13 April 2026
Beranda blog Halaman 39270

Everton Resmi Pinjam Aaron dari Spurs

Jakarta, Aktual.co — Everton resmi meminjam pemain sayap Tottenham Hotspurs, Aaron Lennon hingga akhir musim 2014/2015, sesaat sebelum bursa transfer ditutup, Senin (2/2) waktu setempat.

“Kami semua tahu apa yang bisa Aaron hasilkan untuk tim kami dengan pengalaman dan pengetahuannya, serta keterlibatannya di timnas Inggris dalam dua Piala Dunia dan prestasi yang dia ciptakan di Liga Premier,” kata manajer Everton, Roberto Martinez, dalam situs resmi Everton, Selasa (3/2).

Martinez telah mengalahkan Stoke City dan Hull City untuk mendapatkan tanda tangan Lennon.

Ia berharap pemain sayap yang sudah berlaga 21 kali bersama Timnas Inggris dua tahun lalu akan membawa sentuhan kemenangan bagi timnya.

“Aaron menjadi aset yang sangat penting bagi skuad kami dan dia akan memberikan dukungan kuat dalam pilihan penyerang mulai sekarang hingga akhir musim. Kecepatan dan gocekannya sangat cocok di Goodison (Park),” kata Martinez menambahkan.

Lennon baru melakukan tiga pertandingan di Liga Premier sejak Mauricio Pochettino mengambil alih sebagai manajer Tottenham tahun lalu dan pemain berusia 27 tahun tersebut telah diizinkan untuk meninggalkan White Hart Lane demi menghidupkan kembali karirnya.

Lennon yang sudah bermain 267 kali untuk Spurs setelah hijrah dari Leeds United dengan biaya transfer 1,5 juta dolar AS pada 2005.

Pada 2008, ia memenangkan Piala Liga dan tak pernah puas memenuhi seluruh potensinya di London Utara.

Artikel ini ditulis oleh:

Ekspedisi NKRI Liputi Perbatasan Laut

Jakarta, Aktual.co — Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan tim ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 dalam rangka menjaga keutuhan NKRI bukan hanya dilakukan di darat, melainkan juga meliputi perbatasan laut.
“Kita melakukan ekspedisi ke sejumlah titik perbatasan untuk menjaga keutuhan NKRI dengan memastikan terjaganya patok-patok perbatasan, tidak hanya di darat, tapi juga di laut,” katanya, di Pusdikpassus Batujajar, Bandung Barat, Jabar, Selasa (3/2).
Penyelenggaraan Ekspedisi NKRI tersebut menunjukkan dukungan dari komponen bangsa untuk membantu pemerintah dalam upaya mewujudkan sembilan agenda prioritas atau dikenal dengan Nawa Cita.
Kegiatan ekspedisi tersebut memiliki tiga tujuan. Pertama, melakukan penjelajahan wilayah NKRI, terutama beberapa titik perbatasan di Indonesia dengan melewati gunung, hutan rawa dan sungai untuk memastikan terjaganya perbatasan.
Kedua, untuk kebutuhan penelitian meliputi kegiatan pendataan dan pemetaan berbagai bidang, di antaranya potensi sumber daya alam yang meliputi kajian kehutanan, geologi, potensi bencana, flora, fauna serta pemetaan sumber daya manusia berupa kehidupan sosial budaya masyarakat setempat.
Ketiga, sebagai wujud pengabdian dan juga pelestarian alam dengan melakukan penghijauan melalui gerakan menanam pohon di Pulau Alor dan disebar di daerah Ende, Sumba Barat Daya dan Kupang.
“Ekspedisi ini juga bertujuan untuk mewujudkan pengabdian masyarakat yang akan difokuskan pada pelestarian alam, penyuluhuan KB, dan keluarga prasejahtera.”

Artikel ini ditulis oleh:

Satlak Prima Harap Fasilitas Asian Games di Senayan Direnovasi

Jakarta, Aktual.co — Satuan Pelaksanaan Program Indonesia Emas (Satlak Prima) menginginkan, semua fasilitas dan tempat pertandingan di kawasan Senayan Jakarta, segera direnovasi untuk persiapan sebagai tuan rumah Asian Games XVIII/2018.

“Venues (tempat pertandingan) yang ada di kawasan Senayan, dibangun sejak tahun 1962, dengan begitu diperlukan pembenahan begitu juga dengan tempat yang belum memenuhi standar internasional, seperti kolam renang, harus direnovasi,” kata Kepala Satlak Prima Suwarno di Jakarta, Selasa (3/2).

Suwarno mengatakan kawasan olahraga Senayan bukan tempat pertandingan setingkat Pelatda atau klub, melainkan untuk acara bertaraf internasional.

Oleh karenanya, fasilitas olahraga di Senayan harus memenuhi akreditasi internasional pula.

Menurut Suwarno, Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018 yang dihelat di dua tempat, yakni Jakarta dan Palembang, harus sukses secara keseluruhan, baik sebagai penyelenggara maupun prestasi dari atletnya.

Ia mencontohkan, Incheon, Korea Selatan sebagai tuan rumah Asian Games XVII/2014 masih dinilai belum memenuhi keberhasilan sebagai tuan rumah penyelenggara jika dibandingkan dengan tuan rumah sebelumnya, Beijing, Tiongkok pada 2010.

“Bila Korsel saja belum memenuhi standar sebagai tuan rumah oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA), ini menjadi catatan bagi Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games 2018,” kata Suwarno menambahkan.

Kedua faktor yang memengaruhi penilaian OCA untuk dinyatakan berhasil sebagai tuan rumah Asian Games, yakni tempat pertandingan yang berkualitas serta banyaknya prestasi atlet yang diraih.

Suwarno menegaskan untuk merenovasi kawasan olahraga Senayan cukup rumit karena pembangunan tersebut bukan di bawah kewenangan Kementerian Pemuda dan Olahraga.

Ia berharap Sekneg sebagai pengelola dan penanggung jawab pembangunan Senayan dapat bekerja sama dengan Menpora agar Asian Games XVIII/2018 di Jakarta dan Palembang berjalan lancar.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Diminta Hapus Produk Hukum Diskriminatif Perempuan

Jakarta, Aktual.co — Gabungan lembaga perempuan Indonesia Beragam meminta Pemerintah menghapus produk hukum yang diskriminatif terhadap perempuan, baik produk pemerintah pusat maupun daerah.
“Dalam 100 Hari Pemerintah Jokowi, pertimbangan gender belum menjadi komitmen, khususnya dalam hukum yang diskriminatif. Kami meminta Pemerintah Jokowi berkomitmen dalam hal itu,” kata Koordinator Indonesia Beragam, Dwi Rubiyanti di Jakarta, Selasa (3/2).
Dia menilai, tidak ada kejelasan langkah strategis dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) terkait penghapusan produk hukum yang diskriminatif.
Produk hukum nasional yang diskriminatif gender tertuang dalam UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yakni tentang pembakuan peran gender yang mendorong terjadinya kekerasan berbasis gender serta tentang disabilitas istri sebagai alasan perceraian dan poligami.
Produk hukum daerah yang diskriminatif berdasarkan data Komisi Nasional Perlindungan Perempuan jumlahnya meningkat dari 282 pada 2012 menjadi 365 pada 2014.
Permasalahan lain adalah jumlah aparat penegak hukum yang responsif masih terbatas dan belum ada dorongan dalam peningkatan jumlahnya.
Sementara untuk Rancangan Undang-Undang Keadilan dan Kesetaraan Gender (KKG) sebagai perubahan atas UU Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), pemerintah belum melibatkan masyarakat sipil yang mendorong kesetaraan gender sebagai masukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Tuduhan Genosida untuk Serbi Lenyap

Jakarta, Aktual.co — Pengadilan internasional memutuskan Serbia tidak melakukan genosida di Kroasia selama Perang Balkan. Menurut pengadilan, bukti yang diajukan oleh Kroasia tidak cukup. Hakim Peter Tomka yang memimpin persidangan di International Court of Justice (ICJ) di Den Haag memutuskan bahwa Serbia tidak melakukan genosida dalam perang tersebut. Selain itu, hakim juga memutuskan kasus Kroasia itu “diberhentikan secara keseluruhan.”

“Bukti yang diajukan oleh Kroasia tidak cukup untuk membuktikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh pasukan Serbia memiliki niat khusus yang diperlukan untuk melakukan tindakan genosida,” kata Peter Tomka sebagaimana dikutip dari BBC, Selasa (3/2).

Pemerintah Kroasia  menuduh bahwa Serbia melakukan pembantaian di kota Vukovar dan di tempat lain pada tahun 1991. Kota Vukovar hancur ketika diduduki oleh Serbia selama tiga bulan pada tahun 1991. Puluhan ribu etnis Kroasia mengungsi, dan sekitar 260 orang Kroasia ditahan dan dibunuh. Empat tahun kemudian, Operasi Badai militer Kroasia membombardir mayoritas etnis-Serbia Krajina, memaksa sekitar 200.000 orang meninggalkan rumah mereka.

Serbia kemudian mengajukan gugatan balik atas pengusiran lebih dari 200.000 orang Serbia dari Kroasia.

PAW Puan dan TJahjo Diajukan PDIP

Jakarta, Aktual.co — Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI mengajukan dua nama pergantian antarwaktu untuk Puan Maharani dan Tjahjo Kumolo.
“Dua nama pengganti Puan dan Tjahjo adalah suara terbanyak kedua hasil pemilihan legislatif 2014,” kata Sekretaris Fraksi PDIP, Bambang Wuryanto, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/2).
Dia menyebutkan, Fraksi PDIP di DPR baru mengajukan PAW untuk Tjahjo Kumolo dan Puan Maharani yang masuk dalam kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo. Fraksinya sudah mengajukan nama Darmawan Prasodjo untuk menggantikan Puan Maharani dan Tuti Rusdiyono menggantikan Tjahjo Kumolo.
“Sudah kami ajukan, Mbak Puan itu gantinya Darmawan Prasodjo, Pak Tjahjo itu gantinya Tuti Rusdiyono,” ujarnya.
Partainya mengalami keterlambatan PAW disebabkan kesalahan administrasi dan pelantikan PAW baru akan dilakukan setelah masa reses DPR. Pelantikan kedua orang tersebut akan dilakukan pada masa sidang ketiga tahun 2014-2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain