Washington DC, aktual.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan kunjungan kenegaraan resmi ke China untuk bertemu langsung dengan Presiden Xi Jinping. Kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama Presiden AS ke China dalam satu dekade terakhir.
Agenda utama pertemuan kedua pemimpin negara itu diperkirakan akan membahas hubungan perdagangan, isu Iran, Taiwan, hingga berbagai persoalan strategis antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia.
Trump bertolak dari Washington DC pada Selasa (12/5) waktu setempat dan dijadwalkan tiba di Beijing pada Rabu (13/5). Kunjungan tersebut sebelumnya sempat tertunda akibat konflik yang berlangsung dengan Iran.
Sebelum keberangkatannya, Trump menyampaikan bahwa dirinya mengharapkan pembicaraan panjang bersama Xi Jinping, terutama terkait Iran yang selama ini menjadikan China sebagai salah satu pembeli utama minyaknya.
Namun demikian, Trump mencoba meredakan spekulasi adanya ketegangan dengan Beijing terkait isu tersebut.
“Saya pikir kita tidak membutuhkan bantuan apa pun terkait Iran. Kita akan memenangkannya dengan satu atau lain cara. Kita akan memenangkannya secara damai atau sebaliknya,” kata Trump kepada wartawan saat meninggalkan Gedung Putih.
Kunjungan ini merupakan lawatan pertama Trump ke Beijing sejak 2017. Dalam rangkaian agenda kenegaraan, Trump dijadwalkan mengikuti sejumlah pertemuan bilateral, jamuan makan malam kenegaraan, hingga resepsi bersama Xi Jinping pada Kamis dan Jumat waktu setempat.
Selain isu Iran, Trump juga disebut akan membahas penjualan senjata Amerika Serikat kepada Taiwan, wilayah dengan pemerintahan sendiri yang diklaim oleh Beijing sebagai bagian dari China.
Isu perdagangan, termasuk penguasaan ekspor logam tanah jarang oleh China serta hubungan dagang kedua negara yang selama ini kerap mengalami ketegangan, juga diperkirakan menjadi fokus pembicaraan.
Dalam lawatan tersebut, Trump turut didampingi sejumlah tokoh bisnis besar Amerika Serikat, di antaranya CEO Tesla Elon Musk dan CEO Apple Tim Cook.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain

















