18 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39540

Merkel Sebut Islam Bagian dari Jerman

Jakarta, Aktual.co — Kanselir Jerman Angela Merkel menyebutkan Islam milik Jerman, di tengah maraknya aksi unjuk rasa anti imigran di Kota Dresden dan beberapa kota lain.
Merkel menerima Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu meminta diadakannya dialog antar agama, sehari setelah pawai di Perancis dalam rangka menghormati korban penyerangan oleh kelompok militan.
Dia mengutip pernyataan mantan Presiden Jerman Christian Wulff pada tahun 2010 yang menyatakan bahwa Islam merupakan bagian dari Jerman.
“Mantan Presiden Wulff mengatakan Islam milik Jerman. Itu benar. Saya juga memegang pendapat ini, kata Merkel, seperti dikutip dari Reuters.
Pembicaraan dengan Perdana Menteri Turki dilakukan sebelum pawai kelompok PEGIDA (kelompok patriotik terhadap Islamisasi Barat), yang dilakukan di beberapa kota di Jerman.
Sementara, Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan bahwa betapa pentingnya melawan segala bentuk islamophobia di Jerman. Menurutnya, jika Turki diterima sebagai anggota Uni Eropa kedepannya, maka akan memberi kesan yang kuat tentang bagaimana Muslim dan Kristen hidup dalam damai di Eropa.

Artikel ini ditulis oleh:

Hariman Siregar: Pemerintahan Menjurus Neo-Liberal

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Kebijakan ekonomi pada awal pemerintahan Jokowi telah menjurus ke arah neo-liberal. Jokowi seolah tengah membangun sistem liberalisasi pengelolaan energi salah satunya melepas tata niaga migas ke mekanisme pasar asing.

“Jika bertemu dengan modal asing, lama-lama kita hanya dapat uang sewa tanah dan upah buruh saja, kita tidak menerima untung”,  ungkap Hariman Siregar, aktivis Malari, kepada aktual.co, Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (15/1). Hariman menyatakan bahwa hutang negara kita akan semakin bertambah, jika pengelolaannya dilepas ke pasar modal asing bukan mengurangi.

Hariman juga menentang upaya liberalisasi dengan semakin banyaknya modal asing yang ditanam di Indonesia. “Kita menentang liberalisasi, seharusnya asing tidak boleh lebih dari 50 persen dari proyeksinya, pribumilah yang harus dapat keuntungan lebih dari 50 persen,” katanya. Hariman mengimbau jangan sampai kedepannya modal asing menguasai sistem ekonomi negara. “Modal asing itu kuat, perlu proteksi terhadap itu”, ujar Hariman

Artikel ini ditulis oleh:

PAN: Perppu Akan Keluarkan Persoalan Hukum Baru

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi II DPR RI, Yandri Susanto mengatakan disetujui atau tidak disetujui ketentuan Perppu No 1 tahun 2014 tentang pemilihan kepala daerah (Pilkada) dan Perppu No 2 Tahun 2014 tentang pemerintah daerah (Pemda), akan tetap menimbulkan persoalan hukum.
Terlebih, jika Perppu yang dikeluarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu ditolak, maka akan terjadi kekosongan hukum.
“Menyetujui atau tidak menyetujui Perppu itu akan tetap menimbulkan persolan hukum,” kata Yandri saat menyampaikan pandangan fraksi PAN, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Mendagri dan Menkumham, di ruang komisi II, Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (15/1).
Lebih lanjut, sambung dia, maka sangat penting adanya kesepahaman bersama dari semua fraksi dan pemerintah terkait pembahasan dan penetapan Perppu resmi yang dikeluarkan 2 Oktober 2014 kemarin. Mengingat, kata dia, akan ada sekitar 400 kepala daerah yang akan berakhir masa tugasnya.
Sebab, sesuai ketentuannya pelaksana tugas (Plt) kepala daerah tidak dapat mengambil keputusan yang sifatnya strategis.
“Karena itu, Perrpu ini perlu segera dibahas dalam masa sidang ini, demi kebaikan bangsa ini kedepannya,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang
Andy Abdul Hamid

Menteri ESDM: Harga BBM Turun Tinggal Tunggu Revisi

Jakarta, Aktual.co —Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said mengatakan pengumuman harga baru bahan bakar minyak (BBM) tinggal menunggu revisi Peraturan Menteri ESDM Nomor 39 tahun 2014, yang mengatur penetapan harga BBM setiap bulannya.

Setelah itu, secara resmi pemerintah akan menetapkan harga premium dan solar setiap dua minggu sekali. Hal tersebut disampaikan Sudirman setelah menghadiri rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Kamis, seperti dikuti cnnindonesia.com (15/1).

“Pengumumannya belum, karena dalam Peraturan Menteri ESDM mengatakan ditinjau setiap bulan. Memang kita menyadari ada dinamika yang lebih cepat. Pertama-tama dalam 1-2 hari saya harus menyelesaikan perbaikan Peraturan Menteri ESDM. Nanti setelah itu baru kita lakukan,” kata Sudirman.

Sebelumnya pagi ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebutkan pemerintah akan menurunkan harga BBM kembali setelah sebelumnya menurunkan pada 31 Desember lalu. “Harga minyak turun. Sebentar lagi juga akan kita umumkan BBM akan turun lagi kurang lebih mungkin bisa turun jadi Rp 6.400-Rp 6.500 per liter,” kata Jokowi.

Namun Sudirman menjelaskan, angka tersebut masih dalam perhitungan yang lebih detail dengan mempertimbangkan pajak bahan bakar kendaraan bermotor dan lainnya. “Tadi kita mendiskusikan harga minyak, kemungkinan dan kalau itu merupakan harga dasar, bisa mendekati harga yang disebut pak Jokowi tadi. Jadi besok kita akan evaluasi dengan semua lagi. Pokoknya kita ikutin tiap hari,” kata Sudirman.

IPW Minta DPR Bentuk Tim Etik Independen Rekayasa Kasus Komjen Budi Gunawan

Jakarta, Aktual.co — Ketua Presidium Indonesian Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan pemerintah dan DPR harus segera membentuk dewan etik independen untuk menyelidiki dugaan rekayasa kasus dan kriminalisasi terhadap Komjen Pol Budi Gunawan. Dia menilai banyak kejanggalan dalam penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka oleh KPK.
“Perlu ada dewan etik independen dan ini harus dibentuk oleh DPR dan pemerintah untuk menyelidiki dugaan rekayasa kasus dan kriminalisasi terhadap Budi Gunawan, karena banyak kejanggalan dalam penetapan tersangka. Budi Gunawan tidak pernah diperiksa sebagai saksi  dan tidak ada saksi lain maupun dua alat bukti yang ditunjukkan oleh KPK,”  ujar Neta kepada wartawan Kamis (15/1).
Dalam setiap  kasus gratifikasi, seperti yang dituduhkan pada Budi Gunawan dalam kasus rekening gendutnya, seharusnya KPK memiliki dua tersangka yaitu penerima dan pemberi gratifikasi.
”Keanehan ini yang harus disidik dewan etik. Jadi KPK tidak bisa semena-mena melakukan apa saja yang mereka mau lakukan,” tegasnya. 
Laporan: Adi Adrian

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Krisis Demokrasi Sudah Dimulai

Jakarta, Aktual.co —Pada tanggal 15 Januari adalah tanda-tanda pembenahan demokrasi. Setiap tahunnya diperingati sebagai Peringatan peristiwa Malari. “Politik kita saat ini sedang kritis”, ujar Isti Nugroho, Direktur eksekutif Indemo (Indonesian Democracy Monitor), Kamis (15/1) di Sukabumi, Jawa Barat, kepada aktual.co.

Isti juga menyatakan terkait disahkannya Budi Gunawan, tersangka dugaan korupsi yang didaulat menjadi Kapolri, demokrasi kini menjelma menjadi kekuasaan. Nilai-nilai demokrasi telah ditinggalkan. “terbukti sekarang Jokowi mengandalkan kekuasaan bukan lagi pemrintah yang demokrasi”,  ujar Isti.

Ia menambahkan setelah dilantiknya Jokowi menjadi presiden, Jokowi akan melibatkan PPATK dan KPK dalam proses kebijakan dalam pemilihan kabinet dan ketua institusi pemerintahan. Namun, kekuasaan telah merubah itu. “sudah jelas krisis demokrasi dan krisis tata negara sudah dimulai”, katanya

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain