12 Januari 2026
Beranda blog Halaman 39713

APPI Tunggu Komitmen PT LI Terkait Tunggakan Gaji

Jakarta, Aktual.co — Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), menunggu komitmen PT Liga Indonesia (PT LI), selaku operator kompetisi Indonesia Super League (ISL) terkait pemberian sanksi tegas pada klub penunggak gaji pemain.

“Liga saat ini mulai melakukan verifikasi terhadap keuangan klub. Sudah saatnya Liga tegas terhadap klub,” kata CEO APPI Valentino Simanjuntak di Jakarta, Jumat (9/1).

Menurut dia, hingga saat ini banyak klub peserta kompetisi di Tanah Air belum menyelesaikan tanggungannya kepada pemain musim lalu, meski sebelumnya APPI telah merilis klub-klub yang menunggak pembayaran gaji pemain.

Sesuai dengan rencana, kata dia, APPI akan kembali merilisi nama-nama klub yang belum menyelesaikan pembayaran gaji pemain musim lalu sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Liga Indonesia, pertengahan bulan Januari.

“Pekan depan kami akan mengumumkan lagi klub-klub yang belum melunasi gaji pemain. Untuk jumlah klub tidak jauh dari sebelumnya,” katanya menambahkan.

Sebelumnya APPI merilis klub ISL yang belum melunasi gaji pemain di antaranya Persija Jakarta, Mitra Kukar, Persebaya Surabaya, Pelita Bandung Raya, PSM Makassar, Persiba Balikpapan dan Arema Indonesia.

Meski demikian, beberapa klub mengaku sudah mulai melakukan pembayaran tunggakan gaji pemain seperti yang dilakukan oleh klub asal ibukota Persija Jakarta dan klub asal Kalimantan, Mitra Kukar. Namun, pembayaran belum dilakukan semuanya.

“Meski sudah melakukan pembayaran, tapi belum semuanya. Seperti Persija, klub baru membayar gaji pemain yang kembali bergabung. Untuk yang pindah ke klub lain, belum. Itu juga harus menjadi catatan oleh Liga,” kata pria yang akrab dipanggil Valen itu.

Sebelumnya PT Liga Indonesia selaku operator ISL menyatakan akan melakukan verifikasi kepada klub terutama untuk masalah dan infrastruktur. Bahkan, lembaga yang dipimpin Joko Driyono itu akan bertindak tegas dengan mencoret klub yang belum menyelesaikan pembayaran tunggakan gaji.

Meski banyak yang belum melakukan pelunasan gaji, klub peserta ISL ternyata sudah berani berburu pemain untuk memperkuat tim musim ini. Salah satunya Persija Jakarta berani mengontrak dua pemain asing yang nilainya hampir mencapai Rp9 miliar.

Artikel ini ditulis oleh:

Pengamat Yakin PSSI Bisa Kooperatif

Jakarta, Aktual.co — Rencana pemanggilan PSSI oleh Tim Sembilan, diyakini akan bisa terlaksana. Pasalnya, federasi sepakbola itu, diyakini bisa kooperatif dengan tim bentukan pemerintah itu.

Dikatakan pengamat olahraga nasional, Anton Sanjoyo, PSSI siap bekerjasama dengan Tim Sembilan.

“Saya sempat berbicara dengan Joko Driyono (Sekretaris Jenderal PSSI). Dia menyatakan kalau PSSI siap kerjasama dengan pemerintah,” ungkap Anton melalui sambungan telepon kepada Aktual.co, Jumat (9/1).

Menurut Anton, PSSI tidak pernah beranggapan, jika dirinya sebuah lembaga yang eksklusif. Kata dia, selama tujuan Tim Sembilan untuk membangun sepakbola menjadi lebih baik, PSSI pasti mau diajak berdiskusi.

“Saya kira selama tujuannya baik, PSSI pasti mau bersinergi dengan pemerintah,” ujarnya.

Pernyataan Anton ini, menaggapi rencana Tim Sembilan yang menjadwalkan pertemuan dengan PSSI, pada pekan depan.

“Setelah ini kita menunggu kehadiran PSSI. Rencananya pekan depan,” ungkap salah satu anggota Tim Sembilan, Gatot S. Dewa Broto, Rabu (7/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Koran Denmark Pastikan Tak Terbitkan Kartun Nabi

Kopenhagen, Aktual.co — Suratkabar Denmark “Jyllands-Posten”, yang membuat marah umat Islam dengan menerbitkan kartun Nabi Muhammad 10 tahun lalu, tidak akan menerbit-ulangkan kartun “Charlie Hebdo” karena masalah keamanan, satu-satunya koran utama Denmark tidak melakukannya.

“Itu menunjukkan bahwa kekerasan berhasil,” kata suratkabar tersebut dalam tajuknya pada Jumat (9/1).

Suratkabar utama lain di Denmark menerbit-ulangkan kartun dari mingguan satir Prancis itu sebagai bagian dari liputan serangan menewaskan 12 orang di Paris pada Rabu tersebut.

Banyak suratkabar lain di Eropa juga menerbit-ulangkan kartun “Charlie Hebdo” untuk mengecam pembunuhan tersebut.

Ketika “Jyllands-Posten” menerbitkan 12 kartun berbagai seniman pada September 2005, sebagian besar menggambarkan Nabi Mohammad, gelombang unjukrasa terjadi di seluruh dunia Muslim, tempat sedikit-dikitnya 50 orang tewas.

“Kami hidup dengan ketakutan akan serangan teroris selama sembilan tahun, dan ya, itu penjelasan mengapa kami tidak mencetak ulang kartun tersebut, apakah buatan kami atau milik ‘Charlie Hebdo’,” kata “Jyllands-Posten”, “Kami juga menyadari bahwa oleh karena itu, kami tunduk pada kekerasan dan tekanan.” “Jyllands-Posten” memutuskan memperketat tingkat keamanan sesudah serangan Paris tersebut.

“Perhatian pada keselamatan karyawan kami adalah yang terpenting,” katanya dalam tajuk pada Jumat.

Sebelumnya, sebagian besar terbitan terkemuka berita Amerika Serikat menolak menunjukkan kartun bermasalah Nabi Muhammad pada Rabu sesudah tersangka kelompok keras di Paris menewaskan 12 orang di kantor majalah satir Prancis “Charlie Hebdo”.

Sumber berita berjaringan “Daily Beast” dan “Slate” menerbitkan kartun itu, tapi terbitan utama Amerika Serikat, termasuk “New York Times”, “Wall Street Journal”, Reuters dan Associated Press, tidak.

Beberapa menyatakan pedoman mereka menyerukan penghindaran atas penerbitan gambar atau bahan lain, yang bertujuan menyinggung kepekaan keagamaan.

“Setelah pertimbangan cermat, redaktur “Times” memutuskan bahwa menggambarkan kartun tersebut akan memberikan pembaca keterangan cukup untuk memahami berita hari ini,” kata wanita juru bicara Perusahaan New York Times Danielle Rhoades Ha melalui E-mail.

Bill Marimow, redaktur “Philadelphia Inquirer”, mengatakan kepada Reuters, “Kami tidak akan menurunkan kartun itu dalam keadaan apa pun. Pemikiran itu cuma menghina puluhjutaan Muslim daripada menjelaskan sesuatu dalam kata.” Associated Press memiliki kebijakan sejak lama menahan diri dari menggunakan gambar memicu, kata juru bicara Paul Colford kepada Reuters.

“Charlie Hebdo” (Mingguan Charlie) terkenal bermasalah dengan serangan satiris tentang pemimpin politik dan agama dari semua agama dan menerbitkan banyak kartun mengejek Nabi Muhammad.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

153 Tahanan Palestina Tewas di Penjara Israel

Ramallah, Aktual.co —  Setidaknya 135 tahanan Palestina, yang disekap di penjara-penjara Israel, telah tewas sejak 1967 akibat penyiksaan atau penembakan dengan peluru tajam, menurut satu laporan yang diterbitkan Pusat Pengkajian Tahanan.

Pusat pengkajian adalah satu kelompok lokal yang bersangkutan dengan masalah tahanan Palestina di penjara Israel.

Sedangkan 72 tahanan tewas akibat penyiksaan ekstrim, 74 orang lainnya sengaja ditembak mati dengan peluru hidup Israel setelah penangkapan mereka, menurut laporan.

Namun, tujuh tahanan lainnya, tewas setelah diperlakukan tak manusiawi dengan kekuatan berlebihan oleh pemerintah Israel.

Laporan terakhir menunjukkan bahwa Layanan Penjara Israel telah berusaha untuk menyingkirkan dua tahanan, diidentifikasi sebagai Bashir Hroub dan Haitham Salhia, dengan memberikan racun pada pasta gigi Hroub dan pada secangkir kopi untuk Salhia.

Ketua pusat itu, Rafat Hamdona, mengatakan upaya tersebut, serta pembunuhan tahanan, adalah bertentangan dengan Pasal 85 dari Konvensi Jenewa Keempat, yang menyatakan bahwa kehidupan narapidana harus dilindungi.

Dia menyerukan kepada organisasi-organisasi hak asasi manusia yang relevan, termasuk Komite Internasional Palang Merah ICRC dan PBB, untuk campur tangan guna memaksa Israel melindungi para tahanan.

Lebih dari 5.000 tahanan Palestina yang saat ini ditahan di penjara-penjara Israel.

Tentara Israel dan polisi melakukan kampanye penangkapan dini hari setiap hari, dengan alasan keamanan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Pengamat: Mosi Tidak Percaya Forum Asprov Hal Biasa

Jakarta, Aktual.co — Mosi tidak percaya yang dilayangkan oleh Forum Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi, dianggap sebagai hal yang biasa.

“Asprov memang selalu konfrontatif,” ujar Pengamat sepakbola nasional, Anton Sanjoyo melalui sambungan telepon kepada Aktual.co, Jumat (9/1).

Lebih jauh disampaikan Anton, bahwa pembentukan Forum Asprov masih dalam batas wajar. Karena menurutnya, apabila maksud dan tujuan Tim Sembilan dikerucutkan, titik pusat evaluasi PSSI akan mengarah ke Asprov.

Dia menganggap apa yang dilakukan oleh Asprov hanyalah sebuah aksi sebagai bentuk penolakan. “Asprov pemilik suara PSSI. Yang punya akses tetap Komite Eksekutif (Exco) PSSI,” paparnya.

Apa yang menjadi tanggapan Anton, juga disampaikan oleh Menpora. Beberapa waktu lalu, politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, juga diminta untuk mengomentari Forum Asprov PSSI.

Ketika itu, Menpora malah menyampaikan pernyataan yang lebih bijaksana. Dia sampaikan bahwa, seluruh Asprov PSSI adalah sahabatnya.

“Tidak usah ditanggapi, biarin saja. Itu kan hak mereka. Mereka (Forum Asprov) semua sahabat saya,” ujar Menpora, Rabu (7/1).

Artikel ini ditulis oleh:

Ditemukan Struktur Mikroba, Ada Tanda Kehidupan di Planet Mars?

Jakarta, Aktual.co — Bukti bahwa Planet Mars pernah didiami kehidupan asing terus meningkat.

Hanya beberapa pekan setelah pesawat luar angkasa, NASA Curiosity Rover mendeteksi adanya zat metana di atmosfer Mars – kemungkinan bukti aktivitas biologis yang pernah diberitakan Aktual.co beberapa waktu yang lalu – seorang Geobiologist ternama mengatakan, bahwa ia melihat tanda-tanda kemungkinan adanya kehidupan masa lalu dari foto-foto permukaan (lanskap) Planet Merah yang diambil oleh Rover.  

“Kita bisa mendeteksi struktur sedimen dalam bebatuan di Mars menggunakan gambar Rover,” kata Dr. Nora Noffke, seorang Profesor di Old Dominion University di Norfolk, kepada Huffington Post dalam surat elektronik-nya.

“Struktur yang saya jelaskan ini berasal dari kelompok struktur mikroba yang membentuk oleh interaksi bentik (hidup di tanah) mikroba dengan struktur sedimen (erosi) pada kumpulan klastik seperti pasir.”

Dengan kata lain, jika struktur seperti itu ada di Mars, yang menunjukkan Planet ini mungkin pernah mengandung kehidupan mikroba. Kata Noffke, mikroba ada di Mars sekitar 3,7 miliar tahun yang lalu.

Dalam penelitiannya, Noffke melihat struktur yang terlihat pada batu di Mars dan membandingkannya dengan struktur geologi di Bumi yang terbentuk oleh mikroba yang hidup dalam populasi yang disebut “microbial mats”.

“Mats terdiri dari miliaran atau triliunan mikroba yang berkumpul di dasar danau, sungai, dan lautan,” kata Noffke dalam email-nya.

“Mikroba berkomunikasi satu sama lain, mereka mengatur ke dalam lapisan padat dan berkolaborasi dalam memperoleh nutrisi dan cahaya.”

Menggunakan kertas abstrak untuk menjelaskan penelitiannya, Noffke merinci kesamaan yang ditemukan antara struktur di Bumi dan Mars.

“Mikroba diinduksi sedimen-seperti struktur (MISS) diidentifikasi dalam foto misi Curiosity Rover, tidak mempunyai pendistribusian secara acak. Sebaliknya, mereka ditemukan teratur dalam kumpulan spasial dan temporal yang menunjukkan mereka berubah dari waktu ke waktu. Di Bumi, jika seperti MISS terjadi dengan jenis kumpulan spasial dan berubah menjadi temporal, mereka akan ditafsirkan sebagai pertumbuhan berwujud mikroba seperti tumbuh dalam ekosistem yang berkembang di kolam yang kemudian dikeringkan sepenuhnya,” paparnya.

Pertanyaannya apakah ilmuwan lain menghasilkan penemuan terbaru? Dr Chris McKay, seorang ilmuwan planet dari Ames Research Center NASA, Moffett Field, California., AS mengatakan, bahwa penelitian yang lain juga sangat menjanjikan.

“Saya telah melihat banyak makalah yang mengatakan ‘Lihat, inilah tumpukan kotoran di Mars, dan inilah tumpukan kotoran di Bumi. Dan karena mereka terlihat sama, mekanisme yang sama harus dilakukan setiap tumpukan pada dua planet, ‘” ujarnya kepada majalah Astrobiology. 

“Itu pendapat mudah dalam penelitian, dan itu biasanya tidak terlalu meyakinkan. Namun, kertas yang dipakai Noffke dalam penelitiannya adalah yang paling mendalam menjelaskan analisis yang pernah dilakukan dari jenis yang pernah saya lihat. “.

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain