20 April 2026
Beranda blog Halaman 39470

Jakarta Tak Aman, DKI Pasang CCTV Serta Sumbangkan Motor ke Polda dan Kodam Jaya

Jakarta, Aktual.co — Maraknya aksi kriminalitas yang beberapa waktu belakangan terjadi di Jakarta, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI berupaya memberikan bantuan 300 motor untuk Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya. 
Tak hanya berupa motor, Pemprov DKI juga akan segera  melakukan pengadaan kamera pengintai (CCTV) secara besar-besaran.   
Demikian disampaikan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama kepada wartawan, Kamis (29/1).
“Kita pasang CCTV, biar nanti kalau ada yang enggak aman, yang macam-macam, bisa saya suruh lumpuhkan semua,” katanya.
Dikatakan Ahok sapaan Basuki bahwa pihaknya akan segera  melakukan pengadaan kamera CCTV besar-besaran. Nantinya kata Ahok kamera-kamera tersebut memantau aktifitas di tiap sudut Jakarta. 
“Saat ini masyarakat bisa mengakses CCTV itu melalui portal cctv.jakarta.go.id atau aplikasi Jakarta Smartcity,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polres Jember Temukan Juga Alat Pencetak Uang Ringgit

Jakarta, Aktual.co — Polres Jember, Jawa Timur, menemukan pelat yang diduga akan digunakan untuk mencetak uang palsu senilai 10 Ringgit Malaysia dari pengembangan kasus peredaran uang palsu di kabupaten setempat.
“Selain menemukan pelat pecahan Rp 100 ribu, kami juga menemukan pelat 10 RM di lokasi pembuatan uang palsu di kawasan Rungkut Surabaya dan Kabupaten Jombang,” kata Kapolres Jember AKBP Sabilul Alif, Kamis (29/1).
Polres Jember, kata dia, terus mengembangkan kasus pengungkapan peredaran uang palsu senilai Rp 12,2 miliar dengan menelusuri operasional dan jaringan para pelaku.
“Tim memang tidak menemukan uang palsu ringgit Malaysia, namun pelat untuk mencetak uang ringgit tersebut sudah ada dan ada kemungkinan uang tersebut sudah beredar atau belum masih terus diselidiki,” ucap mantan Kapolres Bondowoso itu.
Menurut dia, tim dari Unit Pidana Umum Satreskrim Polres Jember menggeledah dua rumah lokasi pencetakan uang yakni di Jombang dan kawasan Rungkut Surabaya, hasilnya menemukan mesin pencetak dan pemotong uang palsu yang didatangkan dari luar negeri.
“Mesin cetak uang palsu itu diimpor dari Jerman seharga Rp800 juta dan memang ada desain untuk membuat uang palsu,” kata dia.
Dia mengatakan, kertas yang dipakai pelaku juga bukan kertas biasa, namun juga bukan kertas uang yang dipakai oleh Perum Peruri yang bertugas mencetak uang rupiah.
“Kertasnya khusus dan bagus, bukan seperti kertas HVS biasa. Kami belum mengetahui apakah kertasnya juga dibeli dari luar negeri dan karena hal itu juga masih kami selidiki lebih lanjut.”
Sabilul mengatakan sindikat peredaran uang palsu yang dibekuk di Jember akhir pekan lalu diduga kuat sebagai jaringan peredaran uang palsu internasional.
“Barang bukti pelat untuk mencetak uang Ringgit Malaysia menjadi bukti awal dugaan kami bahwa jaringan tersebut bukan hanya kelompok lokal atau nasional saja, kemungkinan jaringan internasional,” ujar dia.
Polres Jember berhasil mengungkap kasus peredaran uang palsu senilai Rp 12,2 miliar di tiga lokasi yang berbeda dalam satu hari pada Sabtu (24/1).
Empat tersangka yang berhasil ditangkap yakni pecatan polisi AKP Agus Sugiyoto (48) warga Kabupaten Jombang, Aman (35) seorang guru honorer warga Sumatera Selatan, Abdul Karim (46) warga Kabupaten Jombang, dan Kasmari (50) warga Kabupaten Kediri. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Menteri ESDM: Pengelolaan Blok Mahakam ‘Cenderung’ Diserahkan ke Pertamina

Jakarta, Aktual.co —  Menteri ESDM Sudirman Said mengatakan, pengelolaan Blok Mahakam setelah 2017 akan diteruskan PT Pertamina (Persero).

“Soal Blok Mahakam, sudah sering disampaikan kecenderungannya bahwa Pertamina akan teruskan blok ini,” katanya di Jakarta, ditulis Kamis (28/1).

Menurut dia, pemerintah juga sudah memfasilitasi pertemuan antara Pertamina dengan pengelola saat ini, Total E&P Indonesie. Tujuannya, agar Pertamina bersiap sekaligus transfer informasi. Dirinya juga meminta agar Pertamina proaktif dan menyiapkan diri termasuk ketersediaan pendanaan. Pemerintah juga memberikan kesempatan pemda ikut serta.

“Kami sudah bertemu pemda dan DPRD. Intinya, ingin fasilitasi agar pemda punya partisipasi di sana,” katanya.

Namun demikian, Sudirman meminta agar pemda tidak menjadi alat bagi kepentingan swasta (fronting). Jadi, Pemda harus punya kemampuan keuangan juga.

Di luar itu, menurut Sudirman, pertukaran aset antara Pertamina dan Total juga bisa menjadi opsi. Saat ini, Pertamina sedang menyiapkan proposal pengelolaan Blok Mahakam pasca-2017. Pertamina sudah menyatakan kesiapan mengelola 100 persen Blok Mahakam. Pemerintah berharap Pertamina sudah bisa menyampaikan proposal pada Januari 2015 untuk kemudian diputuskan pada Februari 2015.

Perusahaan migas asal Perancis, Total sebagai operator Mahakam, menguasai 50 persen hak partisipasi. Sementara, sisanya dimiliki Inpex Corporation asal Jepang. Kontrak kerja sama Mahakam dengan Total akan berakhir pada 2017 setelah berjalan 50 tahun.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pemprov DKI Rogoh Dana Rp1,5 Miliar Beli Pohon Afrika

Jakarta, Aktual.co — Untuk memperindah dan mempercantik taman yang berada di Waduk Ria-Rio Pulogadung, Jakarta Timur, rencananya Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI akan membeli dua pohon Baobab (Adansonia digitata) asal Afrika.
Dua pohon asal Afrika yang akan dibeli oleh Pemprov DKI memiliki harga yang cukup fantastis karena Pemprov DKI harus mengkocek anggaran sebesar Rp 1,5 miliar untuk kedua pohon tersebut.
Kepala Bidang Taman Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta, Ratna Dyah mengatakan, kedua pohon tersebut dibeli oleh dua BUMD DKI yakni PT Pulo Mas Jaya dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
“Yang mendatangkan itu PT Pulomas Jaya dan PT Jakarta Propertindo (Jakpro) saat menata Waduk Ria-Rio,” katanya kepada wartawan, Kamis (29/1). 
Dikatakan Ratna bahwa kedua pohon asal Afrika tersebut memiliki karakteristik yang artistik. Jika dilihat dari usia, kata Ratna pohon Baobad tersebut bisa mencapai usia 40 tahun.
“Pohon itu hanya bisa di tempat yang luas karena tajuknya cukup belar dan batang besar,” tambahnya. 
Dengan suhu iklim tropis di Indonesia, lanjut Ratna pohon Baobad dapat tumbuh dengan baik dan subur. Namun Ratna tidak mempungkiri kalau kedua pohon tersebut memerlukan perawatan dan pemeliharaan yang cukup intens.
“Penempatannya harus harus tersendiri dan tidak bisa beramai-ramai,”tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Polisi Cokok Pengguna Sekaligus Bandar Narkoba

Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Bandar Lampung mencokok Ahmad Sohirin, yang merupakan gembong narkoba, saat sedang mengantar pesanan narkoba jenis sabu-sabu.
“Pada Sabtu (24/1) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Pangeran Antasari Kelurahan Kalibalok, kami menangkap Ahmad Sohirin dengan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu,” kata Kasat Narkoba Polresta Bandarlampung, Kompol Yustam Dwi Heno, di Bandar Lampung, Kamis (29/1).
Dia menyebutkan, barang bukti yang diamankan dari tangan tersangka berupa satu paket sedang sabu-sabu seberat 2,3 gram, satu pak plastik klip bening, tiga buah plastik klip bening, satu timbangan digital, satu pipa kaca (pirek), dan satu sepeda motor Yamaha Mio milik tersangka.
Penangkapan tersangka Sohirin dilakukan oleh tim tangkap begal (tangkal) Sabhara yang sedang melakukan giat razia di Jalan Antasari Kelurahan Kalibalok, depan diler Honda.
Pada saat itu, tersangka yang sedang mengendarai sepeda motor dan akan diperiksa, tiba-tiba membuang sesuatu bungkusan yang dibawanya. Petugas yang melihat hal tersebut, lalu mengamankan tersangka dan memeriksa bungkusan yang dibuang tersebut.
“Ketika diperiksa, bungkusan yang dibuang tersangka di dalamnya berisi sabu-sabu satu paket sedang dan tiga buah plastik klip bekas sabu-sabu.”
Saat petugas kembali melakukan penggeledahan, di dalam tas milik tersangka ditemukan satu timbangan digital, satu pak plastik klip dan satu buah pipa kaca (pirek) terbungkus kain warna hitam.
Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa oleh Tim Tangkal ke Polresta Bandarlampung dan diserahkan ke Satuan Narkoba untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kompol Yustam menjelaskan, dari hasil pemeriksaan tersangka Sohirin merupakan seorang residivis dalam kasus yang sama dan sudah dua kali melakukan hal yang sama.
Pertama pada tahun 2011, tersangka menjalani hukuman selama satu tahun dalam kasus kepemilikan pil ekstasi, kemudian pada tahun 2012 lalu atas kasus kepemilikan sabu-sabu tersangka menjalani hukuman selama dua tahun penjara.
“Sabu-sabu tersebut dibeli tersangka dari seorang bandar berinisial HR seharga Rp2,1 juta satu paket sedang.”
Dia mengungkapkan, rencananya sabu-sabu tersebut akan digunakan dengan teman-temannya pada saat acara ulang tahunnya.
“Berdasarkan pengakuannya, Sohirin ini baru dua kali beli sabu-sabu dari rekannya HR yang berstatus DPO. Sabu-sabu itu hanya untuk dikonsumsi sendiri, tidak dijual karena sudah kecanduan sejak lama,” kata dia.
Dia mengatakan, dari data kepolisian, tersangka bukan hanya sebagai pemakai tapi juga sebagai pengedar. Berdasarkan keterangan Sohirin, polisi selanjutnya melakukan pengejaran terhadap tersangka HR yang menjadi pemasok narkoba tersebut. Namun petugas tidak mendapati tersangka HR di rumahnya, tersangka telah melarikan diri terlebih dulu sebelum polisi datang.
Akibat perbuatannya, tersangka Sohirin dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subpasal 112 ayat (1) Undang-undang No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman hukumannya paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

MNC Life Siap Caplok Dua Perusahaan Jiwa Asing

Jakarta, Aktual.co — Perusahaan asuransi jiwa MNC Life berncana mengakuisisi dua perusahan asuransi jiwa asing pada tahun ini.

“Kami akan mengakuisisi perusahaan asing yang sudah tidak mampu lagi berkembang namun mempunyai modal yang kuat, apalagi peraturan OJK sekarang memungkinkan kita untuk mengakuisisi perusahaan asing,” kata Presiden Direktur MNC Life Patricia Rolla Bawata di Jakarta, ditulis Kamis (29/1).

Namun ia tidak menyebutkan nama perusahaan asing yang akan diakuisisi, karena saat ini mereka masih memilih dan menganalisa perusahaan-perusahaan itu.

Ia mengatakan, MNC Life mempunyai dana sekitar RP1 triliun untuk mengakuisisi perusahaan asing, dan ia optimistis dapat merealisasikan keinginan tersebut pada tahun ini.

Menurutnya banyak perusahaan asuransi asing yang masuk ke Indoneisa namun tidak dapat mengembangkan diri.

Selain mengakuisisi perusahaan asing, MNC Life juga akan mengembangkan bisnisnya dengan bancassurance.

“Ada empat bank yang akan bekerja sama dengan kami untuk menjual produk asuransi dari perusahaan kita, salah satunya MNC Bank,” kata dia.

Ia mengatakan akan ada sekitar 10 produk yang dipasarkan melalui bancassurance.

Patricia berharap dengan hal tersebut semakin banyak masyarakat Indonesia membeli produk asuransi, terutama asuransi dalam negeri.

“Orang Indonesia harus menggunakan asuransi Indonesia,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain