19 April 2026
Beranda blog Halaman 393

Digantikan Rafale, Pesawat Hawk Skadron Udara 12 Resmi Dilepas Pangkoopsau

Pekanbaru, Aktual.com — Panglima Komando Operasi TNI Angkatan Udara (Pangkoopsau) Marsda TNI Djoko Hadipurwanto memimpin upacara pelepasan pesawat Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Wing 3.1 Tempur menuju Skadron Udara 1 Wing 3.1 Tempur. Upacara berlangsung di Apron Base Ops Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Rabu (7/1/2026).

Ke depan, Skadron Udara 12 Wing 3.1 Tempur direncanakan akan diperkuat dengan kehadiran pesawat tempur Rafale yang dijadwalkan tiba pada akhir Januari 2026. Kehadiran alutsista modern tersebut merupakan bagian dari program modernisasi TNI Angkatan Udara guna meningkatkan daya tangkal serta kesiapsiagaan operasional dalam menjaga kedaulatan udara nasional.

Tradisi pelepasan pesawat ini menjadi bentuk penghormatan TNI Angkatan Udara terhadap alutsista yang telah mengabdi, sekaligus simbol estafet pengabdian dari satu satuan ke satuan lainnya.

Pangkoopsau menjelaskan bahwa pesawat Hawk 109/209 yang dilepas telah menjadi bagian penting dalam perjalanan tugas Skadron Udara 12 Wing 3.1 Tempur. Pesawat tersebut berperan dalam mendukung pembinaan kemampuan tempur penerbang, pelaksanaan latihan, serta menjaga kesiapan operasional satuan.

“Di balik setiap jam terbang pesawat Hawk, tersimpan dedikasi, loyalitas, serta kerja keras para penerbang, teknisi, dan seluruh personel pendukung yang senantiasa menjaga keselamatan terbang dan kerja, serta kesiapan alutsista secara optimal,” ujar Djoko, dikutip dari keterangan pers, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan, tradisi pelepasan pesawat tidak hanya bermakna administratif, tetapi juga memiliki nilai historis dan emosional yang patut dihormati bersama.

“Oleh karena itu, tradisi pelepasan ini tidak hanya bermakna administratif, tetapi juga memiliki nilai historis dan emosional,” katanya.

Upacara pelepasan pesawat Hawk 109/209 dari Skadron Udara 12 Wing 3.1 Tempur menuju Skadron Udara 1 Wing 3.1 Tempur yang berkedudukan di Lanud Supadio, Pontianak, berlangsung secara khidmat. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pejabat Koopsau, pejabat Lanud Roesmin Nurjadin, Komandan Wing 3.1 Tempur, serta seluruh personel Lanud Roesmin Nurjadin.

Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pula penandatanganan dokumen serah terima oleh Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris yang disaksikan langsung oleh Pangkoopsau.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

70 Anak Terpapar Konten Kekerasan Digital, BNPT Perkuat Sinergi Antar Lembaga

Jakarta, Aktual.com — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam menangani anak-anak yang terpapar konten kekerasan di ruang digital, khususnya yang dipengaruhi oleh grup True Crime Community (TCC). Paparan tersebut dinilai berpotensi menjadi pintu masuk radikalisasi dan ancaman terorisme di masa depan jika tidak ditangani secara komprehensif.

Kepala BNPT Eddy Hartono menyampaikan bahwa kolaborasi antarlembaga dapat dilakukan secara sistematis, terpadu, dan berkesinambungan melalui Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN PE).

“Sinergi dan kolaborasi seluruh pihak dalam menangani anak yang terpapar konten kekerasan dapat dilakukan secara sistematis, terpadu, dan berkesinambungan melalui RAN PE,” kata Eddy dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis (8/1/2026).

Ia menekankan bahwa anak-anak yang terpapar konten kekerasan di ruang digital harus ditangani sejak dini sebagai bagian dari strategi pencegahan terorisme. Menurutnya, konten kekerasan yang dikonsumsi secara masif berpotensi membentuk normalisasi kekerasan pada anak.

“Jika tidak ditangani secara serius dan tidak ada sinergi antarlembaga, anak-anak yang terpapar konten kekerasan ini suatu saat dapat menjadi ancaman terorisme,” ujarnya.

Dari sektor pendidikan, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Faisal Syahrul mengatakan pihaknya tengah menyusun peraturan kementerian untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman. Ia menekankan pentingnya deteksi dini oleh seluruh unsur sekolah.

“Kami berharap pencegahan paparan paham radikal pada anak melibatkan seluruh unsur, mulai dari sekolah, orang tua, masyarakat, hingga kementerian,” katanya.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Margaret Aliyatul Maimunah menegaskan bahwa anak harus diposisikan sebagai korban. Menurutnya, fase tumbuh kembang membuat anak sangat rentan terpengaruh konten kekerasan dan ideologi ekstrem.

“Anak berada pada fase rentan karena belum memiliki kemampuan berpikir kritis secara utuh. Karena itu, penanganannya harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak,” ujarnya.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kementerian Sosial Mas Kahono Agung Suhartoyo menyatakan kesiapan Kemensos untuk berkolaborasi dalam rehabilitasi sosial agar anak dapat kembali berfungsi di masyarakat.

Sementara itu, Direktur Kewaspadaan Nasional Kemendagri Aang Witarsa Rofik menegaskan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam perlindungan anak di ruang digital. “Kami akan menginstruksikan kepala daerah terkait perlindungan anak dari paparan konten kekerasan,” katanya.

Di sisi penegakan hukum, Juru Bicara Densus 88 Antiteror Kombes Pol. Mayndra Eka Wardana menyoroti peran krusial orang tua dalam pengawasan penggunaan internet. “Kurangnya perhatian dan akses gawai yang berlebihan menjadi faktor utama anak terpapar konten kekerasan,” ujarnya.

BNPT mencatat hingga saat ini terdapat 70 anak di 19 provinsi terpapar konten kekerasan digital terkait TCC. Sebanyak 67 anak telah mendapatkan intervensi sebagai langkah pencegahan dan perlindungan berkelanjutan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka Permadhi

Temui Forum Silaturahim Majelis Taklim Jakarta, HNW Dorong Konsolidasi Menuju Indonesia Emas 2045

Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (HNW). Aktual/DOK MPR RI

Jakarta, aktual.com — Wakil Ketua MPR RI, Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M.A. (HNW) menyambut baik Komunitas Majlis Taklim yang terus mengkonsolidasi kegiatan dan potensinya, seperti yang dilakukan oleh Forum Komunikasi Majlis Taklim se Jakarta dan Sekitarnya yang bahkan sudah menghimpun keanggotaan lebih dari 380 Majlis Taklim.

Hal ini disampaikan oleh HNW saat menerima kunjungan dari Forum Komunikasi Majlis Taklim yang dipimpin oleh Buya KH Reza Zulkifli, di ruang kerja Wakil Ketua MPR, di Gedung Nusantara III lt 9, pada 7 Januari 2026.

HNW menegaskan hal itu karena posisi Majlis Taklim yang terus makin berkembang yang membuktikan penerimaan Masyarakat luas, tapi sekaligus juga keberadaannya di tengah-tengah masyarakat yang memang sangat memerlukan hadirnya komunitas Majlis Taklim beserta aktifitas2nya yang sangat diperlukan oleh masyarakat yang sekarang banyak keresahan karena berbagai laku melanggar hukum yang terus terjadi di masyarat seperti judi online, narkoba, tawuran, kejahatan seksual, kdrt bahkan meningkatnya angka perceraian, dan penyebaran hoax maupun ujaran kebencian yang bisa mengadudomba dan hadirkan disharmoni di antara sesama warga.

Sementara masyarakat juga diajak oleh Pemerintah untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 dengan panen bonus demografi positif, hal yang akan sulit terwujud bila penyakit2 masyarakat seperti tersebut di atas tidak segera dikoreksi/diperbaiki secara bersama-sama, termasuk bersama Majlis Taklim apalagi yg sudah terhimpun dan terkonsolidasi dengan baik sebagaimana yang dicontohkan oleh Forum Shilaturrahim Majlis Taklim ini.

Oleh karena itu HNW menyabut baik undangan dari FSMT untuk hadir dalam acara Nasional mereka. Karenanya HNW juga mengingatkan pentingnya Majlis Taklim untuk meningkatkan selain konsolidasi kedalam, juga konsolidasi keluar organisasi, untuk bisa memaksimalkan potensi konsolidasi jaringan Majlis Taklim yang berada di banyak wadah, sehingga terjadi saling mengisi dan saling menguatkan. Termasuk saling belajar dari keunggulan yang dimiliki olh suatu Komunitas Majlis Taklim baik dalam kurikulum Majlis Taklim serta kegiatan sosialnya. Seperti yg dicontohkan olh Majlis Taklim yang mengelola Masjid Jogokaryan di Yogyakarta.

“Majlis Taklim hampir pasti identik dengan Masjid atau jemaah Masjid, itu artinya Majlis Taklim mempunyai posisi sentral ditengah Umat yang sangat memerlukan pendampingan bahkan bimbingan atau solusi atasi berbagai permasalahan serta maksimalisi potensi yang mereka miliki agar makin luaslah jangkauan iman dan penerjemahannya dalam amal sholih,” ujarnya.

Untuk itu HNW juga mengingatkan bahwa kehadiran tokoh publik seperti pimpinan Majlis Taklim di tengah masyarakat penting terus dilakukan secara alami dan berkelanjutan, bukan hanya musiman.

HNW mengungkapkan pentingnya Majlis Taklim terus berupaya menjalin komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat di berbagai organisasi dan diberbagai daerah, termasuk yang di Sumatera khususnya Aceh. Apalagi saat mereka sedang terkena musibah seperti sekarang ini. Komunitas Majlis Taklim juga penting peduli selain sebagai pengamalan terhadap materi pengajian, juga penguatan ukhuwah Islamiyah bahkan ukhuwah Insaniya wa basyariyah.

Artikel ini ditulis oleh:

Tino Oktaviano

Trump Guncang Solidaritas NATO soal Greenland: AS Selalu Ada, Sekutu Belum Tentu

Washington DC, aktual.com – Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait ancaman pengambilalihan Greenland dari Denmark memicu kegelisahan serius di tubuh NATO. Sejumlah negara anggota aliansi militer tersebut kompak menyuarakan agar kedaulatan Greenland tetap dihormati.

Di tengah reaksi keras tersebut, Trump menegaskan komitmen Amerika Serikat terhadap NATO. Namun, ia sekaligus melontarkan keraguan apakah negara-negara sekutu akan menunjukkan sikap serupa jika Washington berada dalam posisi membutuhkan bantuan.

“Kita akan selalu ada untuk NATO, bahkan jika mereka tidak akan ada untuk kita,” ucap Trump dalam pernyataan via media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP, Kamis (8/1/2026).

Pernyataan itu muncul sehari setelah Gedung Putih menyampaikan bahwa Trump tidak menutup kemungkinan opsi intervensi militer guna menguasai Greenland. Dalam unggahan yang sama, Trump kembali mengkritik negara-negara anggota NATO yang dinilainya gagal memenuhi komitmen belanja pertahanan.

“AS, dengan bodohnya, membayar untuk mereka! Saya, secara terhormat, membuat mereka mencapai 5 persen PDB (Pendapatan Domestik Bruto), DAN MEREKA MEMBAYAR, segera,” sebutnya.

Meski demikian, Trump tetap menegaskan hubungan personalnya dengan para pemimpin sekutu.

“Semuanya adalah teman saya,” tambahnya.

Trump juga menyinggung posisi NATO di mata kekuatan global lain. Ia menilai China dan Rusia tidak merasa gentar terhadap NATO tanpa keterlibatan penuh Amerika Serikat.

“Satu-satunya negara yang ditakuti dan dihormati oleh China dan Rusia adalah AS yang DIBANGUN KEMBALI oleh DJT,” kata Trump, merujuk pada dirinya sendiri.

Rencana Trump untuk menguasai Greenland—pulau kaya sumber daya mineral di kawasan Arktik yang merupakan wilayah otonom Kerajaan Denmark—dinilai memicu alarm di kalangan negara-negara Eropa. Langkah tersebut dipandang sebagai ancaman serius terhadap eksistensi dan solidaritas aliansi NATO.

Sebelumnya, Denmark bersama enam negara anggota NATO menyampaikan sikap bersama agar kedaulatan Greenland dihormati. Enam negara tersebut adalah Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris.

Dalam pernyataan bersama, negara-negara tersebut menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip dasar hukum internasional.

“Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut soal Denmark dan Greenland,” kata para pemimpin Denmark, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain

Masuki Tahap Sidang, Kemenlu Terus Kawal Kasus WNI Anak di Yordania

Jakarta, aktual.com — Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memastikan terus mengawal proses hukum warga negara Indonesia (WNI) di bawah umur berinisial KL yang tengah menjalani persidangan di Yordania. Sejak awal penanganan perkara. Kemenlu melalui Direktorat Pelindungan WNI (Dit. PWNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI) bersama KBRI Amman telah terlibat aktif dalam pendampingan, termasuk berkomunikasi dengan pihak keluarga dan penasihat hukum KL.

Juru Bicara Kemenlu Yvonne Mewengkang, menyampaikan kehadiran perwakilan RI dilakukan untuk memastikan seluruh hak KL terpenuhi selama proses hukum berlangsung. “Sejak awal penanganan kasus, Kemenlu RI melalui Dit. PWNI dan BHI serta KBRI Amman telah hadir dan terlibat dalam penanganan proses hukum WNI di bawah umur berinisial KL di Yordania,” ujarnya di Jakarta, Kamis (8/1/2025).

Upaya pendampingan juga dilakukan melalui koordinasi dengan otoritas setempat dan korespondensi diplomatik. Dit. PWNI dan BHI bersama KBRI Amman berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Yordania serta Kedutaan Besar Yordania di Jakarta.

Langkah ini ditempuh untuk memastikan akses pendampingan hukum serta aspek pelindungan anak menjadi perhatian di setiap tahapan proses. “Khususnya untuk memastikan hak yang bersangkutan, termasuk akses pendampingan hukum dan aspek pelindungan anak,” kata Yvonne.

Menurut Kemenlu, otoritas Yordania menegaskan penanganan perkara KL mengikuti mekanisme hukum yang berlaku di negara tersebut. “Pihak otoritas Yordania menyampaikan penanganan perkara KL berada dalam mekanisme hukum yang berlaku di Yordania, khususnya terkait Undang-Undang Antiterorisme,” ujarnya.

Saat ini, KL telah memasuki tahapan persidangan. Proses hukum masih berjalan di pengadilan dengan agenda pemeriksaan saksi. “Saat ini KL sedang menjalani fase persidangan dengan tahapan pemeriksaan saksi oleh pengadilan,” tutur Yvonne.

Kemenlu menyatakan akan terus memantau perkembangan perkara dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan pelindungan maksimal bagi KL sesuai ketentuan hukum setempat dan prinsip pelindungan anak.

Artikel ini ditulis oleh:

Achmat
Eka Permadhi

Berita Lain