10 April 2026
Beranda blog Halaman 39592

Diculik ISIS, Ibu: Ia Bukan Musuh Islam

Tokyo, Aktual.co —Junko Ishido, ibunda Kenji Goto memohon kepada milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk melepaskan anaknya sementara tenggat waktu pembayaran uang tebusan sebesar US$200 juta (sekitar 2,5 miliar Rupiah) kian dekat. “Ia bukan musuh Islam,” kata Ishido memohon kepada ISIS. Ishido, sambil menangis, menjelaskan pada sebuah konferensi pers pada Jumat (23/1) , di Tokyo bahwa Goto, seorang wartawan lepas, bekerja di Timur Tengah karena ia memiliki rasa keadilan. 
Pada hari Selasa, 20 Januari 2015, ISIS merilis sebuah video yang mengancam akan membunuh Goto, 47 tahun, dan sandera lainnya dari Jepang, Haruna Yukawa, 42 tahun, kecuali mereka menerima US$ 200 juta (sekitar 2,5 miliar rupiah) dalam waktu 72 jam. Mereka menuntut uang tebusan itu kepada Perdana Menteri Jepang Shinzo abe. Video yang diidentifikasi sebagai buatan Al-Furqan, sayap media ISIS, dirilis tak lama setelah Abe menjanjikan bantuan sebesar US$ 200 juta kepada negara-negara untuk memerangi ISIS. 
Ishido menggambarkan anaknya telah lama tertarik kepada negara-negara Islam dan membantu masyarakat Jepang untuk lebih memahami masalah yang dihadapi dunia Islam. Ia juga mengatakan bahwa alasan Goto ke Suriah adalah membantu temannya. Ishido lalu mengatakan ingin membuka penginapan bagi mahasiswa Muslim yang ingin belajar di Jepang. Ia berharap pemerintah Jepang dapat segera menyelamatkan putranya.

Daripada PMN BUMN Gemuk, DPR: Suntik PMN Jamkrindo dan Askrindo

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad mempertanyakan rencana Pemerintah yang ingin menyuntikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 35 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terlebih, dari 35 BUMN itu, 10 diantaranya merupakan perusahaan yang sudah menjadi perusahaan publik.

“Pertanyaannya, buat apa dia kita bawa ke publik kalau setelah ke publik masih kita injeksi duitnya?,” kata Fadel kepada wartawan saat ditemui di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Jumat petang (23/1).

Fadel mengaku keberatan dengan usulan tersebut dan menyarankan Pemerintah agar memperhatikan Perusahaan-perusahaan plat merah yang mendukung usaha-usaha kecil milik rakyat.

“Kita dari komisi XI merasa keberatan, kurang tepat perusahaan-perusahaan itu kita masih injeksi duit lagi. Lebih baik kita injeksi Askrindo, Jamkrindo dan perusahaan-perusahaan yang memang masih dibutuhkan bantuan-bantuannya buat menjadi pembela pengusaha-pengusaha kecil, Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan sebagainya,” ujarnya.

Ia mengusulkan Pemerintah untuk menginjeksi kembali dana kepada Askrindo dan Jamkrindo sebesar Rp2 triliun, masing-masing Rp1 triliun. Diakuinya, hal itu juga sudah disampaikan kepada Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro tadi malam.

“Saya tadi malam sampaikan kepada Menkeu, bahwa kalau boleh bisa mencapai Rp4 triliun untuk Jamkrindo dan Askrindo. Jadi dua kali lipat dari tahun lalu. Tapi Menkeu bilang mereka (Askrindo dan Jamkrindo) punya gearing ratio masih ada. Kemudian saya tanya sama Dirutnya, kamu masih bisa nyerap lagi ga? Dia bilang, oh pak kebutuhannya besar, kalau kita tambah Rp1 triliun itu bisa menyerap 3 sampai 4 juta konsumen,” terangnya.

“Pokoknya KUR saya minta diteruskan, harga mati. PNPM yang dulu dibuat oleh SBY itupun harus diteruskan. Kalau pak jokowi mau rubah formatnya silahkan. Seperti kartu sakti, yang penting buat rakyat,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bambang Widjojanto Resmi Ditahan

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri menahan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto.

Para tokoh masyarakat dan aktivis antikorupsi yang mendukung BW, menyesalkan penahanan tersebut.Salah satu dari mereka yakni Todung Mulya Lubis, mengaku pihaknya sudah bertemu dengan salah satu Kasubdit di Bareskrim, Daniel Bolly Tifouna.

Setelah itu, lanjut Todung, Daniel pun menghadap Kabareskrim Irjen Budi Waseso.”Setelah bertemu Kabareskrim Daniel mengatakan bahwa saudara Bambang pada malam ini tetap ditahan. Surat perintah penahanan dikeluarkan,” kata Todung kepada waratwan di Bareskrim, Jumat (23/1) malam.

Pihaknya menegaskan kepada Daniel bahwa tidak ada alasan hukum menahan BW. Karena, BW adalah Wakil Ketua KPK, pejabat negara, kooperatif, tidak melarikan diri, tak menghilangkan barang bukti dan tidak akan mempengaruhi saksi.

“Tapi ada kekhawatiran pihak penyidik, sangat mungkin ada penghilangan barang bukti dan mempengaruhi saksi. Itu alasan polisi. Kami beda pendapat,” ujarnya didampingi Haris Azhar, Imam Prasodjo, Alvons Kurnia dan beberpa rekan mereka.

Artikel ini ditulis oleh:

PSSI Bersedia Kembali Diundang Jika Menpora yang Melakukan

Jakarta, Aktual.co — Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), mengaku bersedia untuk kembali diundang. Namun PSSI, akan memenuhi undangan tersebut, jika Menpora, Imam Nahrawi yang melakukannya.

Ditegaskan Ketua Umum PSSI, Djohar Arifin Husin, pihaknya tidak bersedia datang jika kembali diundang oleh Tim Sembilan.

“Jadi kalaupun ada undangan lagi, kami inginnya diundang oleh menteri, bukan Tim Sembilan,” ujar Djohar Arifin di Kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1).

Djohar menegaskan, pihaknya hanya ingin bertemu dengan Menpora saja, sebagai perwakilan dari pemerintah.

“Kami menghormati beliau sebagai menteri, dan kami hanya ingin bertemu beliau,” tegasnya.

PSSI, kata Djohar, tidak akan menanggapi undangan yang akan dilayangkan oleh Tim Sembilan kepada PSSI.

“Hubungan kami itu dengan Menpora, KONI, KOI. Itu-itu saja pejabat yang kami hormati,” ujarnya.

Sebelumnya, PSSI pada Kamis (22/1) kemarin, menyanggupi undangan yang dilayangkan oleh Tim Sembilan.

Dalam undangan itu, Tim Sembilan akan melakukan audiensi dengan PSSI terkait sepakbola Indonesia di Gedung Kemenpora lantai 10, tepat pukul 16.00 WIB. Namun, ketika PSSI beserta jajaran petingginya hadir di gedung Kemenpora, anggota Tim Sembilan dan Menpora tidak ada di tempat.

Menpora pada saat itu, sedang melakukan kunjungan kerja ke daerah Jawa Barat.

Artikel ini ditulis oleh:

KPK Watch Indonesia: KPK Juga Bisa Bersalah

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Direktur Eksekutif KPK Watch M Yusuf Sahide melihat ada perbedaan cara pandang masyarakat terhadap KPK dan Polri. Padahal, kedua lembaga inilah ujung tombak penegakan hukum di Indonesia.
“KPK identik dengan perjuangan rakyat, polri identik dengan kesalahan, tidak boleh seperti itu. Akhirnya seperti ini (Penahanan Bambang Widjojanto),” kata Yusud dalam acara diskusi di Tebet, Jumat (23/1).
Untuk itu, kata Yusuf, cara pandang yang saat ini berkembang dimasyarakat harus diubah. Yusuf menekankan, Pimpinan KPK sebagai individu, tidak mungkin lepas dari kesalahanan.”Semua manusia punya potensi melakukan kesalahan,” ungkapnya bijak.
Dari mulai cicak vs buaya, kemudian sprindik bocor, hal itu kata Yusuf masih bisa dimaklumi oleh masyarakat yang setia mendukung.”kasus Anas yang mencantumkan dalil kasus gratifikasi dan kasus lain-lain. Itu tidak boleh seperti itu, mana ada hukum acara seperti itu,” keluhnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Sederet Prestasi Raja Abdullah

Jakarta, Aktual.co — Raja Abdullah bin Aziz yang meninggal pada Jumat dinihari (23/1), merupakan raja keenam Kerajaan Arab Saudi. Abdullah meninggal pada umur 90 tahun. Sejak naik takhta pada tahun 2005, Raja Abdullah menorehkan banyak prestasi pada masa pemerintahannya. Perkembangan ekonomi, sosial, kesehatan, proyek pendidikan, dan infrastruktur telah membawa perubahan yang luar biasa di seluruh kerajaan. 
Beberapa prestasi Raja Abdullah selama memimpin negaranya adalah peluncuran empat kota mega-ekonomi, membangun Universitas Sains dan Teknologi Raja Abdullah, serta universitas khusus perempuan Putri Nourah bin Abdulrahman. Selain itu, Raja Abdullah memperbesar masjid dan membuat proyek kesejahteraan di negaranya. Dalam aspek hukum, dia menyetujui reorganisasi sistem peradilan Arab Saudi untuk suksesi kerajaan. 
Pada tingkat global, Raja Abdullah berpartisipasi dalam diplomasi internasional, termasuk membeka isu-isu Arab dan Islam, untuk mencapai stabilitas, keamanan, dan perdamaian dunia. Abdullah juga memproklamasikan dialog antar-agama di dunia. Dialog tersebut telah menghasilkan konvensi Konferensi Dunia di Madrid, Spanyol, dan konferensi PBB pada 2008. Dia juga memainkan peran penting dalam menengahi perjanjian bagi pemerintah persatuan nasional Palestina dan kesepakatan rekonsiliasi antara Sudan dan Chad di Darfur. 
Selain menyelesaikan konflik di dunia Arab dan Islam, perdamaian di Timur Tengah dan penderitaan rakyat Palestina merupakan persoalan yang menjadi perhatian khusus Raja Abdullah. Berkat dia, permasalahan tersebut dibawa ke KTT Beirut, Arab, pada tahun 2002, yang kemudian diadopsi oleh Liga Arab. Abdullah ingin membangun sikap Arab bersatu dalam isu internasional. Sebagai pendukung kuat kerja sama global yang konstruktif, Raja Abdullah telah mengadakan sejumlah pertemuan penting internasional di Inggris. Pada Juni 2008, Abdullah menjadi tuan rumah KTT energi Jeddah dan membahas penstabilan pasar minyak global. Juga, pertemuan internasional besar lainnya termasuk OPEC Summit dan Liga Arab Summit ke-19 pada tahun 2007, serta KTT Dewan Tertinggi GCC ke-27 pada tahun 2006.
Ia juga memiliki peran penting dalam menghadapi isu terorisme. Raja Abdullah mengutuk habis-habisan aksi terorisme dan mencela kelompok menyimpang palsu yang mengaku sebagai Islam. Pada Konferensi Internasional Anti-Terorisme di Riyadh pada Februari 2005, ia mendesak kerja sama internasional untuk memerangi terorisme. Dalam memperkuat hubungan Arab Saudi dengan negara-negaranya, Raja Abdullah telah melakukan kunjungan ke beberapa negara. Kunjungan terbaru yang ia lakukan adalah ke Spanyol, Prancis, Mesir, Yordania, Inggris, Italia, Jerman, dan Turki pada 2007, serta Cina, India, Pakistan, dan Malaysia pada tahun 2006.
Berkat Raja Abdullah, Saudi memiliki hubungan yang baik dengan Amerika Serikat. Raja Abdullah merupakan orang pertama yang melakukan kunjungan resmi ke Amerika Serikat pada 1976 dan bertemu Presiden Gerald Ford. Setelah itu, ia juga melakukan beberapa kunjungan ke Amerika Serikat. Pada 25 April 2005, Putra Mahkota Abdullah diterima oleh Presiden George W. Bush di peternakan presiden di Crawford, Texas.  Bahkan, pada tahun 2008, Raja Abdullah dua kali menjadi tuan rumah Presiden Bush di peternakan kerajaan di Jenadriyah. Terakhir, pada Mei, Presiden Bush mengunjungi Arab Saudi untuk menandai peringatan 70 tahun hubungan Saudi-AS.

Berita Lain