1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39183

Mahasiswa dan Aktivis Gelar Aksi Simpatik Perseteruan KPK Vs Polri

Semarang, Aktual.co — Puluhan aktivis anti korupsi dan tokoh Semarang menggelar aksi simpatik perseteruan konflik Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri. 
Aksi jalan kaki mengelilingi acara car free day (CFD) di jalan Pahlawan Semarang itu dilakukan sebagai bentuk keprihatinan atas konflik kedua institusi yang semakin meruncing.
Tak hanya itu, aksi keprihatinan itu mengundang mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Negeri Semarang. Tampak ratusan warga ikut meramaikan aksi yang digelar aktivis, mahasiswa, dan tokoh. Aksi long march dimulai sejak pukul 06.00 wib di depan kantor Gubernur Jawa Tengah. Mereka berjalan menuju lapangan Pancasila dan mengitari. Aksi itu mendapat simpatik di acara CFD. Mereka menggelar kain putih sepanjang 10 meter di depan kantor Gubernur Jateng. Mereka menggalang tanda tangan masyarakat dengan membubuhkan tanda tangan ke kain tersebut.
Aktivis anti korupsi, Yunantio Adi mengatakan aksi penandatanganan itu bukan berarti membela KPK atau Polri. Akan tetapi, sebagai bentuk keprihatinan agar konflik segera berakhir.
“Kami tidak membela KPK dan Polri, tapi jangan jadikan ini media politik kekacauan negara. Musuh sebenarnya bukan KPK atau Polri, tapi koruptor,” ujar warga Semarang itu, Minggu (25/1).
Aksi dilanjutkan dengan teatrikal yang diperankan empat orang. Dua orang bertindak sebagai KPK dan Polri yang berseteru, satu orang sebagai bayangan hitam yang menari dan satu lainnya berada di tengah untuk mendamaikan dua institusi tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

Bela “Charlie Hebdo”, Wanita Tunisia Ini Buka Baju

Tunis, Aktual.co -Kontroversi sekitar insiden “Charlie Hebdo” masih terus berlangsung. Kali ini, beribu kilometer jauhnya dari Perancis, seorang wanita yang juga pimpinan feminis Tunisia, Khodijah binti Ayad melakukan aksi gila demi membela Majalah “Charlie Hebdo”. Aksi itu dilakukan di depan kamera video yang merekamnya.

Setelah memberikan sedikit orasi, Khadijah binti Ayad mulai melepaskan baju dan memperlihatkan payudaranya. Setelah itu, Khadijah mulai merobek-robek Al-Quran. Ia juga mengambil minyak serta menyiramkannya kepada Al-Quran. Tak lama berikutnya korek api ia nyalakan dan sedikit demi sedikit Al-Quran mulai terbakar.

Menurut Khadijah, aksi tersebut ia lakukan lantaran membela kebebasan berpendapat seperti yang telah majalah Charlie Hebdo lakukan. Ia juga menyebut bahwa aksinya merupakan balasan bagi para ekstrimis yang melakukan kejahatan terhadap para awak majalah Charlie Hebdo. Video feminis telanjang dada dan membakar Al-Quran ini kemudian diposting Journal Misr di situs berbagi video youtube pada Sabtu (10/1/2015). Video itu juga tersebar luas di jejaring sosial facebook dan twitter.

Terbongkar, Video Rekayasa Penyanderaan ISIS

Jakarta, Aktual.co —Para ahli yang mempelajari video penyanderaan dua warga Jepang oleh ISIS yakin kalau video tersebut merupakan rekayasa belaka. Seperti dilansir I24news.tv, para ahli mengatakan, banyak inkonsistensi dalam video tersebut. Gambar kedua sandera dalam video kemungkinan besar diambil secara terpisah dan di tempat yang berbeda, kemudian digabungkan ke dalam satu video.

Hal ini membuat banyak orang bertanya-tanya, mungkinkah ISIS yang berada di Timur Tengah yang dikelilingi padang pasir dalam kondisi berperang mempunyai fasilitas dan waktu yang memadai untuk melakukan  itu  semua. Atau, ada pihak ketiga yang melakukannya.

Profesor Shigeo Mori-shima dari Waseda University, ahli teknik informasi dan komunikasi, mengatakan cahaya dalam video bukan berasal dari matahari, melainkan dua lampu dari arah berbeda. Hal itu dapat terlihat dengan jelas karena bayangan para “pemeran” dalam video itu jatuh ke arah yang berbeda. “Ada kemungkinan bahwa gambar (para pemeran) direkam di tempat yang berbeda,” katanya.

Tiupan angin pada pakaian mereka dalam video juga tampak tidak konsisten. Hanya Haruna Yukawa, sebelah kanan, yang terkena hembusan angin, sementara Kenji Goto sama sekali tidak terkena hembusan angin.

“Ada kemungkinan bahwa gambar video diambil pada waktu yang berbeda, kemudian digabungkan,” kata Tsuyoshi Moriyama, profesor di Tokyo Polytechnic University dan ahli teknologi gambar. “Butuh tingkat pengetahuan dan keterampilan yang sangat tinggi untuk membuat suatu video komposit.”

Butuh Dua Tahun Untuk Usir ISIS

Jakarta, Aktual.co —Koalisi internasional yang dipimpin AS akan membutuhkan waktu dua tahun untuk mengusir ISIS dari Irak. Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Inggris Phillip Hammond. “Apa yang dilakukan sekarang tak akan terjadi dalam tiga bulan atau enam bulan. Ini akan memakan waktu satu tahun, atau dua tahun untuk membuat ISIS keluar dari Irak.

Namun kita harus melakukan sesuatu untuk mengusir serangan,” katanya kepada Sky News, saat membuka pertemuan dengan 21 anggota koalisi di London, Kamis (22/1). Pertemuan yang juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi, memutuskan membendung ISIS dengan berbagai cara.

Selain militer, koalisi berencana memotong sumber keuangan dengan membendung aliran dana yang mengalir untuk ISIS. “Kami berkumpul disini untuk bertukar pikiran untuk menemukan strategi terbaik yang bisa dilakukan,” kata Hammond.

Aktivis Inggris: Penghormatan tidak Pantas Diberikan Kepada Raja Abdullah

London, Aktual.co —Kantor Perdana Menteri dan Istana Kerajaan Inggris mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati Raja Abdullah. Namun hal itu dikritik oleh aktivis. Inggris merupakan salah satu dari negara Barat yang memiliki hubungan dekat dengan Kerajaan Arab Saudi.

Kantor Perdana Menteri Inggris, Istana Buckingham dan Gereja Westminster Abbey serta beberapa gedung pemerintahan lainnya, mengibarkan bendera setengah tiang untuk menghormati mendiang Raja Abdullah. Namun langkah itu dikecam oleh para aktivis HAM. Menurut mereka penghormatan semacam ini tidak pantas diberikan kepada Raja Abdullah. Demikian diberitakan ITV, Sabtu (24/1/2015).

Aktivis HAM ini mengutarakan beberapa kasus seperti hukuman cambuk 1.000 kali yang dijatuhkan oleh seorang bloger Arab Saudi. Bloger itu dianggap sebagai pahlawan kebebasan berpendapat di Negeri Kaya Minyak tersebut. Terlepas dari kecaman ini, penghormatan tetap diberikan oleh Inggris kepada Raja yang wafat di usia 90 tahun tersebut.  Perdana Menteri Inggris David Cameron dan Pangeran Charles diperkirakan akan tiba di Riyadh, Sabtu (24/1) waktu setempat. Mereka akan bertemu dengan raja baru Arab Saudi, Raja Salman bin Abdul Aziz al-Saud.

Selain PM Inggris dan Pangeran Charles, pemimpin dunia lain yang akan hadir adalah Presiden Prancis Francois Hollande dan Presiden Amerika Serikat (AS) Barack Obama. Obama bahkan harus mempercepat rencana kunjungan kenegaraannya di India, untuk menemui Raja Salman demi mengucapkan bela sungkawanya secara langsung. Kepastian kedatangan Obama ini diutarakan oleh pihak Gedung Putih.

Yinluck Shinawatra Diancam Hukuman 10 Tahun Penjara

Bangkok, Aktual.co —Rencananya, Kejaksaan Agung Thailand akan mendakwa mantan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra dengan dakwaan kelalaian dalam skema subsidi beras. Akibat kelalaian itu,  negara merugi hingga miliaran dolar AS.

Mantan Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra akan dihukum 10 tahun penjara jika terbukti bersalah

Surasak Threerattrakul, Direktur Jenderal Departemen Pertahanan, pada hari Jumat (23/1) menyampaikan Perdana Menteri Yingluck Shinawatra memiliki peran utama dalam mengawasi program subsidi beras untuk warganya.

Belum ada tanggal pasti untuk menetapkan dakwaan formal. Jika diberhentikan, Yingluck akan dilarang berpolitik selama lima tahun.

Berita Lain