7 April 2026
Beranda blog Halaman 39248

Pemerintah Diminta Hapus Produk Hukum Diskriminatif Perempuan

Jakarta, Aktual.co — Gabungan lembaga perempuan Indonesia Beragam meminta Pemerintah menghapus produk hukum yang diskriminatif terhadap perempuan, baik produk pemerintah pusat maupun daerah.
“Dalam 100 Hari Pemerintah Jokowi, pertimbangan gender belum menjadi komitmen, khususnya dalam hukum yang diskriminatif. Kami meminta Pemerintah Jokowi berkomitmen dalam hal itu,” kata Koordinator Indonesia Beragam, Dwi Rubiyanti di Jakarta, Selasa (3/2).
Dia menilai, tidak ada kejelasan langkah strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terkait penghapusan produk hukum yang diskriminatif.
Produk hukum nasional yang diskriminatif gender tertuang dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yakni tentang pembakuan peran gender yang mendorong terjadinya kekerasan berbasis gender serta tentang disabilitas istri sebagai alasan perceraian dan poligami.
Produk hukum daerah yang diskriminatif berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Perempuan jumlahnya meningkat dari 282 pada 2012 menjadi 365 pada 2014.
Permasalahan lain adalah jumlah aparat penegak hukum yang responsif masih terbatas dan belum ada dorongan dalam peningkatan jumlahnya.
Sementara untuk Rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) sebagai perubahan atas UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), pemerintah belum melibatkan masyarakat sipil yang mendorong kesetaraan gender sebagai masukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tuduhan Genosida untuk Serbi Lenyap

Jakarta, Aktual.co — Pengadilan internasional memutuskan Serbia tidak melakukan genosida di Kroasia selama Perang Balkan. Menurut pengadilan, bukti yang diajukan oleh Kroasia tidak cukup. Hakim Peter Tomka yang memimpin persidangan di International Court of Justice (ICJ) di Den Haag memutuskan bahwa Serbia tidak melakukan genosida dalam perang tersebut. Selain itu, hakim juga memutuskan kasus Kroasia itu “diberhentikan secara keseluruhan.”

“Bukti yang diajukan oleh Kroasia tidak cukup untuk membuktikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pasukan Serbia memiliki niat khusus yang diperlukan untuk melakukan tindakan genosida,” kata Peter Tomka sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa (3/2).

Pemerintah Kroasia  menuduh bahwa Serbia melakukan pembantaian di kota Vukovar dan di tempat lain pada tahun 1991. Kota Vukovar hancur ketika diduduki oleh Serbia selama tiga bulan pada tahun 1991. Puluhan ribu etnis Kroasia mengungsi, dan sekitar 260 orang Kroasia ditahan dan dibunuh. Empat tahun kemudian, Operasi Badai militer Kroasia membombardir mayoritas etnis-Serbia Krajina, memaksa sekitar 200.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Serbia kemudian mengajukan gugatan balik atas pengusiran lebih dari 200.000 orang Serbia dari Kroasia.

PAW Puan dan TJahjo Diajukan PDIP

Jakarta, Aktual.co — Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI mengajukan dua nama pergantian antarwaktu untuk Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo.
“Dua nama pengganti Puan dan Tjahjo adalah suara terbanyak kedua hasil pemilihan legislatif 2014,” kata Sekretaris Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2).
Dia menyebutkan, Fraksi PDIP di DPR baru mengajukan PAW untuk Tjahjo Kumolo dan Puan Maharani yang masuk dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. Fraksinya sudah mengajukan nama Darmawan Prasodjo untuk menggantikan Puan Maharani dan Tuti Rusdiyono menggantikan Tjahjo Kumolo.
“Sudah kami ajukan, Mbak Puan itu gantinya Darmawan Prasodjo, Pak Tjahjo itu gantinya Tuti Rusdiyono,” ujarnya.
Partainya mengalami keterlambatan PAW disebabkan kesalahan administrasi dan pelantikan PAW baru akan dilakukan setelah masa reses DPR. Pelantikan kedua orang tersebut akan dilakukan pada masa sidang ketiga tahun 2014-2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Lepaskan Kewarganegaraan, Jurnalis Aljazeera akan Dibebaskan

Jakarta, Aktual.co — Mesir mungkin akan membebaskan jurnalis berkebangsaan Kanada-Mesir Mohamed Fahmy dalam beberapa jam, demikian dilaporkan saluran berita Al Jazeera berbahasa Inggris seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/2). Dikutip dari Al Jazeera, Fahmy telah melepaskan kewarganegaraan Mesir, sebagai upaya yang membuka jalan baginya untuk dideportasi di bawah dekrit presiden.

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Kanada John Baird mengatakan kepada Canadian Broadcasting Corporation bahwa pembebasan Fahmy akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun Baird enggan menjelaskan, apakah yang ia maksud dalam waktu beberapa jam atau hitungan hari.Sebuah sumber petugas keamanan mengatakan pada, Minggu, bahwa Fahmy diharapkan akan dibebaskan dan dideportasi ke Kanada dalam beberapa hari. Rekan Fahmy, Peter Greste yang merupakan warga Australia, telah dibebaskan pada Minggu (1/1). Rekannya yang lain, Baher Mohamed seorang warga Mesir saat ini masih ditahan di Kairo.

Fahmy ditahan bersama dua rekannya dari Al Jazeera, yaitu Greste dan produser asal Mesir Baher Mohamed divonis pada Juni lalu dengan hukuman tujuh dan 10 tahun atas tuduhan menyebarkan kebohongan untuk membantu “organisasi teroris” yang merujuk ke kelompok Ikhwanul Muslimin yang kini dilarang di Mesir. Ketiganya ditangkap aparat militer Mesir pada Desember 2013. Mereka meliput aksi kekerasan yang terjadi saat kelompok pendukung Mohammed Morsi, Presiden Mesir saat itu, menggelar demonstrasi menentang rezim militer Mesir.

Pengamat Harap Bursa Ketum PSSI Diisi Orang Baru

Jakarta, Aktual.co — Pengamat sepakbola Indonesia, Kesit Handoyo mengatakan, dirinya setuju jika Ketua Umum PSSI periode mendatang, berasal dari orang yang belum terlibat dalam sepakbola saat ini, alias orang baru.

“Saya lebih setuju kalau ada figur baru,” kata Kesit saat dihubungi wartawan, Selasa (3/2).

Hal ini terkait dengan bursa calon Ketum PSSI periode 2015-2019, yang diisi oleh muka-muka lama, salah satunya adalah mantan manajer Persepam Madura United, Achsanul Qosasi.

Ditegaskan Kesit, jika Achsanul ingin maju sebagai Ketum PSSI periode mendatang, dirinya harus punya janji terhadap masyarakat sepakbola untuk bisa memajukan sepakbola Indonesia lebih baik lagi.

“Saya pikir pak Achsanul harus berani untuk memberikan janji kepada persepakbolaan nasional,” ujarnya.

Dalam bursa transfer, Komite Pemilihan (KP) PSSI, telah meloloskan 11 nama balon Ketum PSSI. Achsanul akan bersaing dengan nama-nama besar yang sudah tidak asing lagi dalam sepakbola Indonesia, salah satunya adalah, Ketum PSSI aktif, Djohar Arifin Husin dan Waketum La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Artikel ini ditulis oleh:

Iklan Rasis Malaysia Hina Indonesia, DPR: Jokowi Harus Perlihatkan Trisakti!

Jakarta, Aktual.co — Entah mengapa hubungan kedua negara yang serumpun ini, Indonesia-Malaysia tidak pernah akur. Beberapa waktu yang lalu, Malaysia mengklaim lagu daerah Indonesia milik Malaysia. Kemudian, batik juga diklaim milik Negeri Jiran. Beruntung bukan bendera Merah Putih atau Garuda Pancasila yang diklaim punya Malaysia.

Baru-baru ini, situasi Indonesia-Malaysia kembali memanas setelah didapati sebuah iklan produk Malaysia yang menghina WNI yang bekerja di sana, khususnya diperuntukkan bagi pembantu rumah tangga (PRT).

Akar permasalahan terjadi ketika, sebuah perusahaan Robovac di Malaysia membuat iklan produknya yang terkesan sangat merendahkan kemampuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), “Leading RoboVac Specialist, Fire Your Indonesian Maid NOW!”.

Dalam iklan berbentuk standing banner, perusahaan itu menyarankan masyarakat Malaysia untuk memecat para pembantu mereka yang berasal dari Indonesia, dan menggantikan dengan produk robot pembersih rumah buatan mereka.

Ajakan tersebut dipertegas dengan menggaris bawahi kata “Indonesia”. Seolah perusahaan itu ingin menyampaikan bahwa produk mereka lebih baik dari seorang TKI, yang bekerja sebagai pembantu.

Foto iklan milik perusahaan Robovac itu, pertama kali dimuat dalam akun Facebook milik Okina Fitriani. Dalam akunnya, Okina menuliskan, bahwa iklan itu sangat berbau rasis. Ia pun mengatakan akan mengadukan iklan ini ke Kementerian terkait.

Sekedar informasi, kantor pusat Robovac Malaysia berada di  Unit 30-3, 3rd Floor, Red Carpet Avenue, Encorp Strand, Jalan PJU 5/22,  Kota Damansara, 47810 Petaling Jaya, Malaysia.

Perusahaan tersebut menjual robot pembersih rumah, mulai dari alat pengepel lantai, vacum cleaner hingga robot untuk membersihkan kolam renang.

Di tempat yang berbeda, anggota komisi IX asal PDIP Ribka Tjiptaning Proletariat memberikan protes keras atas isi iklan itu. Malaysia dinilainya,  tidak menaruh hormat dan bersahabat terhadap Indonesia.

“Itu sudah keterlaluan. Saya berharap Jokowi memperlihatkan Trisaktinya. Tak hanya bersuara tapi bertindak sebagai Presiden berani stop TKI ke Malaysia,” kata Ribka, kepada wartawan, di Gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa (3/2).

Lanjutnya, PDIP sejak dari dulu meminta moratorium TKI ke Malaysia. Kesal ia, ‘Negeri Jiran’ tersebut tidak pernah puas bersitegang (bermusuhan) dengan Indonesia dari dulu.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain