21 April 2026
Beranda blog Halaman 39213

Menperin Raker dengan DPD Bahas Program Kerja 2014 dan 2015

Jakarta, Aktual.co — Menteri Perindustrian (Menperin) Saleh Husin bersama Eselon I Kemenperin menghadiri rapat kerja dengan Komite II DPD RI untuk menjabarkan pelaksanaan program kerja Kemenperin 2014 dan rencana program kerja Kemenperin 2015. Menperin menyampaikan capaian program kerja Kemenperin pada 2014 dari 10 Program Revitalisasi dan Penumbuhan Industri di bawah kewenangan Kemenperin.

“Salah satunya, telah dilakukan restrukturisasi industri tekstil dan aneka sebanyak 122 perusahaan dengan nilai bantuan sebesar Rp94,22 miliar dan mendorong nilai investasi sebesar Rp 2,28 triliun,” kata Menperin di Jakarta, Jumat (6/2).

Selain itu, lanjut Menperin, capaian lain adalah restrukturisasi dan modernisasi Pabrik Gula BUMN melalui bantuan keringanan pembiayaan mesin/peralatan kepada 22 Pabrik Gula di 3 (tiga) Perusahaan Gula dengan nilai Rp 54,72 Miliar.

Menperin juga menjelaskan capaian tentang fasilitasi pengembangan kawasan industri ysng siap beroperasinya kawasan industri yang berstatus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Sei Mangkei dan Palu, dengan terbentuknya Dewan Kawasan Ekonomi Khusus dan Badan Usaha Pengelola KEK.

Selain itu, Menperin menyampaikan arah Kebijakan Pembangunan Industri Nasional sesuai RPJMN 2015-2019, di antaranya. pengembangan perwilayahan Industri di luar pulau Jawa.

“Kemudian penumbuhan Populasi Industri, dengan menambah paling tidak sekitar 9 ribu usaha industri berskala besar dan sedang dimana 50 persen tumbuh di luar Jawa, serta tumbuhnya Industri Kecil sekitar 20 ribu unit usaha,” kata Menperin Kemudian, lanjutnya peningkatan daya saing dan produktivitas dengan meningkatkan nilai ekspor serta nilai tambah tenaga kerja.

Pemerataan Pembangunan Industri Beberapa anggota Komite II DPD RI menyoroti soal pemerataan pembangunan industri, yang seharusnya tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, namun juga menyebar ke Indonesia bagian Timur hingga ke Papua Barat.

Seperti yang disampaikan anggota Komite II asal Kalimantan Barat Rubaeti Erlita, yang menyampaikan Kalbar merupakan daerah penghasil Crude Palm Oil (CPO) atau minyak Sawit, namun pabrik pengolahan sawit di sana masih kurang.

“Jika di Banten banyak pabrik, di tempat kami malah kekurangan pabrik. Sebagai penghasil CPO, daerah kami tidak memiliki industri hilir CPO, sehingga kami belum menikmati hasil sumber daya alam kami sendiri,” ujarnya.

Selain itu, Anggota Komite II DPD RI asal Sulawesi Selatan Bahar Ngitung juga meminta agar Menperin segera membangun kawasan industri di daerahnya, sehingga perekonomian bisa semakin berkembang.

“Di Sulsel itu kondisi kawasan kawasan industrinya sudah semakin parah, sehingga butuh dibangun kembali industri-industrinya, sehingga perekonomian semakin berkembang,” ujar Bahar.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Para Menteri Minum Jamu Gendong

Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi (kanan) bersama Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani (kedua kanan), Menteri Perindustrian Saleh Husin (kedua kiri) dan Menteri Koperasi dan UKM AA Gede Ngurah Puspayoga (kiri) meminum jamu bersama di kantor Kementerian Pemuda dan Olahraga, Jl. Gerbang Pemuda, Jakarta, Jumat (6/2/2015). Imam Nahrawi mengajak para atlet dan masyarakat untuk membudayakan kembali tradisi minum jamu dan dengan memperkenalkan slogan “Jamu Yes, Narkoba No”. AKTUAL/MUNZIR

Keluarga Gembong ‘Bali Nine’ Nangis Histeris Keluar Lapas Kerobokan

Jakarta, Aktual.co — Keluarga warga negara Australia yang terlibat dalam kasus narkoba atau kelompok ‘Bali Nine’ terlihat menangis saat keluar dari Lembaga Permasyarakatan Kelas II-A Kerobokan, Kota Denpasar, Jumat (6/2).
Kedua keluarga tersebut yakni Brintha Sukumaran (adik terpidana mati Myuran Sukumaran) bersama ibundanya, Raji Sukumaran. Mereka menangis saat membuka pintu gerbang Lapas dan langsung mengatakan agar tidak membunuh anaknya.
“Jangan bunuh anak saya,” ujarnya sambil diiringi teriakan tangisan Brintha Sukumaran.
Dalam kesempatan itu, ibunda Myuran Sukumaran baru pertama kalinya memberikan tanggapan terhadap awak media.
Mendengar tangisan tersebut, asistennya bersama saudaranya langsung menggajak Brintha Sukumaran dan Raji Sukumaran masuk ke dalam mobil dan meninggalkan kerumunan media tersebut.
Sebelumnya, permohonan peninjauan kembali yang diajukan kedua terpidana mati kasus narkoba yang dikenal dengan sebutan ‘Bali Nine’ atasnama Andrew Chan, 31 tahun dan Myuran Sukumaran, 33 tahun ditolak untuk yang kedua kalinya.
Humas Pengadilan Negeri Denpasar, Hasoloan Sianturi, mengatakan berkas permohonan PK kedua terpidana mati tidak bisa dikirimkan ke Mahkamah Agung, karena tidak memenuhi syarat formal, sehingga dinyatakan ditolak.
“Selain itu, alasan penolakan PK kedua terdakwa ‘Bali Nine’ sudah diatur dalam Undang-undang Mahkamah Agung, Kekuasaan Kehakiman, Putusan Mahkamah Konstitusi, dan dua Surat Edaran MA,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Seminggu Pemberlakuan E-Parking di Sabang, Pengguna: Ribet!

Jakarta, Aktual.co —Pemberlakuan sistem parkir elektronik (e-parking) di Jalan Sabang, Jakarta Pusat ternyata tak ‘semulus’ seperti yang diucapkan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Yang mengklaim semua berjalan efektif sejak diujicoba 29 Januari lalu.
Ribet, justru kata itu yang terlontar dari pengguna parkir saat ditanya pendapatnya mengenai pemberlakuan e-parking di Jalan Sabang. “Iya lebih ribet, waktu kita kebuang,” kata Charles, salah seorang pengguna jasa parkir di Sabang, saat hendak membayar parkir, kepada Aktual.co, Jumat (6/2). 
Mengaku sudah tiga kali memarkir kendaraannya di area e-parking, Charles tetap mengeluhkan waktunya terbuang karena harus bolak-balik menghadap mesin parkir jika kendaraannya parkir lebih dari satu jam. Sebelum ada e-parking, Charles mengaku lebih praktis parkir di Sabang. “Kita tinggal mundur, terus bayar ke petugas parkir, simpel,” ungkap dia.
Pengalaman senada juga disampaikan Andre, karyawan swasta di sekitaran Jakarta Pusat ini juga mengaku tak nyaman dengan sistem e-parking.
“Ribet ini karena harus nyari koin,” kata dia. Sedangkan jika ingin beli kartu parkir mereka harus menukar uang ke petugas parkir dahulu. Baru kemudian mendaftarkan plat kendaraannya di mesin parkir. “Padahal kita ngga selamanya parkir di sini (Sabang),” ujar dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Salon Kecantikan & Sanggar Rias Tradisonal Pupuk Budaya ‘Jogja’

Jakarta, Aktual.co — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyambut positif keberadaan salon kecantikan dan sanggar-sanggar rias pengantin tradisional “Jogja” yang tumbuh di wilayah setempat.

“Keberadaan mereka secara langsung telah menjadi propaganda positif terhadap upaya pelestarian produk budaya luhur Keraton Yogyakarta,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Ayu Laksmidewi, Jumat (6/2).

Menurut dia, meningkatnya minat calon pengantin untuk dirias secara tradisional gaya “Jogja” terutama “Paes Ageng” memberikan sisi postif bagi pengembangan dan pelestarian Budaya Yogyakarta, termasuk. Sleman di dalamnya.

“Ini menunjukkan adanya pemahaman tentang nilai-nilai luhur budaya di balik rangkaian ‘Paes Ageng’ dengan dukungan teknologi kecantikan sehingga mampu menjanjikan hasil riasan yang indah,” katanya.

Selain itu, kata dia, riasan Paes Ageng sebagai media kaum muda atau calon pengantin untuk memupuk kebanggaan terhadap budaya Yogyakarta di tengah tawaran rias pengantin versi lainnya.

“Paes Ageng dapat menjadi media pembelajaran dan memupuk rasa handarbeni terhadap budaya Jawa di tengah arus globalisasi. Dengan begitu sekaligus akan dapat memperkuat jati diri insan Yogyakarta yang Istimewa,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pertumbuhan jumlah perias pengantin tradisional Paes Ageng tercatat cukup menggembirakan di wilayah Sleman. Berjumlah lebih kurang 60 perias yang tergabung dalam DPC Harpi Melati Kabupaten Sleman, di samping ada beberapa perias secara individu.

“Disbudpar Kabupaten Sleman sebagai institusi pembina mengimbau agar dalam menjalankan usahanya para perias melengkapi dirinya dengan Izin Usaha Pariwisata yang dapat diurus dengan mudah di kantor Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Sleman,” katanya.

Ayu mengatakan agar setiap perias mampu menjaga nilai-nilai tradisional yang tersirat dari tata rias tersebut. Baik dari pakem riasan maupun materi bahan yang digunakannya.

“Di tengah gempuran tren tata rias pengantin versi modern, keberadaan gaya rias tradisional Yogyakarta terutama ‘Paes Ageng’ ternyata tetap mampu bertahan, bahkan semakin banyak diminati masyarakat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Kader PDIP Ini Ogah Urus Rini dan Andi

Jakarta, Aktual.co — Politisi PDIP Rieke Diah Pitaloka mengaku tak mau mengekor beberapa kader PDIP lain terkait soal Menteri BUMN Rini Soemarno dan Seskab Andi Widjajanto yang dituding mempersulit komunikasi antara Presiden Jokowi dengan PDIP.
Menurutnya, akan lebih baik bila pihak yang bertikai melihat persoalan masyarakat yang sesungguhnya.
“Saya tidak mau si ini yang salah, si itu yang salah,” kata Rieke, di Jakarta, Jumat (6/2).
Konflik yang terjadi di internal PDIP diyakini akan segera berakhir, karena para tokoh yang berkonflik adalah tokoh senior, yang telah matang dalam bertindak dan berfikir.
Selaku kader PDIP, dirinya lebih memilih mengawal program Nawa Cita yang diusung pada saat kampanye pilpres lalu, agar ada perubahan kesejahteraan yang lebih baik kepada rakyat.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain