7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 39124

Pengacara KPK Bantah Terima Teror

Jakarta, Aktual.co — Suami kuasa hukum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Chatarina Muliana Girsang, yang tengah meladeni praperadilan yang dilayangkan tersangka Komjen Budi Gunawan dikabarkan diteror oleh orang tak dikenal.
Diduga teror itu, ditujukan kepada Chatarina yang saat ini tengah membela KPK dalam sidang praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (11/2).
Saat dikonfirmasi disela-sela sidang praperadilan BG di PN Jaksel, Chatarina enggan mengomentari kabar tersebut. Ia mengaku, sampai saat ini dirinya belum mengalami teror.
“Biar pimpinan (KPK) saja yang menjawab. Kalau ke saya tidak ada,” ujarnya.
Sedangkan mengenai beredarnya surat keleng yang berisi persidangan praperadilan ini sudah disetting dan telah ada hasilnya, yaitu dimenangkan oleh kubu Budi Gunawan, ia pun enggan mengomentari. 
“Saya tidak berani menilai surat kaleng, karena saya belum melihat juga isinya,” kata Chaterina.
Kendati demikian, ia berharap persidangan ini berjalan secara objektif dan transparan.
“Saya berharap semua objektif,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Perusahaan Asuransi Terima 443 Laporan Klaim Banjir

Jakarta, Aktual.co — Sebuah perusahaan asuransi umum PT. Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance), sejak Senin (9/2) telah menerima 443 laporan terkait klaim kerusakan kendaraan bermotor yang terendam banjir di wilayah DKI Jakarta.
“Hingga saat ini sudah 443 laporan. Secara kasar kami perkirakan untuk banjir tahun ini, nilai klaim yang dibayarkan dapat mencapai Rp2 miliar,” kata Direktur Utama Adira Insurance Indra Baruna, saat dihubungi di Jakarta, Rabu (11/2).
Indra menuturkan mayoritas laporan permintaan ganti rugi untuk kendaraan bermotor roda empat. Hingga hari ini, Indra mencatat laporan kerusakan paling banyak datang dari Kelapa Gading, Jakarta Utara, wilayah pemukiman Green Garden, Jakarta Barat, dan dari wilayah-wilayah pusat ekonomi di Jakarta yang turut terkena banjir.
“Kerusakannya rata-rata karena mobil yang terendam, dari kerusakan mesin hingga yang hanya terendam interiornya,” ucap dia.
Indra memperkirakan jumlah laporan dan nilai klaim yang ditanggung Adira pada 2015 ini tidak akan sebesar saat Februari 2013, ketika banjir melanda pusat-pusat bisnis Jakarta di Jalan Sudirman dan Thamrin karena jebolnya tanggul Ciliwung, Menteng. Saat itu, menurut Indra, Adira membayarkan klaim ganti rugi sebesar Rp5 miliar atas ribuan laporan yang masuk.
Banjir akibat curah hujan yang tinggi, kembali melanda Jakarta pada Senin hingga Rabu, hari ini. Banjir pada Senin bahkan turut melanda kawasan ring I, Bundaran Patung Kuda, dan sebagian Jalan Medan Merdeka Utara.
Menurut BPBD DKI Jakarta hingga Selasa, total daerah yang terendam banjir di wilayah Ibu Kota mencapai 307 RW, 97 kelurahan dan 33 kecamatan. Sebanyak 4.830 Kepala Keluarga atau 15.517 jiwa menjadi korban banjir, dan 5.986 jiwa di antaranya mengungsi di 14 lokasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Cekal Mandra “Si Doel”

Jakarta, Aktual.co — Kejaksaan Agung (Kejagung) melayangkan surat ke Direktorat Imigrasi Kemkumham untuk melakukan pencegahan terhadap Mandra Naih alias Mandra. Komedian asal betawi itu dicegah agar tidak bepergian ke luar negeri.
Hal tersebut dilakukan, menyusul ditetapkannya Mandra oleh penyidik pidana khusus Kejagung sebagai tersangka atas kasus dugaan korupsi program siap siar di stasiun TVRI tahun 2012.
Bersama Mandra, dua tersangka lainnya yakni Iwan Chermawan selaku Direktur PT Media Art Image dan Yulkasmir selaku Pejabat Pembuat Komitmen TVRI juga akan dilakukan pencegahan.
“Sudah diajukan proses pencegahan ke luar negeri,”kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Tony Spontana di Kejagung, Jakarta, Rabu (11/2).
Terhadap ketiga tersangka, sambung Tony memang belum dilakukan penahanan. Penyidik akan menentukan apakah para tersangka akan ditahan atau tidak setelah melakukan pemeriksaan saksi-saksi. 
“Dalam waktu dekat penyidik akan melakukan pemeriksaan saksi-saksi,”sambungnya.
Ketika disinggung apakah kemungkinan akan ada tersangka lain dalam kasus yang sudah diselidiki sejak Januari 2013 lalu ini, Tony menyebut kemungkinan tersangka bertambah tergantung hasil penyelidikan.
“Berdasarkan pengalaman proses penyidikan, tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru, tergantung pengembangan, apabila ditemukan alat bukti yang cukup maka masih terbuka,”pungkas Tony.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

2 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka dalam Kecelakaan Beruntun di Korsel

Jakarta, Aktual.co — Dua orang tewas dan 42 orang luka-luka, delapan di antaranya mengalami luka serius, akibat kecelakaan beruntun di sebuah jembatan dekat Bandara Internasional Incheon, Korea Selatan.

Laporan awal Kepolisan setempat mengatakan, kecelakaan berawal saat sebuah bus menabrak bagian belakang mobil. Kabut, diduga jadi penyebab kecelakaan yang melibatkan hingga 100 mobil di Jembatan yang menghubungkan Incheon dan Ibu Kota Seoul ke bandara di pulau Yongjing.

Kantor berita Yonhap Korea Selatan menyebutkan, insiden terjadi sekitar pukul 09.30 waktu setempat (00:30 GMT).

Jalan yang tertutup es dilaporkan jadi penyebab lambannya Kepolisian menangani kecelakaan tersebut. Sebuah tayangan di televisi memperlihatkan petugas penyelamat darurat yang sedang mencoba mencari korban. Terlihat banyak kendaraan dalam keadaan berantakan di jembatan yang tertutup kabut.

Yoo Sang Young, seorang sopir taksi yang ikut menjadi korban, saat diwawancarai mengatakan awalnya dirinya mendengar suara keras seperti hantaman di depannya.

“Kemudian saya melihat di belakang saya juga ada mobil yang mengikuti,” kata si sopir, seperti dilansir BBCNews, Rabu (11/2).

Sambung dia, tak lama dirinya merasa mobil terbalik dan menghantam pembatas jalan.

“Saya kemudian kehilangan kesadaran.”

Sedangkan supir lain mengatakan saat itu jarak pandang sangat pendek karena kabut yang sangat tebal.

“Saya mengendarai dengan keadaan melambat, tapi masih menabrak mobil menumpuk di depan saya,” ujar dia.

Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah jalur menuju jembatan telah ditutup. Mobil-mobil yang menjadi korban kecelakaan juga telah dipindah. (Laporan: M.Vidia Wirawan)

Artikel ini ditulis oleh:

Tim Independen Dicurhati KPK Soal Teror

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadu kepada Tim Independen bentukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait aksi teror yang dialami pegawainya. Hal itu diungkapkan salah satu anggota Tim Independen, Jimly Asshiddiqie.
Dikatakan Jimly, dari pertemuan tersebut pihaknya dapat menyimpulkan bahwa terdapat oknum yang telah sengaja melakukan aksi teror terhadap staf KPK, sehingga membuat perasaan tidak aman.
“Mereka (staf KPK) merasa diteror, diancam di intimidasi, sehingga menimbulkan kegalauan staf. Itu konsen yang tadi curhat ke Tim Sembilan,” jelas Jimly, di gedung KPK, Rabu (11/2).
“Macam-macam (aksi teror) ada sms, telepon, ada yang dibuntutin. Ada perasaan pihak KPK tidak nyaman dengan situasi sekarang ini,” tambahnya.
Lebih jauh disampaikan Jimly, bahwa pihaknya menduga aksi teror tersebut ada hubungannya dengan konflik yang tengah mencuat antara KPK dan Polri. Khususnya dengan proses praperadilan yang diajukan calon tunggal Kapolri, Budi Gunawan.
Maka dari itu, lanjut mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), dia berharap agar KPK dan Polri bisa menghormati proses hukum praperadilan yang tengah berlangsung sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.
“Kami menghimbau semua pihak sesuai arahan presiden bisa meredakan ketegangan sambil menghormati proses hukum praperadilan. Kan cuma sebentar sampai ada keputusan,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Jejak Sejarah: Kemunculan Barongsai dari Tiongkok ke Indonesia (2)

Jakarta, Aktual.co — Kesenian Barongsai diperkirakan masuk di Indonesia pada abad-17, ketika terjadi migrasi besar dari Tiongkok Selatan. Pada masa kolonial, para imigran Tiongkok yang datang ke Indonesia sudah cukup mapan untuk mengadakan acara pertunjukan Barongsai.

Pada masa itu, Barongsai menjadi bagian dari kegiatan di Kelenteng-kelenteng yang tersebar di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Kelenteng Dhanagun (Bogor), misalnya, didirikan pada abad ke-18 dan  memiliki kelompok pemain barongsai. Saat itu pertunjukkan Barongsai masih erat kaitannya dengan tradisi dan upacara keagamaan.

Tradisi Barongsai masuk ke Indonesia diperkirakan datang bersama para imigran  Tiongkok yang berasal dari Provinsi Guangdong, sebagai terlihat dari bentuk barongsai yang ada di Indonesia.

Tarian Singa terdiri dari dua jenis utama yakni Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara kelihatan lebih natural dan mirip singa ketimbang Singa Selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat.

Singa Selatan terkenal dengan gerakan kepalanya yang keras dan melonjak-lonjak seiring dengan tabuhan gong dan tambur, gerakan Singa Utara cenderung lebih lincah dan penuh dinamika karena memiliki empat kaki.

Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain