21 April 2026
Beranda blog Halaman 39738

Ekonom: Program Satu Juta Rumah Tingkatkan Derajat Masyarakat

Jakarta, Aktual.co —  Pengamat ekonomi Destry Damayanti mengatakan bahwa program pembangunan satu juta rumah oleh pemerintah berdampak teknis terhadap aspek sosial dan finansial (social and financial engineering).

“Sosial karena menyangkut derajat orang, bisa memberikan hak hunian bagi keluarganya, sedangkan finansial karena bermanfaat bagi pertumbuhan pasar modal,” kata Destry di Jakarta, Rabu (21/1).

Walaupun pertumbuhan perumahan masih kurang mencukupi, namun ia yakin program tersebut dapat diwujudkan melalui komitmen antara pengembang dan pemerintah. Keputusan pemerintah menghapus subsidi bahan bakar premium merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi subsidi energi, sehingga memberikan ruang untuk pembangunan infrastruktur.

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015-2019, kebutuhan pembiayaan infrastruktur mencapai Rp5.519,4 triliun, atau Rp1.100 triliun/tahun.

“Dari anggaran itu, 10,5 persennya dialokasikan untuk sektor perumahan, atau sekitar Rp579,5 triliun rupiah,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono mengatakan kebutuhan perumahan di Indonesia yang belum tercukupi (backlog) mencapai 13,5 juta unit.

“Kebutuhan kita saat ini sebesar itu, namun nyatanya pemenuhan perumahan tiap tahunnya hanya sekitar 300-400 ribu unit,” kata Maryono

Menurut dia, dengan besarnya ‘backlog’ tersebut maka menjadi pertanda bahwa kebutuhan masyarakat terhadap perumahan sangat lah tinggi.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Nenek 84 Tahun Ditemukan Tewas Mengenaskan

Jakarta, Aktual.co — Warga Jalan Gedong Panjang 1, Tambora, Jakarta Barat mendadak ramai. Pasalya seorang nenek ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan dengan kaki dan tangan terikat didalam rumahnya. 
Demikian disampaikan Kapolsek Tambora, Kompol Dedy Tabrani kepada wartawan, Rabu (21/1).
“Korban diketahui bernama Sophia Raharja berusia 84 tahun,” katanya. 
Selain kaki dan tangan terikat, kata Dedy tubuh korban ditutupi pelaku menggunakan kain batik.
“Ditubuh korban tidak ada luka, dan tidak ada darah,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Soal Minuman Keras, Ahok: Hanya Yang Ber-KTP Boleh Konsumsi

Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI secara tegas melarang peredaran minuman keras yang beredar di mini market. Untuk itu Pemprov DKI akan memperketat mengenai peredaran minuman keras.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan bahwa minuman keras yang boleh diperjualbelikan di mini market hanya yang berkadar alkohol lima persen.
“Saya tekankan maksimum yang boleh di minimarket itu 5 persen,” ujarnya, Rabu (21/1). 
Dikatakan Ahok sapaan Basuki untuk memberikan dampak yang baik kepada masyarakat, pihak mini market  harus memperketat konsumen yang boleh ingin mengkonsumsi minuman keras yakni warga yang berusia diatas 18 tahun.
“Itupun yang belinya mesti tunjukin ktp umur 18 tahun,” katanya.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid

Penetapan BG Tersangka Dinilai Prematur

Jakarta, Aktual.co — Penetapan tersangka terhadap Komisaris Jenderal Budi Gunawan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai prematur. Pasalnya Budi Gunawan belum sama sekali diperiksa oleh lembaga tersebut.
“Kalau penetapan tersangka sebelum dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan bukti-bukti yang lain, tidak sah,” kata Pengamat hukum pidana Chairul Huda ketika dihubungi Aktual.co, Rabu (21/1).
Chairul Huda mengatakan, penetapan tersangka terhadap Budi Gunawan adalah bagian akhir dari sebuah penyidikan setelah kelengkapan pencarian bukti dan pemeriksaan saksi-saksi.
“Apabila sidang praperadilan di menangkan oleh Budi Gunawan maka hanya penetapan tersangkanya yang tidak sah bukan bearti penyidikan kasusnya di hentikan.”
Sebelumnya, Komjen Polisi Budi Gunawan ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 13 Januari 2015. Dia menjadi tersangka sehari sebelum melakukan uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu

Dirut Pertamina: Fungsi Petral Dialihkan ke ISC

Jakarta, Aktual.co — PT Pertamina (Persero) mengaku telah menjalankan rekomendasi Tim Reformasi Tata Kelola Migas (RTKM) terkait pengalihan fungsi anak usahanya, Petral ke ISC.

“Sebetulnya kita juga melihat hal itu sebagai strategi Pertamina untuk bisa berkembang ke depan, juga merupakan arahan-arahan dari Pemerintah agar Pertamina lebih efisien. Jadi kebetulan sejalan dengan apa yang menjadi pendapat tim reformasi. Tapi sebetulnya, itu langkah kita bersama,” ujar Dwi Soetjipto ketika ditemui di Jakarta, ditulis Rabu (21/1).

Dwi mengatakan, peralihan fungsi tersebut  dilakukan sejak awal Januari 2015. Hal-hal yang menyangkut dengan proses perjanjian-perjanjian Petral yang lama pun tidak akan dibatalkan, namun Dwi menyebut pihaknya akan mereview kembali semua perjanjian tersebut.

“Sejak awal januari, mereka (Petral-ISC) sudah jadi. Hal-hal yang menyangkut dengan proses perjanjian-perjanjian petral yang lama sudah barang tentu itu menjadi bagian dari tugas ISC untuk mereview dan melihat hal-hal yang terbaik untuk Pertamina. Tidak dibatalkan, kalau hal-hal yang menyangkut dengan perjanjian sudah tentu tidak dibatalkan. Nanti kita akan review apakah harganya sudah terbaik, apakah persyaratannya sudah terbaik,” ujar mantan Dirut Semen Indonesia itu.

Sementara itu, Dwi menuturkan, terkait Letter of Credit (LC) yang telah dimiliki Petral selama ini tidak akan dengan begitu saja beralih ke ISC.

“Nanti kita akan lihat, karena kita posisikan Petral saat ini sebagai internasional trader, jadi manakala Petral punya LC yang bisa dia pakai untuk pekerjaan kita seperti internasional trader yah terserah saja. Nanti kita review,” sebutnya.

Direktur Pemasaran dan Niaga Pertamina Ahmad Bambang menambahkan, peralihan fungsi dari Petral ke ISC bukan berarti Pertamina telah meniadakan Petral. Sebab, yang dialihkan hanyalah fungsi pengadaannya dan Petral tetap ada, berfungsi sebagai trader sepenuhnya.

“Jangan salah, yang dialihkan ke ISC itu pengadaan, jadi pengadaan crudenya serta pengadaan produknya itu oleh ISC. Petral itu berperan menjadi trading murni, jadi Petral boleh ikut tender. Selama dia dapet bagus sih dia sah-sah saja. ISC fungsinya pengadaan,” jelasnya.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka

Penelitian Terbaru: Kehidupan Kota Besar Tidak Menjadi Penyebab Asma!

Jakarta, Aktual.co — Fakta sebelumnya, tentang pertumbuhan kota besar mungkin tidak menjadi faktor utama apakah seorang anak menderita asma. Tapi, penelitian terbaru justru membantah asumsi tersebut.

Berdasarkan sumber dari Departemen Kesehatan menyebutkan, penyebab masalah kota Metropolitan  adalah wabah asma.

Para peneliti di Johns Hopkins University, Baltimore, Amerika Serikat, telah menemukan bahwa kemiskinan, kulit hitam (atau orang Puerto Rico) adalah faktor terpenting yang menyebabkan seorang anak beresiko menderita asma.

“Hasil penelitian kami meliputi perubahan wajah anak yang menderita pediatrik asma dan menunjukkan bahwa tinggal di kawasan perkotaan bukan menjadi faktor seseorang beresiko asma,” terang Dr. Corinne Keet, Ahli Alergi Pediatrik dan Spesialis Asma dari Johns Hopkins dalam penelitiannya yang diterbitkan pada Selasa (20/1) dalam Journal of Allergy and Clinical Immunology.

Menurut Keet, meskipun penelitian-penelitian sebelumnya telah melihat tingkat asma dalam kota-kota tertentu, tapi tidak ada penelitian lebih lanjut yang membandingkan tingkat asma di daerah kota di seluruh Amerika Serikat (atau melihat bagaimana asma membandingkan kultur masyarakat).

Untuk sampai pada tahap ini, para peneliti menggunakan data survei nasional lebih dari 23.000 anak-anak yang berusia antara 6 sampai 17 tahun pada tahun 2009-2011. Tim mengamati tingkatan-tingkatan asma berdasarkan jumlah penduduk, serta faktor-faktor lain seperti pendapatan, ras dan etnis.

Setelah disesuaikan dengan faktor-faktor tersebut, mereka tidak menemukan perbedaan yang signifikan secara statistik tingkatan asma antara anak-anak yang tinggal di kota dan anak-anak yang tinggal di tempat lain.

Sebaliknya, mereka menemukan orang berkulit hitam (atau anak-anak Puerto Rico) yang mempunyai tingkat asma paling tinggi pada 17 dan 20 persen . Masing-masing dibandingkan dengan anak-anak berkulit putih (10%), anak-anak hispanik lainnya (9%) dan anak-anak Asia (8%).

Meskipun penelitian ini tidak melihat mengapa itu terjadi, para peneliti mencatat bahwa, pada penelitian lain disarankan menunjukkan potensi genetik dan biologis yang menyebabkan perbedaan ras dan etnis.

Tim juga melihat variasi yang lebih luas berdasarkan geografis, dengan 17 persen anak-anak yang tinggal di kota-kota Northeastern, yang menderita asma, dibandingkan dengan 8 persen di kota-kota yang terletak di negara-negara barat.

Ternyata asma sendiri tidak terbatas pada kota-kota. Sebagai contoh, tingkat asma 21 persen di kawasan miskin pinggiran kota Timur Laut, dibandingkan dengan 17 persen di kota-kota tetangganya.

Penelitian ini tidak hanya melihat pada faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat asma yang parah, yang mungkin menjadi umum di kota-kota, kata para penulis. Itu akan menjadi subjek penelitian selanjutnya.

Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit, asma mempengaruhi 6,8 juta anak-anak di seluruh dunia. 

Artikel ini ditulis oleh:

Berita Lain