18 April 2026
Beranda blog Halaman 39630

Mengacu UU KPK, BW Harus Nonaktif dari Pimpinan KPK

Jakarta, Aktual.co — Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Junimart Girsang mengatakan bahwa dengan penetapan tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri, Bambang Widjojanto (BW) seharusnya dinonaktifkan dari jabatannyaa sebagai wakil ketua KPK.
Hal itu merujuk pada ketentuan pasal yang ada dalam Undang-undang KPK.
“Pasal 32 ayat 2 UU KPK itu otomatis jelas diatur apabila komisioner atau pimpinan sudah jadi tersangka tentu dia harus nonaktif atau berhenti sementara,” kata Junimart, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (23/1).
“Ini kan sikap dari presiden juga tentang pak Budi Gunawan yang menunda sambil menunggu proses hukum, jadi kita ikuti saja alurnya,” tambahnya.
Menurut dia, penonatifan yang diatur dalam UU itu dalam rangka menjaga proses hukum, agar tidak melanggar proses persamaan di depan hukum.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Presiden Tak Punya Sikap Tengahi Polemik KPK-Polri

Jakarta, Aktual.co — Presiden Joko Widodo dinilai tak mempunyai sikap terkait dengan penetapan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Bambang Widjojanto sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri.
‎Direktur Indostrategi Andar Nubowo mengatakan, dengan kejadian ini janji Presiden Jokowi‎ mengedepankan good government sudah dilanggar. “Jokowi tidak mempunyai sikap yang tegas dalam perseturuan ini. Sepertinya saat ini, Jokowi sedang diam saja dan menikmati isu antara KPK dan Polri yang sekarang ini,” kata dia di kantor KPK, Jumat (23/1).
Dia mengatakan, Jokowi seharusnya berani memposisikan diri untuk mendukung KPK. Kalau tidak, kata dia, kepercayaan publik terhadap Jokowi akan terus menurun, bahkan bisa menghilang.
‎”Kalau trush publik kepada Jokowi menurun, maka ini akan dimanfaatkan oleh lawan politiknya nanti.”
Soal penangkapan Bambang oleh Bareskrim pagi tadi, kata dia, mirip seperti yang terjadi di orde baru. “Ini tentu saja menyalahi penegakan hukum kita. Tiba-tiba diculik di tengah jalan dan langsung ditahan,” kata dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Ikan Zaman Prasejarah Berbentuk Aneh Ditemukan Nelayan Australia

Jakarta, Aktual.co — Bulan Desember lalu, nelayan Australia terkejut saat melihat hiu berbentuk aneh yang disebut ‘fosil hidup’- yang terdiri dari 300 gigi- dimana fosil tersebut berhasil dibawa ke atas perahu.

Hiu disebut‘super langka’ (Chlamydoselachus Anguineus) muncul di jaring dari pukat yang ditaruh melayan di perairan dekat Victoria, Australia, demikian The Telegraph melaporkan.

Hasil tangkapan yang terjerat ternyata cukup mengejutkan.

“Kami tidak dapat membandingkannya. Dimana belum ada nelayan yang pernah melihat satu pun sebelumnya,” terang Simon Boag, CEO of the South East Trawl Fishing Association, mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation.

“Ikan ini kira-kira berusia 80 juta tahun. Sepertinya berasal dari zaman prasejarah. Mungkin itu dari masa yang lain!”

Simon bicara sesuai fakta.  Gen ‘primitif C’, Anguineus tersebut diyakini telah berubah menyesuaikan waktu selama 80 juta tahun terakhir.

Untuk diketahui, hiu berjumbai bisa mencapai dua meter dan memiliki warna coklat gelap- memiliki tubuh mirip belut- yang terdiri dari enam pasang celah insang berenda (bersama dengan semua gigi tersebut, red).

Sementara itu, spesies tersebut telah ditemukan pada kedalaman 1.570 meter. Pada umumnya ikan tersebut jarang muncul ke permukaan perairan di bawah 1.200 meter.

Artikel ini ditulis oleh:

DPR Bakal Tolak Usulan PMN Pemerintah

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi XI DPR RI Fadel Muhammad menyatakan ketidaksetujuannya terhadap usulan Pemerintah yang meminta tambahan anggaran untuk menyuntikan Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada 35 Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Terlebih, dari 35 BUMN itu, 10 diantaranya merupakan perusahaan yang sudah menjadi perusahaan publik.

“Saya agak sedikit kaget ketika menerima usulan PMN dari Pemerintah. Dan ternyata diantara perusahaan-perusahaan yang dimintakan juga ada perusahaan publik,” kata Fadel kepada wartawan saat ditemui di Golden Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Jumat petang (23/1).

Politikus partai Golkar itu mempertanyakan penyuntikan PMN ke perusahaan-perusahaan terbuka itu. “Pertanyaannya, buat apa dia kita bawa ke publik kalau setelah ke publik masih kita injeksi duitnya?”.

“Maka kita dari komisi XI merasa keberatan, kurang tepat perusahaan-perusahaan itu kita masih injeksi lagi duit. Lebih baik kita injeksi Askrindo, Jamkrindo dan perusahaan-perusahaan yang memang masih dibutuhkan bantuan-bantuannya buat menjadi pembela pengusaha-pengusaha kecil, KUR dan sebagainya,” ujarnya.

Ia menuturkan, usulan Pemerintah yang melalui Menteri BUMN dan Menteri Keuangan itu akan kembali dibahas pada pekan depan. Pihaknya juga mengisyaratkan ‘enggan’ merestui rencana Pemerintah itu.

“Kita akan membahas ini pada Rabu bersama mereka (Pemerintah). Kita agak sedikit relaktan (enggan). Kok kenapa uang ini di pakai kesana. Kenapa tidak digunakan ini buat kepentingan KUR, usaha-usaha kecil?,” terangnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Bos Semen Indonesia Siap Genjot Ekspansi Regional

Jakarta, Aktual.co —  PT Semen Indonesia (Persero) telah resmi mengangkat Suparni sebagai Direktur Utama perseroan menggantikan Dwi Soetjipto yang hengkang menjadi Bos PT Pertamina (Persero).

Suparni mengaku akan memfokuskan pengembangan bisnis perseroan ke tingkat internasional dalam rangka menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015.

“Ekspansi regional kita akan terus lakukan, karena SDM dan potensi pasar di sana, ekspansi ini sifatnya harus terus-menerus, ini pekerjaan yang menjadi perhatian kita,” kata Suparni saat ditemui usai menggelar RUPSLB di Balai Kartini, Jakarta, Jumat (23/1).

Ia juga menegaskan bahwa dirinya akan terus melakukan negosiasi dengan pemerintah Myanmar sembari menjajaki beberapa negara lainnya, meski rencana ekspansinya di Myanmar itu tengah menemui jalan buntu. Negara-negara yang menjadi rencana ekspansi lainnya mulai dari Laos, Kamboja, Banglades dan beberapa negara yang masih dalam satu wilayah.

Meski begitu, selain menggencarkan ekspansi ke regional, Semen Indonesia juga akan mengembangkan produksi di domestik. Hal itu ditandai dengan pembangunan pabrik pengolahan di Rembang yang memiliki kapasitas 3 juta ton per tahun dan di Indarung, Sumatra Barat dengan kapasitas yang sama.

“Kalau dilihat total dari dua pabrik itu investasinya sekitar Rp9 triliun, itu akan mendukung program pembangunan infrastruktur Pemerintah,” tukasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Ini Buka-bukaan Pelapor Kasus BW

Jakarta, Aktual.co — Sugianto Sabran yang merupakan pihak yang melaporkan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri, terkait dengan kasus memberikan keterangan palsu di persidangan Mahkamah Konstitusi.
Sugainto pun buka-bukan soal Bambang Widjojanto yang telah menyeting saksi-saksi yang dihadirkan di sidang perkara sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, yang ketika itu diselenggarakan di Mahkamah Konstitusi.
“Mereka bilang kami diajarin oleh BW pak Ujang Iskandar dan kawan kawan. Diarahkan oleh saudara BW,” kata dia ketika dihubungi, Jumat (23/1).
Salah satu contoh, sambung dia, waktu pemilukada itu, dia menyebut sering terjadi pesta sexs. Ketika itu tim suksesnya melakukan pesta minum minuman keras. 
“Itu salah satu kesaksian di MK. Tapi salah satu saksi ini cuma menyatakan bahwa itu tidak melihat dan tidak mendengar.Kok bisa begitu kesaian di MK, kan gitu mas. Nah sehingga saya di diskualifikasi,” kata dia.
Dia pun mengaku, sudah melaporkan kepada kepolisian. Pelaporan itu, sambung dia, dilakukan saat jamannya Kapolri Timur Pradopo. 
“Ya betul mas, intinya saya disini minta penegakan hukum. Saya juga pernah minta keadilan dari jaman pak SBY,” kata dia.
Dia pun memastikan, pelaporan yang dilakukan itu tidak dibuat-buat atau pun mengada-ngada. Apalagi, klaim dia, sudah melaporkan hal tersebut sejak tahun 2010-2011. 
“Sebetulnya ini sudah lama dilaporkan, tapi keadaan politik waktu itu tidak menguntungkan jadi tidak bisa jalan. Pernah melaporkan antara 2010 dan 2011. Satu kali mas lapor,” kata dia.
Pelaporan itu, lanjut dia, sudah ditanggapi oleh Mabes Polri. Dia pun mengaku, pelaporan tersebut langsung dibuatkan Berita Acara Pemeriksaan. 
“Saya melihat waktu itu sudah di BAP, saksi juga di BAP. tapi kenyataanya tidak berjalan selama dua tahun. Alhamdulillah sekarang berjalan dengan baik dalam rangka penegakan hukum. Apalagi yang saya lawan ini wakil ketua KPK mas,” kata dia.
Laporan: Wisnu Jusep

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Berita Lain