13 April 2026
Beranda blog Halaman 39615

Raja Arab Saudi Meninggal, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Jakarta, Aktual.co — Harga minyak dunia dilaporkan meningkat, menyusul pemberitaan meninggalnya Raja Arab Saudi, Abdullah bin Abdulaziz. Ini karena Arab Saudi merupakan negara penghasil minyak terbesar dunia.

Berdasarkan hasil pemantauan media akan peningkatan harga minyak dunia, New York mengindikasikan adanya peningkatan saham sebesar 3.1 persen.

Harga saham West Texas Intermediate (WTI) naik 1,45 Dolar AS ke 47,76 Dolar AS per barel di perdagangan online New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Maret, menurut laporan Bloomberg.

Raja keenam Arab Saudi Abdullah bin Abdulaziz Saud meninggal Jumat pagi (23/1) pada usia 90 tahun. Dilaporkan bahwa Raja Abdullah telah menjalani perawatan di rumah sakit selama beberapa minggu akibat menderita pneumonia.

Adiknya, Salman bin Abdulaziz Saud, rencananya akan menjadi raja baru Arab Saudi menggantikan mendiang kakaknya.

Sejak Juni 2014, harga minyak dunia merosot lebih dari 40 persen karena kelebihan pasokan di pasar dan saat ini di bawah 50 dolas AS per barel.

Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) menjaga produksi kuota minyaknya pada 30 juta barel per hari pada November 2014, memberikan kontribusi untuk penurunan harga lebih lanjut.

Di Asia, harga minyak dunia juga dilaporkan melonjak pada awal perdagangan, menambah ketidakpastian di pasar energi yang sudah menghadapi beberapa perubahan terbesar dalam beberapa dekade terakhir.

Artikel ini ditulis oleh:

Dirjen Minerba: Smelter Freeport Harus Siap di 2017

Jakarta, Aktual.co — Setelah setuju untuk segera membangun smelter di lahan Petrokimia Gresik, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan deadline atau tenggat waktu kepada PT Freeport Indonesia untuk membangun pabrik pengolahan dan pemurnian bahan mineral (smelter) hingga 2017.

“Deadline pembangunan wujud Smelter Freeport kita berikan sampai 2017. Pokoknya sekarang fisiknya mesti terwujud,” kata Dirjen Minerba Kementerian ESDM, R Sukhyar, di Jakarta, Jumat (23/1).

Dikatakannya, progres pembangunan smelter tersebut juga akan diawasi langsung oleh Pemerintah melalui Dirjen Minerba dan akan diperiksa setiap enam bulan sekali.

“Setiap enam bulan akan dimonitor, ya apakah ada serapan dana lagi atau tidak,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pentingnya Freeort membangun Smelter. Pasalnya, tanpa itu Freeport tidak akan diperbolehkan mengekspor hasil tambang.

“Soal izin ekspor, nanti kita lihat. Apa smelter selesai apa tidak. Lahan memang mereka sudah siapkan di Petrokimia, kita masih akan tetap menunggu,” tutupnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Pengamat Pertanyakan Sikap KPK tak Seperti Mabes Polri

Jakarta, Aktual.co — Pengamat hukum tata negara Margarito Kamis mempertanyakan sikap Komisi Pemberantasan Korupsi tak seperti Mabes Polri yang mengungkap beberapa alat bukti terkait penangkapan Bambang Widjojanto.
Dia mengatakan, apa yang disampaikan Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Polisi Ronny F Somphie merupakan suatu hal yang menarik. Terlebih soal penangkapan BW sapaan akrab Bambang oleh Mabes Polri.
“Tiga alat bukti yang disampaikan oleh Ronny Somphie, tidak pernah dijelaskan oleh KPK saat menangkap seorang tersangka. Ini menarik,” kata Margarito ketika dihubungi Aktual.co, Jumat (23/1).
Dia menilai, ada hal yang menarik perihal penangkapan BW itu. “Seorang tersangka bisa ditangkap jika mangkir dari tiga kali pemanggilan, kedua adalah jika teratangkap tangan. Kasus ini menarik untuk dicermati.”
Diketahui, Ronny Somphie sebelumnya mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki tiga bukti kuat untuk mencokok BW. Ketiga bukti itu ialah pemeriksaan saksi, bukti-bukti dokumen yang bisa jadi alat bukti surat dan keterangan ahli.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Pelatih Akui Belum Temukan Kerangka Tim

Jakarta, Aktual.co — Arema Cronus, masih belum menemukan kerangka tim ideal untuk mengarungi Liga Super Indonesia (LSI) yang bakal digelar Februari, meski sudah melakoni sejumlah pertandingan pramusim dan serangkaian uji coba.

Pelatih Arema, Suharno mengatakan, sampai sekarang dirinya masih belum menemukan komposisi terbaik untuk mengisi posisi inti di tim Singo Edan.

“Saya rasa prosesnya memang masih untuk menentukan kerangka tim yang ideal, meski kita sudah bertanding di kompetisi pramusim yang salah satu tujuannya adalah melakukan evaluasi dan mencari komposisi tim yang ideal,” ujarnya di Malang, Jawa Timur, Jumat (23/1).

Namun demikian, lanjutnya, dengan komposisi pemain yang ada saat ini, tim pelatih tidak akan kesulitan untuk melakukan bongkar pasang pemain, karena memiliki banyak pilihan pemain. Bahkan, rotasi pemain sesuai kebutuhan pun juga berjalan dengan baik.

Ia mengaku dengan memiliki 26 pemain yang ada saat ini, sudah cukup untuk mengarungi musim kompetisi 2015 dan tidak perlu ditambah lagi, meski masih ada waktu bagi Arema untuk mencari pemain baru. Oleh karena itu, tim pelatih akan mengoptimalkan pemain yang ada.

Pada musim kompetisi 2015, komposisi pemain Arema tidak banyak berubah, hanya posisi pemain asing saja yang berubah total setelah hengkangnya Gustavo Lopez, Tierry Ghatuessi dan Alberto Goncalves. Namun, posisi ketiga pemain asing itu sudah digantikan oleh Fabiano Beltrame, Sengbah Kennedy dan Yao Ruddy, sedangan untuk pemain lokal, Arema hanya menambah Feri Aman Saragih, Suroso dan Ahmad Noviandani.

Untuk menemukan kerangka tim inti yang ideal dan mengasah skill indivisu pemain, Arema akan menggelar uji coba kembali dengan sejumlah tim usai menuntaskan turnamen pramusim Surya Citra Media (SCM) Cup dan final Inter Island Cup (IIC) 2014 yang menghadapi Persib Bandung.

Rencana uji coba tersebut dilatarbelakangi mundurnya jadwal kompetisi resmi LSI dan rim pelatih ingin menyiapkan tim lebih matang. Rencannya, laga uji coba akan digelar pada awal dan pertengahan Februari nanti.

Hanya saja, siapa yang bakal menjadi lawan dalam uji coba nanti, tim pelatih masih belum bisa memastikannya. “Dengan banyak menggelar uji coba akan berdampak positif bagi tim, termasuk membangun kebersamaan dan kekompakan tim,” ASisten pelatih Arema, Joko Susilo.

Sebelumnya Arema juga telah melaksanakan serangkaian uji coba. Pada Desember 2014, Arema melakoni empat laga uji coba yang dilanjutkan dengan pemusatan latihan (TC) di Kota Batu pada awal Januari 2015.

Artikel ini ditulis oleh:

Geruduk KPK Masa Pekat Bawa Keranda Abraham Samad

Ratusan massa yang tergabung dalam PEKAT Indonesia melalukan aksi Gantung Abraham Samad dan Tangkap Bambang Widjayanto, di KPK, Kamis (23/1/2015). Dalam aksinya massa membawa keranda bergambar Abraham Samad sebagai simbol matinya demokrasi hukum di Indonesia. AKTUAL/MUNZIR

Cuitan Mahfud MD Sindir Samad di Twitter

Jakarta, Aktual.co — Ditengah panasnya isu penetapan calon Kapolri Budi Gunawan menjadi tersangka dugaan kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, PDI Perjuangan tiba-tiba membongkar agenda pertemuan antara Ketua KPK, Abraham Samad dengan para petinggi PDIP terkait pilpres 2014.
Dalam akun twitternya, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menilai tak salah apa yang dilakukan oleh Samad melakukan pertemuan dengan petinggi PDI Perjungan. Namun, hal tersebut salah jika dalam pertemuan itu sampai menolong orang PDIP yang tengah berurusan dengan hukum.
“Tak salah AS dekati PDIP utk jd Cawapres. Tp klo utk itu smpai nolong orng PDIP dr kss korupsi spt dlm (menujukan isi berita soal soal Samad yang membantu menyelesaikan sebuah kasus yang menjerat salah satu anggota PDIP. ) CK  itu serius,” cuit Mahfud MD di @mohmahfudmd, Jumat (23/1).
Cuitan Mahfud MD pun mengundang banyak komentar dari pengguna lainnya, @rizqysafaah “mmng saya s3mpat curiga pada beliau, waktu sdh dkat pemilu, hampir smua lawan politik PDI gencar di BOMBARDIR KPK, itu firasat.”
@hotman_sitorus, “betul tetapi AS menjadi salah ketika tidak mengakui.”
Plt Sekjen PDIP Hasto Kristyanto membuka soal pertemuannya dengan Abraham Samad  di masa-masa Pilpres 2014. Hasto menyampaikan hal itu di The Capital Residence, kawasan SCBD, Jakarta, Kamis (22/01). Menurut dia, ketika itu Samad menjunjukkan keinginannya menjadi pendamping Jokowi pada Pilpres 2014.
Pertemuan terjadi di awal 2014 ketika itu dia berada di Surabaya. Hasto mengaku akan menjelaskan perihal pertemuan itu di depan Komite Etik KPK jika sudah terbentuk.
Hasto mengatakan, Abraham Samad secara terang-terangan telah membantu menyelesaikan sebuah kasus yang menjerat salah satu anggota PDIP. Pada pertemuan selanjutnya, Samad terang-terangan ingin menjadi pendamping Jokowi sebagai calon Wakil Presiden.
Selanjutnya terjadi lagi pertemuan di Yogyakarta. Ketika itu, hadir Hendropriyono dan tokoh PDIP lainnya yang kini menduduki jabatan kursi kabinet kerja Jokowi-JK.
Hasto menyebut, pertemuan semakin intens dengan Abraham Samad terkait keinginannya menjadi pendamping Jokowi. Bahkan sebelum pengajuan terakhir Capres-Cawapres ke KPU pada 19 Mei 2014. Namun, ketika itu sudah dipastikan di tingkat elite PDIP, pasangan Capres-Cawapres untuk periode 2014-2019 adalah Joko Widodo-Jusuf Kalla.
Hasto pun menyampaikan secara blak-blakan kepada Samad bahwa cawapres pilihan Jokowi adalah Jusuf Kalla. Hasilnya, Samad merasa kecewa. Lalu Samad menuding Budi Gunawan sebagai biang persoalan dia tidak menjadi pendamping Jokowi.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Berita Lain