7 April 2026
Beranda blog Halaman 39479

Tahun 2015 sebagai Tahun Cahaya Internasional

Jakarta, Aktual.co — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan, bahwa tahun 2015 sebagai ‘Tahun Cahaya Internasional’ dalam menyoroti memberikan informasi kepada warga dunia betapa pentingnya teknologi cahaya dan optik dalam kehidupan dan masa depan manusia. Dan, juga mengembangkan menjadi masyarakat modern.

NASA tampaknya lebih berusaha membantu memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), dengan merilis satu set foto spektakuler yang diambil oleh Teleskop ruang angkasa dari perusahaan Chandra X-Ray Observatory.

“Dari Galaksi yang paling jauh dengan ‘pecahan’ puing-puing relatif dekat dari Bintang yang meledak, gambar ini menunjukkan berbagai cara mendapatkan informasi tentang Alam Semesta diseleraskan dengan keadaan di Bumi melalui cahaya,” demikian pernyataan dari lembaga riset tersebut.

Artikel ini ditulis oleh:

ITW: 200 Titik Jalan Rusak Ancam Pengguna Jalan

Jakarta, Aktual.co — Memasuki musim penghujan, DKI Jakarta kerap kali dihantui permasalahan banjir, baik di bantaran kali mau pun di ruas jalan. Bahkan dengan terjadinya banjir di ruas jalan, maka beberapa jalan pun mengalami kerusakan bahkan berlubang.
Menanggapi hal tersebut Indonesia Traffic Watch (ITW) mendesak kepada Pemprov DKI untuk segera memperbaiki jalan rusak karena potensi memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas. “Tercatat, ada sekitar 200 titik jalan yang rusak di lima wilayah Jakarta, sangat potensi menimbulkan kecelakaan,” kata Ketua Presidium ITW, Edison Siahaan dalam siaran pers yang diterima aktual.co, Rabu (28/1). Dikatakan Edison apabila jalan-jalan tersebut mengalami kerusakan, Pemprov juga harus memberikan tanda atau rambu, agar para pengendara lebih hati-hati sehingga bisa terhindar dari kecelakaan akibat kerusakan jalan. “Pemprov DKI harusnya berikan tanda untuk jalan yang rusak,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Dapat Rapor Merah, KAMMI Tolak Jokowi di Sumut

Medan, Aktual.co — Kehadiran Presiden Joko Widodo ditolak oleh elemen mahasiswa di Medan karena dinilai mendapat rapor merah selama 100 hari pemerintahannya.
Penolakan itu berasal dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Sumatera Utara dengan menggelar aksi unjuk rasa di depan DPRD Sumut, jalan Imam Bonjol, Medan, Selasa (27/1).
“100 hari kepemimpinan Jokowi mencetak raport merah. Realitanya dari semua kebijakan yang diambil Jokowi sangat bertolak belakang dengan janji visi misinya serta harapan masyarakat Indonesia,” kata pimpinan aksi, Riki Ardoni.
Menurut Ardoni, rapor merah di 100 hari kepemimpinan Jokowi itu sejak penaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) secara tiba-tiba. Lalu dugaan adanya bagi-bagi jatah menteri ke partai politik yang lebih besar, mengangkat Jaksa Agung dari orang partai politik pengusungnya.
Selanjutnya, Jokowi mengangkat salah satu hakim Mahkamah Konstitusi juga dari partai pendukungnya.
“Padahal, dahulu Jokowi berjanji dan punya komitmen memberantas koruptor di Indonesia, dan menegakkan KPK dengan sebaik-baiknya. Maka dengan ini kami menolak Jokowi datang ke Sumut,” tegasnya.
Dalam aksinya, tampak juga spanduk besar yang dibawa massa KAMMI. Spanduk itu berisi tulisan kritik terhadap Jokowi, “100 Hari Jokowi-JK jadi Boneka. Jokowi Khianati Amanah Rakyat.”
Presiden Jokowi hari ini melakukan kunjungan di sejumlah tempat di Sumatera Utara. Salah satunya di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kabupaten Simalungun dan Kabupaten Batubara.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengacara BG Bantah Kliennya Penentu Cawapres Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Kuasa hukum tersangka Komjen Pol Budi Gunawan, Fredrich Yunadi, membantah kliennya turut menentukan calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi) pada pilpres 2014 lalu.
“Saya rasa itu adalah kabar burung. Itu enggak bener karena saya tahu BG itu adimakayasa. Saya tahu beliau itu sudah lama,” kata Fredich, di Polres Jakarta Selatan, Selasa (27/1).
Meski begitu, Fredrich mengakui kliennya bekas ajudan Megawati Soekaroputri saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
“Beliau itu memang pernah jadi ajudan (Megawati), tapi dalam hal ini, kan dia tidak pernah mengajukan apa-apa,” tandasFredrich.
Sebelumnya, penetapan Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merupakan buntut dari proses penjaringan calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Jokowi. Pasalnya, pada saat itu Budi Gunawan banyak memberi masukan, termasuk mengusulkan nama Jusuf Kalla (JK) sebagai cawapres.
“Iya betul ada BG saat pertemuan antara Abraham Samad dengan orang-orang PDIP. Ada persepsi kegagalan dari Abraham Samad sebagai calon wakil presiden sehingga balas dendam,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan Hendrawan Supratikno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1).
Hendrawan menceritakan, dalam pertemuan tersebut, Budi Gunawan mempunyai akses dengan lingkaran satu PDI Perjuangan. Saat itu, lanjut Hendrawan, BG  banyak memberikan masukan untuk tidak memilih Samad dan lebih mengusulkan nama Jusuf Kalla. 
“Ada kesan seperti itu sehingga Abraham Samad marah kepada Budi Gunawan,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

PDIP: Ada Celah Jatuhkan Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Anggota DPR RI dari PDIP, Effendi Simbolon mengatakan, ada celah yang bisa dimanfaatkan oleh lawan politik untuk menjatuhkan Presiden Joko Widodo.
“Ya tentu melihat perkembangan bahwa 100 hari Jokowi-JK ada celah-celah yang kalau oleh lawan politiknya itu memang berpotensi untuk dilakukan proses menjatuhkan pemerintahan sekarang. Itu poin saya,” kata Effendi Simbolon, di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (28/1).
Oleh karena itu, ia menyarankan Jokowi untuk segera berbenah dan kembali ke khittohnya.
“Sehingga penyelengaraan negara, khususnya di eksekutif itu bener-benar di relnya dan sesuai dengan konstitusi. Jangan terlalu reaktif melakukan tindakan-tindakan, itu saya ingatkan,” kata Effendi.
Ia juga menyebutkan, adanya celah-cela seperti ini berpeluang untuk lawan politiknya menjatuhkan posisinya.
“Walaupun itu bukan upaya lawannya. Jadi berbeda, ini karena kesalahannya Jokowi sendiri. Kesalahannya itu mampu dimanfaatkan lawan politiknya.”

Artikel ini ditulis oleh:

Satu Begal Motor di Depok Ditembak Mati

Jakarta, Aktual.co — Berusaha melawan petugas saat penggerebekan begal motor di Depok, satu dari empat pelaku tewas ditembak. Pelaku sendiri diduga merupakan komplotan perampok yang kerap berkeliaran dan menghantui warga di Depok. 
“Pelaku yang ditembak itu diyakini adalah pemain begal motor yang kerap beraksi menggunakan senjata tajam dan pistol yang beraksi di Depok,” ujar Wakapolresta Depok, AKBP Irwan Anwar kepada wartawan, Selasa (27/1).
Dikatakan Irwan bahwa penggerebekan yang dilakukan oleh pihaknya bermula saat kepolisian Tangerang tengah melakukan pengembangan hingga ke wilayah Depok. Saat itu koordinasi antara Depok dan Tangerang terjalin hingga dilakukan penggerebekan disalah satu tempat yang diduga menjadi tempat persembunyian pelaku.
“Iya, jadi rekan-rekan Tangerang sedang melakukan pengembangan hingga ke Depok ini,” katanya.
Namun kata Irwan hingga saat ini pihaknya masih memburu pelaku lain yang berhasil melarikan diri. 

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain