menjadi kewajiban dan harus dipahami oleh seorang pria. Karena itu, maka diajarkan dalam kitab Kawruh Sanggama (pengetahuan tentang Sanggama) dan Serat Nitimani dengab cara yang indah dan tidak vulgar.

Untuk diketahui, sebelumnya juga ada sebuah kitab bernama Serat Centhini yang berisi mengenai berbagai pernik kehidupan masyarakat Jawa, ada juga tentang penanggalan Jawa, rumah, makan, obat-obatan, kebiasaan hidup sehari-hari termasuk seks yang dikupas tuntas mulai dari bagaimana mengenal serta memahami perilaku seks seorang. 

Disamping itu juga dibahas tentang perempuan berdasarkan ciri-ciri fisiknya, sampai bagaimana melakukan adegan sanggama secara liar dan nakal dengan berbagai posisi dan cara, adegan sesama lelaki hingga lebih dari satu lelaki yang dilakukan secara mistis dan sakral.

Oleh karena itu, maka banyak para pengamat Sastra Jawa yang menyebut Centhini lebih dahsyat dibandingkan dengan kitab seks Kamasutra dari India yang mendunia itu.

Buku tersebut mengajarkan banyak hal termasuk untuk tidak melakukan hal-hal yang mengikuti hawa nafsu manusia. Mengenal bagaimana peradaban budaya seks Jawa.

Artikel ini ditulis oleh:

Langgar Batas di Laut Arab, Pakistan Bebaskan 172 Nelayan India

Jakarta, Aktual.co — Pakistan, Minggu (15/2) membebaskan 172 nelayan India, yang ditahan karena melanggar batas wilayah perairannya di Laut Arab, kata pejabat pemerintah.

“Hari ini, Minggu, kami membebaskan 172 nelayan India,” kata Muhammad Hassan Sehto, pengawas penjara distrik Malir di Karachi, tempat nelayan tersebut ditahan, kepada AFP.

Peristiwa itu bertepatan dengan pertandingan penting di Piala Dunia Kriket antara Pakistan dengan pesaingnya, India, yang dihelat di Adelaide, Australia.

Namun, Sehto mengatakan bahwa 349 warga India masih berada dalam tahanan.

Sehto menambahkan nelayan yang dibebaskan akan dibawa ke timur Laore, tempat mereka akan diserahkan ke pejabat India di Wagah, satu-satunya daerah perbatasan aktif di antara kedua negara itu.

Tetapi, belum jelas berapa lama nelayan tersebut ditahan sebelum dibebaskan.

Penangkapan nelayan oleh Pakistan maupun India sering dilakukan karena batas wilayah di Laut Arab belum jelas dan banyak kapal yang teknologinya tertinggal sehingga tidak dapat menentukan posisi dengan pasti.

Selain itu, hubungan buruk diplomatik antara kedua negara tersebut membuat banyak nelayan ditangkap dan harus menjalani hukuman kurungan di penjara.

Pada bulan lalu, angkatan laut menangkap 38 nelayan India yang tersesat di perairan Pakistan.

Hubungan antara Pakistan dan India telah memburuk dalam beberapa terakhir yang ditandai dengan penembakan di perbatasan Kashmir.

Artikel ini ditulis oleh:

Seniman Ajak Warga Jaga Lingkungan Lewat Pameran Lukisan

Jakarta, Aktual.co — Sejumlah seniman asal Kota Medan menggelar pameran lukisan yang berisi ajakan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.

Berbagai lukisan dengan tema ‘Back To Nature’ atau kembali ke alam tersebut dipamerkan di sanggar Himpunan Pelukis Seni Rupa (Himprasi) di Jalan Suprapto Medan, Minggu (15/2).

Dalam pameran tersebut, ditampilkan berbagai lukisan yang menampilkan keindahan alam, mulai dari hutan, gunung, danau, hingga hewan-hewan yang hidup di alam bebas.

Salah satu pelukis asal Kota Medan Suhendra mengatakan, pameran itu ditujukan untuk menarik minat masyarakat terhadap keasrian lingkungan hidup melalui lukisan.

Ajakan tersebut sangat penting karena banyaknya elemen masyarakat yang kurang menjaga kelestarian ekosistem lingkungan dengan berbagai alasan.

Melalui lukisan tersebut, diharapkan masyarakat dapat menyadari bahwa kelestarian lingkungan itu sangat indah dan dapat memberikan kenyamanan dalam hidup.

“Saya tergerak untuk memamerkan hasil lukisan alam untuk mengingatkan masyarakat bahwa alam ini indah,” kata alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta itu.

Ketua Komisi E DPRD Provinsi Sumatera Utara Efendi Panjaitan yang menyaksikan pameran tersebut mengapresiasi kegiatan yang mengajak upaya melestarikan lingkungan itu.

Menurut dia, cukup banyak makna yang dapat diambil dari kegiatan yang berkaitan dengan kelangsungan hidup manusia tersebut.

Di satu sisi, pameran itu menunjukkan besarnya perhatian kalangan seniman terhadap kelestarian lingkungan yang belakangan mulai banyak yang rusak.

Di sisi lain, lukisan-lukisan tersebut juga menjadi sindiran bagi pembuat kebijakan di bidang lingkungan agar lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

“Lukisan-lukisan ini indah. Saya ragu kalau kelestarian seperti ini masih ada. Jadi, ini adalah ajakan agar masyarakat tergerak untuk tidak lagi merusak alam,” kata politisi PDI Perjuangan itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Ini Alasan PB Perbasasi Makassar Batalkan Turnamen Sofbol Asia

Jakarta, Aktual.co — Kota Makassar, Sulawesi Selatan, dipastikan batal menggelar kejuaraan Sofbol Asia kategori putri U-19 pada Maret 2015, karena tidak mendapatkan bantuan anggaran dari PB Perbasasi.

Sekretaris Umum Perbasasi Sulsel, Guntur di Makassar, Minggu (15/2), mengatakan pembatalan itu juga dikarenakan minimnya partisipasi negara Asia mengikuti kejuraan itu seperti halnya Korea Selatan, Jepang, dan China.

“Kami tidak bisa memaksakan diri tetap menggelarnya dengan kondisi yang terjadi. Kami pada dasarnya begitu siap namun ternyata tidak mendapatkan respon positif dari pusat,” katanya.

Ketua Perbasasi Sulsel yang juga Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto, kata dia, memang menginginkan kejuaraan ini diikuti banyak negara khususnya tiga negara tersebut. Untuk itu pihaknya meminta PB Perbasasi untuk lebih serius melakukan komunikasi dengan para peserta.

Namun dalam perkembangannya, apa yang diharapkan ternyata tidak bisa dilaksanakan. Kondisi itu sekaligus membuat pihaknya memutuskan membatalkan ajang yang pada awalnya direncanakan pada 2014 tersebut.

Sementara itu, untuk persoalan biaya, Pengprov Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia Sulawesi Selatan juga telah meminta PB Perbasasi ikut membantu pembiayaannya.

Menurut dia, pihaknya membutuhkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk bisa melaksanakan agenda tersebut. Pihaknya berharap PB bisa memberikan anggaran setengah dari total biaya yang dibutuhkan.

Terkait kebutuhan anggaran yang diperkirakan mencapai Rp2 miliar tersebut, sambung dia, karena pihaknya selaku panitia diwajibkan menanggung sejumlah biaya baik akomodasi dan konsumsi peserta selama berada di Makassar.

“Biaya akomodasi sepeti hotel dan sebagainya memang menjadi tanggungan kita sebagai penyelenggara,” ujarnya.

Pada pelaksanaan kejuaraan Asia U-19 tersebut, Perbasasi Sulsel menargetkan bisa diikuti sebanyak 15 negara se-Asia seperti Korea Selatan, Jepang, China, Taiwan, Pakistan , Iran, Irak, Singapura, Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam, termasuk Australia.

Kehadiran banyak negara sekaligus dimanfaatkan sebagai ajang promosi pariwisata kota Makassar dan Sulsel secara keseluruhan. Apalagi kejuaraan Sofbol U-19 memang merupakan ajang junior sehingga berpotensi menarik para peserta berkunjung ke Makassar.

“Namun kami telah putuskan untuk membatalkan.Kita juga sudah sampaikan ke organisasi sofbol Asia,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jelang Imlek, Wagub Dukung Stadion Kridasana Jadi Kegiatan Seni Budaya

Jakarta, Aktual.co — Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Christiandy Sanjaya mengatakan pemerintah provinsi akan memberikan dukungan kepada Singkawang untuk menjadikan Stadion Kridasana sebagai tempat pelaksanaan agenda seni dan wisata.

“Waktu kunjungan banjir beberapa waktu lalu di Singkawang, Walikota Singkawang menyampaikan kepada saya bahwa mereka telah membentuk panitia pagelaran seni dan budaya Singkawang yang akan menangani berbagai agenda wisata yang ada di sana. Bahkan, untuk mewujudkan hal itu, Pemkot Singkawang rencananya juga akan mengubah Stadion Kridasana sebagai tempat berbagai kegiatan seni dan budaya, ini tentu akan kita dukung nantinya,” kata Christiandy di Pontianak, Minggu (15/2).

Menurutnya, dari informasi yang dia dapat, beberapa tokoh masyarakat yang ada di kota Singkawang telah membentuk perkumpulan seni dan budaya yang permanen.

Setiap tahunnya, perkumpulan itu menggelar berbagai kegiatan agenda seni dan budaya. Bukan hanya pada saat pagelaran budaya Imlek, tetapi juga pagelaran budaya Melayu, Dayak dan etnis lainnya.

“Nantinya, perkumpulan itu yang akan melaksanakan berbagai agenda seni dan budaya disana dan akan difokuskan di stadion itu. Dan rencananya juga mereka akan mencarikan lokasi pengganti untuk tempat olahraga sepak bola itu, sehingga nantinya stadion Kridasana akan difokuskan sebagai tempat pagelaran budaya dan seni,” tuturnya.

Dengan adanya rencana tersebut, lanjut Crhistiandy dia berharap sepanjang tahun Singkawang akan memiliki berbagai agenda seni dan budaya yang tentu bisa menjadi nilai tambah dari daya tarik kota Singkawang yang selama ini di kenal sebagai daerah tujuan wisata di Kalbar.

“Untuk info lebih jelasnya, silahkan tanya saja langsung sama pak Walikotanya. Namun intinya, Pemprov Kalbar akan mendukung kegiatan agenda wisata itu, terlebih wisata Singkawang seperti Imlek dan Cap Go Meh sudah masuk dalam agenda wisata di kementrian dan tentu itu akan kita dukung,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sastrawan Indonesia Luncurkan ‘Kitab Kritik Sastra’

Jakarta, Aktual.co — Kritikus sastra dari Universitas Indonesia, Maman S Mahayana menerbitkan buku berjudul ‘Kitab Kritik Sastra’ yang peluncurannya dirangkai dengan diskusi di kampus UI Depok, Jawa Barat, 18 Februari 2015 mendatang.

Maman dalam keterangan tertulisnya di Surabaya, Minggu (15/2), menjelaskan, bahwa penerbitan buku itu membuktikan bahwa tidak benar jika dikatakan masyarakat Indonesia tidak punya tradisi kritik, khususnya sastra.

Sastrawan yang selama 4,5 tahun menjadi dosen tamu di “Hankuk University of Foreign Studies’ (HUFS) di Kota Seoul, Korea Selatan, ini juga membantah anggapan bahwa kritik sastra Indonesia mengalami kelesuan.

“Buku ini memuat sejumlah contoh atau model kritik sastra, seperti kritik puisi, novel, cerpen, polemik, dan materi lain yang berkaitan dengan bidang kritik sastra,” katanya.

Peluncuran buku setebal 431 halaman yang diterbitkan Yayasan Obor Indonesia itu akan diisi dengan diskusi dengan pembicara Mgr Martina Rysova (Jurusan Studi Asia pada Fakultas Seni Universitas Palacky, Republik Ceko) dan Dr Tommy Christomy (FIB UI).

Sementara itu, Ketua Departemen Susastra FIB UI Dr Fauzan Muslim yang akan bertindak sebagai moderator mengatakan bahwa dalam rangka terus menumbuhkembangkan tradisi ilmiah, pihaknya sudah merancang serangkaian kegiatan peluncuran dan diskusi buku.

“Baik itu karya staf pengajar FIB-UI sendiri, maupun karya penulis lain yang dinilai penting dalam pengembangan bidang sastra. Dalam kerangka ini peluncuran buku Kitab Kritik Sastra ini kami selenggarakan,” ujarnya.

Sedangkan, pengajar jurusan Indonesia pada Inalco (Institut National des Langues et Civilisations Orientales), Paris, Prancis, Dr Etienne Naveau, dalam kata pengantar buku itu mengungkapkan bahwa “Kitab Kritik Sastra” itu menunjukkan kepada kita mengenai tradisi kritik Indonesia yang majemuk.

“Di samping memberi banyak fakta, renungan dan pemikiran tentang keterikatan sastra Indonesia dengan masyarakat dan kebudayaannya,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain