6 April 2026
Beranda blog Halaman 39374

Dikenal Begal Sadis, Masduki Kini Nikmati Hidup Dijeruji Besi

Jakarta, Aktual.co — Masduki, 25 tahun, merupakan pimpinan kelompok begal sadis kerap yang beraksi di Depok, kini harus menikmati hidupnya di jeruji besi setelah aparat Reserse Kriminal Polresta Depok menangkapnya. 
Masduki dan anak buahnya dikenal sadis. Pasalnya dia tidak akan segan mencabut nyawa korbannya jika mereka melakukan perlawanan.
Kasat Reskrim Polresta Depok Kompol Agus Salim menjelaskan, dari pemeriksaan polisi, Masduki merupakan adik dari adik dari Mul, pelaku begal yang tewas saat penggerebekan di di rumah kontrakannya di kawasan Cilodong, Depok pada Rabu (28/1).
Dia mengatakan, kelompok Mul dan Masduki ini tercatat sudah dua kali membunuh korbannya. Selain di Depok, keduanya melakukan aksi kejahatan di wilayah Tangerang, Jakarta, Bekasi, hingga Bogor. 
“Mereka ini tak hanya berulah di Depok, tetapi juga di sekitar Jakarta, Bogor, Bekasi dan Tangerang.”
Dia pun memastikan, akan terus melakukan pengembangan untuk membekuk tersangka yang masih buron. Sebelumnya, Mul, satu dari empat pelaku begal motor di Depok ditembak mati petugas lantaran nekat melakukan perlawanan dalam sebuah penggerebekan di rumah kontrakan di kawasan Sukmajaya Depok, Selasa (27/1) dini hari tadi.
Hal itu dibenarkan Wakapolresta Depok, AKBP Irwan Anwar saat dikonfirmasi wartawan. Kendati demikian, sampai saat ini masih terus melakukan pengembangan karena sejumlah pelaku lainnya berhasil kabur dan kini tengah dalam pengejaran.
Penggerebekan itu dilakukan oleh aparat Reskrim Polresta Tangerang lantaran adanya pengembangan hingga ke wilayah Depok.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Seleksi Pemain Asing, Nil Maizar Belum Tentukan Pilihan

Padang, Aktual.co — Semen Padang menggelar latihannya untuk menseleksi tiga pemain asing di GOR H Agus Salim, Kota Padang, Kamis (29/1) kemarin.

Latihan yang langsung dipimpin oleh Nil Maizar tersebut tidak hanya untuk latihan ketahanan fisik. Nil juga melakukan laga pemanasan antar para pemain.

Dalam ‘adu kekuatan internal’ tersebut, ketiga pemain asing Bruno Casimir, Goran Gancev dan Cristian Febre saling menunjukkan tajinya.

Namun demikian, dua laga berjalan, performa didominasi oleh Bruno Casimir dan Cristian Febre. Keduanya tampak agresif dengan melakukan pertahanan bagi Semen Padang FC.

Usai latihan, Pelatih Nil Maizar menyebutkan, masih belum bisa menentukan pilihannya terhadap tiga pemain tersebut.
“Saya masih belum bisa menentukannya, karena masih belum melihat peformanya masing-masing secara maksimal saat ini,” katanya.

Ia menjelaskan, akan melihat hingga latihan hari Sabtu (31/1) besok.

“Kita saat ini butuh center back, kalau bagus kita pakai, kalau enggak ya kita cari yang lain. Kita lihat sampai Sabtu besok,” pungkasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Diminta Tak Libatkan TNI untuk Menghadirkan Saksi Komjen BG

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pemberantasan Korupsi diminta tak melibatkan TNI dalam menghadirkan saksi-saksi dalam penyidikan perkara calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan.
Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menilai rencana yang dilakukan KPK itu dikhawatirkan akan memperkeruh suasana yang saat ini kedua lembaga penegak hukum itu memanas.
“Di dalam undang-undang sudah diatur bagaimana batasan dan kewenangan TNI-Polri. Oleh karena ini permasalahan KPK dan Polri seyogyanya diselesaikan oleh kedua intitusi,” kata Agus Hermanto di Mataram, Jumat (30/1).
Menurut dia, jika ada permasalahan karena ketidakhadiran saksi-saksi dari Polri, KPK harus mampu menahan diri tanpa harus melibatkan TNI.
“Ada cara-cara yang lebih bijak yang harus kita kedepankan. Kalau pun ada saksi-saksi yang tidak hadir segera komunikasikan dengan Polri,” kata Agus.
Sebaliknya, kata dia, “Saya juga meminta agar pihak kepolisian mendorong anggotanya hadir jika ada pemanggilan untuk menjadi saksi di KPK.”
“Kalau itu sudah dilakukan maka dengan sendirinya permasalahan ini bisa pula dituntaskan,” katanya.
Sebelumnya, KPK mempertimbangkan untuk meminta bantuan TNI dalam menghadirkan saksi-saksi dalam penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait transaksi mencurigakan dengan tersangka mantan Kepala Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Komisaris Jenderal Pol Budi Gunawan.
“Kami akan berkomunikasi dengan Presiden apakah bisa menggunakan kekuatan lain kalau memang tidak ada jaminan teman-teman di kepolisian sendiri bisa membantu KPK,” kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto di gedung Ombudsman Jakarta, Kamis (29/1).
Dalam kasus BG, KPK sudah memanggil 10 orang saksi yang sebagian besar anggota aktif Polri, namun hanya satu orang yang memenuhi panggilan, yakni Irjen (Purn) Syahtria Sitepu.
Bambang mengatakan, permintaan bantuan kepada TNI itu akan dilakukan dengan hati-hati. “Pasti KPK sangat berhati-hati, sesuai dengan aturan, tidak mau gegabah,” kata Bambang.
KPK juga sudah berkomunikasi dengan Wakapolri Komjen Pol Badrodin Haiti mengenai upaya menghadirkan saksi yang dipanggil KPK.
Saksi-saksi yang dipanggil tapi tidak memenuhi panggilan adalah Direktur Penyidikan Pidana Umum Badan Reseserse Kriminal Polri Brigjen Pol Drs Herry Prastowo; dosen utama Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian Kombes Pol Drs Ibnu Isticha; mantan Kepala Biro Perencanaan dan Administrasi Inspektorat Pengawasan Umum Polri Brigadir Jenderal (Purn) Heru Purwanto; mantan Wakil Inspektorat Pengawasan Umum Mabes Polri Inspektur Jenderal Pol Andayono yang sekarang menjabat Kapolda Kalimantan Timur.
Selain itu, Wakil Kepala Polres Jombang Kompol Sumardji; Aiptu Revindo Taufik Gunawan Siahaan; Widyaiswara Madya Sespim Lemdikpol Brigadir Jenderal Pol Budi Hartono Untung yang mantan Kapolda Bangka Belitung; anggota Polres Bogor Brigadir Polisi Triyono dan pihak swasta Liliek Hartati.
KPK juga memeriksa mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Hanura Susaningtyas NH Kertopati, seorang ibu rumah tangga Sintawati Soedarno Hendroto dan pegawai negeri sipil Tossin Hidayat. Susaningtyas diketahui tidak dapat memenuhi panggilan karena sedang sakit.
Budi Gunawan diduga terlibat dalam transaksi-transaksi mencurigakan sejak menjabat Kepala Biro Pembinaan Karir Deputi Sumber Daya Manusia di Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lainnya di Mabes Polri.
KPK menyangkakan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan berdasarkan pasal 12 huruf a atau b pasal 5 ayat 2 pasal 11 atau pasal 12 B UU No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Wakil Ketua DPR: Pertemuan Jokowi-Prabowo Merupakan Titik Terang

Jakarta, Aktual.co — Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto mengapresiasi pertemuan Presiden Joko Widodo dengan tokoh nasional Prabowo Subianto di Istana Bogor, di tengah kisruh KPK dan Polri.
“Ini menjadi titik terang bagi bangsa dan negara menuju ke arah yang lebih baik,” kata Agus Hermanto di Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Jumat (30/1).
Menurutnya, silaturahim antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto itu harus dijunjung tinggi oleh seluruh pihak, sebagai sebuah itikad baik untuk membangun bangsa dan negara.
“Kita apresiasi pertemuan ini dan kita harus dukung,” kata dia.
Menurut Agus, pertemuan dua tokoh yang pernah bersaing dalam pemilihan presiden 2014 tersebut dinilainya bagus, terlebih lagi di tengah kisruh permasalahan KPK dan Polri.
“Bagi kami pertemuan dua tokoh penting di republik ini sangat bagus dan mampu menyejukkan suasana di tengah ketegangan kedua institusi penegak hukumm, yakni KPK dan Polri,” katanya.
Meski demikian, politisi Partai Demokrat ini berharap pertemuan tersebut tidak hanya sebatas Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. Namun, bisa juga diikuti oleh tokoh-tokoh lain, sehingga permasalahan yang membelit bangsa dan negara bisa dapat segera terselesaikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Minyak Mentah Merangkak Naik, IHSG Menguat 27,66 Poin

Jakarta, Aktual.co — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), dibuka menguat sebesar 27,66 poin terbawa sentimen positif dari pasar saham eksternal.

IHSG BEI dibuka menguat 27,66 poin atau 0,53 persen ke posisi 5.290,38. Sementara itu indeks 45 saham unggulan (LQ45) naik sebesar 7,00 poin atau 0,77 persen ke posisi 916,06.

“IHSG terbawa sentimen positif dari indeks Asia pada perdagangan saham akhir pekan ini (30/1) seiring dengan penguatan indeks Wall Street menyusul harga minyak mentah yang berbalik naik,” kata Head of Research Valbury Asia Securities Alfiansyah di Jakarta, Jumat (30/1).

Di sisi lain, lanjut dia, faktor keputusan the Fed yang akan tetap bersabar untuk menaikkan suku bunga, meski ekspansi aktivitas ekonomi berada pada laju yang solid, mengeliminir sentimen negatif dari Yunani yang dikhawatirkan terjadi perubahan kebijakan pemerintah baru sehingga menjadi ancaman kecemasan pasar keuangan.

“Pemerintah baru Yunani diperkirakan segera memulai kebijakan yang baru. Aturan bailout yang dibuat oleh pihak Troika (Uni Eropa, bank sentral Eropa, dan lembaga dana moneter internasional/IMF) kemungkinan besar gugur. Apabila itu terjadi, maka Yunani bisa kesulitan memenuhi dana operasional untuk tahun 2015,” katanya.

Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas dalam kajiannya mengemukakan bahwa selain sentimen eksternal, pelaku pasar juga sedang menanti rilis data inflasi dan neraca perdagangan Indonesia yang sedianya akan dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal pekan depan (Senin, 2/2) yang diharapkan membaik.

“Selain itu, investor juga menunggu rilis kinerja keuangan tahunan perusahaan tercatat di BEI. Tim Analis Teknikal Mandiri Sekuritas mengungkapkan IHSG BEI berpotensi menguat pada perdagangan Jumat ini, bergerak di kisaran 5.210-5.325 poin,” paparnya.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 9,49 poin (0,04 persen) ke 24.605,34, indeks Bursa Nikkei naik 78,09 poin (0,44 persen) ke 17.684,31, dan Straits Times menguat 7,40 poin (0,21 persen) ke posisi 3.426,28.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengacara BG Sebut Surat Panggilan KPK Tak Jelas

Jakarta, Aktual.co — Kuasa hukum Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Razman Arif Nasution, menyebut surat panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap kliennya tidak jelas. 
Tak jelas yang dimaksud Razman surat yang diterimanya itu tidak jelas siapa yang mengirimkannya.  “Ada yang bilang dari pos, tidak ada tanda terima, tidak tau siapa yang menyerahkan. BG sendiri bagaimana mau menghadiri, tidak siapa serahkan terima, dan siapa yang bertanggungjawab,” kata Razman di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (30/1).
Menurut dia, penyampaian surat ini tidak sesuai dengan prosedur administrasi. Dia menilai, KPK lagi-lagi langgar etika dalam prosedur administrasi.
Dia menyebut, idealnya surat itu jelas siapa yang mengirimkan dan siapa yang menerima. Harus ada surat tanda terima yang menjelaskan hal-hal tersebut. 
“Surat jangan sembunyi-sembunyi dong,” ujarnya. 
Budi dicalonkan sebagai Kapolri oleh Presiden tanggal 9 Januari lalu. Pada 13 Januari, KPK menetapkan Kepala Lembaga Pendidikan Polri itu sebagai tersangka. 
Dia diduga menerima hadiah atau janji selama menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karier Deputi Sumber Daya Manusia Polri periode 2003-2006 dan jabatan lainnya di kepolisian.
Atas perbuatannya, Budi disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b, Pasal 5 ayat 2, serta Pasal 11 atau Pasal 12 B Undang-undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup mengintai Budi jika bekas ajudn Megawati Sokarnoputri itu terbukti melanggar pasal-pasal tersebut. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain