1 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39186

Arab Saudi Tangguhkan Hukuman Cambuk Seorang Blogger Ateis

Riyadh, Aktual.co —Setelah menerima hukuman cambuk sebanyak 50 kali, Raif Badawi, blogger ateis dan pemerhati hak sipil asal Arab Saudi diberikan penangguhan hukum cambuk pada Jumat (23/1). Raif Badawi, adalah aktivis yang dinilai menghina Islam melalui sejumlah tulisannya di website “Free Saudi Liberal” pada 2008. 
Tulisan Badawi yang bertujuan untuk mendorong diskusi tentang Islam, khususnya tindakan polisi syariah dalam kehidupan pribadi warga Saudi dinilai sebagai buah pemikiran liberal. Karena tulisannya, Badawi ditahan atas tuntutan mengadopsi pemikiran liberal, pendiri situs liberal dan penghina Islam. Pengadilan Jeddah, Arab Saudi menetapkan Badawi harus menerima hukuman 1.000 kali cambukan, yang akan dilakukan secara berkala, yaitu 50 kali cambukan setiap selesai shalat Jumat. 
Badawi menerima 50 cambukan pertama pada hari Jumat pekan kedua bulan Januari tepatnya pada 16 Januari. Setelah itu, Badawi dibawa kembali ke dalam tahanan.  Badawi seharusnya menerima 50 cambukan lagi pada Jumat pekan ketiga Januari, namun hukumannya ditunda terkait kondisi kesehatan Badawi yang memburuk. 
Amnesty International menyatakan komite medis yang terdiri atas delapan dokter telah memeriksa kondisi kesehatan Badawi di Rumah Sakit King Fahd di Jeddah dan menyatakan dia terlalu terluka untuk menjalani hukuman cambuk pada hari Jumat pekan ini. 
“Daripada terus menyiksa Raif Badawi, pemerintah seharusnya dapat dengan terbuka mengakhiri hukuman cambuk kepadanya dan membebaskannya dengan segera dan tanpa syarat,” kata Said Boumedouha, wakil direktur program Timur Tengah dan Afrika Utara dari Amnesty International, seperti dikutip CNN. 
“Kondisi Badawi saat ini masih sangat beresiko. Tidak ada cara untuk mengetahui apakah pemerintah Arab Saudi akan mengabaikan saran medis dan melanjutkan hukuman cambuk,” kata Boumedouha. Hukuman cambuk kepada Badawi, yang kerap dilakukan di ruang publik, memicu kecaman dari masyarakat internasional. Komisi HAM PBB meminta Arab Saudi pada Kamis (15/1) untuk berhenti menghukum Badawi dalam jangka waktu panjang.

Koalisi LSM di Sumatera Minta KPK Jangan DIlemahkan

Jakarta, Aktual.co — Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Selatan di Palembang, Sabtu (24/1), menyatakan dukungannya terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi dan meminta kepada sejumlah pihak serta elit kekuasaan untuk tidak melemahkan lembaga itu.

Koalisi Masyarakat Sipil Sumatera Selatan yang menyatakan dukungan tersebut yakni Yayasan Puspa Indonesia (Rina Bakrie), Walhi Sumsel (Hadi Jatmiko), KMPD (M.Syarifuddin), Yayasan Kuala Merdeka (Tarech Rasyid), Lingkar Hijau (Anwar Sadat), Sumsel Watch (Ruspanda Karibullah), LP3HAM (Johannes Simanjuntak), Wahana Bumi Hijau (Dedi Permana).

Kemudian Aman Sumsel (R.Rustandi Ardiyansah), Women’s Crisis Centre Palembang (Yeni Roslaini Izi), LBH Palembang (Aprili Firdaus), Mahasiswa Hijau Indonesia Sumsel (Dedek Chaniago), Sarekat Hijau Indonesia (Sudarto Marelo), Lembaga Advokasi Rakyat (Lembar), Persyarekatan OWA Indonesia, Solidaritas Perempuan Palembang (Ida Sukmawati).

Salah satu anggota koalisi Mahasiswa Hijau Indonesia (MHI) Sumsel, Dedek Chaniago mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhir-akhir ini mendapat serangan dari elit kekuasaan, DPR, Polri dan sejumlah partai politik yang diduga untuk melemahkan lembaga itu.

Hal ini tercermin dari langkah Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto yang membuka dugaan keterlibatan politik Ketua KPK Abraham Samad dalam proses penentuan calon wakil presiden partainya pada masa lalu.

Langkah Hasto tersebut mencerminkan seputar pencalonan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kapolri memasuki arena politik yang lebih sensitif dan gaduh, katanya.

Melihat kondisi tersebut, Koalisi Masyarakat Sipil Sumsel memandang KPK yang telah terbukti melakukan pemberantasan korupsi di Tanah Air ini harus dibela dan diselamatkan dari serangan berbagai pihak dan elit kekuasaan itu.

Untuk menyelamatkan KPK, ditetapkan empat pernyataan sikap koalisi yakni pertama mendesak agar elit kekuasaan dan pihak-pihak tertentu untuk tidak menggunakan institusi kepolisian guna melakukan kriminalisasi terhadap pejuang antikorupsi yang bekerja di lembaga antirasuah, atau bermaksud melemahkannya.

Kedua mendesak elit politik baik di Gedung DPR Senayan Jakarta maupun di partai politik untuk tidak melakukan upaya-upaya pelemahan terhadap KPK.

Ketiga meminta KPK untuk tetap fokus dan tegas memberantas korupsi di sektor sumber daya alam dan lingkungan hidup di Indonesia khususnya di Provinsi Sumatera Selatan.

Keempat menuntut Presiden Jakowi dan Wapres Jusuf Kalla untuk bersikap tegas dalam upaya melakukan pemberantasan korupsi di Indonesia sebagaimana dijanjikan dalam kampanye Pilpres, ujar Dedek.

Artikel ini ditulis oleh:

Staf Diplomatik AS Ditarik dari Yaman

Jakarta, Aktual.co —Amerika Serikat telah menarik lebih banyak lagi staf dari kedutaannya di Yaman. Penarikan ini merupakan pertanda awal bahwa pergolakan terbaru akan mempengaruhi operasi negara itu di Yaman. Empat bulan lalu, Presiden Barack Obama memberikan pujian tentang kemitraan AS dan Yaman pada bidang kontra-terorisme. Obama menyebut kemitraan ini sebagai contoh sukses.
Kontingen diplomatik AS di Sanaa telah ditarik karena situasi keamanan yang memburuk di ibu kota Yaman itu. Penarikan para staf, menurut pejabat AS, tanpa berencana menutup kantor kedutaan. Namun mereka mengatakan bahwa kekacauan yang melanda Yaman telah mengancam strategi pemerintah menghadang jaringan Al-Qaeda. 
Penarikan ini dinyatakan saat Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi mengundurkan diri. Hal ini membuat Yaman semakin kacau setelah pemberontak Syiah Houthi, yang didukung Iran, menyerang istana kepresidenan. 
Krisis tersebut menandai kemunduran bagi kebijakan AS di Timur Tengah ketika Obama berjuang melawan kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang telah merebut sejumlah wilayah Irak dan Suriah. Pada saat yang sama, Washington berusaha membatasi pengaruh Iran di wilayah itu. 
Departemen Luar Negeri AS telah mengurangi staf di kedutaan dalam beberapa bulan terakhir dan hanya menugaskan personel penting, terutama yang berkaitan dengan masalah keamanan. Sebab, pejuang dari minoritas Syiah Houthi sedang menguasai ibu kota.
“Sementara kedutaan tetap terbuka dan terus beroperasi, kami dapat terus menyelaraskan kembali sumber daya berdasarkan situasi di lapangan,” kata seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS kepada Reuters. “Kami akan terus beroperasi seperti biasa, meskipun dengan mengurangi staf.”

Margarito : Dua Lembaga Negara Terganggu



Jakarta, Aktual.co —Pakar  Hukum Tata Negara, Margarito Kamis, Mengatakan, bahwa kondisi saat ini dua lembaga negara terganggu, pasca penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka oleh  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Namun, dia juga enggan menafsirkan lebih jauh, apakah hal ini, adanya unsur kesengajaan dari KPK.  Hal itu dia katakan dalam agenda Aktual Forum yang digelar di restoran Komando, jalan Soepomo, Jakarta Selatan, Minggu, 18, Januari, 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Warnoto

Setelah Dipenjara 37 Tahun, Terbukti Tidak Bersalah

Carolina, Aktual.co —Seorang pria yang telah dipenjara hampir separuh usianya di Amerika Serikat ternyata tidak bersalah. Sebelumnya, dia divonis seumur hidup karena membunuh dua orang dengan cara sadis pada tahun 1970an. Joseph Sledge menjadi pria bebas pada Jumat (23/1) setelah pengadilan North Carolina menyatakan dia bersalah pada tahun 1978.

Dia telah dipenjara selama 37 dan usianya sekarang sudah 70 tahun. Sledge yang keluar penjara dengan hanya membawa dua kantung plastik berisikan barang-barang dibebaskan panel tiga hakim yang meninjau ulang bukti-bukti DNA dari korban.

Menurut hakim berdasarkan peninjauan tersebut, Sledge tidak terlibat dalam pembunuhan. Seorang saksi yang memberatkan Sledge dalam kasus itu juga menarik kembali kesaksiannya pada 2013 lalu. Dia dituduh telah membunuh Josephine Davis dan putrinya Aileen Davis pada September 1976 di kota Elizabethtown, North Carolina. Kedua wanita itu ditemukan dengan banyak luka memar dan tikam. Aileen Davis juga mengalami kekerasan seksual.

Sehari sebelum dua korban ditemukan, Sledge baru kabur dari penjara White Lake, sekitar 4 kilometer dari rumah korban. Saat itu, dia sedang menjalani empat tahun penjara karena pencurian. Sledge ditangkap di Dillon, South Carolina, saat mengendarai mobil curian. Dia lalu dituduh telah melakukan dua pembunuhan kelas satu.

Pengadilan kala itu menghadirkan bukti berupa DNA. Dua narapidana bersaksi mendengar Sledge yang mengakui pembunuhan itu di penjara. Dia lantas divonis seumur hidup. Selama lebih dari tiga dekade dipenjara, Sledge tetap mempertahankan bahwa dia tidak bersalah. Dia juga berkali-kali meminta penyelidikan ulang, namun selalu ditolak pengadilan. Barulah 2003, permintaannya untuk pengujian DNA ulang disetujui dan dimulai lima tahun kemudian.

Desember 2014, pengadilan menyatakan tidak ada bukti yang cukup yang menunjukkan bahwa Sledge telah melakukan pembunuhan tersebut. Berbicara pada wartawan di depan Penjara Columbus County, Sledge mengatakan “Ketika kau menyadari kau tidak melakukan hal itu, maka tinggal ada kau dan penciptamu.”

Polres Madina Tahan Delapan Tersangka Pengeroyokan

Jakarta, Aktual.co — Polres Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, menahan delapan warga Kelurahan Dolok Kecamatan Lembah Sorik Marapi, tersangka pelaku pengeroyokan terhadap Ade (40) yang akhirnya tewas.

Kapolres Madina AKBP Bony Johanes Sanganadi Sirat di Panyabungan, Sabtu (24/1), mengatakan pihaknya telah menahan delapan orang yang diduga terlibat pengeroyokan yang menewaskan Ade (40), warga Desa Maga Lombang, Kecamatan Lembah Sorik Marapi.

Dua di antara yang ditangkap telah ditetapkan sebagai tersangka, dan sampai saat ini kasusnya masih dalam proses pengembangan, katanya.

Menurut dia, masih ada tersangka lain dan kepolisian akan tetap melakukan penangkapan, katanya.

Ia juga telah mengimbau tokoh ulama dan masyarakat agar tidak lagi memperpanjang kejadian ini.

“Tindakan kepolisian dan hukum tetap dikedepankan. Terkait permasalahan yang telah terjadi hanya motivasi pribadi saja,” katanya.

Dalam penangkapan itu sempat terjadi pemblokiran jalan lintas Medan – Padang yang dilakukan warga sejak Jumat sore hingga Sabtu pukul 04.00 WIB. Warga menuntut delapan rekannya yang telah ditangkap dapat dilepaskan kembali.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain