7 April 2026
Beranda blog Halaman 39551

PGN Ajak Pelajar SMA Berinovasi Energi

Jakarta, Aktual.co — Aksi hemat energi yang diselenggarakan oleh Perusahaan Gas Negara (PGN), bertempat di Parkir Timur Senayan, Jakarta, Minggu (25/1), mengajak para pelajar SMA se-Jakarta, melakukan inovasi aksi hemat energi “enervation.”

Rangkaian aksi hemat energi Enervation dimulai dari kompetisi yang diselenggarakan untuk pelajar SMA se-Jakarta. Para pelajar ditantang untuk mengirimkan proposal yang menjelaskan inovasi-inovasi yang dapat dilakukan di sekolahnya masing-masing untuk dapat menghemat energi.

Dari puluhan proposal yang diterima, terpilihlah lima sekolah yang mewakili dari setiap wilayaj di Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Acara ini diawali dengan kegiatan fun walk sejauh 7 kilometer, sebagai salah satu bukti para pelajar yang peduli dan akan berkomitmen untuk melakukan aksi hemat energi untuk lingkungan yang lebih baik.

Selain fun walk, acara puncak Enervation ini juga diisi oleh berbagai kompetisi sekolah, mulai dari kompetisi band, cheerleader, modern dance, hingga freestyle soccer. Para pengunjung juga dapat menikmati energy exhibition, culinary food truck, yang dimeriahkan penampilan band ‘Dekat’ dan ‘Soulvibe’.

Artikel ini ditulis oleh:

Tiga Desa di Langkat Masih Terendam Banjir

Jakarta, Aktual.co — Tiga Desa di Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih terendam banjir dengan ketinggian air mencapai sekitar 50 cm.

“Banjir masih merendam tiga desa yang ada di Kecamatan Tanjungpura,” kata Camat Tanjungpura, Surianto di Tanjungpura, Langkat, Minggu (25/1).

Desa yang masih terendam banjir setinggi sekitar 50 cm itu adalah Desa Pekubuan, Desa Lalang dan Desa Pantai Cermin.

“Air belum juga surut di desa tersebut sehingga masih ada warga yang mengungsi karena pemukiman mereka terendam banjir,” katanya.

Warga yang mengungsi memang tidak menetap di lokasi pengungsian, namun mereka selalu ada, karena pada siang harinya mereka membersihkan rumah dan menjaga kediaman mereka dari hal yang tidak diinginkan.

“Masih terdapat 2.298 rumah warga yang terendam, dengan rincian 1.893 rumah di Desa Pekubuan, 205 rumah di Desa Lalang dan 200 rumah di Desa Pantai Cermin,” sambungnya.

Surianto juga menjelaskan bahwa hingga sekarang ini tanggul yang jebol belum juga diperbaiki, dan dikhawatirkan bila hujan turun, banjir akan kembali merendam pemukiman warga di desa lainnya.

Ia berharap tanggul ataupun benteng yang jebol dapat segera diperbaiki, agar warga tidak khawatir lagi bila hujan sewaktu-waktu turun.

Sementara itu Kepala Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Irwan Syahri menyebutkan ada beberapa desa yang banjirnya sudah surut, dan saat ini aktivitas warga sudah normal kembali.

Sementara itu di Kecamatan Batang Serangan, Kecamatan Wampu, Kecamatan Sawit Seberang dan Kecamatan Hinai, banjir sudah surut dan masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa.

Ia mengatakan aktivitas warga sudah kembali normal dan mereka sudah membersihkan rumah, perabotan karena terendam banjir.

“Hanya tingal di Kecamatan Tanjungpura saja ada desa yang masih terendam banjir, karena air belum juga surut,” sambungnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Ansor jatim Minta KPK dan Polri Tidak Permainkan Hukum

Jakarta, Aktual.co — Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, meminta KPK dan Polri selaku penegak hukum, tidak mempermainkan hukum dan mempertontonkan “permainan” (drama) hukum itu, sedangkan aktivis 1998 meminta Presiden Joko Widodo juga tidak mempermainkan konstitusi (UUD 1945).

“Kami merasa prihatin melihat apa yang terjadi saat ini. Rakyat diberi tontonan atau drama hukum oleh elit-elit penegak hukum di negeri ini,” kata Wakil Ketua Bidang Politik dan Hukum GP Ansor Jatim, Khoirul Huda, di Surabaya, Minggu (25/1).

Menurut dia, permainan hukum itu diulang kembali oleh elit-elit penegak hukum itu (KPK-Polri) hingga tiga kali, setiap ada proses hukum anggota Polri oleh KPK, maka Polri langsung “menembak” komisioner KPK.

“Mestinya, elit penegak hukum itu memberi pembelajaran yang baik bagi masyarakat dalam upaya strategi penegakan hukum, bukan sebaliknya,” katanya, didampingi ketua tim media center Ansor Jatim, Abdul Hady JM.

Sementara itu, aktivis 1998, Syafrudin Budiman, meminta Presiden Joko Widodo tidak mempermainkan atau justru melanggar konstitusi (UUD 1945) dan Pancasila dengan mengintervensi KPK.

“Kalau Abraham Samad (Ketua KPK) menolak memberikan hasil penyidikan Budi Gunawan, maka Presiden Jokowi harus menghargai agar proses hukum berjalan secara yuridis, bukan politis,” katanya.

Apalagi, UUD 1945 tidak memberi hak dan wewenang kepada Presiden untuk mengetahui hasil penyidikan KPK, karena itu tindakan Jokowi akan justru melanggar konstitusi (UUD 1945) dan Pancasila.

“Presiden bisa meminta KPK, apabila negara dalam kondisi darurat militer atau perang, tapi hal itu pun harus dengan persetujuan DPR, tapi sekarang bukan situasi perang,” katanya.

Namun, bila permintaan Jokowi kepada KPK itu hanya dilandasi ketidaktahuan dia tentang tata negara dan bukan sikap politik, maka hal itu tidak melanggar Konstitusi.

“Presiden buka raja atau ratu yang punya hak veto, Jokowi menjadi presiden di negara Republik Indonesia dan bukan Kerajaan Indonesia,” katanya.

Ia menilai penangkapan Bambang Widjayanto (BW) secara normatif masih bisa dimaklumi dan BW ketika jadi tersangka bisa mengundurkan diri sesuai UU.

“KPK bisa jalan terus dengan tiga orang komisioner atau segera dipilih dan ditetapkan komisioner baru agar pemberantasan korupsi tidak jalan di tempat,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

PGN Kampanyekan Hemat Energi

Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Resiko PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) Wahid Sutopo didampingi oleh Kepala Pusat Komunikasi Kementerian ESDM, Saleh Abdurrahman menandatangani deklarasi petisi hemat energi pada acara Enervation  di Lapangan Timur Senayan, Jakarta, Minggu (25/1/2015). Kegiatan Enervation ini diikuti oleh pelajar SMU se-Jakarta dan merupakan bentuk edukasi kepada generasi muda bangsa mengenai energi baik yakni gas bumi. AKTUAL/MUNZIR

Pengamat: Pengamanan KPK oleh TNI, Bisa Timbulkan Kecurigaan Polri

Semarang, Aktual.co — Direktur Institute for Security and Strategic Studies (ISESS)‬, ‪Khairul Fahmi menyatakan, pengaman gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (23/1) yang dilakukan oleh Tim intelejen TNI, dapat menimbulkan kecurigaan dari pihak Polri.

“Jenderal Moeldoko (Panglima TNI), mestinya tak hanya secara khusus menurunkan personil intelejen. Dengan begitu, publik akan tenang tidak berfikir negatif dalam rangka pengamanan itu,” katanya ketika dihubungi aktual.co, di Semarang, Minggu (25/1).

Menurutnya, Panglima sebaiknya membentuk satuan tugas yang terdiri dari unsur gabungan TNI dari berbagai kesatuan. Khairuyl mencontohkan, Kopaskhas TNI AU dan Marinir bisa dilibatkan, termasuk juga unsur POM TNI dan Intelijen untuk memastikan tugas dilaksanakan dengan aman dan terkendali. Dengan demikian, tudingan TNI khususnya Angkatan Darat telah berpihak dan memanfaatkan friksi ini sebagai ajang ‘balas dendam’ bisa ditepis.‬

‪Ia mengatakan, bila pelibatan itu bisa dilakukan oleh TNI, maka kegaduhan yang terjadi akibat konflik Cicak vs Buaya jilid 2 ini bisa diredam. Publik diharapkan bisa lebih tenang dalam menyikapi perseteruan antar dua lembaga negara yang diawali dari penunjukan Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri yang disusul  penetapan Kepala Lemdiklat Polri ini sebagai tersangka kasus gratifikasi oleh KPK.‬

‪Namun yang paling penting, meski masih positif, kata dia, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga harus menyiapkan aturan main yang jelas mengenai pelibatan TNI ini. “Sebagai alat negara di bawah kendali Presiden, TNI tak boleh semaunya menggerakkan pasukan. Semua harus jelas dan berdasarkan aturan agar tak menambah kacau situasi,” bebernya.

Ia berharap ‪pemerintah harus menetapkan batasan bagi kiprah TNI dalam operasi militer selain perang ini. Maksudnya agar tatanan masyarakat sipil yang dibangun pasca Orde Baru ini tidak rusak hanya karena tarik menarik kepentingan sejumlah orang atau lembaga. Termasuk oleh TNI.‬

Dikatakan, perintah Panglima TNI pada pasukannya untuk bersiaga penuh menghindari terjadinya gesekan antara Polri dan KPK patut diapresiasi. Hal ini dinilai sebagai bentuk kepedulian dan komitmen TNI dalam menjaga keamanan dan kewibawaan negara.

“Bagaimanapun, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menangani ‘extra ordinary crime’ bernama korupsi ini butuh ‘extra ordinary guards’ atau kawalan luar biasa dari segenap komponen,” ujar dia.

Berdasarkan informasi yang didapat, tiga pasukan elit TNI dari tiga matra diterjunkan, yakni Komando Pasukan Khusus (Kopasus) TNI Angkatan Darat, juga Detasemen Jalamangkara (Denjaka) TNI Angkatan Laut, dan Komando Pasukan Khas (Kopaskhas) TNI Angkatan Udara.

Artikel ini ditulis oleh:

Gowes Sepeda di CFD, Jokowi Sapa Warga

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakuan aktivitas rutinan bersepeda setiap hari libur di kawasan Bundaran Hotel, Jakarta, Minggu (25/1/2015). Jokowi melakukan bersepada berangkat dari Istana Negara menuju jalan Sudirman – Thamrin dan menyapa warga yang ikut acara CFD. AKTUAL/MUNZIR

Berita Lain