2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39197

Peneliti Berniat Produksi Jagung Popcorn di Pegunungan Papua

Jakarta, Aktual.co — Peneliti Universitas Cenderawasih Jayapura, I Made Budi berniat memproduksi jagung berbiji kecil menjadi jagung popcorn karena sampai saat ini Indonesia masih mengimpor jagung dari luar negeri .

“Saya mendapat informasi kalau jagung itu ada di wilayah pegunungan Papua, tongkolnya pendek, bijinya kecil seperti jagung manis,” kata I Made di Jayapura, Sabtu (24/1).

I Made mengaku, sudah ada warga pegunungan Papua yang menjanjikan bahwa akan membawakan jagung tersebut untuk diteliti.

“Kalau memang sampai jagung itu ada, Indonesia sudah tidak lagi mengimpor jagung popcorn,” ujarnya.

Sebenarnya, lanjut dia, pemerintah harus cerdas dalam mengelola kekayaan sumber daya alam yang ada.

Dosen Fakultas Matematikan dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) itu menuturkan, mesin pengelolaan jagung tersebut sementara dalam perjalanan dari Pulau Jawa menuju Jayapura.

Made menjelaskan, pengelolaan jagug popcorn tersebut akan dicampur dengan cokelat.

“Untuk konsentrasi tahun ini, kita rencana untuk bikin kripik jagung, dan jagung popcorn,” katanya.

Dia menambahkan, hingga kini pemerintah masih mendatangkan jagung itu dari Negara Argentina.

Artikel ini ditulis oleh:

Chevron Lepas Proyek Geotermal Ciremai Senilai Rp60 Miliar

Jakarta, Aktual.co — PT Chevron Geothermal Indonesia yang sebelumnya ditunjuk sebagai pemenang atas lelang proyek geotermal di kawasan Ciremai, Jawa Barat, menyatakan mengundurkan diri dari proyek bernilai Rp60 miliar tersebut.

“Berdasarkan surat yang kami terima, Chevron telah mengembalikan penunjukannya sebagai pemenang, sehingga nanti akan dilakukan lelang ulang atas proyek tersebut,” kata Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Rida Mulyana di Jakarta.

Alasan pengunduran diri tersebut, menurut keterangan yang diperoleh Rida dari pihak Chevron adalah karena potensi panas bumi di daerah tersebut dinilai kecil untuk industri migas yang dijalankan oleh perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat itu.

“Kalau dipaksakan beroperasi di sana (Ciremai), nanti teknologi yang mereka gunakan akan lebih mahal. Secara nilai keekonomian pasti tidak menguntungkan untuk mereka,” tuturnya.

Selain itu, dari sisi masyarakat setempat juga tidak sepenuhnya mendukung proyek pengembangan energi panas bumi yang diduga bisa menghasilkan listrik berkapasitas 150 MW tersebut.

Hingga saat ini, kata Rida, PT Chevron belum mendapat IUP dari Kementerian ESDM sehingga proyek geothermal Ciremai ini akan dilelang ulang bersamaan dengan 25 Wilayah Kuasa Pertambangan (WKP) yang lain.

“Sesuai dengan UU No.21/2014 tentang Panas Bumi, seluruh proses pelelangannya akan diserahkan ke pemerintah pusat,” ujarnya.

Ditjen EBTKE akan melelangkan 25 WKP PLTP yang tersebar di beberapa wilayah seperti Gunung Lawu (kapasitas 165 MW), Gunung Arjuno Welirang (110 MW), Simbolon Samosir (110 MW), Danau Ranau (110 MW), dan Gunung Gede Pangrango (55 MW).

“Total kapasitas cadangan listrik dari semua WKP itu sekitar 1.225 MW,” katanya.

Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE Tisnaldi mengatakan minat para investor cukup besar terhadap rencana pelelangan 25 WKP tersebut.

“Animo dari investor cukup besar, tapi seleranya berbeda-beda, ada yang memilih di Indonesia bagian timur, ada yang memilih Sumatera, ada pula Jawa Barat,” tuturnya.

Pada semester pertama tahun 2015 ini Ditjen EBTKE menargetkan tiga WKP yang akan berhasil dilelang, sedangkan semester selanjutnya diprediksi akan lebih banyak lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

WALHI Minta PT Sido Muncul Lakukan Audit Lingkungan

Semarang, Aktual.co — Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) meminta pemerintah daerah (Pemda) serius melakukan audit lingkungan limbah industri pabrik jamu yang dihasilkan PT Sido Muncul. Pasalnya, permasalahan limbah oleh perusahaan besar pengolaan pabrik jamu itu menjadi agenda rutin setiap tahun.

Direktur WALHI Jawa Tengah, Ning Fitri mengatakan, bahwa tujuan audit lingkungan dilakukan supaya tidak ada pencemaran lingkungan di sekitar area. Artinya tidak hanya sekedar berdasarkan standar sertifikasi pengelolaan limbah, akan tetapi pengelolaan limbah yang baik.

“Apakah ada pengelolaan saluran instalasi pembuangan limbah (Ipal) yang buruk, atau kah pengelolaahnnya memang sudah baik. Bukan hasil sample baku mutu air saja, tapi betul-betul baik dalam pengelolaannya,” terang Fitri, di Semarang, Sabtu (24/1).

Dengan audit lingkungan, kata dia, proses pengelolaan limbah yang diizinkan akan diketehui secara pasti, tidak sekedar dalam bentuk laporan berkala kepada pemerintah saja.

Diberitakan sebelumnya, Komisi C DPRD Kabupaten Semarang menemukan ada indikasi penceraman limbah ke sungai Klampok oleh dua perusahaan tersebut. Namun sayangnya, hasil sidak sejauh ini belum ada pemanggilan kepada perusahaan terkait guna dimintai klarifikasi.

Ia mengharapkan pula peran serta masyarakat terhadap permasalahan limbah harus responsif. Masyarakat diminta tidak tergiur dana coorporation social responbilty (CSR) perusahaan. Nilai CSR yan diberikan tidak sebanding dengan dampak kerusakan lingkungan.

“Masyarakat harus sadar akan pentingnya lingkungan. Nilai CSR yang diberikan sangat kecil, dan tak sebanding dengan dampak lingkungan,” pungkas dia.
 

Artikel ini ditulis oleh:

Menkopolhukam: Presiden Ingin Save KPK dan Polri

Jakarta, Aktual.co —  Presiden Joko Widodo memanggil Menteri Koordinator Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menkumham Yasona Laoly, Wakapolri Badrodin Haiti dan Jaksa Agung HM Prasetyo terkait kisruh KPK dan Polri.
“Kita akan mencarikan jalan terbaik, karena Bapak Presiden menginginkan save KPK save Polri, dua-duanya tidak boleh kita anak emaskan salah satu, tapi dua-duanya kita selamatkan,” kata Menkopolhukan Tedjo Edhy Purdijatno saat datang ke Istana Negara Jakarta, Sabtu (24/1).
Tedjo mengatakan pihaknya ingin menggiatkan komunikasi antara KPK, Polri dan Jaksa Agung.
“Lakukan penegakan hukum jangan tendensius, jangan menyudutkan salah satu pihak,” harap Tedjo.
Tedjo mengatakan pihaknya akan memediasi keduanya sehingga kedua institusi tersebut terselamatkan.
“Kalau perlu ketemu ya ketemu saja KPK dan Polri untuk melakukan mediasi,” harapnya.
Menkopolhukan berharap para pihak tidak memprovokasi massa yang membuat suasana semakin keruh.
“Jangan membakar massa, membakar rakyat ayo kita ini, tidak boleh seperti itu. Itu suatu sikap pernyataan yang kekanak-kanakan,” kata Tedjo.
Menkopolhukam berharap semua pihak tidak membuat statemen yang membuat panas suasana.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat: Polemik KPK-Polri, Ketegasan Presiden Ditunggu Publik

Jakarta, Aktual.co — Pengamat Hukum Universitas Indonesia (UI) Chaudry Sitompul mengatakan, harus ada sikap tegas dari Presiden RI Joko Widodo dalam permasalahan hukum antara Polri dan KPK agar tidak berlarut-larut.
“Memang sulit, karena objektifnya pak Presiden ada, tapi itu kaitannya dalam kasus Budi Gunawan. Tapi kalau dalam kasusnya Bambang Widjojanto yah presiden harus jelas bilang jangan ada kekuatan fisik terhadap KPK, lanjutkan proses hukum yang berlaku, secara objektif dan tidak boleh ada intervensi politik,” ujar Chaudry saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (24/1).
Ia menilai, pernyataan Jokowi kemarin hanya sebatas pernyataan normatif dan masih belum cukup untuk menengahi permasalahan ini. Chaudry menyarankan Jokowi agar berani menyatakan kepada Polri dan KPK agar menghindari unsur politis yang memanfaatkan permasalahan saat ini.
“Text book nya kan dia bilang harus objektif, begini-begini. Tapi dia harus bilang bahwa jangan ada titipan politik dalam hal ini,” tegasnya.
Meski begitu, dirinya mengapresiasi apa yang disampaikan Jokowi kemarin sehingga bisa mengurangi potensi gesekan yang lebih dalam.
“Begini, Presiden kemarin kan memberikan pernyataan politik. Dia mengatakan tidak boleh ada benturan, kan pada waktu itu dikhawatirkan polisi menggeledah gedung KPK kan, tapi dengan adanya statemen politik itu kan tidak terjadi (penggeledahan),” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Polemik KPK-Polri, Pimpinan MPR: Semua Harus Berpikir Kebangsaan

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang meminta semua pihak yang tidak mengerti persoalan terkait kasus wakil ketua KPK Bambang Widjojanto agar tidak memperuncing suasana.
“Intinya semua pihak jangan memperuncing suasana, kalau tidak tahu tidak usah ikut-ikutan berkomentar,” kata Oesman Sapta di Padang, Sumbar, Sabtu (24/1).
Bareskrim Mabes Polri, Jumat (23/3), menangkap Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dan menetapkannya sebagai tersangka atas kasus penggiringan saksi palsu dalam kasus sengketa pilkada Kabupaten Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi pada tahun 2010.
Lebih lanjut Oesman Sapta menjelaskan bahwa semua pihak harus berpikir kebangsaan. Menurut Oesman, bangsa yang besar tidak boleh ini tercabik-cabik.
“Semua harus berpikir kebangsaan, jangan justru sebaliknya,” kata Oesman.
Oesman tidak bersedia memberikan pernyataan lebih lanjut karena mengaku tidak mengetahui dengan jelas duduk perkaranya.
Penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Bareskrim menimbulkan gejolak di masyarakat. Beberapa elemen masyarakat melakukan gerakan untuk memberikan dukungan bagi KPK.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain