6 April 2026
Beranda blog Halaman 39321

Tim 9 Berhati-hati Berikan Rekomendasi Pengganti Stadion Lebak Bulus

Jakarta, Aktual.co — Anggota tim 9, Gatot Dewobroto mengatakan, tim berhati-hati dalam memberikan rekomendasi soal rencana pembangunan stadion di taman BMW, karena taman BMW masih tersangkut masalah hukum.
Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta, menganulir pergantian stadion lebak bulus di Pesanggrahan, kemudian mengalihkan pengganti stadion yang dijadikan depo MRT itu ke taman BWM.
“Kami hati-hati sekali dalam memberikan rekomendasi, ada masalah hukum di taman BMW,” ujar Gatot, pada diskusi Aktual Forum, di warung Komando, Jakarta, Minggu (1/2).
Prasarana dan insfratruktur olahraga sepak bola di ibu kota masih menjadi polemik di Kemenpora terkait penggantian stadion lebak bulus yang saat ini akan dijadikan depo MRT oleh Pemprov DKI Jakarta.
Gatot menambahkan, bahwasannya tim 9 sudah mendatangi KPK untuk meminta konfirmasi tentang masalah taman BMW. “Kami sudah datangi KPK untuk mengetahui sejauh mana kasus tersebut,” kata Gatot.
Tim 9 meminta verifikasi terkait permasalahan penggantian stadion lebak bulus tersebut kepada PSSI, BPK, BPKP dan pihak terkait lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tim 9: Selesaikan Masalah, PSSI Harus Terbuka

Jakarta, Aktual.co — Deputi Bidang Harmonisasi Kemenpora  Gatot S Dewobroto mengatakan PSSI harus lebih terbuka agar masalah di PSSI dapat segera diselesaikan.
Diketahui minimnya prestasi PSSI menimbulkan banyak pertanyaan dan pernyataan dari penggemar bola di seluruh Indonesia. PSSI harus lebih terbuka dalam menyelesaikan masalah di tubuh PSSI.
“PSSI harus terbuka,” ucap Gatot, saat diskusi Aktual Forum, di warung Komando, Jl. Saharjo No.1, Jakarta, Minggu (1/2).
Pada pertemuan antara tim 9 dengan PSSI beberapa waktu lalu memang terjadi banyak persamaan dan perbedaan di PSSI untuk merubah PSSI menjadi lebih baik.
“Perbedaan tetap ada di tubuh PSSI namun perbedaan ini bisa merubah PSSI,” ujar Gatot, yang juga anggota tim 9.
Dalam memberikan rekomendasi untuk PSSI, tim 9 tidak bekerja dengan azas pridudes (berdasarkan sangkaan atau dugaan) untuk memberikan rekomendasi perbaikan untuk PSSI.

Artikel ini ditulis oleh:

Pemkab Diminta Antisipasi Peredaran Apel Berbakteri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Abdul Kadir, meminta pemerintah daerah untuk mengantisipasi peredaraan apel impor yang diduga mengandung bakteri mematikan.
“Perlu penanganan serius sebelum ada korban dan agar tidak ada pihak yang di rugikan baik itu pedagang maupun konsumen,” katanya, di Sampit, Minggu (1/2).
Pemerintah atau aparat terkait di Kabupaten Kotim agar lebih bijak dalam menangani persoalan apel impor yang dilarang beredar, supaya tidak membuat kerugian besar bagi pedagang.
Menurut Kadir, dari segi perlindungan konsumen, larangan buah impor yang membahayakan kesehatan merupakan langkah yang tepat, namun disisi hal itu akan merugikan pedagang.
Dalam melakukan pelarangan peredaran apel yang diduga mengandung bakteri mematikan hendaknya melihat dari sudut pandang kegiatan ekonomi dan bisnis atau dunia pemasaran.
“Jadi saran saya dalam mengambil kebijakan pelarangan buah impor, pemerintah atau instansi terkait harus secara dini dan tiada henti untuk terus melakukan pembinaan terhadap pedagang buah impor/importer buah-buahan agar mereka tidak merugi.” 

Artikel ini ditulis oleh:

Komisi X DPR: Sport Industry Buat Klub Sepakbola Indonesia Mandiri

Jakarta, Aktual.co — Sepakbola di Indonesia selain sebagai olahraga, keberadaannya sudah membudaya pada masyarakat Indonesia. 
Hal itu mendorong Komisi X DPR RI untuk membangun sport industry sepakbola di Indonesia.
“Harapannya memang sepakbola jadi darah daging ini bisa tumbuh. Paling tidak se-Asia lah bagus sepakbola kita nantinya,” ujar Wakil Ketua Komisi X Ridwan Hisjam, pada diskusi Aktual Forum, di Jakarta, Minggu (1/2).
Jika sport industry untuk sepakbola bisa berkembang dengan baik, maka keuntungannya bisa dialihkan untuk sarana pembinaan dan pengembangan. Hal ini diharapkan membawa dampak baik bagi industri sepakbola.
“Lebih baik, jadi mereka itu bisa lebih mandiri, tidak mengandalkan pemerintah yang anggarannya kecil sekali,”
“Kalau sudah berhasil dan membeli tiket keluar, dari dana itu mereka dapar CSR. Keuntungannya untuk pembinaan pada usia dini, tapi ngga di dalam klub itu, tapi di desa-desa atau kabupaten, dikelola swadaya di desa itu,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jak Mania Beri Catatan pada Pemain Asing

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum The Jakmania Richard Achmad Supriyanto menuding praktik konspiratif sepakbola Indonesia bisa dilihat dari tingkah pola pemain asing yang berkompetisi di Indonesia.
“Pemain (asing) itu kalau dilapangan mereka bersitegang, tapi kalau diluar lapangan mereka berkelompok,” kata Richard, dalam diskusi Aktual Forum dengan tema ‘Mau dibawa kemana sepakbola Indonesia?’ di Jakarta, Minggu (1/2).
Hal itu harus menjadi perhatian khusus PSSI dalam memberi izin pada pemain asing yang bermain di kompetisi Indonesia.
Richard juga berharap banyak terhadap tim 9 yang ditugaskan untuk memberangus praktik mafia serta konspirasi dalam sepakbola.
“Mereka dikasih target 3 bulan, saya bilang pak bisa ngga satu bulan selesai?” desaknya.

Artikel ini ditulis oleh:

Mafia Sepakbola Seperti’Kentut’

Jakarta, Aktual.co — Executive Commite PSSI, Djamal Aziz tidak memungkiri adanya keberadaan mafia di dunia persepakbolaan yang sudah menjadi kabar ‘amis’ merusak dunia persebakbolaan di Indonesia.
“Mafia itu ada, tapi tidak terlihat,” kata Djamal dalam acara Aktual Forum bertajuk ‘Mau Dibawa Kemana Sepakbola Indonesia?’ di Warung Komando, Jl. Dr Saharjo No 1 Tebet, Jakarta Selatan, Minggu (1/2).
Mantan anggota Komisi X DPR RI ini mengakui sulit membuktikan adanya peran mafia di dunia sepakbola yang menghambat prestasi olahraga bola bundar tersebut. Sejauh ini informasi yang ada hanya sebatas ‘katanya-katanya’.
“Mafia itu seperti kentut, baunya ada wujudnya tidak terlihat. Republik ini jangan dibangun dengan katanya-katanya saja,” tukas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain