19 April 2026
Beranda blog Halaman 39642

Pertamina: Kilang Exsisting Indonesia Memiliki Profitabilitas Rendah

Jakarta, Aktual.co —    Pertamina membutuhkan Refinery Development Master Plan (RDMP) untuk memperbarui kilang minyak agar tetap ekonomis dan hasil produksi kilang lebih murah daripada impor.

“Indonesia hanya memenuhi 48 persen dari kebutuhan bahan bakar dalam negeri sehingga produksi bahan bakar lokal akan menurun menjadi 38 persen tanpa RDMP,” kata Vice President Strategic, Business Development, and Operation Risk Pertamina Achmad Fathoni Mahmud di Jakarta, Jumat (23/1).

Menurut Ahmad, dengan menurunnya produksi bahan bakar sebesar 38 persen tersebut menyebabkan tingkat pemenuhan bahan bakar domestik Indonesia cukup rendah dibandingkan dengan negara tetangga lainnya.

Alasan lainnya, menurut Ahmad, diperlukannya RMPD adalah fleksibelitas kompleksitas kilang Pertamina yang masih rendah sehingga menyebabkan daya saing yang kurang.

“Kilang exsisting Indonesia memiliki profitabilitas rendah yang disebabkan oleh rendahnya kompleksitas kilang,” ujarnya.

Kemudian alasan lainnya adalah berkurangnya produksi minyak mentah dalam negeri akibat produksi minyak mentah dalam negeri yang juga berkurang.

“Minyak mentah impor yang ada didominasi oleh sumber minyak mentah yang tidak dapat diolah oleh kilang pertamina dengan konfigurasi saat ini,” katanya.

Ia menegaskan, RDMP akan membantu mengurangi defisit bahan bakar di Indonesia, khususnya untuk bensin dan solar.

“RDMP akan mentransformasikan bisnis pengolahan Pertamina dengan perbaikan lima kilang utama antara lain Dumai, Cilacap, Balongan, Plaju, dan Balikpapan melalui peningkatan kapasitas dan kompleksitas kilang serta kualitas produk yang dihasilkan,” kata Ahmad.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Penyebab Gangguan Pendengaran dan Ini Solusinya (2)

Jakarta, Aktual.co — Berikut kami hadirkan bagi Anda berupa pengobatan alami untuk mengembalikan pendengaran dengan baik dan sehat, demikian lapor laman Thehealthsite, Jumat (23/1).

Bawang merah
Peneliti dari Ear Institute menemukan bahwa pengobatan antioksidan dapat mengurangi kerusakan koklea dan tuli.

Kebetulan, antioksidan ini dapat berasal dari bawang merah. Ini berarti, bawang merah dapat digunakan sebagai obat alami untuk masalah telinga akibat trauma dan ledakan serta perubahan tekanan udara.

Dua siung bawang juga bisa menjadi obat rumah untuk mengatasi infeksi telinga tengah pada anak-anak.  Para ilmuwan merasa bahwa tidak ada bukti yang cukup untuk membuktikan hal ini, tetapi beberapa orang tua merasa perawatan ini cukup membantu.

Garam
Obat rumah satu ini juga cukup berhasil dalam meredakan sakit telinga. Caranya, panaskan secangkir garam dalam panci selama 3-4 menit.

Lalu, campurkan garam panas pada kain, ikat ujung kain untuk diletakkan di telinga yang terkena selama 5 sampai 10 menit. Panas dari tapal akan membantu menarik keluar cairan dari telinga dan mengurangi rasa sakit. Ulangi proses tersebut sebanyak yang diperlukan.

Artikel ini ditulis oleh:

Penyebab Gangguan Pendengaran dan Ini Solusinya (1)

Jakarta, Aktual.co — Berdasarkan laporan Journal of Pediatrics, 12,5 persen anak-anak berusia antara 6 dan 19 tahun menderita kehilangan pendengaran akibat pemakaian ponsel dengan volume tinggi.

Begitu pun dengan generasi muda yang lebih rentan terhadap gangguan pendengaran akibat penggunaan musik yang berlebihan atau volume keras seperti alunan musik diskotik atau ponsel.

Sumber-sumber lain menyebutkan, bahwa suara yang berlebihan termasuk hadir di konser dan klub malam serta mendengarkan musik headphone, alat-alat listrik rumah tangga, atau senjata api. Semakin keras kebisingan dan kian lama seseorang terkena itu, semakin besar resiko terkena gangguan pendengaran.

Untuk mencegah jenis gangguan pendengaran adalah hal penting bila memungkinkan dengan memakai pelindung pendengaran yang tepat dan menghindari paparan suara keras.

Kejadian di atas bisa menyebabkan gangguan pendengaran permanen. Solusi alami tidak membantu dalam kasus tersebut, pengobatan didasarkan menggunakan perangkat dibantu seperti alat bantu dengar, implan ‘koklea’, bahasa isyarat, dan lain-lain.

Apapun faktornya, faktor nomor satu dari gangguan telinga selain tuli sejak lahir yaitu, kotoran kuping yang jarang sekali dibersihkan.

Disamping itu, juga ada infeksi telinga, perubahan tekanan pada penumpang penerbangan pesawat atau perubahan ketinggian dan juga pukulan dalam olahraga, demikian Thehealthsite melaporkan, Jumat (23/1). (bersambung)

Artikel ini ditulis oleh:

Album Mocca Bawa Semangat Berkumpul Bersama Keluarga

Jakarta, Aktual.co —  Album baru Mocca berjudul “Home” yang resmi dirilis pekan lalu adalah album Mocca yang paling singkat proses produksinya.

“Bisa dibilang album ini sangat singkat produksinya,” kata gitaris Mocca Riko Prayitno.

Riko menjelaskan Mocca hanya menggodok album itu dari April 2014 sampai November 2014. Itu sudah termasuk menulis lagu, aransemen, ‘mixing’, dan rekaman.

Selain jangka waktu produksi yang singkat, album “Home” itu dibuat dari jarak jauh karena vokalis Mocca, Arina berada di Amerika Serikat. Riko mengaku sempat terkendala saat menyesuaikan tempo dan kunci dasar dalam memainkan lagu baru mereka.

Meski demikian, album kilat tersebut disambut antusias oleh penggemar Mocca. Terbukti dengan ratusan penggemar yang rela antre dan berdesak-desakan untuk menonton konser tunggal Mocca tanggal 9 Januari 2015.

Album Mocca kali ini, kata dia, membawa semangat berkumpul bersama keluarga, terutama bersama keluarga besar Mocca.

“Gara-gara album ini, orang-orang yang dulu dekat sama kita jadi reuni lagi,” katanya menambahkan.

Artikel ini ditulis oleh:

Kejagung Belum Terima SPDP Tersangka BW

Jakarta, Aktual.co — Bareskrim Mabes Polri resmi menetapkan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka terkait dugaan memerintahkan memberikan keterangan palsu kepada saksi perkara sengketa Pilkada Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah di Mahkamah Konstitusi 2010.
Namun, Kejaksaan Agung (Kejagung) belum menerima surat perintah dimulainya penyidikan dari Bareskrim Mabes Polri, kasus terkait Bambang Widjojanto.
Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Tony Tribagus Spontana membenarkan bahwa pihaknya belum menerima SPDP dari Polri. “Belum ada,” kata Tony saat dikonfirmasi Aktual.co, Jumat (23/1).
Saat ditanya apakah prosedurnya seharusnya Polri kirim SPDP ke kejaksaan kalau mau menetapkan tersangka? Tony menjawab, “Penyidik memberitahukan hal itu kepada penuntut umum. Kita tunggu saja ya,” sambungnya.
BW saat ini masih diperiksa Bareskrim. Kadiv Humas Polri Irjen Ronny Sompie menjelaskan, dasar pemeriksaan dan penetapan tersangka sudah memenuhi tiga alat bukti sah.
Menurutnya, Bareskrim sudah memeriksa saksi empat orang, keterangan ahli dua orang serta alat bukti surat dokumen. “Sehingga pemeriksaan tersangka bisa langsung dilakukan penangkapan tidak perlu pemanggilan, sudah sangat proposional,” papar Ronny di Mabes Polri, Jumat (23/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Bank Dunia: Harga Minyak Seperti 1985/1986

Jakarta, Aktual.co —   Bank Dunia menyatakan penurunan harga minyak seperti yang terjadi pada 2015 ini adalah sama seperti dengan fenomena penurunan yang terjadi sebelumnya pada periode 1985-1986.

“Baik kolapsnya harga minyak saat ini maupun harga minyak yang dialami pada 1985/1986 adalah mengikuti naiknya produksi minyak dari sumber-sumber nonkonvensional,” kata Ekonom Senior Grup Prospek Pembangunan Bank Dunia, John Baffes, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (23/1).

Menurut John Baffes, penyebab penurunan harga minyak yang serupa dari dua kejadian di waktu yang bersamaan adalah pengabaian OPEC atas penargetan harga minyak. Berdasarkan data Bank Dunia, harga minyak pada 2015 ini rata-rata 53 dolar AS per barel pada tahun 2015, atau 45 persen lebih rendah dibandingkan dengan 2014. Selain itu, pelemahan harga minyak juga kemungkinan bakal berimbas pula kepada harga komoditas lainnya, khususnya yang berkaitan dengan gas alam, pupuk, dan komoditas pangan.

Di Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Sofyan Djalil mengatakan bahwa warga harus beradaptasi dengan kondisi harga bahan bakar minyak (BBM) yang bisa berubah setiap bulan.

“Masyarakat harus bisa beradaptasi dengan perubahan harga, bisa berubah dalam satu bulan. Namun, masih kita lakukan ‘review’ terlebih dahulu,” kata Sofyan.

Hal tersebut, kata dia, merupakan kebijakan penyesuaian untuk mengikuti harga minyak dunia yang fluktuatif dan bisa mengalami kenaikan atau penurunan setiap saat.

Menurut Sofyan, dengan kondisi tersebut, harga kebutuhan pokok dan jasa di lapangan juga akan mengalami perubahan.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Berita Lain