16 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39518

Meningkat, Jumlah Penderita Demam Berdarah di Madiun

Jakarta, Aktual.co — Jumlah penderita penyakit demam berdarah di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, sejak 1-16 Januari, tercatat 41 orang.
Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2014 yang tercatat 10 orang.
“Data Dinkes itu juga menyebutkan bawa satu dari 41 penderita demam berdarah itu meninggal dunia,” ujar Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Upaya Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Agung Tri Widodo, Jumat (16/1).
Menurut dia, satu penderita meninggal dunia akibat demam berdarah pada Januari 2015 tersebut atas nama Yuniar, seorang bayi yang masih berusia tujuh bulan, warga Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan.
“Dimungkinkan, kondisi korban sudah sangat kritis saat dibawa ke rumah sakit, sehingga tidak dapat tertolong,” kata dia.
Berdasarkan data dinkes, jumlah penderita demam berdarah di Kabupaten Madiun pada tahun 2013 mencapai 112 orang, empat orang di antaranya meninggal dunia. Tahun 2014 tercatat sebanyak 155 kasus, tiga di antaranya meninggal dunia. Dan Januari 2015 ini sudah ada 41 penderita demam berdarah dengan satu korban meninggal dunia.
Dinas Kesehatan setempat mengimbau masyarakat lebih gencar lagi melakukan pembasmian sarang nyamuk (PSN) dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) di lingkungan tempat tinggalnya.
Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun juga akan melakukan pengasapan di lingkungan sekitar tempat tinggal korban. Sesuai peraturan, pengasapan dilakukan pada radius 200 meter dari lokasi penderita demam berdarah.
Dinas juga akan memaksimalkan fungsi dari juru pemantau jentik (jumantik) yang telah dibina di masing-masing tingkat RT yang ada.

Artikel ini ditulis oleh:

BNN dan Timpora Cokok Warga Nigeria Miliki Sabu dan Ganja

Jakarta, Aktual.co — Tim Pengawasan Orang Asing Imigrasi dan Badan Narkotika Nasional Kota Depok mencokok warga negara asing asal Nigeria yang kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu seberat 4.075 gram dan 301.1 gram ganja di apartemennya.
“Penangkapan tersebut bermula dari razia yang dilakukan oleh Timpora Imigrasi untuk mendata WNA yang tinggal di Apartemen Margonda Residence I dan II,” kata Kepala Bidang Humas BNN Sumirat Dwiyanto yang ditemui saat melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil operasi Narkoba di Jakarta, Jumat (16/1).
Dari razia tersebut petugas Timpora mengamankan warga Nigeria berinisial UEA karena tidak dapat menunjukan paspor dan dokumen keimigrasian lainnya.
Akhirnya petugas yang curiga dengan kegiatan yang dilakukan UEA akhirnya melakukan penggeledahan di dalam apartemennya dan menemukan barang bukti kedua jenis narkotika tersebut yang telah dibagi menjadi beberapa bagian dan dimasukan dalam plastik bening.
“Total ada 10 bungkus dengan rincian 9 bungkus sabu dan satu bungkus ganja kering,” kata Sumirat.
Selain melakukan penggeledahan petugas juga melakukan tes urin pada warga Nigeria tersebut dan hasilnya terbukti yang bersangkutan positif menggunakan narkoba.
Dari keterangan tersangka diketahui bahwa yang bersangkutan datang ke Indonesia atas perintah seseorang (Mr. X) yang saat ini berada di Nigeria untuk menerima paket berisi sabu dan ganja.
“Namun belum sempat menerima perintah lanjutan tersangka terganjal masalah administrasi dan terbukti memiliki narkoba jenis sabu dan ganja yang membawanya masuk penjara,” kata Sumirat.
Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan Pasal 112 ayat (2), Pasal 114 ayat (2) Junto Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Yahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Smartphone LG G4 Dibekali Kamera 16MP?

Jakarta, Aktual.co — Persaingan smartphone kelas premium semakin memanas. Apple sudah mengeluarkan iPhone 6, Samsung mengandalkan Galaxy S6. Sekarang giliran LG mengeluarkan produk terbarunya G4.

Seperti dilansir Aktual.co dari Phonearena, LG G4 merupakan generasi suksesor G2 dan G3. Kedua ponsel tersebut termasuk dalam tiga smartphone terbaik tahun 2014. Namun, untuk tahun 2015 smartphone LG G4 yang menjadi andalan belum tentu bisa mengalahkan kompetitor yang giat berinovasi.

Sebuah sumber menyatakan bahwa LG G4 bakal dipersenjatai dengan prosesor Snapdragon 810. Namun seperti yang diketahui, panas berlebih pada prosesor merupakan isu utama ponsel pintar. Banyak produsen chipset berusaha mengatasi permasalahan tersebut.

Guna mengatasi panas berlebih tersebut, Samsung melaporkan Galaxy 6 bakal dibekali dengan prosesor Exynos. Sedangkan, LG memiliki NUCLUN octa-core prosesor. Namun, bisa saja chipset tersebut tidak digunakan LG dan lebih memilih Snapdragon 810.

Dari hasil testing, LG G4 bakal mengusung RAM mencapai 3GB atau bahkan lebih. OS yang dibenamkan menggunakan system Android terbaru 5.0 Lolipop. Sementara itu, untuk urusan layar LG G4 menggunakan resolusi mencapai 5312 x 2988 diprediksi berukuran 5,3 inchi.

Untuk urusan kamera, LG G4 bakal mengusung kamera belakang mencapai 16MP. (Laporan: Ismed Eka)

Artikel ini ditulis oleh:

Bersedia Gabung TransJakarta, Ini Yang Harus Dilakukan APTB

Jakarta, Aktual.co —Enam operator angkutan perbatasan terhubung busway (APTB), akhirnya bersedia gabung dengan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta). Sehingga bisa tetap masuk kota dalam trayeknya.
Disampaikan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Benjamin Bukit, kesepakatan dihasilkan dalam mediasi yang digelar kemarin. Antara PT TransJakarta dan operator APTB.
“Awalnya ada ‘confuse’. Tapi kemarin sudah disepakati, kami panggil seluruh operator juga dengan Dishub Destinasi,” kata Benjamin di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (16/1).
Dengan telah sepakat bergabung, operator APTB pun diperbolehkan tetap melalui jalur TransJakarta. “Tapi dia akan melakukan di bawah komando Transjakarta,” ujar dia.
Dan APTB harus mematuhi syarat yang diminta Pemprov DKI. Yakni, menerapkan sistem pembayaran per kilometer, sehingga tidak ada dualisme tarif. Dengan memberlakukan sistem pembayaran per kilometer, diharapkan 193 armada APTB tak lagi ‘ngetem’ sembarangan.  Tak hanya itu, operator APTB juga harus terapkan standar pelayanan minimal (SPM). Sehingga akan ada perubahan logo, perbaikan suhu ruangan, keamanan, kenyamanan dan pelayanannya.

Artikel ini ditulis oleh:

Tak Sesuai UU, Pemkab Lombok Tengah Ngotot Ajukan ADD

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah tetap bersikukuh memasukkan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) di APBD 2015, meski telah diminta untuk direvisi dan diberi teguran oleh Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat karena dinilai belum sesuai dengan Undang-Undang 6 tahun 2014 tentang Desa.
“Apa yang menjadi rekomendasi gubernur agar ADD di APBD 2015 untuk direvisi dan disesuaikan dengan Undang-Undang 6 tahun 2014 tentang Desa. Pemkab Lombok Tengah akan tetap melaksanakan itu, namun kekurangannya akan disisipkan di APBD Perubahan 2015,” kata Asisten III Bidang Administrasi Umum, Aset, Organisasi, dan Keuangan Setda Kabupaten Lombok Tengah HM Nursiah, di Mataram, Jumat (16/1).
Menurut Nursiah, meski Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah mendapat teguran, pihaknya akan bersikukuh memasukkan anggaran ADD di APBD 2015 meski tidak sebesar sesuai dengan UU 6 tahun 2014 tentang Desa.
“Kita akan tetap mengajukan ADD di APBD 2015. Tetapi, kalaupun tidak sesuai atau dianggap kurang masih bisa dianggarkan di APBD Perubahan,” ujarnya.
Secara normatif jika merujuk pada UU 6 tahun 2014, ADD yang dialokasikan untuk setiap desa tidak mungkin bisa dipenuhi sekaligus oleh pemerintah daerah, mengingat keterbatasan anggaran yang di miliki oleh setiap pemerintah kabupaten berbeda-beda.
“Karena tidak mencukupi semuanya harus dianggarkan di APBD 2015, maka ADD selanjutnya akan disisipkan di APBD Perubahan 2015.”
Pemerintah Provinsi NTB sebelumnya memberikan teguran terhadap lima kabupaten, karena tidak sesuai memberikan ADD sebagaimana diatur di dalam Undang-Undang 6 tahun 2014 tentang Desa.
Kepala Biro Keuangan Setda NTB Hj Putu Sehely Handayani menyatakan kelima kabupaten itu diantaranya Lombok Tengah, Bima, Kabupaten Lombok Utara, Kabupaten Sumbawa Barat, dan Dompu.
“Semestinya dana perimbangan yang diterima kabupaten/kota paling sedikit 10 persen setelah dikurangi Dana Alokasi Khusus (DAK) harus dialokasikan kepada desa. Tetapi, kenyataannya di dalam APBD 2015 yang diajukan kelima kabupaten tidak sesuai dengan Undang-Undang 6 tahun 2014 tentang desa,” ujarnya.
Dalam APBD 2015 yang diajukan kelima kabupaten yaitu Lombok Tengah hanya mengalokasikan Rp24,324 miliar lebih, padahal seharusnya Rp97, 007 miliar lebih. Begitu juga dengan Kabupaten Sumbawa Barat seharusnya Rp18,700 miliar lebih, tetapi Rp2,661 miliar lebih.
Selanjutnya, Kabupaten Lombok Utara seharusnya Rp6,874 miliar lebih, tetapi hanya mengaloikasikan Rp4,307 miliar lebih. Kemudian, Kabupaten Bima Rp3,048 miliar lebih, tetapi Rp2,242 miliar lebih.
“Malah Kabupaten Dompu tidak sama sekali mengalokasikan dana desa di APBD, semestinya ada alokasi sebesar Rp2,103 miliar.”

Artikel ini ditulis oleh:

Tim SAR Temukan Lagi Satu Jenazah QZ8501

Jakarta, Aktual.co —  Tim SAR gabungan kembali menemukan satu jenazah yang diduga korban kecelakaan Pesawat Airasia QZ8501, setelah dua jenazah ditemukan di perairan Maradapan, Kecamatan Pulau Sembilan, Kabupatren Kotabaru, Kalimantan Selatan, Jumat (16/1).
Rescuer Pos SAR Kotabaru Muhammad Imam Nazarudin mengatakan, setelah bertolak dari Pulau Maradapan sekitar pukul 11.30 tim SAR Gabungan kembali menemukan satu mayat di perairan Maradapan.
Sebelumnya, dua jenazah ditemukan oleh nelayan di perairan dekat Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu (14/1). Saat ini kedua jenazah tersebut sedang dalam perjalanan untuk dibawa ke Surabaya.
Terkini, sebanyak 50 jenazah AirAsia sudah dievakuasi, yang 32 diantaranya teridentifikasi.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain