6 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39462

Presiden Jokowi Menunda Pelantikan Budi Gunawan

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo menunda pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan. Hal itu disampaikan dalam konferensi pers di Istana Negara, Jum’at (16/1) malam.
“Sehubungan dengan kasus yang mendera Komjen Pol Budi Gunawan, saya menunda pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri baru,” ujarnya.
Presiden juga menunjuk Komjen Pol Badrodin Haiti sebagai Plt Kapolri untuk melaksanakan tugas mengisi kekosongan pucuk pimpinan Polri. Sebelumnya, Pakar Hukum Tata Negara Irmanputra Sidin menegaskan Presiden Joko Widodo tidak boleh mundur lagi dan harus segera melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri karena DPR sudah memberikan persetujuannya.
“Presiden Jokowi tidak boleh mundur lagi untuk tidak melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Tidak ada alasan lagi bagi presiden untuk tidak melantik,” katanya di Jakarta, Jumat (16/1).
Presiden Jokowi tadi malam sudah menerima surat dari DPR tentang persetujuan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai kapolri baru.

Artikel ini ditulis oleh:

KY Ingin Menyadap

Jakarta, Aktual.co — Komisioner Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh meminta pemerintah menghidupkan kewenangan KY melakukan penyadapan. Hal itu diungkapkan dalam pertemuan antara komisioner KY dan Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (16/1), seperti dikutip Kompas.com.
“Bahas masalah anggaran dan kewenangan-kewenangan KY yang selama ini terhambat, (yakni) penyadapan dan perekaman,” kata Komisioner KY, Imam Anshori Saleh dijumpai di Kompleks Istana Kepresidenan.
Imam menjelaskan, seharusnya KY bisa melakukan penyadapan. Namun, kewenangan itu tidak dapat berjalan karena KY dianggap tidak menangani masalah pidana dan hanya menangani masalah etik. “Makanya, itu ada Menkumham yang akan mengharmonisasikan hal ini,” ujarnya.
Selain ingin menghidupkan fungsi penyadapan, kata Imam, komisioner KY juga mengadukan masalah kekurangan hakim pada Jokowi. Menurut KY, saat ini ada kekurangan sekitar 700 hakim. Presiden Jokowi diharapkan segera membuat Perpres untuk memulai seleksi hakim. “Banyak yang sudah pensiun dan krisis karena kekurangan hakim akibatnya mereka harus kerja siang malam untuk menyeleaikan kasus,” kata Imam.

Menkeu Prancis Tinjau BMKG, Ada Apa?

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan (Menkeu) Prancis Michael Sapin meninjau Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melihat tindak lanjut kerja sama yang dilaksanakan sejak 2012.

“Beliau ke BMKG untuk melihat sejauh mana bantuan yang sudah diberikan dan realisasinya. Kesan yang saya tangkap beliau menanggapi positif karena ini adalah contoh kerja sama yang bisa dibilang tepat waktu dan realisasinya,” kata Kepala BMKG Andi Eka Sakya di Jakarta, Jumat (16/1).

Michael Sapin bersama rombongan tiba di gedung BMKG pada Jumat siang, disambut Kepala BMKG beserta para deputi dan diajak melihat sistem yang dimiliki BMKG seperti sistem pemantauan cuaca dan lainnya.

Prancis memberikan bantuan pinjaman lunak sebesar 30,3 juta euro yang digunakan untuk memperbarui peralatan di BMKG sampai proses membantu sektor-sektor seperti observasi.

Bantuan itu sudah berlangsung sejak 2012 dan berakhir pada 2015 dengan jangka waktu pengembalian selama 19 tahun. Hingga saat ini dari bantuan Prancis tersebut sudah berhasil memodernisasi peralatan BMKG di 66 titik observasi.

“BMKG memiliki 179 stasiun pengamatan sehingga sisanya nanti akan kita lanjutkan proses modernisasi dengan APBN,” tambah Andi.

Bagi Prancis sendiri, kerja sama tersebut memiliki arti dalam bentuk transfer teknologi dan mereka bisa belajar dari Indonesia yang memiliki iklim dan kondisi alam yang unik, jelas Andi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Mabes Polri Bantah Adanya Perang Bintang

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri membantah tak ada tiga petinggi Polri yang tak senang dengan Komjen Budi Gunawan, calon Kapolri yang terjerat perkara dugaan gratifikasi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Tidak ada itu,” tegas Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Kombes Agus Rianto, Jumat (16/1).
Bahkan, Agus pun menegaskan tidak ada perang bintang terkait pergantian Kapolri dan mutasi perwira tinggi yang kini tengah menghangat.
Menurutnya, hal tersebut hanyalah isu yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Agus menegaskan bahwa Polri tetap solid.
Jabatan Polri sendiri, sambung Agus, memang silih berganti dan ada batasan kerja maksimal di Polri itu ada di usia 58. Artinya, setelah menginjak usia ke 58 atau memasuki masa purna tugas, harus meletakan jabatan.
“Itu pasti terjadi dan pasti berputar terus dan siapapun Kapolri yang sekarang Pak Tarman yang akan masuki purnatugas akan diganti. Kapan pergantian dan siapa yang menggantikan mekanisme sudah ada. Kita lihat sesuai mekanisme yang ada,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Police Watch Neta S Pane mengungkap adanya tiga perwira tinggi Polri yang tidak senang dengan Komjen Budi. Ketidaksukaan terhadap Budi itu juga terkait dengan rivalitas dalam memperebutkan posisi orang nomor 1 di Polri.
“Ini hasil penelusuran IPW. Ada tiga perwira tinggi Polri yang terang-terangan menjatuhkan BG. Tidak suka. Mereka merasa yang lebih pantas jadi Kapolri,” kata Neta di Jakarta, Kamis (15/1).
Neta mengatakan, ketiga perwira tinggi Polri itu sengaja membuat gonjang-ganjing dengan harapan salah satu di antara mereka bisa jadi Kapolri mengganti Sutarman.
Neta bahkan melihat indikasi itu sangat kuat karena ada petinggi Polri yang mendekati Kompolnas.
“Bahkan, tiga hari sebelum BG jadi tersangka, salah satu dari mereka melobi Kompolnas. Tapi syukur, Kompolnas menolak lobi mereka. Saya tidak akan mengungkap tiga nama tersebut karena ini hasil penelusuran IPW,” ungkap Neta.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Seniman 3 Negara Helat Pameran Seni Rupa di Bali

Jakarta, Aktual.co — Sebanyak 38 seniman dari tiga negara ikut ambil bagian dalam pameran bersama di Bentara Budaya Bali (BBB), lembaga kebudayaan nirlaba Kompas-Gramedia di Ketewel, Kabupaten Gianyar, selama seminggu, 17-23 Januari 2014.

“Pameran seni rupa mengusung tema ‘Sama-sama’ ini melibatkan seniman dari Malaysia, Filipina dan seniman dari sejumlah daerah di Indonesia,” kata Koordinator pameran tersebut Antonius Kho di Denpasar, Jumat (16/1).

Ia mengatakan pameran bersama itu menyuguhkan sekitar 50 karya rupa hasil kreasi belasan seniman tiga negara tersebut.

Pameran kali ini merupakan kolaborasi antara Art Malaysia, The Arts Prints Alley, Cebu Artist Ink, Wina Gallery, serta Bentara Budaya Bali.

Pameran tersebut menampilkan karya dua dimensi, tiga dimensi, karya instalasi, multimedia, hingga performing art.

Antonius Kho yang juga seniman dan ikut dalam pameran tersebut menambahkan, tema yang diusung dalam pameran kali ini ‘Sama-sama’ berangkat dari adanya kesamaan rumpun budaya dan bahasa dari kawasan Asia Tenggara.

Pameran di Pulau Dewata ini merupakan rangkaian dari kegiatan sebelumnya yang berlangsung di Kuala Lumpur dan Malacca. Bermula pada tanggal 14 – 17 Agustus 2014 dalam ArtMalaysia Art Tourism Fair/AATF dihadirkan eksibisi bertajuk ‘Now Art is for Everyone’, diikuti seniman- seniman dari empat negara yakni Indonesia, Iran, Filipina, dan Malaysia.

Selanjutnya digelar Langkawi Art Biennale, 12-21 Oktober 2014 melibatkan 250 seniman dari 40 negara. Pameran tersebut mengusung tema Migration. Acara serupa berlanjut ke Malacca International Art Festival/MICAF, di Malacca pada tahun 2015, diikuti oleh ratusan seniman terpilih dari berbagai negara di dunia, termasuk dari Indonesia dan Bali.

Seniman Malaysia yang ikut dalam pameran di Bali kali ini antara lain Asghar Yaghoubi, Martin Wood, Debora Teo Linang, Koh Shim Luen, Maxine Xie Xianxin, Tey Beng Tze, Rat Heist.

Seniman asal Filipina diwakili oleh Celco Pepito, Ross Capili, Angelico Vilanueva, Fe Madrid Pepito, Danny Pangan, Joe Datun.

Sementara itu, seniman Indonesia terdiri atas Antonius Kho, Diyano Purwadi, Putu Sudiana Bonuz, Djunaidi Kenyut, IGN Sura Ardana, Made Somadita, Made Supena, Putu Edy Asmara, Ketut Lekung Sugantika, Imam Nurofiq, Ridi Winarno, Lindu Prasekti, Syahrizal Koto, Made Arya Dedok, Ketut Kabul Suasana, Made Kaek, Made Dollar Astawa, Nyoman Sujana Kenyem, Ketut Adi Candra, Nyoman Sani, Uuk Paramahita, Putu Bambang Juliartha, Tien Hong, Atmi Kristiadewi.

Artikel ini ditulis oleh:

Transaksi Narkoba, BNN: Indonesia Duduki Peringkat Tertinggi se-ASEAN

Jakarta, Aktual.co — Badan Narkotika Nasional menyatakan transaksi narkoba di Indonesia menduduki peringkat tertinggi dibandingkan negara-negara yang tergabung dalam ASEAN lainnya.

“Berdasarkan pertemuan BNN dengan badan atau menteri yang mengurusi narkotika se-Asia Tenggara ternyata dari 100 persen transaksi narkotika di ASEAN, 40 persennya berada di Indonesia,” kata Kepala Bagian Hubungan Masyarakat BNN Kombes Pol Sumirat Dwiyanto yang ditemui di Jakarta, Jumat (16/1).

Dia mengatakan dari pertemuan itu diketahui transaksi narkotika wilayah ASEAN per tahun mencapai Rp110 triliun dan di Indonesia sendiri berkisar Rp48 triliun.

“Hal tersebut memosisikan Indonesia sebagai negara teratas dalam urusan transaksi narkotika,” kata Sumirat.

Posisi Indonesia yang menduduki peringkat teratas dalam peredaran narkotika juga tidak lepas dari jumlah pecandu yang mencapai empat juta jiwa.

“Atas kenyataan tersebut akhirnya Presiden Joko Widodo memberlakukan situasi darurat narkoba beberapa waktu yang lalu,” ujar Sumirat.

Sumirat menambahkan per tahun jumlah pecandu yang meninggal dunia sekitar 15 ribu orang per tahun atau berkisar antara 40 hingga 50 jiwa per hari.

Berdasarkan penelitian BNN dengan Universitas Indonesia tahun 2012, jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di satu wilayah (pravelensi) pengguna narkoba berusia 10 sampai 59 tahun sekitar 3,2 persen atau sekitar 4,5 sampai 5 juta penduduk Indonesia.

Angka tersebut diupayakan untuk diturunkan menjadi 2,8 persen pada tahun 2015 ini. “Kami usahakan sekuat tenaga angka prevalensi tersebut di tahun 2015 menjadi 2,8 persen,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain