6 April 2026
Beranda blog Halaman 39375

Ikan Berformalin, DPRD NTT Panggil DKP

Kupang, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTT akan memanggil Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, Abraham Maulaka, untuk dimintai penjelasan terkait beredarnya ikan berformalin di Kota Kupang.
“Kita sesalkan kenapa ikan-ikan (berformalin) itu  bisa terjual ke masyarakat, kenapa bisa terjadi” tanya Wakil Ketua DPRD NTT, Nelson Obet Matara, Jumat  (30/1).
Untuk ini, pihaknya segera mengagendakan pemanggilan terhadap  DKP NTT dalam satu dua hari kedepan. Sebab, ikan berformalin sangat membahayakan kesehatan manusia.
Pemanggilan dimaksud untuk memperoleh keterangan yang sebenarnya dari DKP sehingga tidak ada yang saling mempersalahkan di kemudian hari.
Pasalnya, lanjut dia, jika di kemudian hari ada masyarakat yang keracunan akibat mengonsumsi ikan berformalin, maka fungsi pengawasan DKP patut dipertanyakan. DKP harus bertanggung jawab atas masalah tersebut.
“DKP NTT juga harus berkoordinasi dengan DKP kabupaten di seluruh NTT. Sebab, pengantarpulauan ikan harus mengantongi surat keterangan asal ikan dari DKP kabupaten,” ujarnya.
Dia mengatakan, kasus ikan berformalin ini sudah sangat marak, dan bukan hanya di Kota Kupang, tetapi juga di Kabupaten Sikka dan Flores Timur.
Diketahui, setelah diawasi secara ketat di daratan Flores, ikan berformalin kembali masuk Kupang. Senin lalu petugas Dinas Kelautan dan Perikanan NTT menahan sekitar lima ton, dua hari belakangan masuk lagi 12 ton ikan berformalin. Selain dari Lembata, ikan berfomalin tersebut juga datang dari Larantuka, Flores Timur.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, Abraham Maulaka mengatakan,   petugas dari institusi tersebut pada Kamis (29/1) sore, menahan lagi enam ton ikan dari Lembata dan pagi tadi sekitar enam ton lagi.

Artikel ini ditulis oleh:

Tender ‘Crude Oil’ ISC Pertamina Abaikan Tujuan Tim RTKM Faisal Basri

Jakarta, Aktual.co — Proses tender minyak mentah PT Pertamina melalui Integrated Supply Chain (ISC) yang dilakukan sejak pekan lalu, hingga saat ini belum juga diumumkan pemenangnya ke publik. Bahkan dalam prosesnya pun baik ISC atau Pertamina terkesan tertutup dan tidak transparan.

“Saya menangkap gelagat Pemerintahan ini hendak menjadikan BUMN sebagi lahan bancakan, khususnya Pertamina. Kasus lain yang menunjukkan modus perampokan kekayan dan anggaran negara adalah kasus PMN BUMN, dan perpanjangan ijin ekspor Freeport,” kata Pengamat ekonomi energi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng kepada Aktual.co, Jakarta, Jumat (30/1).

Ia menjelaskan, gelagat menjadikan sektor migas, khususnya Pertamina sebagai bancakan itu tampak sejak awal ketika Tim Reformasi tata kelola migas (RTKM) dimana sejak awal pembentukannya langsung mengumumkan pembubaran Petral. Seharusnya Tim yang dibentuk oleh Kementerian ESDM tersebut merekomendasikan langkah menyeluruh dalam tata kelola migas, mulai dari hulu sampai ke hilir.

“Melokalisasi masalah migas hanya pada siapa yang melakukan impor telah menunjukkan kesan bahwa menteri baru dan jajarannya hanya ingin mengganti importir. Alasan yang digunakan adalah adanya mafia dalam impor migas. Meskipun kasus korupsinya tidak pernah mau dibuktikan,” jelanya.

Dirinya mengatakan, tujuannya pengkerdilan Petral hanya mengganti importir yang konon kabarnya memiliki kedekatan dengan penguasa. Bahkan, kecurigaan publik terbukti ketika ISC mulai melakukan tender terhadap impor migas.

“Tampak bahwa proses tender tidak berlangsung secara transpran. Prinsip prinsip good corporate governance (GCG) diabaikan, jenis minyak apa saja yang diimpor, berapa harga yang ditawarkan, siapa saja peserta tender, apakah mereka trader atau langsung penghasil minyak, tidak jelas,” imbuh Salamuddin.

“Ada indikasi bahwa yang ikut tender adalah para trader. Padahal janji awal Tim Reformasi Tata kelola migas adalah menghindari melakukan impor melalui trader, melainkan langsung ke perusahaan minyak baik Multinational Oil Company (MNC), maupun National Oil Company (NOC). Jika ini terjadi maka Sudirman Said, Faisal Basri dkk, telah melakukan kebohongan publik,” sambungnya.

Ia menambahkan, dalam kasus Impor minyak dari perusahaan minyak Sonangol, sebelumnya pemerintah mengatakan bahwa akan mendapatkan potongaan harga dibawah harga pasar. Janji ini juga perlu segera dibuktikan. “Jika tidak lagi, Pemerintah telah berbohong”.

Salamuddin mengingatkan bahwa harga minyak mentah hari ini berada pada posisi 42 USD/barel. Dengan dasar besaran subsidi dalam APBN 2015 maka seharusnya seluruh rakyat bisa dapat BBM gratis.

“Pertanyaan besarnya, jangan-jangan masih terjadi markup besar besaran dalam harga pembelian crude oil, dan oil produk oleh Pemerintah? Jika ini terjadi, maka bangsa Indonesia tengah dihadapkan dengan mafia migas baru yang lebih rakus. Waspada,” tegasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Penurunan Mata Uang Asia Seret Rupiah 24 Poin ke Rp12.504

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, bergerak melemah sebesar 24 poin menjadi Rp12.504 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.480 per dolar AS.

“Laju mata uang rupiah kembali bergerak negatif terhadap dolar AS seiring dengan pelemahan mata uang di kawasan Asia,” kata Kepala Riset Woori Korindo Securities Indonesia Reza Priyambada di Jakarta, Jumat (30/1).

Menurut dia, turunnya mata uang rupiah juga dibarengi dengan penurunan mata uang won Korea pasca memangkas suku bunga acuannya dan turunnya yen Jepang seiring dengan pelemahan pada investasi saham dan obligasi serta penjualan ritelnya.

“Sentimen dari Korea dan Jepang itu dimanfaatkan pelaku pasar untuk masuk ke dolar AS, sehingga berdampak negatif pada rupiah,” katanya.

Di sisi lain, lanjut dia, pengaruh hasil pertemuan the Fed yang akan tetap bersabar untuk menaikan suku bunganya sempat mendorong rupiah, namun saat ini sentimen the Fed itu cenderung mulai memudar.

Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta menambahkan bahwa konflik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang masih belum mereda mengkhawatirkan sebagin pelaku pasar uang.

Kendati demikian, menurut dia, fokus investor perlahan akan beralih pada data angka inflasi dan neraca perdagangan yang diekspektasikan mengalami perbaikan sehingga akan menopang rupiah ke depannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

KPK Yakini BG Hadir untuk Diperiksa

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum bisa memastikan kehadiran Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan (BG) untuk memenuhi panggilan lembaga tersebut. Wakil Ketua KPK, Bambang Wijojanto mengaku belum mendapatkan informasi yang bisa dipertanggung jawabkan perihal kehadiran BG.
“KPK belum dapat informasi yang sah perihal ketidakhadiran BG yang hari ini dijadwalkan untuk diperiksa sebagai tersangka korupsi di KPK,” tulis Bambang melalui pesan singkat, Jumat (30/1).
Meski begitu, pihak KPK masih meyakini bahwa BG akan hadir memenuhi panggillan untuk menjelaskan kasus yang telah menjeratnya itu.
“Inilah kesempatan emas bagi BG guna mengcounter seluruh sangkaan seperti tertulis dalam sprindik. Bukankan di depan uji kelayakan dan kepatutan di DPR hal itu sudah dilakukannya.”
Lembaga pimpinan Abraham Samad itu juga menganggap BG sebagai penegak hukum sejati yang akan menunjukkan profesionalitasnya. “Kehormatan penegak hukum terletak pada kemauan dan kemammpuannya untuk menghormati hukum,” ujar dia.
Diketahui, calon tunggal Kapolri itu dijadwalkan untuk diperiksa terkait status tersangka yang ditetapkan oleh KPK. BG disinyalir telah menyalahgunakan wewenangnya dengan menerima gratifikasi atau janji saat menjadi Kepala Biro Karir Pembinaan Sumber Daya Manusia Mabes Polri pada 2010.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dinas Pendidikan Biak Tunggu Realisasi Kartu Pintar

Jakarta, Aktual.co — Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Biak Numfor, Papua, hingga Januari 2015 masih menunggu realisasi pembagian kartu pintar Indonesia (KPI) kepada siswa di wilayah itu sebagai implementasi program Presiden Joko Widodo.
Sekretaris Dinas Pendidikan Drs Piet Havurubun di Biak mengakui, hingga sejauh ini jajaran Disdik belum memperoleh informasi pendistribusian KPI untuk siswa berbagai jenjang pendidikan di Kabupaten Biak Numfor.
“Ya, program KPI Presiden Jokowi dinilai sangat tepat dan menyentuh kebutuhan siswa yang orang tuanya berpenghasilan rendah,” ujar Sekretaris Disdik Piet, Jumat (30/1).
Piet mengakui, meski daerah lain di berbagai Indonesia telah mendapat program KPI, namun untuk di Kabupaten Biak Numfor sampai saat ini belum juga terealisasi pembagiannya kepada pelajar setempat.
“Disdik siap melaksanakan pembagian KPI kepada siswa yang layak mendapatkan bantuan pendidikan dari program pemerintahan Presiden Jokowi,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Kesejahteraan Sosial Biak Yan Domeng SH mengakui, hingga awal Januari 2015 belum ada pendistribusian kartu Indonesia pintar, kartu program keluarga sejahtera serta kartu sehat Indonesia.
“Untuk Kabupaten/Kota hanya menunggu realisasi program dari pemerintah pusat. Ya dinas sosial dan lembaga terkait lain hanya menjadi fasilitator kegiatan sedangkan pendistribusiannya dilakukan kantor Pos setempat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Anak Usaha WIKA Group Siap Melantai di BEI

Jakarta, Aktual.co — PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) berencana menawarkan saham perdana kepada publik (IPO) anak usaha PT Wika Realty pada kuartal IV 2015 dengan target perolehan dana mencapai Rp1 triliun.

“Persiapan rencana IPO sedang dilakukan meliputi penetapan penasehat keuangan, konsultan hukum dan penjamin pelaksana emisi (underwriter) dan akuntan publik,” kata Direktur Keuangan WIKA Adji Firmantoro dalam jumpa persnya di Jakarta, ditulis Jumat (30/1).

Ia menerangkan, jumlah saham Wika Realty yang akan dilepas nantinya kepada publik berkisar 40 persen, sehingga WIKA sebagai induk perusahaan tetap menjadi pemegang saham pengendali dengan kepemilikan mayoritas sebesar 60 persen. Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendanai pengembangan bisnis di sektor properti, dan akuisisi lahan.

“Wika Realty harus meningkatkan ‘land bank’ (persediaan lahan) dalam jumlah besar untuk keperluan pengembangan properti seperti perkantoran dan gedung bertingkat. Lahan yang diakuisisi juga harus lebih luas dan pada posisi strategis,” ujarnya.

Untuk mendorong percepatan akusisi lahan tersebut, Wika Realty akan mendapat suntikan modal dari induk usaha WIKA sebesar Rp150 miliar pada akhir kuartal I 2015. Saat ini kontribusi Wika Realty sendiribterhadap total pendapatan induk usaha masih sekitar 6,5 persen.

“Dengan IPO diharapkan bisnis properti secara konsolidasi bisa meningkat menjadi 12 persen per tahun,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain