17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39531

Pengamat: Menhub Jonan Hanya Bisa Menyalahkan Tanpa Solusi

Jakarta, Aktual.co — Seharusnya Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mencari apa yang salah, bukan siapa yang salah lalu memberikan hukuman kepada sebuah maskapai.
Demikian disampaikan Adi Ariyadi Pengamat Hukum Penerbangan dari Universitas Airlangga, kepada wartawan saat dihubungi dari Jakarta, Kamis (15/1).
“Daripada pak Menteri cari siapa yang salah harusnya mencari apa yang salah dulu,” katanya.
Kata Adi lagi, sebelum memberikan hukuman kepada maskapai sebaiknya menunggu hasil investigasi KNKT. Selain itu pemerintah sudah harus mencoba melakukan evaluasi dari hasil audit ICAO, dimana hasil audit tersebut dinyatakan standar penerbangan masih dibawah rata-rata.
“Menhub Jonan abaikan hasil Audit dari ICAO,” tutupnya.
Seperti diketahui, Kementerian Perhubungan harusnya membenahi industri penerbangan di Indonesia. Demikian disampaikan Yudi Widiana Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
Yudi mengingatkan agar Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan dalam melakukan pembenahan jangan sampai membuat polemik baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Din Syamsudin Himbau Umat Islam Tidak Terprovokasi Soal Charlie Hebdo

Jakarta, Aktual.co — Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin menghimbau seluruh umat Islam di dunia, khususnya di Indonesia, untuk tidak terprovokasi dan bereaksi berlebihan terkait diterbitkannya kembali tabloid Charlie Hebdo.

“Bagi umat Islam, saya pikir reaksi terhadap penghinaan pada lambang-lambang Islam, Alquran dan Nabi Muhammad SAW, dalam bentuk kartun, film, dan sebagainya, tidak perlu ditanggapi dengan ekspresi yang berlebihan karena itu tidak menyelesaikan masalah,” kata Din di Jakarta, Kamis (15/1).

“Terlebih lagi, Nabi kami tidak akan berkurang keagungan, kemuliaan dan keluhurannya karena penghinaan itu,” lanjut dia.

Ditemui di sela-sela diskusi “Kekerasan Charlie Hebdo: Antara Kebebasan Pers dan Toleransi Kehidupan Umat Beragama” di Pusat Dialog dan Kerja Sama di antara Peradaban (CDCC) di Jakarta.

Din menjelaskan ekspresi yang berlebihan akan memunculkan aksi-reaksi dan Islamofobia-Westernfobia yang hanya akan mengacaukan dunia.

“Bukan berarti kita diam, tapi harus ada cara yang cerdas dan taktis untuk menghadapinya karena kelompok itu (penghina Islam melalu kartun dan film) tidak cerdas, ceroboh dan bodoh, jadi jangan ditanggapi dengan jalan yang sama,” kata dia.

Din menegaskan secara pribadi maupun sebagai ketua umum dari Muhammdiyah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dirinya mengecam segala bentuk kekerasan, apalagi sampai menghilangkan nyawa 12 orang seperti yang terjadi dalam kasus media Charlie Hebdo, karena sangat bertentangan dengan ajaran Islam.

Namun, Din juga mengecam tindakan penghinaan dan pelecehan yang dilakukan Charlie Hebdo yang atas dasar apapun telah menyinggung lambang agama dan pemeluk agama tertentu, dan dalam hal ini adalah agama Islam.

“Figur Nabi Muhammad itu sangat agung. Tidak bisa dibenarkan bahwa mereka melakukan itu atas ‘freedom of speech’ (kebebasan berbicara), ‘freedom of expression’ (kebebasan berekspresi) karena penghinaan itu nyata dan termasuk kekerasan verbal,” kata dia.

Oleh karena itu, Din menyerukan kepada pemimpin-pemimpin dan semua warga dunia yang cinta damai untuk bersatu dan mencari solusi terbaik dalam menafsirkan kebebasan.

“Kita tidak pernah serius membahas soal itu (kebebasan), dan generalisasi pada kebebasan sangat berbahaya. Karena itu harus ada upaya konsepsional untuk mengatasi masalah itu,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DPR: Menhub Jonan Hanya Sibuk Pencitraan

Jakarta, Aktual.co — Bambang Harjo Anggota Komisi VI DPR menilai kinerja Menteri Perhubungan Ignasius Jonan hanya pencitraan semata, bukan membuat inovasi kebijakan baru.
“Menhub sekarang memble, kerjanya hanya pencitraan saja,” ucapnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/1). 
Kata dia lagi, pemerintahan baru ini harus melakukan perubahan dari sistem pemerintahan yang lama, bukan malah menambah masalah lagi.
“Nggak usah saling menyalahkan, kalau ada yang salah berarti Menterinya sendiri yang salah, karena tak bisa ngawasi kaki tangannya,” ungkapnya.
Seperti diwartakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan harusnya membenahi industri penerbangan di Indonesia. Demikian disampaikan Yudi Widiana Wakil Ketua Komisi V DPR RI.
Yudi mengingatkan agar Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan dalam melakukan pembenahan jangan sampai membuat polemik baru.

Artikel ini ditulis oleh:

Penerbitan Kartu Baru Charlie Hebdo Buat Geram Ulama di Timur Tengah

Kairo, Aktual.co — Ulama Muslim di Timur Tengah yang mengecam serangan pekan lalu di Charlie Hebdo, mengkritik mingguan satir Prancis itu atas penerbitan kartun baru yang menggambarkan Nabi Muhammad dalam edisi pertamanya setelah pembunuhan tersebut.
Di bagian depan “edisi penyintas” itu, yang dengan cepat terjual jutaan kopi di Prancis, majalah itu mencetak kartun dari Nabi Mohammad menangis sambil membawa tanda bertuliskan “Saya Charlie”, di bawah judul “Semua diampuni “.
Sementara para pemimpin Muslim arus utama di seluruh dunia telah mengutuk keras serangan yang menewaskan 12 orang, banyak yang mengatakan keputusan untuk mencetak kartun baru Nabi Mohammad adalah provokasi yang akan menciptakan reaksi lebih lanjut.
Kartun seperti itu “membakar rasa kebencian dan kebencian di antara orang-orang” dan penerbitan mereka “menunjukkan penghinaan” bagi perasaan umat Muslim, kata Imam Besar Jerusalem dan tanah Palestina, Mohammed Hussein, dalam sebuah pernyataan.
Harian independen Aljazair yang berbahasa Arab, Echorouk, menanggapi hal itu dengan halaman sampul kartunnya sendiri, yang menunjukkan seorang pria membawa tanda “Saya Charlie” di samping tangki militer yang menghancurkan tanda bertuliskan Palestina, Mali, Gaza, Irak dan Suriah.
Di atas judul itu terdapat tulisan berbunyi, “Kita semua Mohammad”.
Sementara Charlie Hebdo dikecam di banyak daerah di Timur Tengah, ada pengecualian di Turki, negara dengan tradisi kuat sekularisme di kawasan itu. Sebuah surat kabar oposisi di sana, Cumhuriyet, mencetak bagian khusus dari kutipan dari edisi Charlie Hebdo.
Surat kabar itu mencetak versi sampul Charlie Hebdo dengan ukuran kecil dan warna hitam putih di dua kolomnya, tetapi tidak menggunakan gambar itu di bagian khusus, setelah “banyak konsultasi”, kata pemimpin redaksinya Utku Cakirozer di Twitter.
Polisi mengepung markas mereka di Istanbul atas kekhawatiran keamanan dan memeriksa truk-truk yang meninggalkan percetakan. Di kantor surat kabar Ankara, pengunjuk rasa menggantung spanduk di dinding di dekat kantor itu yang bertuliskan, “Provokasi Charlie berlanjut”.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

PM Turki: Pelaku Teror di Paris Sama Seperti Benjamin Netanyahu

Ankara, Aktual.co — Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu pada Kamis (15/1) menyatakan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan sama dengan yang berada di balik serangan Paris, yang menewaskan 17 orang.
“Netanyahu melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan sama seperti peneror, yang melakukan pembantaian di Paris,” katanya kepada wartawan dalam tanggapan televisi.
Tanggapan itu mengancam masalah baru dalam hubungan semakin tegang di antara kedua negara tersebut sesudah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengecam Netanyahu untuk berani menghadiri pawai kesetiakwanan menentang teror pada akhir pekan di Paris setelah serangan itu.
Netanyahu pada Rabu menyerang balik bahwa pernyataan memalukan Erdogan harus ditolak masyarakat antarbangsa.
Davutoglu menyatakan kejahatan terhadap kemanusiaan Netanyahu termasuk serangan mematikan Israel pada 2010 atas kapal bantuan Turki dan serangan pada tahun lalu di Gaza, yang dikuasai Hamas.
Pada 2010, pasukan khusus Israel menyerbu kapal berbendera Turki “Mavi Marmara”, yang terbesar dalam armada bantuan untuk Jalur Gaza, yang terkepung.
Sembilan warga Turki tewas akibat serangan itu dan satu lagi meninggal di rumah sakit pada tahun ini sesudah empat tahun koma, sementara hampir 2.200 warga Palestina, kebanyakan rakyat jelata, tewas dalam serangan Israel di Gaza pada awal tahun lalu.
Davutoglu menyatakan Netanyahu adalah kepala pemerintahan, yang membantai anak-anak, yang bermain di pantai Gaza, dan menghancurkan ribuan rumah.
Ia menyatakan pemerintah Perdana Menteri Israel itu membuat pembunuhan warga Palestina dalam setiap kesempatan hampir alami.
Pemerintah itu juga membantai warga Turki dengan melancarkan gerakan terhadap kapal bantuan di perairan antarbangsa.
Hubungan Turki dengan Israel -pernah sebagai mitra kunci bagia negara Yahudi itu dengan negara Muslim- terus memburuk di bawah pemerintahan Erdogan.
Presiden Turki itu dikenal dengan luapan kemarahannya terhadap negara Yahudi tersebut, dengan pada Juli menyatakan Israel melampaui Hitler dalam kekejian.
Pada 2009, Erdogan meninggalkan panggung di Forum Ekonomi Dunia setelah bakumarah dengan Presiden Israel Shimon Peres.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

DPRD Bantul Dukung Dua Kubu Suporter Persiba Bersatu

Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendukung bersatunya dua kubu suporter sepakbola Persiba Bantul, Paserbumi dan Curva Nod Famiglia, yang sempat bersitegang hingga menewaskan seorang suporter belum lama ini.

“Tidak boleh ada anarki lagi antara kedua pendukung Persiba Bantul, itu harapan masyarakat Bantul,” kata Ketua DPRD Bantul, Hanung Raharjo saat acara ikrar bersatunya dua kubu suporter itu di Stadion Sultan Agung Bantul, Kamis (15/1).

Hanung yang mewakili masyarakat Bantul mengatakan, dua kubu suporter Persiba Bantul, tidak harus sama dalam seragam, namun lagu yang dinyanyikan ketika memberikan dukungan Persiba Bantul saat bertanding harus sama, termasuk tujuannya.

Ia mengatakan anggaran dalam APBD Bantul bertujuan mendukung sepak bola bisa maju, namun jika nantinya justru menjadi ajang anarkis dan tawuran, maka anggaran untuk olahraga itu dipertimbangkan untuk dicoret.

“Jangan sampai generasi muda justru rusak karena terlibat tindak anarkis dan tawuran, saya membayangkan suporter Persiba Bantul bersatu dan guyub seperti saat memberikan dukungan Persiba Bantul dalam final Divisi Utama yang akhirnya menjadi juara pada 2011,” katanya.

Ikrar bersatunya dua kubu suporter Persiba Bantul itu dilakukan menyongsong berlangsungnya Divisi Utama PSSI 2015 yang digelar pada April 2015, sehingga kedua kubu bersatu mendukung Laskar Sultan Agung agar bisa tampil lebih baik.

Lurah Paserbumi, Rumawan mengatakan menyongsong divisi utama ini, kedua suporter berkomitmen dan berjanji tidak akan lagi mengungkit berbagai kejadian konflik antarkedua supporter yang sempat menewaskan seorang suporter Paserbumi beberapa bulan lalu.

“Kita akan bersatu kembali menjadi suporter yang memberikan semangat dan dukungan kepada Persiba Bantul, setiap masuk stadion juga harus dengan semangat perdamaian, kalau ada gejolak maka segera diselesaikan saat itu juga,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain