2 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39448

Ketum Hanura Siap Dilanjutkan Wiranto

 Jakarta, Aktual.co —Ketua Umum DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Wiranto, menyatakan kesiapan melanjutkan jabatan ketua umum untuk periode 2015-2020. “Saya menyatakan bersedia kembali menjadi ketua umum dengan pertimbangan faktor internal dan eksternal partai,” kata Wiranto dalam Munas I Gerakan Muda Hanura di Jakarta, Jumat (16/1).
Menurutnya, hal tersebut dilakukannya karena ingin mengantar proses regenerasi partai yang aman dan bermartabat. Ia memastikan kesediaannya bukanlah untuk mengkooptasi partai maupun menjadikan partai sebagai “kendaraan politi”k keluarganya.
Ia menekankan tujuannya tulus menjadikan Hanura sebagai rumah politik bagi semua kader sehingga penting untuk melestarikannya. “Betul ketulusan saya hanya ingin rumah politik kita bersama tetap lestari karena perjuangan kita belum selesai,” tutur dia.
Menurut dia,, Hanura masih dalam proses berkembang dan membutuhkan bimbingan untuk menjadi partai yang kuat dan besar. Ia berharap Munas Hanura yang akan digelar Februari mendatang berlangsung secara demokratis dengan musyawarah mencapai mufakat agar semua aspirasi tetap tertampung. “Alangkah baiknya Munas nanti diwarnai suasana kebersamaan, kekeluargaan, ketertiban untuk musyawarah mencapai mufakat,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Cuaca dan Iklim, Kepala BMKG: Masyarakat Harus “Melek” Iklim

Jakarta, Aktual.co — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Andi Eka Sakya mengatakan masyarakat harus “melek” iklim karena tingginya tingkat kerentanan terhadap iklim.

“Setelah kita lihat seluruh data yang kita punya selama 30 tahun ini, ada perubahan tingkat kerentanan yang tinggi,” kata Andi di Jakarta, Jumat (16/1).

Andi mencontohkan, misalnya jika dilihat pada tahun-tahun sebelumnya meski hujan tapi tidak terjadi longsor seperti di Banjarnegara, dan banjir di sejumlah daerah.

“Cuaca dan iklim ini fenomena lokal jadi kita harap masyarakat ‘melek’ iklim. Misalnya mengubah pertanian tradisional menjadi lebih tertata,” tambah dia.

Andi menyebutkan untuk meningkatkan kesadaran dan tingkat “melek” iklim masyarakat bertambah ada lima elemen yang sangat berperan.

Elemen tersebut yaitu pemerintah dalam hal ini BMKG yang terus-menerus menginformasikan kepada masyarakat.

Pihak swasta melalui tanggung jawab sosial perusahaan seharusnya bisa mendukung infrastruktur misalnya untuk penanganan banjir.

Universitas atau dunia pendidikan dan riset atau penelitian yang mulai digalakkan serta media massa agar bisa terus menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Presiden Jokowi Periksa Gigi di Balai Kota DKI

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali melakukan kunjungan ke Balai Kota DKI yang terletak di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. 
Kunjungan mendadak dan tanpa pemberitahuan pada sore hari itu dilakukan oleh Jokowi yang merupakan mantan gubernur DKI Jakarta itu untuk memeriksakan kondisi kesehatan giginya.
Dengan mengenakan kemeja batik lengan panjang dan celana panjang hitam, Jokowi beserta iringan pengamanannya tiba di Balai Kota sekitar pukul 17.20 WIB.
Sesampainya di lokasi, Jokowi disambut oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan bersama-sama berjalan menuju Pusat Layanan Kesehatan DKI yang terletak di gedung Blok F.
“Iya, tadi mengecek kesehatan gigi seperti biasa. Kemarin (Jumat) kan juga kesini,” kata Jokowi usai periksa gigi di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (16/1) sore.
Pemeriksaan gigi yang dilakukan oleh Jokowi sore itu baru berakhir pada pukul 18.20 WIB. Setelah pemeriksaan berakhir, Basuki mengantarkan Jokowi hingga ke mobilnya.
Kemudian, Jokowi beserta iringan pengamanannya langsung beranjak meninggalkan Balai Kota.
Sebelumnya, pada Jumat (9/1) pekan lalu, Jokowi memeriksakan kondisi kesehatan giginya di Pusat Layanan Kesehatan yang terletak di Balai Kota DKI.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Ahok Ingin Ubah Jakarta Seperti Kota Chicago

Jakarta, Aktual.co — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku akan mengikuti konsep kota Chicago di Amerika Serikat dalam melakukan pembenahan ibu kota.

“Pada awalnya, kota Chicago hampir sama semrawutnya seperti Jakarta, terlalu banyak gedung bertingkat. Tapi kemudian pemerintahnya mengambil langkah untuk membangun sistem transportasi,” kata Basuki di Balai Kota, Jakarta Pusat, Jumat (16/1).

Menurut pria yang akrab disapa Ahok itu, langkah strategis yang diambil oleh pemerintah Chicago untuk membenahi kotanya pada saat itu adalah membangun moda transportasi Light Rail Transit (LRT).

Jenis transportasi tersebut, sambung dia, dibangun jauh diatas permukaan tanah atau jalur melayang (elevated) diantara gedung-gedung pencakar langit yang ada di kota tersebut.

“Rencananya, kita juga mau membuat model transportasi yang seperti itu. Kita tahu ruas jalan disini (Jakarta) sudah terlanjur sempit, dan LRT itu tidak akan ‘memakan’ ruas jalan,” ujar Ahok.

Oleh karena itu, mantan bupati Belitung Timur itu menuturkan sampai dengan saat ini pihaknya masih terus membahas konsep transportasi tersebut untuk diterapkan di wilayah Kota Jakarta.

“Untuk pembangunan LRT, saat ini kita masih berada dalam tahap pembuatan desain rute yang dilakukan oleh dua BUMD DKI, yaitu Pembangunan Jaya dan Jaya Konstruksi,” tutur Ahok.

Selain LRT, dia menjelaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI juga sedang membangun transportasi serupa LRT, yaitu Koridor 13 Busway Transjakarta jenis layang (elevated) yang membentang dari Ciledug hingga Tendean.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Peran Terungkap di Kasus Riau, ICW: KPK Segera Panggil Zulkifli Hasan

Jakarta, Aktual.co — Indonesia Corruption Wacth mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi agar segera melakukan pemeriksaan terhadap Ketua MPR Zulkifli Hasan. Apalagi nama bekas Menteri Kehutanan itu disebut-sebut ikut mencicipi duit dari Kwee Cahyadi Kumala yang merupakan bos Sentul City dalam pengurusan alih fungsi lahan di Kabupaten Bogor.
Tak hanya disitu, KPK juga didesak untuk menindaklanjuti penyebutan nama Politikus asal Partai Amanat Nasional itu di persidangan. Zulkifli Hasan disebut oleh Direktur Jenderal Planologi Kementerian Kehutanan Bambang Supijanto dan Direktur Perencanaan Kawasan Hutan Ir Mashud di persidengan kasus alih fungsi hutan Riau dengan terdakwa Gulat Mendali Emas Manurung.
Dalam kesaksiannya, Bambang menjelaskan mengenai peran mantan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, khususnya soal revisi Surat Keputusan Menteri Kehutanan 673 yang belakangan ternyata menjadi peluang terjadinya tindak pidana suap yang dilakukan Gubernur Riau nonaktif, Annas Maamun.
“KPK harus menjadikan bahan kesaksian itu untuk didalami lagi. Intinya kita mendesak agar KPK segera memanggil yang bersangkutan,” kata koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho ketika dihubungi, Jumat (16/1).
Emerson menganggap, kesaksian-kesaksian itu perlu diklarifikasi oleh KPK guna mengetahui sejauh mana peran Zulkifli Hasan di dua kasus yang saat ini tengah berurusan di KPK itu. “Itu harus diklarifikasi, untuk mengetahui sejauh mana perannya,” kata dia.
Nama Zulkifli Hasan disebut-sebut ikut mencicipi duit dari Kwee Cahyadi Kumala dalam pengurusan alih fungsi lahan di Kabupaten Bogor. Hal itu berdasarkan temuan tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi yang mendapati adanya surat menyurat antara Bupati Bogor nonaktif, Rachmat Yasin dengan Kementerian Kehutanan yang kala itu dipimpin Zulkifli.
Surat ini yang diketahui menjadi jejak korespondensi antara Zulkifli dan RY. Sebab diketahui, Zulkifli kemudian mendisposisikan surat dari RY terkait rekomendasi tersebut kepada Dirjen Planalogi Kehutanan Bambang Supijanto. 
Koresponsi antara RY dan Bambang kemudian terus berjalan. Sampai RY meminta penegasan soal landasan hukun sebagai pedoman bagi Pemkab Bogor memberikan izin kepada PT BJA. Dirjen kemudian memberikan jawaban yang pada pokoknya PT BJA melanjutkan perstujuan prinsip tukar menukar kawasan hutan berdasarkan surat Menteri Kehutanan Nomor s.605/Menhut-VII/2010 tanggal 29 Nopember 2010.
RY menerbitkan surat nomor 522/624/-Distanhut perihal Rekomendasi tukar Menukar Kawasan Hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri kepada Menhut. Dengan pokok. a, Pemkab Bogor mendukung kelanjutan tukar menukar kawasan hutan seluan 2.574 hektare. b, Rekomendasi yang telah diterbitkan Pemkab Bogor dalam rangka pinjam pakai kawasan hutan oleh pihak lain pada lokasi yang sama dengan lokasi yang diperuntukan bagi PT BJA masih berlaku sampai diterbitlan keputusan atau kebijakan Menhut atas lahan seluas 2.574 Hektar.
Terhadap surat nomor 522/624/-Distanhut, inilah Zulkifli diduga memberikan persetujuan. Namun, tak diketahui pasti mekanisme pastinya seperti apa. Sebab menjadi aneh, saat Kepala Daerah memberikan rekomendasi terkait hutan tanpa persetujuan menteri, yang dalam hal ini dijabat Zulkifli. Ombudsman pun sudah menemukan jika Zulkifli melakukan pelanggaran administratif terkait kasus ini. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Menko Sofyan Harap Harga Komoditas Berangsur Turun

Jakarta, Aktual.co — Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengharapkan harga-harga komoditas ikut mengalami penurunan, setelah pemerintah kembali menyesuaikan harga premium dan solar.

“Pemerintah yang komando, intinya kalau ‘cost’ BBM turun, harga-harga juga turun. Kalau tidak turun, struktur pasarnya tidak sehat,” katanya di Jakarta, Jumat (16/1).

Sofyan mengatakan untuk jenis komoditas tertentu seperti beras, pemerintah akan mengandalkan Bulog sebagai stabilisator harga, dan begitu juga dengan harga komoditas lainnya yang ikut dijaga agar mengikuti penyesuaian harga BBM.

“Untuk Bulog, kita berdayakan untuk stabilisator, artinya itu akan bermain di stok. Sehingga saat harga (komoditas) naik, Bulog turun (langsung) jadi stabilisator harga,” katanya.

Menurut dia, penurunan harga BBM idealnya harus diikuti dengan penyesuaian harga bahan makanan pokok maupun biaya angkut sektor transportasi, karena kalau harganya tetap tinggi ada kemungkinan hal itu terjadi karena keterlibatan spekulan.

“Sebenarnya kalau harga naik, karena situasi ekonomi, itu tidak jadi masalah. Namun, kalau harga naik karena permainan (spekulan) itu perlu dikontrol,” kata Sofyan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain