20 April 2026
Beranda blog Halaman 39469

Melawan Saat Ditangkap, Polisi Tembak Pelaku Curanmor

Jakarta, Aktual.co — Polres Kota Tangerang, Banten, menembak kaki Ip, 30 tahun yang merupakan palaku perampok khusus sepeda motor yang kerap beroperasi di Kecamatan Mauk dan Balarja.
“Petugas sudah beberapa hari mengintai malam hari, tapi setelah ditangkap berupaya untuk kabur,” kata Kapolresta Tangerang Kombes Irfing Jaya di Tangerang, Kamis (29/1).
Menurut dia pelaku sering merampok pengendara sepeda motor yang melintas di jalan Raya Mauk dan Balaraja. Dia mengatakan, pelaku sering menjual sepeda motor tanpa dilengkapi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) kepada pembeli.
Petugas mendapatkan informasi dari warga menyangkut aksi pelaku, sehingga mengembangkan kasus tersebut. Irfing mengatakan setelah diintai petugas, maka Unit I Jatanras Polresta Tangerang menelusuri sepak terjang pelaku.
“Kami pantau terus bergerakan pelaku, tapi ketika gerak-gerik tercium petugas, pelaku berupaya kabur,” katanya.
Sebelum petugas melepaskan tembakan ke betis kiri pelaku, juga ada tembakan peringatan ke udara, tapi tidak digubris.
Dari hasil penangkapan itu, polisi mengamankan enam sepeda motor di Mapolresta Tangerang di Tigaraksa yang merupakan hasil curian pelaku. Namun pengakuan pelaku, terakhir mencuri sepeda motor jenis bebek milik warga di Desa Cangkudu, Kecamatan Balaraja, Senin (26/1).
Polsi menjerat pelaku dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polsek Ciracas Berhasil Tangkap Tiga Peracik Miras Oplosan

Jakarta, Aktual.co — Satuan reserse kriminal Polsek Ciracas, Jakarta Timur berhasil menciduk tiga tersangka yang diduga pembuat minuman keras oplosan. Ketiganya ditangkap setelah empat warga ditemukan meregang nyawa akibat menenggak minuman yang diracik oleh para pelaku.
“Penangkapan tiga tersangka itu berangkat dari temuan empat korban tewas setelah konsumsi miras oplosan,” ujar Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Ciracas, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jupriono kepada wartawan, Kamis (29/1).
Dikatakan Jupriono, ketiga pelaku yang berhasil ditangkap oleh pihaknya yakni MR (24), NV (20), dan RL (23). ketiganya ditangkap di rumah kontrakan di Jalan Masjid, Ciracas, Jakarta Timur.
“Keempat korban tewas itu juga tinggal tak jauh dari rumah kontrakan para tersangka,” tambahnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Belum Ada Keppres, Rekomendasi Tim Independen Mengundang Tanya

Jakarta, Aktual.co — Ketua DPD Irman Gusman mempertanyakan dasar hukum dari rekomendasi yang dikeluarkan tim independen kepada Presiden Joko Widodo.
Keppres merupakan kekuatan yang mengatur tugas dan wewenang tim yang dibentuk secara ad hoc oleh presiden .
“Selama belum ada keppres, ini namanya apa?” kata dia, Rabu (28/1).
Irman menambahkan, dengan adanya keppres, rekomendasi yang dihasilkan memiliki dasar hukum kuat untuk dipertimbangkan sebagai masukan bagi presiden.
Diketahui, tim independen telah mengeluarkan rekomendasi kepada presiden. Salah satu isi rekomendasi yaitu presiden tak melantik calon kapolri dengan status tersangka dan mempertimbangkan untuk mengusulkan nama calon baru Kapolri.

Artikel ini ditulis oleh:

Ray Rangkuti: Kenapa Presiden Bentuk Tim Independen?

Jakarta, Aktual.co — Direktur Lingkar Madani Ray Rangkuti mengatakan tim independen yang dibentuk presiden murni hanya membuat rekomendasi yang bisa dikaji.
Menurutnya, tim independen murni membantu presiden dan tak bisa disebut sebagai tim yang kontra dengan Budi Gunawan selaku calon Kapolri yang saat ini sedang ditunda pelantikannya.
Keberadaan tim independen tidak bisa diasumsikan guna menjauhkan presiden dari partai pendukung, karena dibentuk berdasarkan inisiatif presiden.
“Yang jadi pertanyaan kenapa presiden bentuk tim Independen itu?” kata Ray Rangkuti, saat dihubungi, Kamis (29/1).
Ray menambahkan, setelah dibentuk sebagaimana tugas yang diberikan oleh presiden, Tim independen harus membuat rekomendasi terlebih dahulu, tentunya mengundang anggapan pro atau anti. 
Tetapi, selama kajian yang dibuat itu dapat dipertanggung jawabkan secara akademik, tidak ada argumentasi pro dan kontra. Kecuali bisa dijelaskan posisi yang menyebutkan pro atau anti.
“Tugasnya kan salah satu amanah presiden untuk membuat rekomendasi,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Jakarta Masuk Rentetan 50 Kota Tak Teraman di Dunia

Jakarta, Aktual.co — Jakarta menempati posisi ke 50 kota yang tingkat keamanannya terendah di dunia. Demikian hasil riset The Economist Intelligence Unit (EIU) bertajuk ‘EIU Safe Cities Index 2015’.
Survei EIU menobatkan Jakarta dalam jajaran kota paling tidak aman sedunia. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto mengatakan, tingkat kerawanan Jakarta semakin meningkat tiap tahunnya.
“Memang dari tanggal 31 Desember 2014  sampai 27 Januari 2015  itu kejahatan menggunakan senjata api dan tajam itu agak meningkatm,” kata dia di Jakarta, Rabu (28/1). 
Hal tersebut, sambung dia, dapat dilihat dari kejadian yang kerap terjadi di Jakarta. “Ada hampir 10 kejadian, kami telah ungkap 7 kejadian. Sisanya kita upayakan untuk ungkap,” kata Heru.
Sekadar informasi, survei EIU dilakukan untuk mengetahui kualitas keamanan 50 kota besar (the Safe City Index) di dunia. 
Hasilnya, Jakarta dinobatkan sebagai kota paling tidak aman dengan perolehan skor 53,71. Sementara itu, kota yang dianggap paling aman adalah Tokyo sebagai Ibu Kota Jepang dengan perolehan skor 85,63.
Berikut daftar kota kota yang paling tidak aman di dunia di antaranya Jakarta, Teheran, Ho Chi Minh City, Johannesburg, Riyadh. Sedangkan kita paling aman menurut survey EIU yaitu Tokyo, Singapura, Osaka, Stockholm, Amsterdam.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Bamsoet: Baru Sehari Kerja, Tim Independen Keluarkan Rekomendasi Tendesius

Jakarta, Aktual.co — Di tengah kemelut yang melanda Polri dan KPK, esensi kebijakan presiden adalah menjaga kehormatan dan wibawa institusi Polri dan KPK. Negara butuh Polri dan KPK yang solid, baik ke dalam maupun ke luar.
Demikian disampaikan anggota Komisi III DPR RI Bambang Soesatyo, kepada wartawan di gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (29/1).  Presiden tidak mungkin menempuh kebijakan atau langkah yang akan meruntuhkan moral seluruh satuan kerja di tubuh Polri maupun semua satuan kerja di tubuh KPK. Esensi kebijakan Presiden inilah yang seharusnya menjadi landasan kerja Tim Independen. “Karena itu, cukup membingungkan dan mengejutkan ketika Tim Independen membuat pernyataan-pernyataan yang tendensius, baik terkait posisi BG maupun BW. Dari pernyataan-pernyataan itu, terlihat bahwa Tim independen sudah terseret arus kepentingan,” ungkap politisi Partai Golkar itu. Sebab, setahu saya, Tim Independen baru mulai bekerja Selasa (27/1). Tetapi, Rabu (28//7) kemarin, sudah membuat pernyataan tendensius, dan cenderung memihak.
“Timbul pertanyaan, apakah pernyataan-pernyataan itu yang menjadi rekomendasi tim kepada presiden? Padahal, belum jelas benar apakah Tim Independen sudah memegang dokumen kasus, mendatangi pihak-pihak terkait, maupun mendengar penjelasan dari pihak-pihak yang relevan dengan dua kasus itu,” kata Bambang

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain