14 Mei 2026
Beranda blog Halaman 39136

DPRD Kulon Progo Nilai Program Kemiskinan Belum Tepat Sasaran

Jakarta, Aktual.co — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menilai program penanggulan kemiskinan belum tepat sasaran yang ditandai dengan masih tingginya penduduk miskin di wilayah itu.
Wakil Ketua DPRD Kulon Progo Ponimin Budi Hastono di Kulon Progo, mengatakan selama ini Pemkab Kulon Progo bekerja maksimal, berbagai kegiatan dan semangat telah dicurahkan dalam penanggulangan kemiskinan.
“Kenyataannya, target penurunan angka kemiskinan di Kulon Progo tidak teralisasi. Artinya, pemkab harus mengevaluasi program-program pengentasan kemiskinan yang selama ini dilaksanakan,” katanya, Kamis (12/2).
Menurut dia, data yang digunakan sebagai acuan dalam program pengentasan kemiskinan tidak valid, tapi bisa juga program tidak tepat sasaran.
Ia mengatakan berdasarkan pendataan oleh pemkab, angka kemiskinan menurun dari 23 persen menjadi 15 persen. Tapi kenyataannya, angka kemiskinan berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) penurunan kemiskinan tidak signifikan, yakni pada kisaran 21-22 persen.
“Data kemiskinan BPS dan hasil pendataan pemkab perlu disamakan. Pemangku kepentingan baik Dinsosnakertrans, Bappeda, dan BPS segera membahas soal kemiskinan,” kata polisiti PAN dari daerah pemilihan (dapil) Pengasih-Kokap ini.
Selama ini, kata Ponimin, kegiatan bedah rumah, pemberian bantaun stimulan terus diberikan kepada warga kurang mampu. Artinya, pengentasan kemiskinan hanya permukaannya saja yang ditanggulangi.
“Pemkab harus mencari akar atau sumber masalah kemiskinan, bukan hanya permukaannya saja,” kata Ponimin.
Kepala Bappeda Kulon Progo Agus Langgeng Basuki mengatakan angka kemiskinan di Kulon Progo menurun, meski target capaiannya belum sesuai target yang diharapkan. Angka kemiskinan pada 2013 sebesar 22,27 persen dan 2014 sebesar 21,27 persen.
“Harapannya, setiap tahun angka kemiskinan turun satu sampai dua persen. Penurunan kemiskinan sangat dipengaruhi berbagai faktor,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Sikat Everton 1-0, Chelsea Nyaman di Puncak

Jakarta, Aktual.co — Gol Willian di menit ke-88 membawa kemenangan dramatis untuk Chelsea saat menjamu Everton di Stamford Bridge, Kamis (12/2) dini hari.

Penampilan gemilang kiper Everton, Tim Howard yang beberapa kali mementahkan peluang ‘The Blues’ hampir saja menyudahi laga dengan skor kacamata.

Peluang pertama tercatat milik Loic Remy, sundulan striker asal Prancis itu masih bisa ditepis Howard. Dua peluang dari Matic dan Willian juga sukses dihadang Howard.

Sementara itu, Everton yang mendapat peluang dari Romelu Lukaku masih mampu ditepis Petr Cech.

Sebelum gol tercipta, Everton harus bermain dengan 10 orang akibat sang kapten Gareth Barry diusir wasit. Willian pun sukses menceploskan sikulit bundar untuk terus membuat Chelsea menjaga jarak dengan pesaingnya, Machester City.

‘The Blues’ kini bisa fokus menyongsong liga Champions, pada Selasa (17/2) pekan depan dimana tim asuhan Jose Mourinho akan melawat ke ‘Negeri Menara Eifel’ menghadapi Paris Saint Germain (PSG).

Artikel ini ditulis oleh:

Demokrat Ingin Pilkada Serentak 2015

Jakarta, Aktual.co — Partai Demokrat tetap menginginkan pemilihan kepala daerah secara serentak tahap pertama dilaksanakan pada 2015. Demikian disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Agus Hermanto.
Agus di Magelang, Rabu (11/2) malam, mengatakan Perpu Nomor 1 tahun 2014 kemudian menjadi UU Nomor 1 Tahun 2015 menyebutkan pilkada serentak tahap pertama pemungutan suara dilaksanakan tahun 2015 tetapi ada beberapa fraksi yang mengusulkan tahun 2016.
Ia mengatakan hal tersebut usai konsolidasi Partai Demokrat se-Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta di Hotel Atria Magelang.
“Kalau tahun 2016 tidak mungkin bulan Februari berarti hanya selisih dua bulan, ngapain sampai mengubah undang-undang, barangkali agak mundur sedikit dan hal itu bukan keinginan Partai Demokrat, kami tetap menginginkan di tahun 2105,” katanya.
Menurut dia, KPU harus secepatnya membuat peraturan KPU tentang pilkada tersebut, misalnya membuat peraturan KPU tentang uji publik. Uji publik sekarang harus ada, hal ini merupakan 10 persyaratan dari Perpu tersebut.
“Waktu uji publik memang akan direvisi, yang tadinya 4,5 bulan akan menjadi satu bulan. Kalau mau dikurangi harinya boleh tetapi tidak boleh uji publik oleh parpol yang melaksanakan harus KPU. Apabila uji publik dihilangkan Partai Demokrat tidak bisa menerima karena ini esensi dari Perpu tersebut,” katanya.
Ia menuturkan dalam UU nomor 1 tahun 2015 hanya pemungutan suara yang dilakukan pada 2015, kalau terjadi dua tahap dan tahap kedua dilaksanakan tahun 2016 tidak masalah, hal itu sudah memenuhi UU Pilkada tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Wakil Ketua KY Bertandang ke Sidang Praperadilan BG

Jakarta, Aktual.co — Sidang lanjutan praperadilan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/2).
Wakil ketua Komisi Yudisial, Abbas Said bertandang ke PN Jaksel. Dia mengaku kedatangnnya hanya untuk bertemu dengan hakim. Namun dia ikut masuk ke ruang sidang utama, dimana sidang praperadilan BG berlangsung.
“Iya, tadi ketemu beberapa hakim, ini pak ketua (PN) nganter saya ini ke dalam,” kata Abbas sambil masuk ke ruang sidang, sambil diantar oleh Ketua PN Jakarta Selatan, Haswandi, Kamis (12/2).
Saat ini sidang praperadilan baru saja dimulai. Tampak Abbad bersama Haswandi duduk di salah satu kursi ruang sidang utama sambil menyaksikan persidangan. Dia pun mengelak kehadirannya ke PN Jaksel tak memantau sidang. 
“Oh, enggak, hanya ketemu teman-teman aja, biasa aja kok,” kata mantan hakim agung ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pemkab Wakatobi Hibahkan Tanah ke Kemenkumham

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Wakatobi Provinsi Sulawesi Tenggara menghibahkan tanah kepada Kementerian Hukum dan HAM untuk lokasi pembangunan lembaga pemasyarakatan di kabupaten tersebut.
“Tanah yang kami hibahkan untuk pembangunan lapas itu terletak di Wangiwangi, ibu kota Kabupaten Wakatobi,” kata Bupati Wakatobi, Hugua di Kendari, Kamis (12/2).
Menurut dia, peletakan batu pertama pembangunan lapas di Wakatobi itu akan dilakukan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasona Laoly saat berkunjung di Wakatobi pada 22 Februari 2015.
Pada agenda kunjungan kerja di Wakatobi tersebut, selain meletakkan batu pertama pembangunan lapas, Menteri Hukum dan HAM juga akan meletakkan batu pertama pembangunan kantor pengadilan negeri setempat.
“Dengan berdiri lapas dan pengadilan negeri di Wakatobi, semua penanganan masalah hukum yang terjadi di Wakatobi sudah bisa dilakukan di Wakatobi,” kata dia.
Menurut dia, selama ini proses peradilan dan pemenjaraan warga Wakatobi dilakukan di Baubau, karena pengadilan negeri dan lapas belum ada di Wakatobi.
“Dengan keberadaan PN dan lapas itu, masyarakat Wakatobi bisa menjalani proses hukum di Wakatobi,” kata dia.
Menurut dia, ketiadaan lapas dan PN di Wakatobi cukup merepotkan masyarakat Wakatobi yang bermasalah hukum.
Selain membutuhkan biaya besar, berperkara hukum di Baubau juga menyita banyak waktu bagi masyarakat di sini.
“Membutuhkan biaya besar, karena selain harus mengeluarkan biaya transportasi Wakatobi-Baubau pulang pergi, di Baubau itu warga Wakatobi juga harus membayar biaya penginapan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jokowi Buka Jakarta Food Security Summit 2015

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) ketiga yang digelar pada 12-13 Februari 2015 di JCC, Jakarta.

JFSS 2015 yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia di Jakarta, Kamis, akan dirangkai dengan berbagai acara diantaranya seminar dan pameran pangan.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi dijadwalkan akan berdialog dengan petani di area pameran didampingi oleh Ketua Dewan Pengarah JFSS-3 Franky Oesman Widjaja. Presiden sekaligus akan membuka acara itu dengan tema pembukaan “menumbuk alu padi”.

Acara akan dirangkai dengan panel diskusi bertema Pemberdayaan Wadah Koperasi sebagai Kunci Keberhasilan di Bidang Pertanian-Peternakan-Perikanan. Hadir sebagai narasumber dalam diskusi panel tersebut Menteri Dalam Negeri, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM, dan Menteri Kelautan dan Perikanan.

Pada hari kedua akan digelar diskusi panel bertajuk Modul Inovasi Pembiayaan melalui wadah Koperasi di Bidang Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. Selain itu ada pula diskusi panel yang digelar bertema Kepastian Tata Ruang dan Ketersediaan Lahan untuk Ketahanan Pangan, diskusi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan yang berkelanjutan, hingga berakhir dengan rekomendasi seminar ketahanan pangan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia kepada Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain