18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39533

Arema Kembali Jalani Verifikasi Keuangan

Jakarta, Aktual.co — Tim Arema Cronus, kembali menjalani verifikasi keuangan setelah bersama dengan lima tim lain, mendapat catatan dari PT Liga Indonesia, selaku operator kompetisi Indonesia Super League.

Pada verikasi keuangan tahap kedua di Kantor PT Liga Indonesia, Jakarta, Kamis (15/1), tim yang berjuluk Singo Edan tidak hanya sendiri, karena ada dua tim lain yang kembali menjalani verifikasi yaitu Gresik United dan PSM Makassar.

Ada tiga tim yang tidak hadir dalam verifikasi keuangan keduanya dengan berbagai alasan yaitu Persija Jakarta, Pelita Bandung Raya yang masih menunggu audit serta Persebaya Surabaya yang mengaku terlambat.

Sekretaris PT LI, Tigor Shalomboboy mengatakan, pihak Arema Indonesia yang diwakili oleh manajer tim, Rudy Widodo dan media officer Sudarmadji menegaskan, akan melakukan penyesuaian proyeksi anggaran untuk mengarungi ISL 2014/2015.

“Arema akan melakukan penyesuaian badget, sedangkan PSM dan Pelita kami memberikan waktu hingga Senin (19/1) untuk menyiapkan proyeksi pendapatan dan sampai akhir Januari,” kata Tigor seperti yang dilansir tim media PSSI.

Menurut dia, tim yang kembali melakukan verifikasi keuangan juga harus menjelaskan posisi sponsor yang akan mendukung tim. Khusus untuk PSM Makassar, pihaknya meminta tim berjuluk Juju Eja ini menjelaskan dengan detail terkait dengan utang yang dimiliki.

Selain PSM, PT Liga Indonesia juga meminta kepada pihak Pelita Bandung Raya dan Persebaya Surabaya memberikan gambaran proyeksi keuangan klub selama musim kompetisi.

Sebelumnya, PT Liga Indonesia telah mencoret dua tim yaitu Persik Kediri dan Persiwa Wamena karena dinyatakan tidak lolos verifikasi keuangan. Dengan demikian kedua tim ini tidak bisa tampil pada kompetisi tertinggi di Tanah Air musim 2014/2015.

Berdasarkan verifikasi pertama yang dilakukan, hanya ada 12 dari 20 tim yang dinyatakan siap untuk mengarungi kompetisi diantaranya adalah Mitra Kukar, Persipura, Persib Bandung, Pusamania Borneo FC, Pusam Bali United, Sriwijaya FC hingga Semen Padang.

Sesuai dengan rencana, kompetisi tertinggi di Tanah Air ini akan digulirkan pada 20/21 Februari nanti. Rencana ini mundur cukup jauh dibandingkan dengan rencana awal yaitu 1 Februari.

Artikel ini ditulis oleh:

BNP2TKI Siapkan Program Pemberdayaan TKI di Luar Negeri Yang Bermasalah

Jakarta, Aktual.co —  Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menyiapkan program pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang bermasalah.

“Setelah dipulangkan, mereka akan diberikan pelatihan dan dibantu buka akses modal usaha,” kata Kepala BNP2TKI Nusron Wahid melalui keterangan tertulis di Jakarta Kamis (15/1).

Nusron mengatakan, BNP2TKI akan bekerja sama dengan pelaku usaha dan industri untuk mengadakan paket pelatihan TKI yang bermasalah.

Nusron menyatakan, para TKI yang dipulangkan itu membutuhkan pekerjaan di dalam negeri sehingga tidak nekad menjadi pekerja ilegal di luar negeri dengan potensi berurusan dengan hukum.

Nusron menegaskan, Presiden Joko Widodo berkomitmen TKI yang dipulangkan agar diberikan pelatihan agar memiliki keterampilan.

Saat ini, pemerintah Indonesia menyiapkan anggaran dan pendataan jumlah tenaga kerja yang bermasalah di luar negeri untuk dipulangkan, serta mendapatkan keterampilan.

Tercatat Warga Negara Indonesia Overstay (WNIO) atau Tenaga Kerja Indonesia Bermasalah (TKIB) yang berada di Malaysia sebanyak 1.250.000 orang, Arab Saudi (588.075 orang) dan negara lain (32.073 orang).

Sepanjang 2014, pemerintah telah memulangkan TKI bermasalah di Arab Saudi sebanyak 20.379 orang dan 26.428 orang di Malaysia.

Guna membahas upaya pemberdayaan TKI bermasalah, pemerintah menggelar rapat koordinasi (Rakor) melibatkan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), BNP2TKI, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Sosial, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bappenas, Kementerian Keuangan dan Kementerian Agama.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Diperiksa 10 Jam, Airin Rachmi tak Mau Berkomentar

Jakarta, Aktual.co —Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany enggan berkomentar banyak usai diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi terkait kasus alat kesehatan tahun tahun anggaran 2012 Kota Tangerang Selatan. Airin keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 22.32 WIB, Kamis (15/1) malam. “Iya saya diperiksa sebagai saksi untuk Pak Dadang Priatna,” ujar Airin.

Airin merupakan ipar Gubernur Banten nonaktif Ratu Atut Chosiyah. Suami Airin adalah Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan. Adik kakak itu pernah dimejahijaukan karena pidana korupsi. Saat ditanya wartawan mengenai materi pemeriksaan, Airin memilih mempercepat langkahnya.

“Untuk apa saja pertanyannya, silakan tanya kepada penyidik yah,” ucap Airin yang sebelumnya pernah dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Dadang Prijatna dalam kasus yang sama. Pada kasus alkes tersebut, KPK sudah menetapkan tiga tersangka, yakni Dadang Prijatna, Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan dan Mamak Jamaksari. Dadang Prijatna terungkap dari PT. Mikindo Adiguna Perkasa (MAP). Adapun Mamak Jamaksari adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di proyek

Gunawan Lengkapi Kuota Pemain Belakang Persija

Jakarta, Aktual.co — Gunawan Dwi Cahyo melengkapi kuota pemain Persija Jakarta, setelah mantan pemain Mitra Kukar itu menandatangani kontrak selama satu musim di Kantor Persija yang berada di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (15/1).

“Kami sudah resmi mengikat dia (Gunawan) selama satu musim. Ini sesuai dengan masukan dari pelatih (Rahmad Darmawan),” kata Wakil Presiden Klub Persija Jakarta, Asher Siregar.

Mantan pemain Timnas Indonesia U-23 pada SEA Games 2011 itu, kemungkinan besar akan diplot sebagai pelapis pemain yang telah ada seperti Ambrizal. Apalagi, tim yang berjuluk Macan Kemayoran ini sebelumnya banyak mendatangkan pemain belakang.

Selain Ambrizal, Persija sebelumnya juga mendatangkan bek asal Persik Kediri yaitu Syaiful Indra Cahya, serta bek asing asal Argentina yaitu Alan Acier. Bahkan, ketangguhan pemain belakang ini sudah diuji pada pertandingan trofeo beberapa waktu lalu.

Sebelum dikontrak, mantan pemain Persijap Jepara ini terlebih dahulu menjalani seleksi dengan beberapa pemain lainnya di Persija. Hanya saja, belum ada keputusan sehingga Gunawan harus menjalani seleksi dengan tim lain yaitu Pusam Bali United.

“Pelatih merasa cocok dengan dia (Gunawan). Apalagi sejak awal kita membutuhkan tambahkan pemain belakang. Akhirnya kami hubungi lagi,” kata Asher menambahkan.

Pemain kelahiran Jepara, Jawa Tengah, 20 April 1989 ini mengaku senang bisa bergabung dengan Persija karena dinilai merupakan salah satu tim besar di Indonesia. Apalagi mempunyai pendukung fanatik yaitu Jakmania.

“Saya senang bisa bergabung dengan Persija. Saya siap memberikan yang terbaik untuk tim,” kata Gunawan Dwi Cahyo usai penandatanganan kontrak.

Setelah menandatangani kontrak, suami Okie Agustina itu akan langsung menyusul pemain Persija lainnya yang terlebih dahulu berangkat ke Padang, Sumatra Barat guna menjalani pertandingan turnamen SCM Cup 2015.

Pada turnamen pra-musim sebelum turun di kompetisi Indonesia Super League (ISL) ini, tim Macan Kemayoran akan berhadapan dengan tuan rumah Semen Padang, Sriwijaya FC Palembang dan Persebaya Surabaya.

Artikel ini ditulis oleh:

Siswono Yudohusodo: Usulkan, WNA Boleh Miliki Rumah

Jakarta, Aktual.co —Mantan Menteri Perumahan Rakyat, Siswono Yudo Husodo mengusulkan agar warga negara asing diperbolehkan memiliki rumah sendiri. Kepemilikan rumah oleh warga negara asing akan mendongkrak perekonomian Indonesia.

Menurutnya, selama ini warga negara asing dilarang memiliki rumah di Indonesia. Politikus senior Golkar itu meyakini jika pemerintah mempersilakan warga negara asing memiliki rumah, akan menjadi devisa bagi negara.

“Padahal baik ketika orang asing punya apartemen di sini. Dia beli memakai dolar lalu biaya hidup mereka bisa menjadi devisa untuk meningkatkan ekonomi,” terang Suswono usai menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya Jakarta, Kamis (15/1).

Sebaliknya, sambung Siswono, warga negara Indonesia banyak yang memiliki rumah di luar negeri seperti di Australia dan Singapura. Seharusnya Indonesia pun menerapkan hal yang sama. “Kita meminta agar orang asing boleh punya rumah,” tegasnya.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah akan menerima masukan diperbolehkannya warga asing memiliki rumah sendiri. Ia berjanji akan membicarakan gagasan ini kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono.

DPRD DKI Bakal Minta Penjelasan Pemprov Soal Mini Market

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi A DPRD DKI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Yani mengatakan pihaknya akan mempertanyakan laju pertumbuhan pasar swalayan kecil tersebut yang sangat cepat di Jakarta, namun tidak terkontrol dengan baik. 

“Kami juga ingin meminta penjelasan pada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tentang pertumbuhan mini market di Ibu Kota yang sangat cepat seolah tidak terkontrol,” ujar Yani, Kamis (15/1).

Yani beralasan pertumbuhan pesat mini market yang sangat cepat tersebut di Jakarta bisa menimbulkan dampak pada usaha perekonomian masyarakat kecil Ibu Kota.

“Menjamurnya mini market di Jakrta juga akan mengancam usaha perekonomian masyarakat kecil karena lahan hidup mereka terambil alih oleh pengusaha pasar swalayan kecil itu,” kata Yani.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Berita Lain