1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39180

KNKT: Penyebab Kecelakaan Pesawat Bukan Karena LCC

Jakarta, Aktual.co — Low Cost Carrier (LCC) atau tiket murah pesawat menjadi polemik pasca jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 pada (28/12/2014).
Investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Soerjanto Tjahjono mengatakan bahwa keselamatan penerbangan tak ada hubungan sama sekali dengan LCC. Dirinya menyayangkan keputusan yang diambil Menhub Ignasius Jonan terkait LCC.
“Belum pernah ada Kecelakaan pesawat karena LCC. Kami tidak menemukan LCC menyebabkan kecelakaan,” kata Soerjanto dalam diskusi Aktual Forum ‘Bukan Cari Kambing Hitam, Selamatkan Penerbangan Nasional’ di Tebet, Jakarta, Minggu (25/1).
Dia mencontohkan, LCC seperti mobil Avanza, sedangakan Mercedez itu seperti Garuda, dan tak ada yang dengan itu.
Soerjanto menyinggung soal pesawat tua yang masih digunakan beberapa maskapai penerbangan komersial nasional. Menurutnya, pesawat tua sebenarnya tak selalu berhubungan dengan keselamatan penerbangan.
“Sepanjang dirawat sesuai regulasi yang berlaku nggak ada masalah. Artinya tidak ada satu pun kecelakaan di Indonesia karena pesawat tua.”
Seperti diketahui, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, penjualan tiket murah maskapai penerbangan menjadi masalah yang berbuntut pada kecelakaan pesawat.
Atas hal tersebut, Jonan membuat keputusan untuk membekukan penerbangan dengan biaya murah (LCC).

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Harus Tegas Soal Tarif Penerbangan

Jakarta, Aktual.co — Pegiat dari  Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Sudaryatmo Mamo meminta pemerintah tegas dalam kebijakan tarif di Indonesia.
Menurut dia, penentuan tarif oleh industri penerbangan ada dua motif yakni dengan pertimbangan efisiensi dan predatory pricing, kebijakan yang tujuannya untuk mematikan pesaing.
“Ini yang seharusnya regulator tegas,” katanya, pada diskusi Forum Aktual, di Jakarta, Minggu (25/1).
Kalau memang itu soal efisiensi, kami (YLKI) meminta regulator jangan ikut campur. “Bebaskan saja,” tegasnya.
Kalau masalah predatory pricing, ini yang seharusnya pemerintah atau regulator buat pagarnya. Buat undang-undangnya.
“Predatory pricing inilah yang seharusnya jadi concern pemerintah agar industri penerbangan kita akan bagus jalannya di masa depan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Keluarga Terpidana Mati Kunjungi LP Kerobokan

Jakarta, Aktual.co — Keluarga terpidana mati berkewarganegaraan Australia, Andrew Chan mengunjungi Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, Minggu (25/1).

Kakak Andrew Chan, Michael Chan datang didampingi beberapa orang kerabatnya sekitar pukul 09.00 Wita di lapas terbesar di Pulau Dewata itu, untuk menjenguk sang adik yang kini menunggu eksekusi mati.

Michael memasuki pintu gerbang lapas yang langsung menarik perhatian beberapa pengunjung lain, termasuk awak media baik nasional maupun internasional yang sejak beberapa hari terakhir melakukan peliputan di lapas setempat.

Selama sekitar tiga jam berada di dalam lapas, Michael kemudian keluar lapas tanpa memberikan keterangan sedikitpun kepada awak media.

Sejak pengajuan grasi ditolak Presiden Joko Widodo, baik keluarga dan kerabat Andrew Chan dan Myuran Sukumaran mulai berdatangan menjenguk keduanya.

Kekasih Andrew Chan yang diketahui berkewarganegaraan Indonesia juga tak ketinggalan mengunjungi belahan hatinya yang kini menunggu eksekusi.

Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Denpasar Sudjonggo mengatakan bahwa, pihaknya tidak mengetahui waktu dan tempat pelaksanaan eksekusi, karena hal tersebut merupakan kewenangan pihak eksekutor.

Sedangkan menjelang eksekusi, kedua anggota “Bali Nine”, sebutan media internasional kepada sembilan orang kelompok penyelundup narkoba jenis heroin itu tidak ditempatkan di sel isolasi.

Sementara itu setelah ditolak pengajuan grasinya, penasehat hukum keduanya yakni Todung Mulya Lubis yang beberapa waktu lalu sempat mengunjungi Andrew dan Myuran mengatakan bahwa pihaknya berencana mengajukan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung untuk yang kedua kalinya.

Pengajuan PK tersebut, ditampik Todung sebagai langkah untuk mengulur-ulur pelaksanaan eksekusi mati sebagai upaya luar biasa mencari keadilan bagi keduanya.

“Saya tidak bicara eksekusi. Saya berusaha semaksimal mungkin mencari keadilan,” kata Todung ketika ditemui di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-A Denpasar di Kerobokan, Kabupaten Badung, Kamis (22/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Longsor di Wonosobo Akibatkan Ratusan Warga Mengungsi

Jakarta, Aktual.co — Tebing longsor di Desa Garung Lor, Kabupaten Wonosobo, mengakibatkan jalan desa tertutup dan ratusan warga mengungsi ke Balai Dusun Garung Cangak.

Koordinator Tim SAR Kabupaten Wonosobo Muhail mengatakan, tebing longsor setinggi 20 meter dengan lebar 20 meter tersebut merupakan tanah milik Perum Perhutani.

“Tidak ada korban jiwa maupun harta pada musibah yang terjadi pada Sabtu (24/1) petang sekitar pukul 18.30 WIB setelah sejak siang hari turun hujan,” katanya di Wonosobo, Jawa Tengah, Minggu (25/1).

Ia menuturkan longsor tersebut menutup jalan Desa Garung Lor, Kecamatan Sukoharjo, dan di bawah jalan tersebut merupakan permukiman warga.

“Karena warga khawatir terjadi longsor susulan, maka sebanyak 298 jiwa dari 82 keluarga mengungsi ke daerah yang aman, yakni di Balai Dusun garung Canguk,” katanya.

Ia mengatakan untuk memenuhi kebutuhan makan para pengungsi, saat ini sudah ada bantuan logistik dari BPBD Provinsi Jateng dan Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo.

Kades Garung Lor Parmin Fahmi Sahab mengatakan, hingga Minggu siang warga masih mengungsi, apalagi saat ini terjadi hujan deras, dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Ia mengatakan, di kawasan tersebut merupakan daerah rawan longsor, pada akhir tahun 2012 di daerah tersebut juga terjadi tanah bergerak.

Ia menuturkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan kalau siang hari cuaca cerah warga bisa pulang ke rumah, namun kalau malam hari harus ke tempat pengungsian guna mengantisipasi terjadi longsor susulan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo, Agus Purnomo mengatakan Dinas Sosial Kabupaten Wonosobo sudah menyalurkan logistik agar para pengungsi tidak kelaparan.

Artikel ini ditulis oleh:

Pertikaian Antar Warga di Timikia, Satu Orang tewas

Jakarta, Aktual.co — Seorang warga tewas akibat pertikaian antarwarga di Timika, Kabupaten Mimika, Povinsi Papua, yang mencuat Sabtu (24/1) malam.
“Satu orang dikabarkan tewas setelah dianiaya sekelompok orang di Jalan Hasanudin, samping Supermarket Diana 2,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Patrige Renwarin, di Kota Jayapura, Minggu (25/1).
Korban tewas teridentifikasi bernama Korinus Karet (42), dengan luka robek di tubuhnya akibat senjata.
Patrige mengatakan, pertikaian antarwarga itu terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.40 WIT.
“Korban diduga tewas setelah dianiaya dan tidak tertolong,” katanya.
Kronologi peristiwa itu, berawal dari perselisihan yang terjadi sekitar satu minggu yang lalu, dimana terjadi keributan di Jalan Samratulangi dan terdapat korban luka ringan dari sekelompok warga.
Pada Sabtu pukul 23.40 WIT, sekelompok warga yang berjumlah sekitar 20 orang dengan membawa senjata tajam jenis parang dan panah wayer, mendatangi Jalan Hasanudin samping Supermarket Diana 2 dengan tujuan mencari kelompok warga yang sering melakukan pemalakan di sekitar Jalan Hasanudin.
“Setiba di samping Supermarke Diana 2, KK (korban) melihat sekelompok masa tersebut, sehingga Ia melarikan diri ke belakang bagian belakang. Massa itu melihat korban lari, dan langsung mengejar sampai depan rumah saudara Andarias Nauw. Disitulah terjadi penganiayaan kepada korban yang mengakibatkan korban meninggal dunia di TKP dengan luka sayatan,” katanya.
Patroli dari Polsek Mimika Baru yang dipimpin langsung oleh kapolsek bersama satu regu anggota Dalmas tiba di TKP dan berhasil mengamankan salah satu dari kelompok pelaku.
“Polisi tiba di TKP sekitar pukul 24.00 WIT dan berhasil menangkap seorang terduga pekaku berininisal AM, sedangkan massa yang lain melarikan diri,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemuda Muhammadiyah Minta KPK-Polri Tak Ada Gesekan

Jakarta, Aktual.co — Pemuda Muhammadiyah Daerah Istimewa Yogyakarta, berharap gesekan antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri tidak terjadi, menyusul penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh penyidik Bareskrim Polri pada Jumat (23/1).

Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) DIY, menyebutkan penangkapan Bambang Widjojanto oleh Polri mendapatkan respons yang cukup keras dari masyarakat.

Hal itu seolah menyuarakan kembali perseteruan lembaga penegak hukum antara Polri dengan KPK, seperti Cicak VS Buaya pada 2009 silam.

Banyak kalangan menilai ada nuansa balas dendam atas keputusan KPK dalam perkara dugaan rekening gendut yang menyeret calon tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan.

Perseteruan lembaga penegak hukum itu pun justru akan menimbulkan kerugian internal bangsa Indonesia dalam pemberantasan korupsi.

Untuk itu Pemuda Muhammadiyah (PM) DIY berharap agar ‘Cicak vs Buaya’ tidak terulang kembali.

PWPM DIY mengharapkan pemberantasan korupsi tetap menjadi fokus pemerintah serta aparat penegak hukum dalam mewujudkan bangsa yang adil dan sejahtera.

Selain itu seluruh lembaga penegak hukum yang menangani korupsi baik itu kepolisian, KPK, kejaksaan, maupun pengadilan agar bersikap independen dan tidak terlibat politik dalam penuntasan kasus korupsi.

“Presiden dan Wakil Presiden harus menunjukkan sikap negarawan untuk mencegah perseteruan antarlembaga penegak hukum,” kata Ketua PWPM DIY Iwan Setiawan, dalam siaran persnya, Minggu (25/1).

Ia meminta seluruh proses penegakan hukum harus dilakukan secara transparan agar tidak menimbulkan friksi di tengah masyarakat. Di sisi lain, masyarakat agar menahan diri serta mengedepankan nalar kritis agar tidak mudah terbawa arus atas setiap peristiwa yang terjadi.

“PWPM DIY akan senantiasa di garda terdepan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan tindakan dan perbuatan korupsi,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain