6 April 2026
Beranda blog Halaman 39483

Melawan Saat Ditangkap, Polisi ‘Dor’ Pelaku Curanmor

Jakarta, Aktual.co — Anggota Buru Sergap (Buser) Polresta Jambi menghadiahi gembong perampok sepeda motor yang sudah beraksi sebanyak 58 kali di sejumlah lokasi.
“Pelaku perampasan dan pencuri sepeda motor yang ditembak kakinya oleh polisi saat ditangkap itu adalah Dedi Isnanto alias Dedi Kodol, 27 tahun,” kata Kapolresta Jambi Kombes Pol Kristono di Jambi, Selasa (27/1).
Dedi Kodol terpaksa ditembak dua kali di kakinya karena saat akan ditangkap polisi mencoba melakukan perlawanan. Dua timah panas yang bersarang di kaki warga Lorong Ternak, Kasang Pudak, Kecematan Kunpeh Ulu, Muara Jambi, ini memang sudah lama menjadi target kepolisian. 
Saat hendak ditangkap Dedi mencoba melawan dan berusaha melarikan diri dari kepungan polisi. Tersangka Dedi Kodol sudah 58 kali melakukan pencurian atau perampasan sepeda motor di Kota Jambi.
Penangkapan tersangka berdasarkan beberapa laporan sebab, pelaku ini sudah berulang kali melakukan pencurian dan perampasan sepeda motor dan sudah menjadi target dalam kasus perampasan sepeda motor.
Saat digrebek di salah satu warnet di kawasan mayang, polisi melakukan penembakan. Karena ketika itu tersangka kembali mencoba melarikan diri. Dalam menjalankan aksinya, tersangka lebih banyak melakukan pemerasan, sehingga pasal yang akan dikenakan oleh adalah pasal 368 KUHP.
Modusnya, tersangka biasanya menghampiri korbannya di jalanan, dan mengatakan jika korban menabrak adiknya dan setelah itu tersangka dan korban pergi bersama-sama dengan alasan melihat adiknya yang telah ditabrak oleh korban.
Biasanya korban akan dibawa ke tempat yang sepi kemudian diminta harta bendanya, termasuk motor yang dibawa, sementara korban ditinggal di TKP perampasan.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Polisi Belum Berencana Panggil Ketua KPK Abraham Samad

Jakarta, Aktual.co — Mabes Polri belum mempunyai rencana untuk melakukan penanggilan terhadap Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad terkait laporan Muhamad Yusuf Sahide. 
Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri Kombes Rikwanto mengaku, saat ini pihaknya masih mempelajari kasus yang diduga melibatkan pria asal Makassar itu.
“Belum dijadwalkan. Kasusnya sedang dipelajari,” kata dia ketika dihubungi, Selasa (27/1).
Komisioner KPK lainnya, Bambang Widjojanto, juga belum akan diperiksa lagi sebagai tersangka. Pemeriksaan sebelumnya terhadap Bambang sementara sudah dianggap cukup oleh penyidik.
Abraham Samad dilaporkan oleh Direktur Eksekutif KPK Watch Indonesia, Yusuf Sahide ke Bareskrim Polri pada 22 Januari 2015. Laporan tertuang dalam surat laporan bernomor LP/75/1/2015 Bareskrim.
Ia diduga melanggar Pasal 36 Juncto 65 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK, berkaitan dengan pelanggaran etik. Samad juga dilaporkan karena adanya pertemuan dengan petinggi salah partai. Juga menjanjikan bantuan hukum dan bisa meringankan hukuman Emir Moeis. 

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Mahasiswa WNA Pentaskan Tari Bali di Gedung Candra Metu ISI

Jakarta, Aktual.co — Delapan mahasiswa warga negara asing yang mempelajari tari Bali di Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar mementaskan keahliannya, sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap nilai untuk kelas tari di Gedung Candra Metu kampus setempat.

“Mereka menampilkan sejumlah tarian antara lain tari Rejang, tari Pendet, tari Baris Gede, dan tari Wirayuda,” kata A.A.A. Mayun Artati, SST.,M.Sn, salah seorang dosen pengajar kelas tari untuk mahasiswa asing di Denpasar, Selasa (27/1).

Ia mengatakan, kedelapan mahasiswa itu merupakan bagian dari 24 mahasiswa mancanegara yang mendapat beasiswa program Dharmasiswa pemerintah Indonesia untuk belajar di lembaga pendidikan tinggi seni tersebut.

“Kedelapan mahasiswa yang mempelajari tari Bali itu baru berlangsung selama satu semester (enam bulan). Meskipun tergolong singkat berkat dedikasi dan semangat belajar yang tinggi, mereka mampu menarikan beberapa tari Bali dengan sangat baik,” ujar Mayun Artati.

Hal senada diungkapkan Ida Bagus Surya Pradantha, S.Sn.,M.Sn yang juga dosen tari untuk mahasiswa asing, bahwa pementasan khusus mahasiswa asing yang dilakukan baru-baru ini sebagai evaluasi kelas tari.

Rektor ISI Denpasar Dr I Gede Arya Sugiartha SSKar M.Hum menjelaskan, pihaknya tahun 2014/2015 menerima 24 mahasiswa mancanegara.

Mereka melanjutkan pendidikan, khususnya non gelar dengan kuliah selama satu hingga dua semester dengan memanfaatkan biasiswa Dharmawisata dari Pemerintah Indonesia.

ISI Denpasar sejajar dengan lembaga pendidikan tinggi seni lainnya di Indonesia dalam mendidik mahasiswa asing sejak tahun 1998-2013 atau selama kurun waktu 15 tahun berhsil mendidik 566 mahasiswa mancanegara.

Mahasiswa mancanegara itu mengikuti proses belajar mengajar di fakultas di lingkungan lembaga pendidikan tinggi seni di Pulau Dewata, namun yang paling banyak memilih Fakultas Seni Pertunjukan, baik tabuh maupun tari Bali.

Mereka mampu menguasai berbagai jenis tari maupun memainkan instrumen gamelan Bali. Dengan bekal keahlian dan kemampuan tari Bali itu mereka kembali ke negaranya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ditanya Pelaporan ke Mabes Polri, Menteri Tedjo Pilih Menghindar

Jakarta, Aktual.co — Menkopolhukam Tedjo Edhy Purdijatno, menolak memberikan komentar terkait pelaporan ke Bareskrim Mabes Polri oleh penggiat anti korupsi.
Dia pun lebih memilih tersenyum kepada awak media, ketika menanyai perihal pelaporan tersebut. “Nanti saja. Disana saja. Masih ada acara ini,” kata Tedjo Edhy Purdijatno ditemui saat pemusnahan narkotika di Terminal tiga Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (27/1).
Meski didesak media untuk memberikan pernyataan, namun menteri Tedjo tetap berlalu. Bahkan, dia langsung masuk ke dalam mobil dan pergi berlalu meninggalkan acara.
Tedjo hanya memberikan senyum kepada awak media saat dicecar pertanyaan seputar pelaporan ke polisi dan kasus pengunduran diri Bambang Wijojanto sebagai pimpinan KPK.
Sebelumnya, sebanyak delapan advokat yang tergabung dalam aktivis pemberantasan korupsi telah melaporkan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno ke penyidik Bareskrim Mabes Polri, Jakarta.
Laporan tersebut terkait pernyataan Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno kepada masyarakat yang mendukung KPK sebagai ‘rakyat tak jelas’.
Ketua Forum Warga Kota Jakarta (Fakta), Azas Tigor Nainggolan mengatakan bila Tedjo dilaporkan dengan pasal 310 dan 311 KUHP.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Spanduk Seruan Pembersihan KPK

Sebuah spanduk dari Koalisi Masyarakat Anti Suap bertuliskan “Bersihkan KPK dari Komisioner Politisasi” terpampang di jalanan Ibukota, Jakarta, Selasa (27/1/2015). Seruan ini ditujukan agar komposisi baru yang dibentuk diharapkan bisa membersihkan KPK dari komisioner atau pihak yang bermasalah, yang bisa melemahkan KPK. AKTUAL/MUNZIR

Hari Ini, Dua Kali Gempa di Nias

Jakarta, Aktual.co — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menginformasikan telah terjadi dua kali gempa bumi di kawasan dekat Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara, Selasa (27/1) pagi.
Menurut BMKG, seperti disampaikan Kepala Stasiun Geosifika Kotabumi Lampung Yuharman, telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan 5,1 skala Richter pukul 08.02 WIB pada koordinat Lintang 1.28 derajat Lintang Utara (LU) dan Bujur 97.38 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 81 km.
Lokasi gempa itu di daratan utara Sumatera; 4 km barat daya Nias Utara; 26 km barat daya Gunungsitoli; 32 km barat laut Nias Barat; 293 km barat daya Medan Sumut; dan 1.336 km barat laut Jakarta.
Sebelumnya, BMKG juga menyampaikan adanya gempa bumi dengan kekuatan 5,6 SR pada pukul 07.53 WIB dan daerah dengan koordinat Lintang 1.37 derajat Lintang Utara (LU) dan Bujur 97.33 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 10 km.
Lokasi gempa ini di daratan utara Sumatera; 9 km barat laut Nias Utara; 33 km barat laut Gunungsitoli; 43 km barat laut Nias Barat; 288 km barat daya Medan Sumut; dan 1.347 km barat laut Jakarta.
Namun, dua kali gempa bumi di dekat Nias Utara itu tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain