19 April 2026
Beranda blog Halaman 39449

Terindikasi Kartel, AHM Ngaku Belum Terima Panggilan KPPU

Jakarta, Aktual.co — Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mengatakan akan memanggil dua perusahaan motor yang terindikasi melakukan praktek kartel. Salah satu perusahaan tersebut ialah PT Astra Honda Motor (AHM).

Hal tersebut langsung mendapat tanggapan dari PT AHM. Menurut Deputy Head of Corporate Communication AHM, Ahmad Muchibbuddin pihaknya belum menerima informasi apapun dari KPPU.

“Kami belum mendapat panggilan dari KPPU, saya hanya baca dari media saja,” ujar Muchib saat dihubungi wartawan Aktual, Kamis (29/1).

Lebih lanjut dikatakan dia, AHM siap memberikan keterangannya pada KPPU jika diperlukan. Pasalnya, menurut Muchib, selama ini AHM melakukan persaingan penjualan motor dengan sehat.

“Kami di market itu bersaing dengan sehat, saya ngga tau darimana KPPU itu mengatakan seperti itu. Penjualan kita selama dua tahun terakhir ini terus meningkat,” pungkasnya.

Sebelumnya, KPPU telah merilis dugaan awal kartel industri kendaraan bermotor. Berikut adalah beberapa butir penting yang disampaikan oleh Ketua KPPU seusai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI pada
Kamis, 22 Januari 2015 terkait hal tersebut.

“Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan Investigasi Dugaan Pelanggaran Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat terkait Kartel Industri Kendaraan Bermotor Roda Dua,” sebut KPPU dalam rilisnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengacara: Belum Kerja Kok Tim Independen Sudah Keluarkan Rekomendasi

Jakarta, Aktual.co — Salah satu kuasa hukum Komjen Budi Gunawan, Razman Arif Nasution, mengkritik soal tim independen yang diharapkan dapat meredam polemik KPK dan Polri.
Menurutnya, tim tersebut justru malah terlihat tidak independen lantaran sudah memunculkan opini publik yang sangat merugikan kliennya itu.
“Tim sembilan suruh (Budi Gunawan_red) mundur. Dia kecewa makanya saya sampaikan ini,” ujar Razman di Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Kamis (29/1).
Kekecewaan itu bukan tanpa sebab, pasalnya, kata Razman, tim sembilan yang dibentuk belum melakukan kerja kerja konkrit yang didahului Keppres dari presiden untuk melegitimasi masukannya tersebut.
Selain itu, lanjut dia, tim sembilan sudah mengeluarkan usulan tanpa menanyakan kliennya untuk menanyakan persoalan Polri dan KPK.
“(Budi Gunawan_red) tadinya pikir ini ada tim pasti tim datang. Tata nilai kultural lain-lain imbauan dikalahkan sama yuridis. Pak BG belum pernah didatangi, SK belum liat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Komisi III DPR: Peradilan Pejabat Mestinya Tuntas 7 Hari

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi III DPR Azis Syamsuddin mendukung ide pembentukan peradilan khusus pejabat negara (previlegiatum) yang diwacanakan oleh tim litigasi DPD.
“Untuk mempercepat suatu proses. Bagi kami di komisi III memang tidak boleh posisi jabatan publik kosong dalam waktu lama,” ujar Azis di gedung DPR, Jakarta, Rabu (29/1).
“Sebenarnya usulan soal previligiatum sudah berkali-kali di komisi III.  pada saat pemberhentian kapolri pada saat itu juga posisi itu dilantik, kami tdk ingin ada kekosongan at the same time,” katanya.
Azis menambahkan, previligiatum ini bisa mengantisipasi berlarut-larutnya proses peradilan pidana dan perdata karena ada mekanisme hukum yang rumit dan panjang harus dilalui. Apalagi proses itu tidak bisa diintervensi oleh siapa pun, termasuk presiden.
“Kalau ide previligiatum ini tercapai, maka harus diatur tahapannya, hakimnya, maupun hukum acaranya yang dibuat secara cepat, singkat, dalam 7 hari harus putus. Seperti misalnya UU Parpol yang mengatur dalam 60 hari harus putus,” ujarnya.
Adapun  hakim yang menangani previligiatum ini, lanjut Azis, haruslah orang yang ahli, menguasai masalah, serta terbebas dari kepentingan.
“Ini penting. Kalau bisa yang punya tongkat dan palu peradilan previligiatum ini adalah orang yang sudah tidak memikirkan masalah dunia lagi. Jauh dari conflict of interest,” tuntas Azis.
Laporan: Sahlan

Artikel ini ditulis oleh:

The Fed Belum Naikkan Suku Bunga, Rupiah Naik Lima Poin

Jakarta, Aktual.co — Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, menguat lima poin menjadi Rp12.482 dibandingkan sebelumnya di posisi Rp12.487 per dolar AS.

“Bank sentral AS (the Fed) yang menyatakan tetap ‘bersabar’ untuk menaikan suku bunga menjadi salah satu penopang rupiah kembali berada di area positif,” kata Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Kamis (29/1).

Kendati demikian, menurut dia, penguatan nilai tukar domestik itu masih terbatas seiring dengan the Fed yang meningkatkan penilaian terhadap ekonomi dan pasar tenaga kerja yang membaik meski inflasi diperkirakan masih melambat.

“Ekspansi aktivitas ekonomi AS berada pada laju yang solid, kondisi pasar tenaga kerja menunjukkan peningkatan dan turunnya tingkat pengangguran,” katanya.

Dalam pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), ia mengemukakan bahwa para pembuat kebijakan the Fed menyatakan inflasi AS dalam jangka pendek akan menurun, namun akan naik secara bertahap menuju 2 persen dalam jangka menengah setelah dampak dari rendahnya harga energi mulai memudar.

Pengamat Pasar Uang Bank Himpunan Saudara, Rully Nova menambahkan bahwa sentimen kebijakan bank sentral Eropa (ECB) yang akan mengeluarkan stimulus keuangannya akan dapat menahan rupiah dari tekanan jika the Fed merealisasikan kenaikan suku bunga AS (Fed rate).

“ECB yang akan melakukan ‘quantitative easing’ dapat mendorong likuiditas keuangan global meningkat, negara-negara berkembang termasuk Indonesia yang masih memiliki potensi pertumbuhan akan mendapatkan dampak positifnya,” katanya.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis (29/1) ini tercatat mata uang rupiah bergerak melemah menjadi Rp12.515 dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (28/1) di posisi Rp12.498 per dolar AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bonaran: Saya, Akil, Andi, Budi Mulya Korban Kriminalisasi KPK

Jakarta, Aktual.co — Penyuap bekas Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar, Bonaran Situmeang mengklaim sebagai korban kriminalisasi Komisi Pemberantasan Korupsi.
Hal tersebut diakui Bonaran usai melengkapi berkasnya yang akan segera dilimpahkan ke persidangan, Kamis (29/1). Dia berharap Presiden Joko Widodo dapat mendengar apa yang disampaikannya itu.
“Kami adalah korban dari krimialisasi KPK. Bukan hanya KPK yang dikriminalisasi tapi kami korban kriminalisasi KPK. jadi presiden harus mendengar. Saya Budi Mulya, Andi Mallarangeng,” kata dia.
Lantas, Bonaran pun mempertanyakan kesalahan yang dilakukan oleh Budi Mulya. Dia mengaku, bersama dengan Budi Mulya dan Andi Mallarangeng adalah korban KPK. 
“Apa yang dilakukan dia (Budi dan Andi)? Dia hanya menghadiri rapat gubernur, rapat SSK kok sekarang dipenjara. trus siapa lagi? Andi Mallarangeng? Dia bilang hanya khilaf. Khilaf itu tidak boleh dipenjara, hanya kurungan,” kata dia.
Dia pun mengaku siap untuk buka-bukaan terkait dengan kasusnya jika sudah masuk ke persidangan. “Oh siap! pasti siap. bersama kalian, saya siap!!,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Museum Nasional Masih Banyak Dikunjungi Wisatawan

Jakarta, Aktual.co — Para wisatawan domestik maupun mancanegara ramai mengunjungi Museum Nasional di Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat untuk mencari pengetahuan tentang sejarah zaman dahulu dan berlibur.

Lantai 4 yang merupakan ruang khasanah emas dan keramik adalah ruang yang paling ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Ruang Khasanah emas dan keramik ini merupakan salah satu ruang pameran Museum Nasional yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, karena di dalam museum tersebut terdapat emas dan keramik, yang merupakan peninggalan dari pusaka kerajaan di Nusantara dari abad ke 16-20 Masehi.

Salah seorang satpam yang bertugas di sana, Joko Waskito (34) mengatakan kepada Antara, Kamis (29/1) bahwa para pengunjung tidak diperkenankan untuk memotret apa pun yang terdapat di ruang tersebut, karena hal itu akan mempengaruhi bahkan dapat mengurangi kadar emas pada peninggalan-peninggalan yang terdapat di sana.

Perhiasan yang terdapat di ruang pameran tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi pengunjung, terutama pengunjung yang berasal dari luar negeri. Oleh sebab itu ruangan ini banyak dikunjungi wisatawan.

Tidak hanya emas dan perhiasan tetapi di ruangan ini juga terdapat beberapa macam keramik, hampir di seluruh Indonesia ditemukan keramik, antara lain di daerah percandian, pemukiman penduduk, dan bahkan ada yang ditemukan di dalam laut.

Selain di ruang pameran emas dan keramik ini juga terdapat ruang-ruang lain nya seperti ruang manusia dan lingkungan, di ruangan ini banyak dikunjungi oleh murid sekolah dasar maupun murid sekolah menengah dan menengah atas, di ruang ini dimanfaatkan murid-murid untuk belajar sejarah yang terdapat di sekolah mereka masing-masing.

“Saya di sini lagi ada tugas sekolah tentang menjelaskan macam-macam bentuk sejarah zaman dahulu, terus nanti direkam dan di tampilkan di sekolah” ujar salah seorang pelajar di SMK Hangtuah 1 jakarta Utara Sindi (16).

Museum Nasional di Jalan Medan Merdeka Barat 12, Jakarta Pusat mulai dibuka pada pukul 08.30 WIB hingga pukul 16.00 WIB dan khusus pada hari Sabtu dan Minggu tutup pada pukul 17.00 WIB, sedangkan pada hari Senin museum tutup.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain