1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39144

Keppres Belum Keluar, Menpora “PeDe” OCA Tak Kurangi Nilai untuk Indonesia

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahrga (Menpora), Imam Nahrawi, yakin dengan belum diterbitkannya Ketusan Presiden untuk Asian Games 2018, tidak akan mengubah penilaian dari badan Olimpiade Asia (OCA).

“Belum terbitnya Keppres Asian Games, saya yakin tidak akan mempengaruhi penilaian OCA kepada Indonesia,” kata Menpora di Jakarta, Senin (26/1).

Kepercayaan diri Menteri asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, karena adanya jaminan dari Presiden Joko Widodo kepada Presiden OCA, Sheikh Ahmad Al-Sabah, dalam pertemuan awal bulan ini di Istana Negara.

“Presiden OCA Sheikh Ahmad Al-Sabah sudah mendapatkan jaminan soal dukungan penyelenggaraan Asian Games 2018 di Tanah Air,” ucapnya.

Jika memang OCA tidak mempermasalahkan penerbitan Keppres oleh pemerintah Indonesia yang belum juga dikeluarkan, berarti OCA telah melanggar aturan yang ada.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo pada November 2014 lalu, sempat menyatakan bahwa, penerbitan Keppres AG 2018, minimal dua bulan sejak Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah.

“Sesuai dengan aturan OCA, dua bulan setelah penunjukkan (tuan rumah), harus punya payung hukum. Kalau tidak, maka persiapan belum bisa jalan,” kata Rita Subowo setelah menemui Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik di Kantor KOI di Jakarta, Rabu (19/11).

Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah AG pada September 2014 lalu di Korea Selatan.

Artikel ini ditulis oleh:

Aksi Beli Bikin IHSG BEI Turun 63,86 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), ditutup terkoreksi sebesar 63,86 poin atau 1,20 persen ke posisi 5.260,88. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) turun sebesar 13,49 poin atau 1,46 persen ke posisi 913,03.

Mengawali perdagangan saham pada awal pekan ini indeks BEI mengalami koreksi namun masih dalam fluktuasi yang stabil, yang terlihat dari posisi penutupan perdagangan masih di atas level batas bawah (support) di 5.250 poin.

“Indeks BEI sempat terkoreksi hingga sekitar 2 persen, namun menjelang penutupan tekanannya mulai berkurang, hal ini menunjukkan bahwa kekuatan naik IHSG belum berubah, potensi melanjutkan kenaikan masih cukup besar menuju target batas atas 5.348 poin,” ujar Analis Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya di Jakarta, Senin (26/1).

Ia menambahkan pelaku pasar asing yang masih masuk ke pasar saham dengan melakukan aksi beli juga menjadi salah satu faktor penahan tekanan indeks BEI lebih dalam, situasi itu menandakan belum ada hal yang perlu dikhawatirkan terhadap industri pasar modal Indonesia.

“Pelaku pasar dapat memanfaatkan peluang konsolidasi sehat ini untuk melakukan akumulasi pembelian,” ujarnya Dalam data perdagangan saham BEI, pelaku pasar asing membukukan pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp776,632 miliar pada Senin (26/1) ini.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko menambahkan bahwa secara teknikal koreksi saat ini untuk meredakan keadaan jenuh beli pada saham-saham di dalam negeri sehingga potensi IHSG untuk bergerak kembali menguat akan terbuka.

“Potensi indeks BEI melaju lagi dalam jangka menengah menuju 5.385 dapat terlihat,” katanya.

Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 276.176 kali dengan volume mencapai 4,80 miliar lembar saham senilai Rp6,88 triliun. Efek yang mengalami kenaikan sebanyak 66 saham, yang melemah 257 saham, dan yang tidak bergerak nilainya atau stagnan 78 saham.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 59,45 poin (0,24 persen) ke 24.909,90, indeks Bursa Nikkei turun 43,23 poin (0,25 persen) ke 17.468,52, dan Straits Times melemah 12,98 poin (0,38 persen) ke posisi 3.398,52.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Perum Bulog Klaim Untungkan Pemerintah Jika disuntik PMN

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memberikan suntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3 triliun kepada Perum Bulog. Suntikan PMN itu dinilai penting untuk mendukung program swasembada pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugihat mengatakan melalui PMN ini setidaknya Pemerintah mendapatkan keuntungan untuk dapat mengurangi potensi kerugian masyarakat akibat kenaikan harga beras.

“Potensi kerugian kenaikan harga beras Rp100 per kg setara Rp3,5 triliun (Rp100 juta x 35 juta ton konsumsi beras per tahun),” kata Leny dalam rapat Panja dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Senin (26/1).

Kemudian, kata dia,  keuntungan lainnya adalah pembelian beras petani pada saat panen raya dapat diberikan penyerapan surplus sebesar 5 – 9 persen dari produksi per tahun atau 1,5 – 3,6 juta ton beras per tahun.

“Kapasitas bagi petani untuk mendapatkan jaminan pasar dengan harga yang wajar, menghindari kemungkinan terjadinya harga jatuh di saat produksi pada berlimpah dan menjadi insentif kepada jutaan (14,2 juta) petani untuk terus berproduksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, Pemerintah juga dapat mengurangi beban subsidi sebesar Rp300 miliar yang merupakan ruang fiskal.

“PMN juga dapat menjaga stabilnya harga beras menahan laju inflasi, lalu penyerapan beras 1,5 – 3 juta ton per tahun dikalikan HPP Rp 6.600 per kg sehingga aliran dana ke pedesaan bisa mencapai Rp 19 triliun dan potensi peningkatan pemasukan pajak bagi negara dari peningkatan laba perusahaa,” tambahnya.

Sementara itu, lanjut Leny, keuntungan dari sisi Perum Bulog yakni dapat mempercepat penyerapan gabah atau beras petani. Lalu, kredit bank berkurang Rp3 triliun sehingga menghemat biaya bank sekitar Rp300 miliar.

“Kemampuan berhutang bertambah dengan turunnya DER perusahaan dan peningkatan ekuitas yang nantinya lebih liquid dan bankable,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Sentimen Global Bikin Rupiah Terjun 38 Poin

Jakarta, Aktual.co —  Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta bergerak melemah sebesar 38 poin menjadi Rp12.497 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.459 per dolar AS.

“Faktor eksternal menjadi salah satu pemicu mata uang rupiah melemah terhadap dolar AS pada awal pekan ini,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (26/1).

Ia mengemukakan bahwa hasil pemilu parlemen Yunani yang memenangkan partai oposisi Syriza, telah mendorong penguatan instrumen aset “safe haven”, salah satunya mata uang dolar AS.

Menurut dia, kemenangan partai oposisi ini membuka peluang Yunani keluar dari program bailout negara-negara di kawasan Euro. Keluarnya Yunani dari program “bailout” akan mengganggu pembayaran ke kreditur-kreditur Yunani.

“Ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku pasar. Indeks dolar AS terlihat menguat terhadap mayoritas mata uang dunia,” katanya.

Namun, lanjut dia, sentimen domestik menjadi “market mover” yang menahan tekanan mata uang rupiah lebih dalam terhadap dolar AS. Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,8 persen pada tahun ini.

Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada menambahkan bahwa euforia rencana pembelian surat utang atau obligasi oleh bank sentral Eropa (ECB) yang sempat menjadi sentimen positif bagi rupiah tergerus oleh sentimen Yunani.

“Meski demikian, fluktuasi rupiah masih stabil terhadap dolar AS. Rupiah masih ditopang oleh optimisnya pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi domestik,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Senin (26/1) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.517 dibandingkan hari sebelumnya, Jumat (23/1) di posisi Rp12.444 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Nurul Arifin: Jokowi Belum Mampu Jadi Panglima Pemerintahan

Jakarta, Aktual.co — Politisi Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Nurul Arifin, menilai Presiden Joko Widodo saat ini belum mampu menjadi seorang panglima bagi pemerintahannya sendiri.
Pernyataan ini menyusul maraknya kekisruhan yang terjadi di tingkat eksekutif.
“Kami lihat sekarang sedang terjadi kekisruhan, kegalauan, banyak hal yang sepertinya tidak terintegrasi dalam pemerintahan pak Jokowi. Saya menyebutnya Presiden sebagai kepala pemerintahan belum mampu menjadi panglima di pemerintahannya,” kata Nurul, di Jakarta, Senin (26/1).
Menurut dia, seharusnya Jokowi bisa merasa nyaman dalam mengambil segala keputusan, karena banyaknya dukungan rakyat kepada dirinya.
“Kami berharap pak Jokowi bisa lebih tampil untuk mengintegrasikan kekuatan yang dimiliki. Dengan gayanya kita harap pak Jokowi bisa jadi panglima pemerintahan ini, misalnya ada kasus hukum yang aroma politiknya kuat, kami harap jangan ada intervensi politik,” ujar dia.
Nurul menekankan bahwa kekisruhan yang melanda pemerintahan Jokowi-JK sejauh ini bukan karena penjegalan oleh partai Koalisi Merah Putih (KMP) layaknya yang selama ini dikhawatirkan.
Kekisruhan yang terjadi justru datang dari keluarga besar partai Koalisi Indonesia Hebat (KIH).
Jokowi terlihat belum memegang kendali atas pemerintahan, dimana masih banyak intervensi dari pihak lain. Dirinya mengaku tidak tahu apa yang menyebabkan hal itu terjadi, yang jelas intervensi itu tidak hanya dari partai Jokowi bernaung saja, tetapi dari partai pendukung lainnya.
“Saya kira ini yang jadi koreksi. Sering kali komunikasi politik tidak berjalan baik, apakah karena komposisi struktur pemerintahan begitu berwarna ada muda-tua, senior-junior, saya tidak tahu,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Menpora Klaim Keppres AG 2018 Dalam Tahap Finalisasi

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahrga (Menpora), Imam Nahrawi mengungkapkan, Keputusan Presiden (Keppres) Asian Games 2018, hanya tinggal finalisasi.

“Tinggal rapat koordinasi terbatas dengan kementerian lembaga lembaga terkait,” ujar Menpora di Jakarta, Senin (26/1).

Dikatakan politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, Keppres yang akan menjadi payung hukum penyelenggaraan olahrga multi even empat tahunan itu, sudah selesai pada tahap pertama.

“Draft Keppres telah selesai di level pejabat Eselon 1 di semua kementerian,” ujarnya.

Oleh sebab itu, Menpora mengaku telah menyampaikan hal itu kepada Menteri Koordinator Pengembangan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Puan Maharani.

Terkait dengan Keppres ini, pemerintah seolah mengulur-ulur waktu dan selalu memberikan janji-janji yang tidak pernah ditepai.

Seperti pada Desember tahun lalu, pihak Kemenpora pernah mengatakan bahwa, Keppres AG 2018, akan keluar sebelum tahun 2014 berganti.

Namun, hingga saat ini, Keppres tersebut belum juga diterbitkan sejak Indonesia ditunjuk sebagai tuan rumah AG pada September 2014 lalu di Korea Selatan.

Padahal, Keppres ini sangat berguna untuk memulai segala persiapan yang dibutuhkan Indonesia untuk menjadi tuan rumah yang sukses menyelenggarakan multi even olahraga tebesar se-Asia itu, dari berbagai aspek.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain