6 April 2026
Beranda blog Halaman 39257

Ahok Tidak Masalah TransJakarta Dikelola Pemerintah Pusat

Jakarta, Aktual.co —  Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengungkapkan pengelolaan sarana transportasi Trans Jakarta oleh pemerintah pusat tidak akan jadi masalah.

“Tidak akan jadi masalah jika pengelolaannya oleh pusat namun akan lebih mudah jika tanpa harus merubahnya dari bentuk Perseroan Terbatas (PT),” kata Basuki di Jakarta, Selasa (3/2).

Basuki mengatakan dengan bentuk PT tersebut akan lebih baik karena dikelola secara lebih profesional serta mudah dengan sistem tanam saham.

“Justru kita bikin PT lebih enak tinggal nyetor saham saja. Jika pusat mau ngurus ya silahkan saja tapi harus profesional,” ujarnya.

Basuki menambahkan justru akan lebih baik pengelolaan Trans Jakarta (TJ) diambil alih pusat karena subsidi yang diberikan akan lebih besar, namun dia berharap dalam pengelolaan itu jangan merubahnya dari bentuk PT.

“Justru lebih bagus diambil pusat. Misalnya sama Kemenhub, jadi tiket bisa disubsidi, biar DKI subsidinya lebih murah seperti MRT namun jangan merubahnya dari PT biar profesional,” katanya.

Basuki juga mempersilahkan jika pemerintah akan mengambil 90 persen saham TJ dia mengisyaratkan pemerintah pusat harus memberikan dana Public Service Obligation (PSO) sebesar 90 persen juga untuk subsidi.

“Mau 90 persen juga boleh asal subsidinya juga 90 persen. Pengelolaannya juga jangan dikasih ke PNS. Kita sudah ada pengalaman jika dipegang PNS,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Terkait BBM, Anggota DPD Ajukan Hak Bertanya pada Presiden

Dari kiri ke kanan, Anggota DPD Nurmawati Dewi Bantilan, AM Fatwa dan Parlindungan Purba, saat diskusi memberikan keterangan pers, Jakarta, Selasa (3/2/2015). Dalam keterangannya anggota DPD akan mengajukan hak bertanya anggota DPD kepada presiden terhadap penentuan harga BBM. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

PT KAI Catat 200 Juta Penumpang Terangkut Kereta Rel Listrik

Jakarta, Aktual.co — PT KAI Commuter Jabodetabek mencatat 200 juta penumpang terangkut kereta rel listrik sepanjang 2014, naik 51,36 persen dari 2013.

“Untuk pertama kali dalam sejarah, jumlah penumpang KRL Jabodetabek menembus angka 200 juta orang dalam setahun, atau tepatnya 206.783.321, dengan rata-rata penumpang 700.000 orang per hari,” kata Direktur Utama KCJ Tri Handoyo di Jakarta, Selasa (3/2).

Untuk menunjang operasinya, sepanjang 2014 KCJ telah melakukan sertifikasi untuk 18 rangkaian KRL yang terdiri atas sepuluh kereta, dan 22 rangkaian yang terdiri atas delapan kereta.

KJC juga menambah 32 persen frekuensi perjalanan yang sebelumnya hanya 560 perjalanan per hari pada 2013, dan menjadi 739 pad 2014.

Sementara untuk jumlah gangguan, KCJ mencatatkan penurunan hingga 46,61 persen.

“Sebagian rangkaian yang telah dibeli pada 2013 dan 2014 digunakan untuk mengganti rangkaian KRL yang membutuhkan perawatan jangka panjang,” kata Tri Handoyo.

Ia mengatakan, pengembangan tersebut merupakan salah satu upaya untuk mewujudkan target 1,2 juta penumpang per hari pada 2019.

Tambah 120 kereta rel listrik Untuk merealisasikan target tersebut, KJC akan membeli 120 kereta rel listrik (KRL) sepanjang 2015.

“Target tersebut diharapkan tercapai hingga 2019, oleh karena itu kami akan membeli 120 KRL tambahan tahun ini dan 150 KRL pada setiap tahun berikutnya,” kata Direktur Operasi dan Pemasaran PT KJC Dwiyana Slamet Riyadi.

Ia mengatakan, KJC diharapkan dapat memiliki 1.300 armada sampai 2019 untuk mengakomodasi jumlah penumpang yang telah ditargetkan.

Hingga 2014, KCJ telah memiliki 664 unit KRL, dengan total 757 perjalanan setiap hari.

Untuk saat ini, Dwiyana mengatakan KJC mampu melayani rata-rata 700.000 penumpang per hari, dengan total 200 juta penumpang sepanjang tahun lalu.

“Selain jumlah unit KRL, kami juga terus mengembangkan e-ticketing melalui kerjasama dengan berbagai pihak,” katanya.

Pada semester dua tahun ini, pengguna KRL tidak harus menggunakan kartu untuk melakukan transaksi tiket eleltronik, melainkan melalui smartphone.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Jenazah Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Laut Pemenang

Jakarta, Aktual.co — Jenazah tanpa identitas ditemukan mengapung di laut sekitar perairan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, Selasa (3/2) sekitar pukul 09.30 WITA.
Adi, salah seorang warga yang ikut membawa jenazah tanpa identitas menuju Rumah Sakit Bhayangkara Mataram itu, mengatakan jenazah tersebut pertama kali ditemukan nahkoda kapal barang bernama Charlos.
“Seperti biasa, saya menunggu wisatawan yang membutuhkan jasa transportasi di Pelabuhan Teluk Nare. Tiba-tiba saya mendapat kabar sebuah kapal barang menemukan sesosok mayat yang mengapung di tengah laut,” kata dia di lokasi kejadian.
Tidak lama kemudian, kata dia, datang beberapa anggota kepolisian setempat. “Katanya mau mengevakuasi mayat yang ditemukan mengapung di tengah laut,” kata Adi.
Sekitar satu jam lamanya, lanjut Adi, polisi datang menggunakan perahu begitu pun warga dengan membawa kantung berwarna kuning yang mengeluarkan aroma tidak sedap. “Kami menduga di dalam kantong itu isinya jasad yang ditemukan nahkoda kapal,” ucapnya.
Selanjutnya, kantong kuning yang diduga berisi jasad itu diangkut menuju kendaraan jenazah milik RS Bhayangkara Mataram yang sebelumnya sudah siap di Pelabuhan Teluk Nare. 
“Setelah diturunkan dari perahu, saya ikut membantu mengangkat jasadnya ke dalam mobil jenazah dan disuruh ikut,” katanya.
Kemudian, sekitar pukul 13.00 WITA, mayat tanpa identitas itu sampai ke RS Bhayangkara Mataram. Nampak sebuah kendaraan roda empat berwarna putih membuntutinya dari belakang yang didalamnya terdapat empat orang warga negara asing asal Brasil.
Setelah jasad diturunkan dari kendaraan menuju ruang visum, keempat WNA asal Brazil itu pun ikut masuk dan meminta izin kepada tim forensik RS Bhayangkara Mataram untuk melihat jasad tanpa identitas yang ditemukan di sekitar perairan Pemenang, Lombok Utara.
Sehubungan hal itu, Kepala Bidang Humas RS Bhayangkara Mataram AKP I Wayan Redana menjelaskan bahwa keempat WNA asal Brasil itu ingin memastikan apakah jenazah itu temannya yang hilang sejak lima hari yang lalu.
“Mereka berasal dari Brasil, ada seorang temannya sejak lima hari yang lalu belum juga kembali ke tempat penginapannya di gili,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

PT KCJ Luncurkan 200 Gelang Untuk Multi Trip

Jakarta, Aktual.co — Untuk memproses transaksi di dalam stasiun, PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) meluncurkan 200 gelang yang berfungsi sebagai tiket multi trip.
Menurut Dirut PT KCJ Tri Handoyo, untuk tahap awal pihaknya menyediakan 1000 chip yang terbagi dalam dua jenis, 800 chip berbentuk kartu ponsel kemudian 200 chip berupa gelang. 
“Khusus yang berupa gelang, tiket elektronik itu masih dalam promo dan dibagikan gratis selama Februari 2015. Namun penumpang tetap harus melakukan isi ulang saldo di loket-loket stasiun KRL di Jabodetabek,” katanya kepada wartawan, Selasa (3/2).
Dikatakan Tri bahwa dengan menggunakan tiket elektronik berbentuk gelang dan yang dibenamkan ke dalam ponsel tersebut akan mempermudah para penumpang KRL naik-turun dari moda transportasi andalan mereka tersebut untuk beraktivitas.
“Tiket elektronik yang digunakan di pergelangan tangan serta yang berbentuk ponsel tidak akan mudah hilang atau lupa terbawa ketika para penumpang hendak bepergian,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Delegasi Tiongkok Sambangi Istana

Presiden Joko Widodo (kiri) mempersilahkan Ketua Komisi Bidang Politik dan hukum Partai Komunis China (CPC) Meng Jianzhu (kanan) saat pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Selasa (3/2/2015). Pertemuan tersebut membahas kerjasama investasi serta perkembangan kondisi sosial politik antara Indonesia dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT). ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma

Berita Lain