17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39527

BBM Diserahkan Harga Pasar, Kerugian Distribusi Pertamina Masih Rp1,1 Triliun

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) mengupayakan kerugian pendistribusian bahan bakar minyak bersubsudi pada 2014 bisa ditekan dari Rp1,1 triliun menjadi Rp51,8 miliar. Pasalnya, Pertamina pada 2014 mendistribusikan BBM subsidi sebanyak 46,48 juta kiloliter.

“Angka realisasi tersebut ‘over’ (berlebih) 841,89 ribu kiloliter dibandingkan kuota kami 45,46 juta kiloliter,” ujar Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang di Jakarta, ditulis Jumat (16/1).

Ia merinci realisasi penyaluran premium mencapai 29,6 juta kiloliter atau ‘over’ 202,6 ribu kiloliter dibandingkan kuota 29,4 juta kiloliter. Solar terealisasi 15,95 juta kiloliter atau berlebih 622,68 ribu kiloliter terhadap kuota 15,3 juta kiloliter. Pendistribusian minyak tanah mencapai 916,6 ribu kiloliter atau ‘over’ 16,6 ribu kiloliter dibandingkan kuota 900 ribu kiloliter.

“Apabila subsidi yang tidak dibayar atas “over” penyaluran BBM tersebut memakai komposisi per produk, maka potensi kerugian Pertamina mencapai Rp1,1 triliun,” tambahnya.

Namun, apabila “over quota” sebesar 841,89 ribu kiloliter dipindah ke premium mengingat pada Desember 2014, penjualan premium mendapat untung atau bukan subsidi lagi, maka kerugian akan menjadi Rp51,76 miliar.

“Ini yang sedang kami perjuangan, karena dalam APBN, hanya ditetapkan kuota BBM subsidi 46 Juta kiloliter dan tidak dirinci per produk. Rinciannya dari BPH Migas,” katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Menkeu Sambut Positif Langkah BI Pertahankan Suku Bunga Acuan

Jakarta, Aktual.co — Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menilai keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan pada 7,75 persen sudah tepat, meskipun tekanan inflasi diperkirakan mulai menurun.

“Saya kira sudah pas keputusannya,” ujarnya singkat saat ditemui di Jakarta, ditulis Jumat (16/1).

Bambang menambahkan dalam kondisi perekonomian dalam negeri yang masih rentan terhadap tekanan eksternal, hal terbaik yang dapat dilakukan dalam jangka waktu dekat adalah menjaga stabilitas fundamental ekonomi.

“Saya bilang sudah pas, karena dalam kondisi begini kita harus menjaga stabilitas,” katanya.

Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan (BI Rate) 7,75 persen, meskipun tekanan inflasi menurun, karena pemerintah segera kembali menyesuaikan harga bahan bakar minyak setelah harga minyak dunia berada pada level rendah.

“Jika harga BBM terus turun akan memberikan sumbangan deflasi terhadap harga barang pada 2015. Diperkirakan dampak penurunan harga minyak dari yang sebelumnya berkisar 100 dolar AS per barel sekarang 50 dolar AS per barel akan miliki dampak positif pada inflasi,” kata Direktur Departemen Ekonomi dan Kebijakan Moneter BI Juda Agung.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

DPR Restui Budi Gunawan, Bambang: Bukankah Jokowi Adalah Kita?

Jakarta, Aktual.co — DPR telah resmi merestui Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai Kepala Kepolisian. Proses uji kelayakan dan kepatutan pun tanpa ada hambatan termasuk ketika parlemen mengesahkan Budi Gunawan di rapat paripurna yang digelar, Kamis (15/1).
Anggota Komisi III DPR Bambang Susatyo mengatakan, restu DPR mengesahkan Budi Gunawan sebagai Kapolri di rapat paripurna, karena Budi Gunawan merupakan pilihan Presiden Joko Widodo.
“Maka tidak ada cara lain bagi DPR kecuali mengikuti kehendak pemimpin rakyat (Jokowi) untuk menyetujui Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. Bukankah Jokowi adalah kita?” kata Bambang kepada wartawan, Jumat (16/1)
Meski banyak yang bertanya kenapa Koalisi Merah Putih kompak dengan Koalisi Indonesia Hebat dukung kebijakan Jokowi terkait calon Kapolri? Bambang menganggap jawabannya itu sederhana.
“Kita tidak mau buang-buang energi untuk berdebat soal hukum, moral, etika dan kepatutan dari bola panas Calon Kapolri yang dilempar Istana ke Senayan. Makanya cepat-cepat kita setujui dan kembalikan bola panas itu ke pelemparnya.”
Selanjutnya, sambung dia, terserah Presiden untuk melanjutkan atau tidak soal Kapolri itu. “Mau dilantik terserah atau membatalkan pelantikan Budi Gunawan.”

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Menteri ESDM Copot Naryanto Wagimin dari Plt Dirjen Migas

Jakarta, Aktual.co — Menteri ESDM Sudirman Said menunjuk I Gusti Nyoman Wiratmadja sebagai Pelaksana Tugas Dirjen Migas Kementerian ESDM menggantikan Naryanto Wagimin.

Laman resmi Ditjen Migas Kementerian ESDM yang dikutip di Jakarta, Jumat (16/1) menyebutkan sesuai Surat Perintah Menteri ESDM Nomor 011 Pr/73/MEM/2015, Sudirman menunjuk Wiratmadja sebagai Plt Dirjen Migas sejak 13 Januari 2015 sampai ditetapkan pejabat definitif.

Selain Plt Dirjen Migas, Wiratmadja tetap menjabat Staf Ahli Bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis Kementerian ESDM. Wiratmadja menggantikan Naryanto Wagimin yang telah berakhir masa tugasnya.

Saat ini, Kementerian ESDM sedang melaksanakan lelang jabatan Dirjen Migas bersama empat jabatan eselon 1 lainnya. Panitia lelang jabatan menargetkan penyelesaian lelang tersebut pada Februari 2015.

Dalam surat bernomor 11 Pr/73/MEM/2015 tertanggal 13 Januari 2015 tersebut, untuk kelancaran pelaksanaan tugas sehari-hari, Wiratmadja dibantu pejabat eselon II Ditjen Migas dan jika dalam pelaksanaan tugasnya menemui kesulitan, diminta melapor kepada Menteri ESDM.

Wiratmadja dilantik sebagai Staf Ahli Bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis oleh Jero Wacik, Menteri ESDM, saat itu pada 31 Januari 2013. Sebelumnya, Wiratmadja merupakan Guru Besar Institut Teknologi Bandung.

Ia menyelesaikan strata 1 kesarjanaan pada 1987 di ITB sebagai lulusan terbaik kedua. Pada 1994, ia menyelesaikan pendidikan strata 2 di universitas yang sama. Dua tahun kemudian (1996), Wiratmadja memperoleh gelar doktor dari University of Kentucky, AS.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Komisi V Tuntut Pemerintah Turunkan Tarif Angkutan

Jakarta, Aktual.co — Komisi V DPR RI menuntut penurunan tarif menyusul rencana pemerintah menurunkan harga BBM menjadi dikisaran Rp7000—6500. Aturan tentang penurunan tariff harus segera dibuat dan disosialisasikan kepada penyedia moda transportasi untuk dilaksanakan. 
Wakil ketua Komisi V DPR RI Yudi Widiana Adia, Kamis (15-2), menegaskan rencana pemerintah untuk menurunkan harga BBM harus diikuti dengan penurunan tariff angkutan yang signifikan di lapangan. 
Pasalnya, harga BBM juga turun signifikan. “Presiden sudah menyampaikan di media akan menurunkan harga BBM dan meminta tariff tranportasi diturunkan. Sekarang, kami menagih komitmen itu dan harus benar-benar terimplementasikan. Karena meski BBM turun, tidak ada jaminan tarif transportasi bisa kembali seperti semula. Prakteknya dilapangan tarif susah turun. Itu sudah terbukti.” Kata Yudi dalam keterangannya, Jum’at (16/1). 
Komisi V, sambung Yudi, akan mengawasi kebijakan pemerintah dalam menurunkan tariff transportasi, baik tariff angkutan dalam kota, angkutan antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun angkutan kota antar provinsi (AKAP). 
“Penurunan tarif harus disemua level. Bukan Cuma angkot. Tapi juga AKDP dan AKAP. Pemerintah tidak bisa lepas tangan dan hanya mengurusi AKAP. Tapi juga harus mengawasi tariff transportasi di daerah dengan cara berkoordinasi dengan Pemda. Pemerintah harus bertanggung jawab karena kenaikan tariff angkutan ini akibat kebijakan kenaikan BBM November lalu,” timpal Yudi. 
Sebelumnya, Komisi V juga mengkritik kebijakan pemerintah yang menaikan harga BBM disaat harga BBM dunia justru terus turun. November lalu, Komisi V meminta Pemerintah diminta tidak buru-buru menaikan harga BBM karena kenaikan harga BBM, otomatis akan mendongkrak kenaikan semua harga, khususnya sembako dan biaya transportasi. 
“Sebelum naik, kami sudah minta pemerintah berhati-hati mengambil kebijakan menaikan harga BBM. Apalagi dasar kenaikan harganya tidak beralasan. Sekarang baru 2 bulan dinaikan, harga BBM mau diturunkan lagi

Artikel ini ditulis oleh:

Pemerintah Lelang SUN Rp12 Triliun pada 20 Januari

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah berencana melakukan lelang tiga seri Surat Utang Negara (SUN) dengan jumlah indikatif Rp12 triliun pada 20 Januari 2015, untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam APBN.

Keterangan tertulis Direktorat Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan yang diterima di Jakarta, Jumat (16/1) menyebutkan ketiga seri SUN yang akan dilelang mempunyai nominal per unit sebesar Rp1 juta.

Ketiga seri SUN tersebut antara lain seri SPN12160107 (penerbitan kembali) dengan pembayaran bunga secara diskonto dan jatuh tempo 7 Januari 2016.

Selain itu, seri FR0070 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga tetap 8,375 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2024.

Terakhir, seri FR0068 (penerbitan kembali) dengan tingkat bunga tetap 8,375 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2034.

Penjualan SUN akan dilaksanakan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan Bank Indonesia. Lelang bersifat terbuka, menggunakan metode harga beragam.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian kompetitif (competitive bids) akan membayar sesuai dengan imbal hasil yang diajukan.

Pemenang lelang yang mengajukan penawaran pembelian non kompetitif (non competitive bids) akan membayar sesuai dengan imbal hasil rata-rata tertimbang dari penawaran pembelian kompetitif yang dinyatakan menang.

Total alokasi pembelian non kompetitif untuk SUN seri SPN12160107 adalah sebesar 50 persen dari yang dimenangkan.

Sedangkan, alokasi pembelian non kompetitif untuk FR0070 dan FR0068 adalah maksimal sebesar 30 persen dari yang dimenangkan.

Pemerintah memiliki hak untuk menjual ketiga seri SUN tersebut lebih besar atau lebih kecil dari jumlah indikatif yang ditentukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain