13 April 2026
Beranda blog Halaman 39271

Lepaskan Kewarganegaraan, Jurnalis Aljazeera akan Dibebaskan

Jakarta, Aktual.co — Mesir mungkin akan membebaskan jurnalis berkebangsaan Kanada-Mesir Mohamed Fahmy dalam beberapa jam, demikian dilaporkan saluran berita Al Jazeera berbahasa Inggris seperti dikutip dari Reuters, Selasa (3/2). Dikutip dari Al Jazeera, Fahmy telah melepaskan kewarganegaraan Mesir, sebagai upaya yang membuka jalan baginya untuk dideportasi di bawah dekrit presiden.

Pada hari Senin, Menteri Luar Negeri Kanada John Baird mengatakan kepada Canadian Broadcasting Corporation bahwa pembebasan Fahmy akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun Baird enggan menjelaskan, apakah yang ia maksud dalam waktu beberapa jam atau hitungan hari.Sebuah sumber petugas keamanan mengatakan pada, Minggu, bahwa Fahmy diharapkan akan dibebaskan dan dideportasi ke Kanada dalam beberapa hari. Rekan Fahmy, Peter Greste yang merupakan warga Australia, telah dibebaskan pada Minggu (1/1). Rekannya yang lain, Baher Mohamed seorang warga Mesir saat ini masih ditahan di Kairo.

Fahmy ditahan bersama dua rekannya dari Al Jazeera, yaitu Greste dan produser asal Mesir Baher Mohamed divonis pada Juni lalu dengan hukuman tujuh dan 10 tahun atas tuduhan menyebarkan kebohongan untuk membantu “organisasi teroris” yang merujuk ke kelompok Ikhwanul Muslimin yang kini dilarang di Mesir. Ketiganya ditangkap aparat militer Mesir pada Desember 2013. Mereka meliput aksi kekerasan yang terjadi saat kelompok pendukung Mohammed Morsi, Presiden Mesir saat itu, menggelar demonstrasi menentang rezim militer Mesir.

Pengamat Harap Bursa Ketum PSSI Diisi Orang Baru

Jakarta, Aktual.co — Pengamat sepakbola Indonesia, Kesit Handoyo mengatakan, dirinya setuju jika Ketua Umum PSSI periode mendatang, berasal dari orang yang belum terlibat dalam sepakbola saat ini, alias orang baru.

“Saya lebih setuju kalau ada figur baru,” kata Kesit saat dihubungi wartawan, Selasa (3/2).

Hal ini terkait dengan bursa calon Ketum PSSI periode 2015-2019, yang diisi oleh muka-muka lama, salah satunya adalah mantan manajer Persepam Madura United, Achsanul Qosasi.

Ditegaskan Kesit, jika Achsanul ingin maju sebagai Ketum PSSI periode mendatang, dirinya harus punya janji terhadap masyarakat sepakbola untuk bisa memajukan sepakbola Indonesia lebih baik lagi.

“Saya pikir pak Achsanul harus berani untuk memberikan janji kepada persepakbolaan nasional,” ujarnya.

Dalam bursa transfer, Komite Pemilihan (KP) PSSI, telah meloloskan 11 nama balon Ketum PSSI. Achsanul akan bersaing dengan nama-nama besar yang sudah tidak asing lagi dalam sepakbola Indonesia, salah satunya adalah, Ketum PSSI aktif, Djohar Arifin Husin dan Waketum La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Artikel ini ditulis oleh:

Iklan Rasis Malaysia Hina Indonesia, DPR: Jokowi Harus Perlihatkan Trisakti!

Jakarta, Aktual.co — Entah mengapa hubungan kedua negara yang serumpun ini, Indonesia-Malaysia tidak pernah akur. Beberapa waktu yang lalu, Malaysia mengklaim lagu daerah Indonesia milik Malaysia. Kemudian, batik juga diklaim milik Negeri Jiran. Beruntung bukan bendera Merah Putih atau Garuda Pancasila yang diklaim punya Malaysia.

Baru-baru ini, situasi Indonesia-Malaysia kembali memanas setelah didapati sebuah iklan produk Malaysia yang menghina WNI yang bekerja di sana, khususnya diperuntukkan bagi pembantu rumah tangga (PRT).

Akar permasalahan terjadi ketika, sebuah perusahaan Robovac di Malaysia membuat iklan produknya yang terkesan sangat merendahkan kemampuan Tenaga Kerja Indonesia (TKI), “Leading RoboVac Specialist, Fire Your Indonesian Maid NOW!”.

Dalam iklan berbentuk standing banner, perusahaan itu menyarankan masyarakat Malaysia untuk memecat para pembantu mereka yang berasal dari Indonesia, dan menggantikan dengan produk robot pembersih rumah buatan mereka.

Ajakan tersebut dipertegas dengan menggaris bawahi kata “Indonesia”. Seolah perusahaan itu ingin menyampaikan bahwa produk mereka lebih baik dari seorang TKI, yang bekerja sebagai pembantu.

Foto iklan milik perusahaan Robovac itu, pertama kali dimuat dalam akun Facebook milik Okina Fitriani. Dalam akunnya, Okina menuliskan, bahwa iklan itu sangat berbau rasis. Ia pun mengatakan akan mengadukan iklan ini ke Kementerian terkait.

Sekedar informasi, kantor pusat Robovac Malaysia berada di  Unit 30-3, 3rd Floor, Red Carpet Avenue, Encorp Strand, Jalan PJU 5/22,  Kota Damansara, 47810 Petaling Jaya, Malaysia.

Perusahaan tersebut menjual robot pembersih rumah, mulai dari alat pengepel lantai, vacum cleaner hingga robot untuk membersihkan kolam renang.

Di tempat yang berbeda, anggota komisi IX asal PDIP Ribka Tjiptaning Proletariat memberikan protes keras atas isi iklan itu. Malaysia dinilainya,  tidak menaruh hormat dan bersahabat terhadap Indonesia.

“Itu sudah keterlaluan. Saya berharap Jokowi memperlihatkan Trisaktinya. Tak hanya bersuara tapi bertindak sebagai Presiden berani stop TKI ke Malaysia,” kata Ribka, kepada wartawan, di Gedung DPR Senayan Jakarta, Selasa (3/2).

Lanjutnya, PDIP sejak dari dulu meminta moratorium TKI ke Malaysia. Kesal ia, ‘Negeri Jiran’ tersebut tidak pernah puas bersitegang (bermusuhan) dengan Indonesia dari dulu.

Artikel ini ditulis oleh:

MPR: Serahkan Persoalan Polri ke Presiden

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang meminta semua pihak menyerahkan sepenuhnya keputusan pengangkatan calon Kepala Kepolisian RI (Kapolri) kepada Presiden Joko Widodo, karena hal itu merupakan hak prerogatif presiden.
“Jadi soal pencalonan Kapolri itu serahkan saja ke Presiden Joko Widodo, karena hal itu hak prerogatif presiden,” kata wakil ketua MPR Oesman Sapta Odang di Senayan Jakarta, Selasa (3/2).
Lebih lanjut Oesman menjelaskan bahwwa semua pihak harus memberikan kesempatan presiden untuk menentukannya.
“MPR tak bisa tiba-tiba turut campur kalau presiden tidak minta dicampuri. Tapi jangan lama-lama. Nanti kalau presiden tidak bisa menyelesaikan, baru MPR akan mendatangi Presiden tanpa perlu diundang,” kata Oesman.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemberontak Ukraina Berniat Rekrut 100.000 Personil

Jakarta, Aktual.co — Pemimpin separatis di Ukraina Timur, Alexander Zakharchenko mengatakan pihaknya berniat meningkatkan kekuatan militer mereka dengan merekrut 100.000 pasukan baru. Para pemberontak ingin mendorong pasukan pemerintah Ukraina keluar dari wilayah timur Donetsk dan Luhansk dan mencoba untuk menangkap kota kunci Debaltseve.

Puluhan orang, termasuk warga sipil tewas dalam bentrokan dan tembakan artileri antara pasukan pemerintah dan pemberontak akhir pekan lalu. Upaya untuk menyetujui gencatan senjata gagal ketika negosiator pemberontak tidak hadir.

Denis Pushilin, perwakilan pemberontak, mengatakan mereka hanya akan kembali ke meja runding jika pemerintah mengumumkan gencatan senjata sepihak. Gencatan senjata “rapuh” yang disepakati pada awal September lalu di ibu kota Belarusia, Minsk, runtuh bulan lalu ketika pemberontak dan pasukan pemerintah kembali bentrok di Bandara Donetsk.

Minimarket di Indonesia Tidak Boleh Jual Minuman Beralkohol pada 16 April

Jakarta, Aktual.co —Dirjen Perdagangan Dalam Negeri, Srie Agustina menegaskan, bahwa larangan penjualan minuman beralkohol di Minimarket efektif  berlaku pada pertengahan April 2015. Tak hanya minimarket, pengecer juga dilarang menjual minuman beralkohol.

“Di mana pun lokasinya tersebut berlaku secara umum, jadi tidak diskriminasi. Terhitung tanggal 16 April 2015 sudah tak boleh lagi menjual minuman beralkohol di Minimarket. Dari 30.000 lebih toko swalayan, 23.000 diantaranya merupakan Minimarket di seluruh Indonesia,” tegas Direktur Jendral Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Sri Agustina, kepada pewarta, di Jakarta, Selasa (3/2)

Srie menghimbau, bagi pihak Minimarket yang masih menjual sebelum bulan April harus secara sadar diri, beretika baik serta bertanggung jawab untuk menarik barangnya.

Pihaknya mengaku, juga telah berkomunikasi dengan seluruh pengusaha minimarket di seluruh Indonesia agar menarik minuman beralkohol.

“Jangan sampai nanti dilihat pemerintah tanggal 16 masih ada, akan ditarik,” tegasnya lagi.

Srie menambahkan, bila hingga 16 April, miras di minimarket belum juga habis, maka diberlakukan aturan sebelumnya.

“Dia harus menjual tertutup, terkunci. Yang beli beli harus melalui kasir menunjukkan KTP berumur 21 tahun. Tak boleh diletakkan di sembarangan dan terpisah. Juga tidak boleh berdekatan Masjid, sekolah, dan gelanggang olah raga,” urainya.

Namun demikian, ia menyadari, tidak semua pemerintah daerah (Pemda) setuju jika aturan pembatasan peredaran minuman beralkohol diatur pemerintah pusat. Pemda memang diberikan kewenangan penuh untuk melakukan pembatasan terhadap peredaran minuman beralkohol dengan membuat aturan tersendiri.

Tapi, pemerintah pusat tetap dibolehkan memberikan tambahan pengembangan pembatasan larangan peredaran minuman beralkohol.

“Yang tidak boleh, mengurangi. Dan, di Undang-Undang, mendag memiliki kewenangan melakukan pembatasan, pelarangan, dan pengaturan Tata Niaga,” tegasnya.

Ke depannya, pihaknya siap memberikan sanksi tegas kepada siapa saja usaha retail yang menjual miras dengan memberikan sanksi secara tertulis hingga penutupan. Untuk sekarang ini pihaknya juga telah menyurati para pengusaha.

“Kita sudah buat surat kepada usaha minimarket seluruh Indonesia untuk menarik. 3 kali peringatan, oleh pemerintah daerah orang yang menerbitkan sangsi administrasi sampai penutupan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Menteri Perdagangan Rachmat Gobel menerangkan, larangan penjualan minuman alkohol di Minimarket yakni demi melindungi konsumen nasional.

Mulai 16 April 2015, berbagai minuman beralkohol haram dijual di minimarket-minimarket di Indonesia. Hal tersebut sesuai dengan  Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) No. 6 tahun 2015 mengenai Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Peraturan tersebut baru akan berlaku pada 16 April 2015. Permendag ini mengatur tentang larangan penjualan minuman beralkohol golongan A atau dengan kadar alkohol 5 persen di ritel atau minimarket.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain