6 April 2026
Beranda blog Halaman 39485

Pencalonan Kapolri, Sudding: Panggil Presiden dan Jelaskan di DPR

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR RI, Syarifuddin Sudding menyebut Presiden Jokowi telah melecehkan DPR RI, karena permintaan kepada DPR RI tidak dilaksanakan sama sekali.
Hal ini terkait dengan pencalonan Kapolri Budi Gunawan yang sudah disetujui DPR melalui proses fit and proper test.
“DPR RI harus bersikap kepada presiden karena telah melecehkan DPR RI. Panggil Presiden Jokowi dan berikan penjelasan di DPR RI,” kata Sudding di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (27/1).
Permintaan Presiden kepada DPR RI tentang Kapolri sudah dilaksanakan dan dijalankan sesuai prosedur yang berlaku. Bahkan, DPR RI sudah menyerahkan hasilnya kepada Presiden Jokowi. Namun, Presiden Jokowi mengabaikan atau tidak melaksanakan sama sekali apa yang telah dilakukan DPR RI.
“Komisi III mendesak pimpinan DPR RI agar menyurati Presiden Jokowi. Panggil Presiden Jokowi untuk memberikan penjelasan di DPR RI. Jangan memberikan penjelasan di luar sana, jangan hanya sekedar lewat jumpa pers saja,” 
“Paling tidak dewan ajukan hak dan presiden ajukan jawaban kenapa tidak dilaksanakan apa yang telah dilakukan DPR RI,” ungkap politisi Hanura itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Polda Lampung Bentuk Tim Buru Pelaku Penembakan Pemred Tabloid Fokus

Jakarta, Aktual.co — Polda Lampung membentuk tim untuk memburu pelaku penembakan pemimpin redaksi Tabloid Fokus Lampung Beni Faisal, 42 tahun, yang terjadi Minggu (25/1) malam.
“Kasus ini masih kami usut, sehingga belum bisa mengetahui motif pelaku,” kata Kapolda Lampung Brigjen Pol Heru Winarko, di Bandar Lampung, Selasa (27/1).
Dia mengaku, kasus ini sudah ditangani Polresta Bandar Lampung dengan dibantu tim Jatanras Polda Lampung.
“Tidak hanya teman-teman jurnalis saja yang kehilangan sosok Beny. Kami juga merasa kehilangan teman yang merupakan rekan kerja.”
Saat ini, dugaan sementara motif penembakan korban adalah upaya pencurian sepeda motor milik korban. Namun hingga kini pelaku belum teridentifikasi dan belum diketahui secara jelas motif penembakan itu.
Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dery Agung Wijaya menambahkan, pihaknya sudah memeriksa empat orang saksi dalam kasus penembakan itu.
Namun dia mengaku belum bisa menyimpulkan apakah kasus penembakan tersebut murni kasus pencurian kendaraan bermotor atau adanya motif lain.
“Untuk sementara ini, dalam penyelidikan kami cenderung ke arah percobaan pencurian. Dari mana kelompok para pelaku, masih kita selidiki karena CCTV dalam keadaan rusak,” kata dia lagi.
Sedangkan proyektil peluru yang berhasil diambil dari dalam tubuh korban, sudah dikirimkan ke Brimob Polda Lampung untuk dilakukan pengecekan memastikan proyektil tersebut adalah rakitan atau organik.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Jakarta Selatan Miliki Aksi Kriminalitas Elite

Jakarta, Aktual.co — Aksi kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Jakarta Selatan terbilang elit. Pasalnya sejumlah aksi kriminalitas yang terjadi di wilayah itu berbeda dengan sejumlah wilayah yang ada di Ibu Kota Jakarta.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kepolisian Resort Jakarta Selatan, Komisaris Besar Polisi Wahyu Hadiningrat kepada wartawan, Selasa (27/1).
“Kasus yang terjadi di wilayah selatan berbeda dengan wilayah lainnya yang ada di Jakarta,” katanya.
Dikatakan Wahyu bahwa Jakarta Selatan merupakan wilayah yang elite karena di wilayah tersebut banyak kegiatan yang mewah seperti pusat perbelanjaan, kantor pemerintah hingga kantor duta besar perwakilan para negara. 
“Jadi lebih pada kualitas cukup tinggi. Kuantitasnya kalah dibandingkan dengan daerah lain, kejadian apa bisa jadi besar, karena kualitasnya heboh,” paparnya.
Wahyu melanjutkan bahwa setiap kasus yang terjadi di wilayah Jakarta Selatan dipastikan menjadi fenomenal, karena dilihat dari lokasi dan orang yang berperan.  Wahyu mencontohkan kasus yang saat ini tengah menjadi sorotan publik yakni dengan ditangkapnya sejumlah artis yang terlibat narkotika. 
Ia juga menuturkan banyak kasus yang melibatkan orang penting seperti artis, tetap menjalani proses hukum. “Di mata hukum semua sama. Ancamannya juga sama. Bukan hanya artis, semuanya sama. Itu juga yang kita terapkan,” jelas dia.
Dari segi keamanan sendiri, kata Wahyu pihaknya memiliki trik khusus untuk mengamankan kawasan yang cukup luas daripada lainnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

SETARA: Pengunduran Diri BW Tamparan Buat Jokowi

Jakarta, Aktual.co — Ketua SETARA Institut Hendardi mengatakan, keputusan Bambang Widjojanto dapat menjadi teladan bagi pejabat lain untuk mundur jika menjadi tersangka. 
BW telah mengajukan surat permohonan pengunduran diri untuk berhenti sementara dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi.
“Sikap BW bukan hanya pembelajaran konstruktif, tapi sekaligus tamparan buat Jokowi yang tidak mengambil sikap tegas,” ujar Hendardi, Selasa (27/1).
Pengajuan pengunduran diri Bambang Widjojanto adalah bentuk tanggung jawab moral sebagai pemimpin dalam proses penegakan hukum, meskipun Abraham Samad menolak surat pengunduran diri tersebut.
“Dengan penolakan itu, nasib Bambang ada di tangan presiden. Hanya presiden lah yang dapat memutuskan itu,” katanya.
Dirinya mengimbau presiden untuk lebih tegas dalam membatalkan atau melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri.
“Itu semua sepenuhnya dibawah kendali wewenang Jokowi, membatalkan usulan DPR maupun tetap melantik adalah langkah konstitusional dan merupakan otoritas presiden. Urusan hukum BG diluar urusan tata negara.”

Artikel ini ditulis oleh:

Alasan Berantas Preman, Ahok Ingin ‘Gerus’ Kawasan Kumuh di Jakarta

Jakarta, Aktual.co —Gerah Jakarta Pusat disebut sebagai sarang preman di 2014 oleh Polda Metro Jaya, Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama ingin pasang 2.500 CCTV di jalan-jalan protokol. Tak hanya itu, dia juga akan ‘berantas’ kawasan kumuh yang ditudingnya sebagai sarang preman.
“Dia pasti tinggal di daerah situ, daerah pinggiran. Makanya kita mau pasang CCTV di daerah protokol untuk memantau. Ada sekitar 2.500 CCTV tahun ini. Kalau mereka preman, saya harus jadi kepala preman,” seloroh Ahok, di Balai Kota DKI, Selasa (27/1).
Setelah kawasan kumuh diberantas, penghuninya dipindah ke rusun yang lebih manusiawi sehingga mudah untuk dikontrol, begitu kata Ahok.  “Di situ anak-anaknya bisa kita perhatiin, istrinya kasih kegiatan itu akan mempengaruhi suaminya nggak macam-macam,” ujar dia.
Ahok sendiri mengklaim sejah ini kebijakan yang dilakukannya di Jakarta bertujuan untuk memberantas premanisme. Misal di sektor perparkiran, dengan memberlakukan parkir meter. Di mana tukang parkir liar diangkat jadi resmi dengan gaji dua kali upah minimum provinsi (UMP). Sehingga para tukang parkir itu bisa lebih terhormat.
“Kalau mereka tukang nodong mau minta gede terus kita hajar, nggak benar,” kata mantan Bupati Belitung Timur itu.

Artikel ini ditulis oleh:

Jaksa Ajukan Banding Atas Vonis Briptu Edward Morneli

Jakarta, Aktual.co — Jaksa Penuntut Umum Kejati Maluku Utara mengajukan banding atas vonis satu tahun penjara terhadap anggota kepolisian, Briptu Edward Morneli dalam kasus penyalahgunaan narkotika golongan satu jenis ganja.
“Berdasarkan bukti dan saksi, terdakwa Edward Morneli alias Dedi telah kami tuntut enam tahun, tetapi hasil putusan Pengadilan Negeri Ternate jauh dari harapan yakni hanya satu tahun penjara,” kata Jaksa Kejati Apris di Ternate, Selasa (27/1).
Apris mengatakan, pihaknya telah menyatakan banding atas putusan majelis hakim terhadap terdakwa dalam kasus penyalahgunaan narkotika tersebut. “Kami tidak menerima atas putusan yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa jauh lebih ringan dari tuntutan JPU,” ujarnya.
Dia mengatakan, dalam perkara tersebut, berdasarkan fakta yang terungkap di persidangan JPU menilai yang bersangkutan terbukti melanggar pasal 114 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika, sehingga menuntut yang bersangkutan sesuai dengan ancaman pasal tersebut.
Namun majelis menilai yang bersangkutan terbukti melanggar pasal 131 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Tindak Pidana Narkotika, sehingga menjatuhkan putusan lima tahun lebih ringan dari tuntutan JPU.
“Upaya hukum banding yang kami lakukan ini lantaran tidak terima dengan putusan yang dijatuhkan majelis hakim karena yang berasumsi terdakwa hanya mengetahui adanya ganja tersebut dan tidak menguasai barang. Sedangkan asusmsi kami berdasarkan fakta yang terungkap barang ini juga ikut dikuasai oleh terdakwa.”
Dia mengaku akan menyiapkan memori banding dan menyerahkan ke Pengadilan Negeri. “Kami akan menyiapkan memori banding untuk diserahkan ke PN,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain