17 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39660

Menpora Minta ‘Stakeholder’ Olahraga Tandatangani Pakta Integritas

Jakarta, Aktual.co — Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi meminta stakeholder olahraga Indonesia, untuk menandatangani Pakta Integritas di antaranya berperan dalam upaya pencegahan dan pemberantasan KKN.

“Semuanya diawali dari Kemenpora. Kami meminta KONI, KOI atau stakeholder olahraga lainnya juga harus ada pakta integritas,” kata Imam Nahrawi di sela penandatanganan Pakta Integritas Bentuk Komitmen Kemenpora Menuju Good Governance Membangun Indonesia Hebat di Jakarta, Senin (12/1).

Pakta integritas yang harus ditandatangani oleh PNS di lingkungan Kemenpora terdapat tujuh poin di antaranya adalah harus berperan aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Kami ingin meraih prestasi yang terbaik. Jadi semuanya harus dimulai dari sendiri. Pakta integritas kami juga harapkan sebagai motivasi bagi semuanya,” katanya menambahkan.

Selain penandatanganan pakta integritas, seluruh PNS di lingkungan Kemenpora wajib melakukan tes urin. Tes urin ini dilakukan secara mendadak, bahkan ruangan yang sebelumnya digunakan untuk penandatangan pakta integritas dikunci.

“Perlu dicatat. Kita saat ini mencetak rekor dengan dalam dua bulan melakukan tes urin sebanyak dua kali. Ini melibatkan semua pegawai di sini,” kata mantan Sekjen PKB itu.

Tes urin yang dilakukan oleh Kemenpora saat ini terbilang sukses karena sekitar 600 PNS yang ada ikut berpartisipasi. Kondisi ini berbeda dengan sebelumnya karena belum semuanya melakukan tes urin untuk mengecek penggunaaan narkoba.

“Kami ingin KONI, KOI hingga atlet juga melakukan hal yang sama agar kondisi kesehatan semuanya bisa terkontrol dengan baik,” kata pria kelahiran Bangkalan, Madura itu.

Meski sudah melakukan tes urin, hasil pemeriksaan tersebut belum diumumkan kepada publik. Pihak Kemenpora menegaskan jika ada PNS yang terbukti menggunakan narkoba, akan mendapatkan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Artikel ini ditulis oleh:

Berikut Jadwal Fit and Proper Test Calon Kapolri

Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi III DPR RI, Aziz Syamsuddin mengatakan akan mengadakan pembahasan dalam rapat pleno internal komisi terlebih dahulu terkait calon Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan pada tanggal 19 Januari 2015.
Hal itu berdasarkan atas hasil rapat pleno komisi pembukaan masa sidang ke II tahun ini.
“Dalam rapat pleno Komisi III diputuskan beberapa agenda, salah satunya tentang Kapolri. Ada usulan dari anggota dan disepakati bahwa pleno pada 19 Januari 2015,” kata Aziz,  di Gedung Nusantara II, Jakarta, Senin  (12/1).
Pasalnya, sambung politikus Golkar itu,  kepastian pleno masih harus menunggu rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR RI pada Selasa (13/1) pukul 10.00 WIB.
Masih kata dia, Komisi III DPR RI juga meminta masing-masing fraksi masuk dalam tim kecil untuk menentukan mekanisme dan pertanyaan uji kelayakan dan kepatutan.
“Kami minta fraksi masuk tim kecil untuk mempersiapkan mekanisme dan pertanyaan meskipun pimpinan serta sekretariat sudah menyiapkannya. Kami ingin melibatkan fraksi-fraksi untuk ikut ‘urun rembug’,” ungkap dia.
Pun demikian, Aziz berharap kapolri yang baru nanti bisa membawa perubahaan pada institusi polri. Berbagai masalah yang kerap timbul antara anggota masyarakat dan polri harus diminimalisir.
“Semua hal yang bersentuhan dengan masayrakat langsung harus dibenahi.Polri tidak bisa hanya melakukan tindakan-tindakan besar, sementara yang kecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dilupakan.”
Ia pun sempat mencontohkan betapa masyarakat menginginkan polisi hadir dalam mengatur lalu lintas di Jakarta yang semakin parah.”Masyarakat maunya polisi hadir untuk mengatur lalu lintas yang semakin kacau, tanpa mengenal hujan dan panas untuk mengatur lalu lintas Jakarta. Ini memang seperti hal sepele, tapi karena berhubungan langsung dengan masyarakat, ini harus menjadi perhatian,” pungkas dia.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Kursi Pimpinan AKD Diminta NasDem

Jakarta, Aktual.co — Ketua Fraksi Nasdem Victor Laiskodat menegaskan, fraksinya tidak akan mengambil jatah kursi pimpinan pada alat kelengkapan dewan (AKD). Meski pun, Koalisi Indonesia Hebat mendapatkan jatah kursi pimpinan setelah revisi UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3).

“Bukan tiba-tiba ngambek kami enggak ambil. Dari awal sikap kami bahwa sebaiknya pengisian pimpinan AKD itu diisi partai pemenang satu sampai empat. Selain itu keluar saja,” kata Victor di Kompleks Parlemen, Senin (12/1). Victor mengaku tidak mengetahui secara pasti berapa jatah kursi pimpinan yang diberikan KIH kepada Nasdem.

Jika memang mendapatkan jatah kursi, Victor mengatakan, fraksinya akan memberikan kepada anggota Koalisi Indonesia Hebat lainnya. Dengan penolakan ini, kata dia, Nasdem ingin memberikan edukasi bahwa membangun gagasan jauh lebih penting daripada sekedar duduk di kursi kekuasaan.

 “Jangan lah kita ribut untuk cari kekuasaan. Kita ingin bangun gagasan dari memperkuat basis untuk menyampaikan pemikiran-pemikiran. Daripada duduk-duduk di situ (kursi pimpinan) buat apa?” ujarnya.

DPRD DKI Kejar Target Soal Pengesahan APBD

Jakarta, Aktual.co — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menargetkan pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI 2015 dapat dilakukan pada 16 Februari 2015.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi usai rapat paripurna tentang penyampaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) APBD DKI 2015.

“Hari ini kita sudah menggelar rapat paripurna perdana. Setelah itu, akan ada sekitar empat rapat paripurna lagi, termasuk paripurna untuk pengesahan APBD, yaitu kira-kira 16 Februari 2015,” kata Prasetyo di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (12/1).

Menurut dia, setelah paripurna pertama pada hari ini, pihaknya akan kembali menggelar paripurna pada Rabu (14/1) dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD DKI 2015.

“Selanjutnya, pada Jumat (16/1), kita akan melaksanakan rapat paripurna ketiga dengan agenda penyampaian jawaban Gubernur DKI Jakarta terhadap pandangan umum dari fraksi-fraksi,” ujar Prasetyo.

Terakhir, dia menuturkan pihaknya akan menyelenggarakan rapat paripurna keempat pada 16 Februari 2015 dengan agenda pengesahan Raperda APBD menjadi Peraturan Daerah (Perda) APBD DKI 2015.

“Jarak waktu pelaksanaan rapat paripurna ketiga sampai keempat memang cukup lama karena setelah paripurna ketiga, kita akan melanjutkan pembahasan APBD di tingkat komisi, badan anggaran serta fraksi,” tutur Prasetyo.

Sementara itu, dalam rapat paripurna hari ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyampaikan pidato Raperda APBD DKI Tahun Anggaran (TA) 2015 sebesar Rp73,08 triliun.

Jumlah tersebut mengalami peningkatan sebanyak 0,24 persen dibandingkan dengan APBD Perubahan 2014 sebesar Rp72,9 triliun.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Forum Pengacara Konstitusi: Arief Hadapi Krisis Ketaatan Lembaga Lain Terhadap MK

Jakarta, Aktual.co — Ketua Forum Pengacara Konstitusi Andi M Asrun berharap Ketua Mahkamah Konstitusi terpilih Arief Hidayat harus lebih berani dan tegas untuk menegakkan putusan MK supaya dipatuhi.
“MK saat ini sedang menghadapi krisis ketaatan lembaga lain terhadap putusan MK,” kata Asrun di Jakarta, Senin.
Dia mencontohkan Mahkamah Agung yang mengeluarkan Surat Edaran (SEMA) yang membatasi Peninjauan Kembali (PK) Pidana hanya satu kali, padahal putusan Mk bolehkan PK lebih satu kali asalkan ada novum.
Asrun juga mengungkapkan putusan MK terkait masa jabatan kedua hakim MK tidak dipatuhi Presiden dan MA dengan adanya seleksi hakim MK, padahal Putusan mengatakan cukup ditanyakan kepada hakim MK incumbent apakah tetap mau jadi hakim MK, seperti pernah DPR tanyakan Prof Jimly Asshidiqie dan Akil Mochtar apakah masih mau jadi hakim MK.
Untuk itu, lanjut Asrun, pihaknya menyambut baik terpilihnya Arief Hidayat sebagai Ketua MK periode 2015-2017.
“Kapasitas Prof Arief sebagai ilmuwan hukum senior akan mengantar MK untuk putusan-putusan yang lebih bermutu dan berpandangan luas,” ucapnya.
Asrun menilai Arief tidak akan banyak menemui tekanan-tekanan atapun lobi politik di masa depan karena perkara pilkada tidak lagi di putus di MK.
“Di masa lalu, perkara pilkada tidak luput dari ajang lobi politisi,” kata Asrun.

Artikel ini ditulis oleh:

Nebby

Menhub tidak akan Hadiri Sidang, Ditanyakan DPR

Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co —Komisi V DPR menjadwalkan pemanggilan terhadap semua mitra kerja dengan pemerintah, baik dari KNKT, Basarnas, BMKG dan Angkasa Pura dalam rapat kerja dalam membahas kecelakaan AirAsia QZ8501, pada Selasa (13/1) besok. “Kita ingin mengetahui lebih dalam tentang penanganan serta perkembangan terkini (terkait peristiwa musibah pesawat nahas itu),” ucap Ketua Komisi V Fary Djemy Francis, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (12/1).

Namun, politisi Partai Gerindra itu menyayangkan adanya niat Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan untuk tidak menghadiri rapat kerja tersebut, dengan alasan kesibukan. “Beliau sempat menyampaikan alasannya sedang sibuk dan ingin konsentrasi kepada upaya pencarian pesawat,” ungkapnya.

Namun anehnya, bila dalam rapat kerja nanti Menhub tetap tidak hadir, tentu akan menuai spekulaatif di publik nantinya. Apakah Jonan benar-benar sibuk atau hanya alasan untuk menghindari DPR. Yang jelas, pihaknya akan tetap menggelar rapat besok, sesuai jadwal. “Karena yang lain bersedia, kami tetap lanjutkan dengan jadwal semula. Saya tidak mau terlalu jauh, bisa saja bapak menteri besok berubah pikiran,” tandasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Novrizal Sikumbang

Berita Lain