12 April 2026
Beranda blog Halaman 39316

Pratikno: Sekneg Butuh Dukungan Reformasi Birokrasi

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —  Program prioritas Sekneg bagi pelayanan Presiden dan kenegaraan, konsistensi regulasi dan kebijakan negara, akuntabilitas pengelolaan keuangan istana dan aset negara, membutuhkan dukungan penuh reformasi birokrasi.

“Program utama yang kami prioritaskan, pertama meningkatkan kualitas, efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan teknis dan administratif kepada Presiden,” jelas Mensesneg Pratikno saat rapat kerja (Raker) Komisi II DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (2/2).

Program prioritas kedua,lanjut Pratikno, ialah peningkatan konsistensi regulasi dan kebijakan secara horizontal dan vertikal. Ketiga, memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset negara.
   
Untuk itu, Kemensesneg membuat program kerja 2015-2019 dan Rencana Kerja 2015 sesuai visi, misi, kebijakan, dan program Kabinet Kerja  Presiden Joko Widodo, berikut pengawalan dalam implementasinya.

Semua program prioritas dalam Rencana Strategis Kemensesneg 2014/2015-2019, menurut Pratikno, bisa dicapai bila didukung reformasi birokrasi. Reformasi dalam arti disesuaikan dengan penataan organisasi, tugas, fungsi dan SOP seturut isi Perpres 81/2010 dan Permen PAN-RB 20/2010.
      
Lebih lanjut, mensesneg menjelaskan, program peningkatan kualitas, efektifitas, dan efisiensi pelayanan teknis dan administratif presiden itu terkait dengan penjadwalan dan teknis acara kepresidenan. Yang antara lain mencakup pula  pengelolaan aset istana dan layanan teknis kenegaraan, maupun komunikasi publik presiden.
   
“Kami juga menjalankan peningkatan kualitas, efektifitas dan efisiensi dalam dukungan substansi kepada presiden dan pelayanan kepada masyarakat,” serunya.
   
Terkait program prioritas kedua dan ketiga, Pratikno menjelaskan, bahwa Kemensekneg memiliki tugas dan fungsi dasar memberikan dukungan teknis, administrasi, dan analisis kepada presiden dan wakil presiden. Terutama, “dalam menyelenggarakan kekuasaan negara,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Satpol PP dan RH Tangkap Terduga Misionaris

Banda Aceh, Aktual.co — Kelima terduga misionaris itu yakni AP (30) warga Aceh Selatan, NH (20) warga Banda Aceh, RH (22) asal Aceh Besar, CC (23) asal Simeulu, dan VV (20) asal Aceh Barat.

Informasi yang diperoleh Aktual.co menyebutkan, awalnya sekitar pukul 10.00 WIB, AP datang seorang diri masuk ke kantor DPRK Bireuen membawa beberapa buku berjudul ‘My First Encyclopedia’ yang sampulnya bergambarkan bola dunia, miniatur pesawat (antariksa), mobil (dunia kita), harimau (satwa), dan gunung meletus (planet bumi) serta gambar kartun manusia (masa lalu). Di dalam buku tersebut dilengkapi lebih dari 200 ilustrasi dan keterangan.

AP lalu menawarkan buku itu ke sejumlah pegawai negeri di kantor tersebut. Salah seorang pegawai jeli dan melihat isi buku itu berlambang salib.

Setelah itu, para pegawai tersebut melaporkan ke beberapa anggota DPRK Bireuen. Penjual buku itu pun di bawa ke ruang rapat DPRK setempat, dan dalam keterangannya AP mengaku menjual buku itu bersama temannya.

Setelah itu, anggota dewan meminta dia menghubungi rekannya agar datang ke DPRK Bireuen. Lalu satu persatu kelima sales buku tersebut dimintai keterangan oleh empat anggota dewan yaitu Yusriadi, Faisal Hasballah, Rusyidi Mukhtar dan Zulkifli.

“Pengakuan AP, buku yang diduga berisi pendangkalan aqidah itu sudah beredar di Aceh sebanyak 1.500 buah buku, 1.000 buku sudah tersebar di Banda Aceh dan 500 buku di Sigli, sedangkan di Bireuen hanya dibawah sebanyak 200 buku,” kata Yusriadi yang juga sekretaris komisi C DPRK Bireuen mengutip keterangan Adha Purnama dan kawan-kawan.

Kepala Satpol PP dan WH Bireuen, Fakhrurrazi menyebutkan pihaknya masih mendalami isi buku yang ditemukan pada lima penjual buku itu.

“Mereka kita amankan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Kita terus dalami kasus ini,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Bertemu Pimpinan DPR, Wantimpres Minta Masukan soal Kasus KPK-Polri

Ketua DPR RI Setya Novanto menerima tiga anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) diantaranya Suharso Monoarfa, Subagyo HS dan Rusdi Kirana di ruang ketua DPR, gedung Parlemen, Jakarta, Senin (2/2/2015). Ketiga anggota Wantimpres itu meminta masukan kepada pimpinan DPR terkait kisruh antara Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri. AKTUAL/JUNAIDI MAHBUB

Ahok Klaim E-Budgeting Bikin DKI Hemat Lima Triliun Lebih

Jakarta, Aktual.co —Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengklaim penggunaan sistem e-budgeting, membuat Pemprov DKI bisa hemat anggaran hingga triliunan rupiah.
Caranya? Dengan menolak pengajuan anggaran yang dianggap mengada-ada.  Misal, kata Ahok, dirinya menolak pengajuan anggaran untuk sosialisasi, hingga pembelian mesin penghancur kertas, dan mesin hitung.
“Itu ngga boleh. Begitu usulan masuk ke komputer, sistem kami akan menolak,” kata Ahok di Balai Kota, Senin (2/2).
Sejak diterapkan sistem e-budgeting, klaim dia, total anggaran yang mampu dihemat mencapai triliunan. “Kemarin tahu ga berapa duit yang kita dapat dari penolakan-penolakan dari mereka yang masih bandel mau masukin? Rp4,3 triliun,” ujar dia.
Bahkan semalam, kata Ahok, ada laporan penolakan terhadap pengajuan anggaran sebesar Rp1 triliun. “Jadi kita Rp5,3 triliun kita hemat dari sistem e-budgeting,” sebut Ahok.
Lalu bagaimana nasib mereka yang kedapatan masih coba-coba ‘main’ proyek? “Copot, pidanain juga, habisin hartanya pakai Undang-Undang TPPU (Tindak pidana Pencucian Uang ),” cetusnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Elvira Akui Suka Datang ke Kantor Abraham Samad

Jakarta, Aktual.co — Setelah beredarnya foto mesra antara finalis ‘Miss Universe 2015’,  Elvira Devinamira Wirayanti dengan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad,  Elvira mengaku mengenal baik sosok petinggi lembaga Antirasuah tersebut. 
“Saat acara pemilihan Putri Indonesia, sebelum di karantina, pak Abraham kan memang mengisi acara tersebut dengan mengumumkan bahwa siapapun yang terpilih menjadi Putri Indonesia maka akan juga menjadi Duta Putri Anti Korupsi,” beber Elvira, Senin (2/2), di Graha Citra, Jakarta.
Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Airlangga menjelaskan, bahwa di bulan April lalu, Elvira diundang ke kantor Abraham untuk mengisi acara ‘Pemilu Jujur’. Sejak saat itu, bila ada acara seperti anti korupsi selalu melibatkan Putri Indonesia.
“Menurut saya pak Abraham adalah sosok yang jujur, saya nggak tahu dalamnya lebih banyak, saya hanya mengaggumi ketegasan beliau,” kata peraih ‘Best National Costume Miss Universe 2015’ ketika ditanya mengenai sosok Abraham Samad.

Artikel ini ditulis oleh:

Polisi Cokok Pencuri Modus Geser Tas di Bandata Seokarno Hatta

Jakarta, Aktual.co — Polres bandara Soekarno Hatta berhasil menangkap pelaku pencurian dengan modus geser tas milik penumpang di bandara tersebut.
Kasat Reskrim Polres Bandara Internasional Soekarno Hatta Kompol Aszari Kurniawan  mengatakan, HPS alias IW alias MY dalam melakukan aksinya menyamar sebagai penumpang pesawat untuk bisa masuk ke kawasan lounge terminal.
“Pelaku berhasil kita tangkap saat akan melakukan aksinya di terminal 2F setelah sebelumnya terekam kamera CCTV Bandara Soekarno Hatta,” kata dia di Tangerang, Senin(2/2).
Pelaku, kata dia, awalnya memasan tiket melalui ponsel dan menunjukan kode booking kepada petugas pintu masuk. Setelah itu, pelaku kemudian mengincar tas milik penumpang bahkan handphone yang sedang di isi ulang.
Dari pengakuan pelaku, ujar Kasatreskrim, aksi pencurian telah dilakukannya sebanyak lima kali di tiga terminal. Aksi terakhir dilakukan pada 27 Desember 2014 terhadap tas penumpang yang akan berangkat ke Bali.
Hasil curian terakhir tersebut yakni satu unit HP dan langsung pergi ke Bali. Diduga, pelaku pun melakukan hal serupa di Bandara Ngurah Rai Bali.
Dalam melakukan aksinya, pelaku tidak hanya sendiri tetapi juga kerap dibantu rekannya berinisial JHN yang kini sedang dikejar petugas. “Rekannya masih kita kejar,” ujarnya.
HPS, pelaku pencurian mengatakan bila aksinya tersebut dilakukan karena terbentur kebutuhan dalam memenuhi nafkah keluarga.
“Saya punya dua istri. Untuk memenuhi kebutuhan bulan, maka saya mencuri sebab tidak memiliki pekerjaan,” kata dia.
Sementara itu, barang bukti yang disita petugas dari pelaku yakni dua unit HP, uang sebesar Rp400 juta dan sepatu yang kerap digunakan untuk mencuri.
Adapun ancaman hukuman yang dikenakan kepada pelaku yakni Pasal 362 KUHP tentang pencurian yaitu lima tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain