1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39181

Kemenhub Belum Memahami Perhitungan Keuntungan Angkutan Penerbangan

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo mengatakan kementerian perhubungan belum memahami tentang perhitungan keuntungan dari penerbangan. Kemenhub masih menganggap bahwa semakin banyak maskapai penerbangan, semakin banyak keuntungan yang didapat.
Menurutnya, semakin banyaknya maskapai penerbangan di Indonesia sebenarnya sangat merugikan jika dilihat dari aspek keamanan penerbangan.
“Semakin banyak maskapai penerbangan sebetulnya Indonesia banyak dirugikan,” kata dia, pada diskusi Aktual Forum, di Jakarta, Minggu (25/1).
Dia menambahkan, perhitungan keuntungan penerbangan bukan dilihat dari aspek maskapai penerbangan, melainkan dari segi keamanan penerbangan dan aspek lainnya, termasuk jalur penerbangannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Perbaiki Sistem Penerbangan Indonesia

Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono, Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sudaryatmo Mamo, Pemerhati Kebijakan Publik Agus Pambagio, Wakil Ketua DPR Komisi V Yudi Widiana dan Sekretaris Jenderal The Indonesian National Air Carriers Association (INACA) Tengku Burhanudin, saat diskusi Aktual Forum dengan tema, “Bukan Cari Kambing Hitam Selamatkan Penerbangan Nasional” di Jakarta, Minggu (25/1/2015). Indonesia adalah satu dari tiga negara yang dilarang unit penerbangannya dipakai diluar negeri karena buruknya sistem regulasi penerbangan kita. Sistem yang buruk harus segera diperbaiki dan tidak ada urusannya dengan politisasi. AKTUAL/TINO OKTAVIANO

YLKI: Tiga Catatan Terkait Dunia Penerbangan

Jakarta, Aktual.co — Beberapa waktu yg lalu pesawat AirAsia QZ8501 penerbangan Surabaya-Singapura jatuh di perairan Selat Karimata. Menanggapi hal tersebut, Yasasan Lembaga Konsumen Indonesia mengungkapkan bahwa dalam data yang dimilikinya, pengaduan transportasi penerbangan menduduki peringkat keempat, setelah perbankan, perumahan dan telekomunikasi.
 “Dalam catatan kecil Ada beberapa aduan terkait dunia penerbangan. Pertama soal delay, Seperti yang kita lihat, banyak sekali maskapai yang menunda penerbangan secara sepihak. Kedua, refund tiket,” ujar Pengurus Harian YLKI, Sudaryatmo, dalam diskusi Aktual Forum, dengan Tema “Bukan Cari Kambing Hitam, Selamatkan Penerbangan Nasional” di Jakarta, Minggu (25/1).
Lebih lanjut dijelaskan bahwa aduan refound tiket macam-macam. Misalnya, pembatalan tiket dilakukan sepihak dan atau maskapai berhenti operasi. Ketiga, airline pailit. 

“Model ticketing penerbangan saat ini harus diperhatikan dengan jelas. Di Indonesia tiketing masuk ke revenue, sedangkan diluar, itu masih piutang. Sehingga jika terjadi pembatalan, mudah untuk mengembalikan uang konsumen,” tegasnya.
Menurutnya, ada enam maskapai yang sering dikeluhkan konsumen berdasarkan data yang diterima YLKI. Thailand air menduduki posisi tertinggi.
“Yang penting adalah bagaimana menangani korban secara ideal. Banyak kasus yang ada di Indonesia. Kita tidak punya pola ideal tentang perlindungan korban dan tidak mengulang kasus yang sama,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

INACA Soroti Harga Tiket Pesawat

Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Jenderal INACA, Tengku Burhanudin, menyoroti harga tiket pesawat yang selalu menjadi permasalahan ketika beban maskapai penerbangan semakin berat. Menurutnya hal tersebut dapat mengakibatkan pelemahan terhadap kurs rupiah maupun kenaikan harga minyak dunia.

“Tarif penerbangan selalu diributkan. Makanya tarif tidak usah diatur. Biarin saja maskapai yang jual tiket dengan harga murah, bisa rugi atau yang jual kemahalan berdampak ke okupansi penumpang,” kata Teuku dalam diskusi bertajuk ‘Bukan Cari Kambing Hitam Selamatkan Penerbangan Nasional’ yang digelar Aktual Forum dibilangan Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (25/1).

Namun, lanjut dia, akan terjadi benturan dari UU dalam penghapusan tarif penerbangan. Menurutnya, dalam UU tersebut, tarif batas atas harus diatur oleh pemerintah, kecuali ada perubahan dalam UU tersebut.

“Ada kelemahan tarif batas atas kalau diatur pemerintah, di mana setiap ada perubahan biaya asuransi, kurs rupiah dan harga avtur, maka maskapai menuntut tarif itu dinaikkan. Dan biasanya nggak cepat. Sedangkan kalau tarif batas bawah, dipertanyakan keamanannya,” jelasnya.

Tengku menambahkan, penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC) menetapkan tarif 85 persen atau lebih rendah dibanding penerbangan full sevices seperti Garuda Indonesia sebesar 100 persen.

“LCC adalah salah satu model yang ada pada UU. Kalau LCC tetapkan tarif 85 persen dibagi jumlah penumpang 200 orang, maka biayanya jauh lebih murah dibanding full services karena penumpangnya terbatas,” demikian Teuku.

Artikel ini ditulis oleh:

PGN Ajak Pelajar SMA Berinovasi Energi

Jakarta, Aktual.co — Aksi hemat energi yang diselenggarakan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN), bertempat di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (25/1), mengajak para pelajar SMA se-Jakarta, melakukan inovasi aksi hemat energi “enervation.”

Rangkaian aksi hemat energi Enervation dimulai dari kompetisi yang diselenggarakan untuk pelajar SMA se-Jakarta. Para pelajar ditantang untuk mengirimkan proposal yang menjelaskan inovasi-inovasi yang dapat dilakukan di sekolahnya masing-masing untuk dapat menghemat energi.

Dari puluhan proposal yang diterima, terpilihlah lima sekolah yang mewakili dari setiap wilayaj di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Acara ini diawali dengan kegiatan fun walk sejauh 7 kilometer, sebagai salah satu bukti para pelajar yang peduli dan akan berkomitmen untuk melakukan aksi hemat energi untuk lingkungan yang lebih baik.

Selain fun walk, acara puncak Enervation ini juga diisi oleh berbagai kompetisi sekolah, mulai dari kompetisi band, cheerleader, modern dance, hingga freestyle soccer. Para pengunjung juga dapat menikmati energy exhibition, culinary food truck, yang dimeriahkan penampilan band ‘Dekat’ dan ‘Soulvibe’.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Desa di Langkat Masih Terendam Banjir

Jakarta, Aktual.co — Tiga Desa di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 cm.

“Banjir masih merendam tiga desa yang ada di Kecamatan Tanjungpura,” kata Camat Tanjungpura, Surianto di Tanjungpura, Langkat, Minggu (25/1).

Desa yang masih terendam banjir setinggi sekitar 50 cm itu adalah Desa Pekubuan, Desa Lalang dan Desa Pantai Cermin.

“Air belum juga surut di desa tersebut sehingga masih ada warga yang mengungsi karena pemukiman mereka terendam banjir,” katanya.

Warga yang mengungsi memang tidak menetap di lokasi pengungsian, namun mereka selalu ada, karena pada siang harinya mereka membersihkan rumah dan menjaga kediaman mereka dari hal yang tidak diinginkan.

“Masih terdapat 2.298 rumah warga yang terendam, dengan rincian 1.893 rumah di Desa Pekubuan, 205 rumah di Desa Lalang dan 200 rumah di Desa Pantai Cermin,” sambungnya.

Surianto juga menjelaskan bahwa hingga sekarang ini tanggul yang jebol belum juga diperbaiki, dan dikhawatirkan bila hujan turun, banjir akan kembali merendam pemukiman warga di desa lainnya.

Ia berharap tanggul ataupun benteng yang jebol dapat segera diperbaiki, agar warga tidak khawatir lagi bila hujan sewaktu-waktu turun.

Sementara itu Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Irwan Syahri menyebutkan ada beberapa desa yang banjirnya sudah surut, dan saat ini aktivitas warga sudah normal kembali.

Sementara itu di Kecamatan Batang Serangan, Kecamatan Wampu, Kecamatan Sawit Seberang dan Kecamatan Hinai, banjir sudah surut dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Ia mengatakan aktivitas warga sudah kembali normal dan mereka sudah membersihkan rumah, perabotan karena terendam banjir.

“Hanya tingal di Kecamatan Tanjungpura saja ada desa yang masih terendam banjir, karena air belum juga surut,” sambungnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain