7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 39125

Jejak Sejarah: Kemunculan Barongsai dari Tiongkok ke Indonesia (1)

Jakarta, Aktual.co — Selain hidangan dan tempat wisata, Imlek juga dirayakan dengan festival Barongsai, yaitu tarian tradisional China dengan menggunakan sarung yang menyerupai Singa.

Seperti yang diadakan di Lippo Mall Puri yang kembali menggelar delapan festival yang dimulai pada 23 Januari hingga 8 Maret 2015. Festival bertema 8 Lunar Festivals tersebut menyajikan Barongsai Festival, Lantern Festival, Lunar Bazaar, Food Truck Festival, Lokam Festival, Jakarta Ikonik Marketfest, Organic Market Festival, dan Happy Bags Festival (Fukubukuro).

Barongsai sendiri mempunyai sejarah kemunculannya. Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ke tiga sebelum Masehi.

Berdasarkan sejarah, tidak ada Singa di Tiongkok, Singa datang ke Tiongkok dari India dan Srilangka, sesuai dengan penyebaran ajaran agama Buddha pada zaman dynasty Han. Raja Han membuka hubungan dagang dengan dunia luar melalui jalur sutera ke China. Pertukaran kebudayaan yang datang dari Timur ke China seperti tarian dan nyanyian.

Tarian dipertunjukkan dengan menggunakan topeng singa, binatang yang tidak ada di China. Maka pedagang yang berdagang melalui jalur sutera membawa serta singa sebagai hadiah ke Tiongkok, juga dibawa serta pelatih singa. Mulai saat itu dikenal tarian singa atau Barongsai di Tiongkok.

Tarian tradisional Barongsai rakyat Tiongkok sudah ada sejak abad 3 SM. Hal ini berhubungan dengan kisah mitologi yang berkembang pada masa Dinasti Tang (618 – 906). Suatu ketika salah seorang raja bermimpi bertemu dengan mahluk yang menyelamatkanya. Keesokan hari sang raja bertanya kepada salah seorang menterinya dan menceritakan bentuk mahluk yang hadir dalam mimpinya.

Menteri, mangatakan bahwa mahluk itu adalah singa yang datang dari Barat (India). Raja kemudian memerintahkan agar Menteri membuat replika mahluk yang menyelamatkan hidupnya. Sejak saat itu singa menjadi simbol keberuntungan, kebahagiaan dan kesejahteraan.

Walaupun Singa bukan binatang asli Tiongkok, kreasi bentuknya digunakan sebagai hadiah bagi kaisar dari generasi ke generasi. Ragam hias bentuk singa pun tidak terlau banyak muncul dalam ragam hias Tiongkok tradisional karena ragam ini diperkenalkan oleh pengaruh Budhisme yang masuk ke Tiongkok sebagai simbol pembela kebenaran dan penjaga bangunan suci.

Barongsai akan dipentaskan pada perayaan  tradisional Tiongkok, misalnya Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai sebuah tarian yang diiringi oleh tabuhan kendang dan genderang, juga simbal, alat-alat musik khas Tiongkok.  (Bersambung……..)

Artikel ini ditulis oleh:

Tes Keperawanan Siswi Pelajar, DPR: Itu mengada-ada

Jakarta, Aktual.co — Wacana untuk mengadakan tes keperawanan sebagai salah satu syarat kelulusan siswi SMP dan SMA yang merupakan usulan dalam rancangan peraturan daerah (Raperda) DPRD Jember, Jawa Timur, menuai kritik pedas dari politisi Senayan.
Anggota Komisi X DPR dari Fraksi PKB Krisna Mukti menilai Raperda itu merupakan hal yang mengada-ada.
“Itu ngaco dan mengada-ada, tidak sesuai hukum dan aturan,” kata Krisna, di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (11/2).
Dia menambahkan, dalam dunia pendidikan dan ajaran agama, hal tersebut sama sekali tidak diatur, sehingga kebijakan tersebut dinilai tidak masuk akal dan tak relevan. “Tidak ada relevansinya tes keperawanan ataupun keperjakaan dengan kelulusan SMA,” ungkapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

IHSG Ditutup Naik 15,04 Poin ke Posisi 5.336,51

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup menguat sebesar 15,04 poin ditopang pelaku pasar asing yang masih aktif melakukan aksi beli. IHSG BEI ditutup naik sebesar 15,04 poin atau 0,28 persen ke posisi 5.336,51. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat sebesar 5,26 poin atau 0,57 persen ke posisi 926,16.
Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya  mengatakan bahwa kepercayaan investor asing terhadap industri pasar modal domestik masih cukup tinggi sehingga IHSG BEI bergerak terangkat.
“Aliran dana asing yang masuk menjadi penopang indeks BEI meski dibayangi pelemahan mata uang rupiah,” katanya di Jakarta, Rabu (11/2).
Menurut dia, masih masuknya aliran dana asing menunjukan kondisi pasar modal domestik cukup baik sehingga potensi untuk melanjutkan penguatan masih terbuka dan dapat kembali menembus rekor baru nantinya.
Dalam data perdagangan efek di BEI, pelaku pasar asing membukukan beli bersih (foreign net buy) sebesar Rp605,539 miliar pada hari Rabu ini. Ia memproyeksikan bahwa IHSG BEI pada Kamis (12/2) akan bergerak pada kisaran 5.282-5.389 poin dengan potensi masih dapat melanjutkan penguatan.
Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 224.876 kali dengan volume mencapai 4,65 miliar lembar saham senilai Rp4,64 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 123 saham, yang melemah 161 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 115 saham.
Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng melemah 213,08 poin (0,87 persen) ke 24.315,02, indeks Bursa Nikkei turun 59,25 poin (0,33 persen) ke 17.652,68, dan Straits Times menguat 10,02 poin (0,29 persen) ke posisi 3.444,81.

Artikel ini ditulis oleh:

Beri Sikap Dukungan ke KPK, Tim Independen: Abraham Cs Lagi Galau

Jakarta, Aktual.co — Tim Independen bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) atau dikenal dengan sebutan Tim Sembilan, menyatakan dukungannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dukungan tersebut diberikan karena merasa KPK membutuhkan perhatian khusus untuk
Wakil Ketua Tim Sembilan, Jimly Asshiddiqie mengatakan bahwa belum selesainya konflik dengan Polri membuat kondisi KPK rapuh sehingga memerlukan dukungan moral.
“Kami memberikan support ke KPK karena lagi galau. Kami ikut merasa prihatin, membesarkan hati mereka jangan sampai mereka down,” ujar Jimly di gedung KPK, Rabu (11/2).
Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) juga mengungkapkan, bahwa pihaknya takut jika kondisi ini berlanjut, akan berimbas terhadap kinerja lembaga anti rasuah itu.
Oleh karena itu, dia berharap semua pihak terkait termasuk masyarakat dan media bisa bekerja sama, agar tensi ketegangan yang tengah dirasakan bisa diredam.
“Jadi mereka terus bekerja terutama untuk kasus-kasus di luar BG,” jelasnya.
“Kami menghimbau semua pihak agar bisa meredakan ketegangan (antara KPK dan Polri),” pungkasnya

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Komisi IV DPR Sahkan 13 Program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Jakarta, Aktual.co — Komisi IV DPR RI mengesahkan alokasi 13 program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rapat kerja. Komisi IV juga meminta Kementerian LH dan Kehutanan memprioritaskan program kerakyatan di APBN-P Tahun 2015.
“Kami juga meminta Kementerian LH dan Kehutanan memprioritaskan realisasi program kerakyatan di APBNP TA 2015,” kata Ketua Komisi IV Edi Prabowo saat raker, Rabu (11/2).
Ketigabelas program yang disahkan beserta alokasinya yakni program planalogi dan tata lingkungan sebesar Rp510 miliar, pengelolaan hutan produksi lestari dan usaha kehutanan Rp570 miliar, pengendalian DAS dan hutan lindung Rp1 triliun.
Selain itu, program konservasi SDA dan ekosistem Rp1,5 triliun, pengendalian perubahan iklim Rp153 miliar, penegakan hukum lingkungan hidup dan kehutanan Rp212 miliar.
Kemudian, program perhutanan sosial dan kemitraan lingkungan Rp308 miliar, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Rp126 miliar, pengelolaan sampah, limbah, dan B3 Rp133 miliar, penelitian dan pengembangan lingkungan hidup Rp389 miliar.
Lalu, program peningkatan penyuluhan dan pengembangan SDM Rp444 miliar, pengawasan dan peningkatan akuntabilitas aparatur dan Kehut Rp63 miliar, dan terakhir program dukungan manajemen dan pelakanaan tugas teknis lainnya Rp1,2 triliun.
Menanggapi kesimpulan dan putusan Raker, Menteri LH dan Kehut, Siti Nurbaya menyetujui dengan memberikan pengertian tambahan terkait detail program.
“Dari uraian tersebut, kami telah menyiapkan program konfigurasi kegiatan, data detailnya telah dipersiapkan untuk para anggota dewan,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Komisioner KY Minta Hakim Praperadilan BG Batasi Waktu Jawaban Ahli

Jakarta, Aktual.co — Komisioner Komisi Yudisial Taufiqurrahman Syahuri menilai Hakim Tunggal, Sarpin Rizaldi, sangat berhati-hati dalam memimpin sidang praperadilan yang diajukan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
“Hakim nampaknya sangat berhati-hati. Ini wajar karena adanya pro dan kontra,” kata Taufiq usai melakukan pemgamatan sidang pra peradilan BG di Jakarta, Rabu (11/2).
Menurut Taufiq, sidang praperadilan berjalan campur-aduk, karena ada TUN (tata usaha negara) dan uji material, yakni membahas kewenangan, hirarkhi perundang-undangan serta pertentangan antar norma hukum.
“Padahal sidang praperadilan itu sidang sumir, lebih menitikberatkan pada prosedur administrasi, apa sudah prosedural atau tidak,” ungkapnya.
Taufiq menilai sidang ini juga tidak berjalan efektif karena keterangan satu ahli bisa memakan waktu tiga jam ditambah pertanyaan kuasa hukum yang sering melebar.
“Sebaiknya keterangan ahli atau pertanyaan kuasa hukum yang tidak fokus dan tidak relevan dapat diingatkan hakim untuk fokus,” katanya.
Taufiq menyarankan hakim sebelum sidang dapat melakukan perjanjian penggunaan waktu agar tetap seimbang.
“Misalnya perlu disepakati berapa menit, masing-masing boleh berbicara atau bertanya,” katanya.
Taufiq juga merasa kasihan terhadap Hakim Sarpin karena harus menghadapi sidang yang menghadirkan ahli hukum yang mengeluarkan teori-teori dan asas-asas hukum.
“Kasihan hakimnya karena persis seperti sidang pengujian UU di Mahkamah Konstitusi, padahal cuma hakim tunggal sementara di MK ada sembilan hakim,” katanya.
peradilan, pihak Budi Gunawan menghadirkan empat ahli hukum, guru besar Universitas Padjadjaran Romli Atmasasmita, guru besar Universitas Khairun Ternate Margarito Kamis, guru besar Universitas Gadjah Mada I Gede Panca Astawa, dan dosen Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Jakarta Chaerul Huda.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain