13 April 2026
Beranda blog Halaman 39230

Polemik Kapolri, Mendagri: Presiden Harus Dapat Jaga Hak Prerogatifnya

Jakarta, Aktual.co — Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan sejumlah pertemuan yang dilakukan Presiden Jokowi dengan para tokoh nasional bertujuan untuk menyerap sejumlah aspirasi sebaik mungkin dalam kasus Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri terpilih.
Sebab, dalam mengambil sebuah keputusan presiden harus dapat menjaga hak preogratifnya.
“Beliau Presiden Jokowi menyerap aspirasi bagaimana baiknya agar antara hak prerogatif presiden terjaga dan hak konstitusional serta kehormatan DPR dan pemerintahan terjaga,” kata Tjahjo kepada Aktual.co, di Jakarta, Rabu (4/2).
Masih kata Tjahjo, pertemuan itu juga untuk bagaimana memahamkan masyarakat akan posisi konstitusional, baik ketatanegaraan maupun hukum kepada semua warga negara.
“Memahamkan masyarakat akan posisi konstitusional, posisi hubungan ketatanegaraan dan posisi Hukum yang semua warga negara harus taat dan paham posisi mekanimse hukum,” ujarnya.
Ia pun mengakui bahwa dilema bagi presiden untuk melantik atau tidak Komjen Pol Budi Gunawan. Misalnya, kata Tjahjo, presiden tidak melantik Kapolri yang sudah aklamasi disetujui DPR bisa anggap main-main dan inkonsisten.
“Kalau dilantik pada posisi opini keputusan KPK (walau asas praduga tidak bersalah harus ditegakkan) jadi wajar ketemu semua tokoh politik dan tokoh-tokoh lintas elemen Nasional,” pungkas mantan Sekjen PDI Perjuangan.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Jakarta Elektrik PLN Tak Mau Numpang Lewat di Proliga 2015

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua Tim Jakarta Electric PLN, Bambang Soetanto mengatakan, demi meraih hasil maksimal pada kejuaraan yang akan dimulai di GOR Dome Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (6/2) itu, pihaknya telah menyiapkan pemain terbaik.

“Kami memadukan kekuatan pemain muda dan senior yang sudah berpengalaman. Kedua tim juga sudah siap untuk memberikan yang terbaik,” katanya, di sela pengenalan tim di Jakarta, Rabu (4/2).

Demi memenuhi target, Jakarta Electric PLN baik putra dan putri telah menjalani pemusatan latihan sejak Desember 2014. Kelemahan tim selama menjalani kompetisi musim lalu mulai dibenahi. Apalagi musim lalu hanya finis diurutan tiga untuk putra dan peringkat empat untuk putri.

Untuk tim putra, tim Jakarta Electric PLN akan mengandalkan pemain berpengalaman seperti Antho Bertiyawan dan Sigit Hermanto. Selain itu, akan didukung pemain asing asal Kuba yaitu Yoendri Alvarez dan Osmany Camejo. Sedangkan posisi pelatih dipercayakan kepada Putut Marhaento.

Sedangkan di tim putri, Jakarta Electric PLN masih mengandalkan pemain yang sudah kenyang pengalaman seperti Wilda Siti Nurfadillah (quicker), Aprilia Manganang (open spike), serta pemain asing asal Venezuela, Maria Jose (open spike).

Target tinggi yang dibebankan oleh manajemen kepada tim ternyata sangat diapresiasi oleh sang pelatih tim putri Jakarta Electric PLN, Tien Mei. Menurut dia, dengan materi pemain yang ada pihaknya optimistis anak asuhnya mampu bersaing dengan tim yang lain.

“Meski banyak pemain muda, mereka banyak yang sudah turun di Proliga musim lalu. Kami optimistis mampu memenuhi target jika mereka mampu bermain dengan konsiten, pertandingan pasti ketat,” tukasnya.

Keyakinan yang sama dikatakan asisten pelatih tim putra Jakarta Electric PLN, Wahdi H.A. Radjik. Menurut dia, selain ingin menjadi yang terbaik, tim asal Ibu Kota ini juga ingin menjadi wadah pembinaan bagi atlet muda. Hal ini dilakukan untuk proses regenerasi pemain.

Keinginan Jakarta Electric PLN untuk menjadi juara dipastikan tidak akan mudah. Mereka akan berhadapan dengan juara bertahan Surabaya Samator serta Jakarta Pertamina untuk sektor putra. Untuk putri dipastikan akan mendapatkan tekanan dari juara bertahan Jakarta Popsivo PGN maupun Manokwari Valeria.

Artikel ini ditulis oleh:

Di Video Ini, Pria Israel Sebut Islam Pembunuh dan Pemerkosa

Jakarta, Aktual.co —  Seorang pria Israel menyamakan Muslim dengan Nazi dan menyebut umat Islam sebagai pembunuh dan pemerkosa dalam unjuk rasa anti-Islam Pegida di Frankfurt. Dalam sebuah video pria, yang menggambarkan dirinya sebagai orang Israel etnis Jerman, itu terus mengatakan bahwa dirinya mengampuni Jerman atas genosida selama Perang Dunia II.

Dalam demonstrasi tersebut, ia berorasi dengan menggebu-gebu mengajak para peserta untuk bangga menjadi orang Jerman dan menuduh Islam ingin mengambil alih negara tersebut. Peserta unjuk rasa anti-Islam yang diselenggarakan Pegida terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, aksi serupa sudah digelar di beberapa negara Eropa lainnya meski dengan skala yang lebih kecil.

Berikut ideonya:
https://www.youtube.com/watch?v=90jcFnRYQRw

CAF Coret Seechurn Dari Daftar Wasit Internasional

Jakarta, Aktual.co — Seechurn dikecam karena memberi hadiah penalti bagi tim Equatorial Guinea yang mengantar tim tuan rumah itu maju ke semifinal Piala Afrika dengan kemenangan atas Tunisia 2-1 Sabtu (31/1) lalu.

CAF dalam pertemuan hari Selasa (3/2), juga mencoret nama Seechurn dari daftar wasit top Afrika, sehingga karir internasionalnya praktis berakhir.

Sementara itu tim Tunisia yang pemain dan ofisialnya mencoba menyerang wasit disanksi denda 50 ribu dolar AS.

Tuan rumah Equatorial Guinea juga terkena sanksi karena kurang bagusnya pengamanan pada pertandingan di Bata itu.

“Komite perwasitan CAF menilai lemahnya kepemimpinan wasit yang tidak bisa mengendalikan pemain dalam pertandingan tersebut,” kata CAF.

Suasana memanas ketika menjelang berakhirnya babak kedua wasit memberikan hadiah penalti untuk Equatorial Guinea, sehingga tim tuan rumah dapat menyamakan kedudukan dan ada perpanjangan waktu.

Emosi makin meningkat, termasuk di antara masing-masing pemain di bangku cadangan ketika Equatorial Guinea mencetak gol kemenangan melalui tendangan bebas Javier Balboa.

CAF belum menjatuhkan sanksi kepada individual yang terlibat dalam kerusuhan itu.

Dari rekaman kamera terlihat para pemain Tunisia mengejar wasit dan mencoba memukulnya.

Artikel ini ditulis oleh:

BMKG Prediksi Gelombang Laut Capai Tiga Meter

Jakarta, Aktual.co —  Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksikan gelombang laut mencapai tiga meter hingga tujuh hari ke depan terhitung mulai Rabu sehingga perlu diwaspadai oleh nelayan kecil yang akan melaut.

“Prediksi tujuh hari ke depan gelombang tinggi antara 2-3 meter di Laut Natuna, perairan Sulawesi Utara, perairan Papua bagian utara, perairan Ternate dan Laut Halmahera,” kata Kepala Bidang Informasi Meteorologi Publik BMKG A Fachri Radjab di kantor pusat BMKG, Jakarta, Rabu (4/2).

Ia mengatakan, tinggi gelombang laut di perairan selatan Pulau Jawa bagian selatan dan perairan barat Pulau Sumatera mencapai 1,5-2 meter, Sedangkan tingi gelombang Laut Jawa berkisar 1-2 meter, perairan selatan Nusa Tengagar Timur mencapai 1,5 meter dan Laut Flores 0,5-1 meter.

“Nelayan kapal kecil gelombang dua meter sudah bahaya buat mereka. Satu setengah meter saja sudah bahaya. Tapi kalau kapal besar tidak masalah gelombang tiga meter juga tidak masalah,” tuturnya.

Fachri mengatakan, nelayan dengan perahu kecil harus tetap berhati-hati saat melaut dan menghindari titik rawan perairan yang gelombang lautnya berkisar 1,5-3 meter.

“Nelayan-nelayan ini tetap memantau informasi dari BMKG ya, dan berkoordinasi juga dengan dinas kelautan setempat,” ujarnya.

Ia juga mengatakan, wilayah Indonesia masih didominasi angin dari arah Barat dengan kecepatan 5-20 knot.

“Kecepatan angin di Selat Karimata, Laut Natuna itu kencang bisa sampai 15-25 knot, kemudian perairan utara Pulau Halmahera, perairan utara Papua itu 10-20 knot,” katanya.

Kemudian, penyeberangan antarpulau di perairan dalam seperti Selat Sunda dan Selat Bali, lanjutnya, masih aman dengan ketinggian gelombang laut 0,5-1 meter.

Selain itu, BMKG juga memperkirakan pada Februari 2015, sifat hujan di wilayah Indonesia beragam dari bawah normal hingga atas normal.

“Sulawesi sifat hujannya sebagian besar di atas normal, Jawa di bawah normal, Sumatra rata-rata normal hingga atas normal, Kalimantan normal, dan Papua normal,” kata dia.

Fachri mengatakan sifat hujan di bawah Normal (BN), jika nilai perbandingannya kurang dari 85 persen dibandingkan rata-rata hujannya selama sebulan, sifat hujan normal berkisar 85-115 persen dari rata-ratanya selama sebulan, dan sifat hujan di atas Normal jika nilai perbandingannya lebih 115 dari rata-ratanya selama sebulan.

Kemudian, BMKG juga memprediksikan pada Maret 2015, provinsi dengan curah hujan tinggi antara lain Aceh bagian barat, Sumatera Utara bagian barat, Lampung, Jawa Tengah bagian selatan, Jawa Timur bagian selatan, Sulawesi Selatan dan Papua bagian tengah.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Menelusuri Leluhur Raymond Sapoen, “Wong” Banyumas Capres Suriname

Jakarta, Aktual.co — Raymond Sapoen, salah seorang kandidat calon presiden Suriname dalam pemilihan umum yang akan digelar pada Mei 2015, merupakan keturunan warga Desa Kanding, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kabar tersebut pun disambut gembira oleh warga Desa Kanding, Kecamatan Somagede, Banyumas, seperti dikutip Kompas.com.

Ketua RT 01/RW 01 Desa Kanding Haryono mengaku sempat terkejut ketika kali pertama mendengar bahwa ada keturunan warga Desa Kanding yang menjadi kandidat calon presiden Suriname. Oleh karena itu, dia pun segera mencari kebenaran informasi tersebut dan berusaha menelusuri silsilah keluarga Raymond Sapoen di Desa Kanding.

“Saya sempat berbicara dengan warga untuk menelusuri kabar itu. Kami ikut senang karena jika memang dia (Raymond) keturunan Kanding, dia bisa membanggakan desa ini,” katanya, seperti dikutip Kompas.com dari Antara, Rabu (4/2/2015).

Lebih lanjut, Haryono mengatakan bahwa berdasarkan hasil penelusuran, beberapa warga Kanding masih memiliki hubungan keluarga dengan Raymond Sapoen.

Dalam hal ini, kata dia, pertalian saudara itu berasal dari buyut kandidat calon presiden Suriname itu. “Mencari jejak keluarga Sapoen di sini memang sulit karena, yang kami dengar, pertalian saudaranya dari nenek buyut Raymond Sapoen, yakni Sadem, yang merupakan ibunda Sapoen, kakek Raymond Sapoen,” katany

Sementara itu, keluarga kakek buyut Raymond Sapoen, yakni Samir, sudah tidak diketahui keberadaannya karena banyak yang telah meninggal dunia. Salah seorang saudara sepupu Sapoen (kakek Raymond Sapoen), Radam, mengatakan bahwa pada masa penjajahan Belanda, Sapoen pergi untuk bekerja di Sumatera bersama kedua orangtuanya, yakni Samir dan Sadem. “Mereka tidak pernah pulang ke Kanding, dan kabarnya pergi ke luar negeri, tetapi enggak tahu ke mana. Selama masih di Kanding, Sapoen belum sempat menikah,” kata dia, yang usianya selisih tiga tahun dengan Sapoen.

Kabar mengenai adanya keturunan warga Desa Kanding menjadi kandidat calon presiden Suriname itu muncul dalam catatan seorang penulis bernama Arie Grobbe berdasarkan hasil penelusurannya di tanah leluhur Raymond Sapoen.

Dalam tulisannya, Arie yang aktif di sebuah perkumpulan warga Jawa-Belanda itu menyebutkan bahwa nama Sapoen yang berangkat ke Suriname pada zaman penjajahan Belanda hanya dua orang, yaitu Sapoen dari Desa Kanding, Banyumas, dan Sapoen dari Desa Kedungwuluh, Purbalingga. Akan tetapi, Sapoen yang paling mirip dengan kandidat calon presiden Suriname, Raymond Sapoen, adalah Sapoen yang dari Desa Kanding, Banyumas.

Hal itu diketahui berdasarkan foto Raymond Sapoen yang mirip dengan wajah salah seorang warga Desa Kanding, yakni Parsono, serta penuturan Radam yang juga saudara sepupu Sapoen. “Saya ingin bisa menyambung tali silaturahim antara warga Jawa yang berada di Suriname dan yang masih tersisa di sini karena mereka telah lama terputus dengan tanah leluhurnya,” kata Arie saat dihubungi wartawan.

Berita Lain